Kenali Lima Jenis Kulit Wajah

Kenali Lima Jenis Kulit Wajah

Pemakaian produk perawatan dan kosmetik perlu disesuaikan dengan jenis kulit wajah, agar hasilnya maksimal dan tidak malah menimbulkan masalah pada kulit. Oleh karena itu, kenali dulu jenis kulit wajah Moms sebelum memilih produk perawatan kulit dan kosmetik.

Jenis kulit wajah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, faktor genetik, asupan cairan dan nutrisi, paparan sinar matahari, serta kondisi cuaca.

Seseorang yang pada masa mudanya memiliki kulit wajah normal bisa saja memiliki kulit kering ketika usianya bertambah. Kulit wajah normal pun bisa menjadi kering dan berkurang elastisitasnya saat kekurangan asupan cairan atau sering terpapar sinar matahari.

Selain beberapa faktor di atas, jenis kulit wajah juga dipengaruhi oleh kandungan minyak yang memengaruhi kelembutan dan sensitivitas kulit terhadap zat tertentu.

 

Berbagai Jenis Kulit Wajah

Kulit wajah terbagi menjadi lima tipe, yaitu:

jenis kulit wajah

Mengenal Jenis Kulit Wajah dan Cara Merawat yang Tepat

 

1. Kulit Normal

Kulit normal memiliki ciri tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak. Pori-pori kulit wajah normal juga terlihat halus dan bersih. Dibandingkan dengan jenis kulit wajah lainnya, kulit wajah normal jarang menimbulkan masalah dan cenderung lebih mudah untuk dirawat.

Meski jarang bermasalah, bukan berarti pemilik kulit normal tidak perlu menjaga kesehatan kulitnya. Untuk merawat kulit wajah normal, pemilik tipe kulit wajah ini perlu rutin membersihkan kulit wajah 2 kali sehari, rutin mengoleskan pelembap wajah, serta menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

 

2. Kulit Berminyak

Di jaringan kulit, terdapat kelenjar minyak yang berfungsi untuk memproduksi sebum. Sebum atau minyak alami kulit berfungsi untuk mencegah pertumbuhan kuman dan menjaga kelembapan kulit.

Ketika sebum diproduksi terlalu banyak, kulit akan terlihat lebih berminyak dan mengilap, serta memiliki pori-pori yang besar. Sebum yang berlebihan di kulit wajah juga dapat menyumbat pori-pori, sehingga memudahkan munculnya komedo dan jerawat. Tipe kulit yang demikian adalah tipe kulit berminyak.

Jika Moms memiliki tipe kulit berminyak, jauhilah produk yang mengandung alkohol atau pewangi.

Untuk merawat kulit wajah berminyak, gunakanlah produk perawatan kulit yang mengandung dimethicone, hyaluronic acid, sulfur, dan retinol. Pilih juga produk yang berlabel noncomedogenic atau oil free (bebas minyak) karena produk jenis ini tidak menyebabkan pori-pori tersumbat, sehingga tidak menyebabkan jerawat.

 

3. Kulit Kering

Kulit kering disebabkan oleh minimnya kandungan minyak dan cairan di lapisan kulit. Jenis kulit ini ditandai dengan kulit yang kasar, pecah-pecah, terasa kencang, dan keriput. Kulit kering juga terkadang bisa menimbulkan rasa gatal.

Untuk merawat kulit kering, gunakanlah produk perawatan kulit yang mengandung pelembap, seperti petrolatum, lanolin, minyak mineral, gliserin, vitamin E, hyaluronic acid, dan ceramide.

Hindari pemakaian produk yang mengandung alkohol, pewangi, retinoid, dan AHA, karena dapat membuat kulit mengalami iritasi. Selain itu, hindari juga kebiasaan mandi air panas atau mandi terlalu lama karena bisa membuat kulit semakin kering.

 

4. Kulit Kombinasi

Jika area tertentu pada wajah Moms terasa berminyak, namun area lainnya terasa kering atau normal, ini berarti Moms memiliki jenis kulit kombinasi.

Untuk merawat jenis kulit kombinasi, Moms bisa menggunakan dua macam produk perawatan kulit pada area wajah yang berbeda. Misalnya, mengoleskan pelembap untuk kulit berminyak di area T (kening, hidung, dan dagu) yang terasa berminyak, lalu mengoleskan pelembap untuk kulit kering di area pipi.

Moms juga bisa menggunakan dua macam produk perawatan kulit secara bergantian pada waktu yang berbeda. Misalnya, jika pagi hari menggunakan sabun pembersih wajah untuk kulit normal, malam harinya bisa menggunakan sabun untuk kulit berminyak.

 

5. Kulit Sensitif

Kulit sensitif adalah jenis kulit yang rentan mengalami iritasi terhadap bahan atau zat dalam kosmetik atau produk perawatan kulit.

Tipe kulit sensitif ini umumnya dimiliki oleh bayi karena kulitnya yang masih tipis. Namun, tak sedikit juga anak-anak atau bahkan orang dewasa yang memiliki tipe kulit sensitif. Jenis kulit ini biasanya mudah mengalami iritasi atau dermatitis setelah terpapar bahan atau zat tertentu, seperti alkohol, pewangi, pewarna, dan deterjen.

Oleh karena itu, pemilik kulit sensitif perlu memilih produk perawatan kulit yang memang khusus untuk kulit sensitif. Produk tersebut biasanya berlabel hypoallergenic dan berbahan kimia lembut, sehingga risikonya untuk menimbulkan iritasi dan alergi pada kulit cukup rendah.

Agar kulitnya tidak kering, pemilik kulit sensitif dapat menggunakan pelembap atau produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Bahan ini dapat menjaga kelembapan alami kulit serta melindungi kulit sensitif dari iritasi. Ceramide juga dapat meredakan gatal dan ruam di kulit ketika terjadi iritasi.

Baca Juga: Apa Itu Eksim, Penyebab Eksim, dan Cara Mengobati?

 

Dengan mengetahui jenis kulit wajah, Moms dapat menentukan produk perawatan yang tepat. Namun, jika Moms masih bingung dalam memilih produk perawatan yang sesuai jenis kulit wajah atau produk yang Moms gunakan justru menimbulkan masalah pada kulit, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit, ya.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

Kenali Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Penanganannya

Kenali Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Penanganannya

Penyakit kulit pada bayi bisa berupa iritasi, alergi, hingga infeksi, dengan penyebab yang beragam. Oleh karena itu, penanganan penyakit kulit pada bayi juga berbeda-beda dan perlu disesuaikan dengan jenis penyakit, gejala, serta penyebabnya.

Sistem imun tubuh bayi belum berkembang dengan sempurna. Selain itu, kulit bayi juga masih tipis dan sensitif. Itulah sebabnya, bayi rentan terhadap penyakit kulit. Meski begitu, Moms tidak perlu khawatir, karena sebagian besar penyakit kulit pada bayi bisa dicegah dan diatasi dengan perawatan kulit yang benar.

 

Ragam Penyakit Kulit pada Bayi dan Penanganannya

Berikut ini adalah beberapa penyakit kulit yang sering dialami oleh bayi:

1. Biang keringat

Biang keringat atau miliria adalah bentol kecil berwarna merah yang terasa gatal dan menimbulkan sensasi menyengat atau perih di kulit. Kondisi ini sering kali muncul di punggung, perut, leher, dada, ketiak, bahkan di selangkangan. Bayi dan anak-anak lebih berisiko mengalami biang keringat, terutama saat mereka kepanasan.

Biang keringat biasanya dapat hilang sendiri ketika bayi sudah tidak sering berkeringat dan kondisi ruangan tidak lembap. Jika Si Kecil mengalami biang keringat, pakaikan ia baju yang longgar dan bawa ia ke tempat yang sejuk. Pastikan kulit Si Kecil selalu kering dan tidak lembap.

Menggaruk biang keringat bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Agar Si Kecil tidak menggaruk biang keringatnya, Moms bisa memberikan bedak khusus bayi untuk mengurangi rasa gatal dan membuatnya lebih nyaman.

 

2. Ruam popok

Ruam popok merupakan salah satu penyakit kulit yang umum terjadi pada bayi akibat penggunaan popok yang basah atau jarang diganti. Gejala utama kondisi ini adalah kulit berwarna merah di area popok, yaitu pantat, selangkangan, dan kelamin.

Penanganan ruam popok yang paling utama adalah dengan menjaga kulit di area tersebut selalu bersih dan kering. Jadi, popok Si Kecil harus sering diganti, ya, Moms. Sebelum memasangkan popok yang baru, pastikan kulit Si Kecil sudah dibersihkan dan dikeringkan.

Baca Juga; Apa Itu Cradle Cap atau Kerak Kepala Pada Bayi?

Setelah itu, Moms bisa mengoleskan krim atau salep pelembap yang mengandung zinc oxide untuk melindungi kulit Si Kecil dari iritasi. Krim atau salep ini banyak dijual bebas di pasaran. Namun, jika Si Kecil sering mengalami ruam popok atau ruam popoknya tidak kunjung sembuh, sebaiknya Moms memeriksakannya ke dokter.

penyakit kulit bayi

Moms Tidak Perlu Khawatir, Sebagian besar Penyakit Kulit Pada Bayi Bisa Dicegah dan diatasi dengan perawatan yang benar

3. Biduran

Penyakit biduran atau urtikaria adalah reaksi kulit berupa munculnya bentol kemerahan yang terasa gatal dan terkadang perih. Biduran dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun, kondisi ini umumnya muncul sebagai reaksi alergi, baik itu karena makanan, obat- obatan, maupun faktor lingkungan.

Biasanya, biduran akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Moms bisa mengompres bagian yang bentol dengan es atau air dingin untuk meredakan rasa gatalnya. Jika biduran tidak juga hilang, apalagi sampai disertai gejala alergi yang serius, seperti mata dan bibir bengkak atau sesak napas, segera bawa Si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan.

 

4. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik atau eksim merupakan penyakit kulit pada yang ditandai dengan munculnya ruam merah, gatal-gatal, serta kulit terasa kering dan bersisik. Meski dapat terjadi di area tubuh mana pun, kondisi ini biasanya muncul di pipi, lengan, dan kaki.

Bayi lebih berisiko menderita eksim bila orang tuanya juga memiliki penyakit serupa.

Penanganan eksim pada bayi perlu dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan masalah lain pada kulitnya yang masih sangat sensitif. Jika Si Kecil memiliki gejala eksim, sebaiknya bawa ia ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang aman.

Untuk meringankan rasa tidak nyaman yang dialami Si Kecil, Moms bisa memandikannya dengan air hangat dan sabun khusus bayi yang lembut dan tanpa pewangi. Setelah itu, oleskan pelembap pada bagian yang terkena eksim agar kulitnya tidak kering dan terasa lebih nyaman.

Bayi rentan mengalami penyakit kulit karena kulitnya masih tipis dan sangat sensitif. Oleh karena itu, Moms harus memberikan perhatian lebih dalam merawat kulit Si Kecil. Moms juga perlu berhati-hati dalam memilih produk perawatan kulitnya.

 

Beberapa penyakit kulit pada bayi bisa diobati sendiri di rumah hanya dengan merawat kebersihan kulitnya. Namun, ada juga penyakit kulit yang memerlukan penanganan dari dokter. Jadi, jika Si Kecil mengalami masalah pada kulitnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya, Moms.

 

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Ada banyak hal yang perlu dipelajari ketika menjadi orang tua baru, mulai dari cara menyusui, memandikan bayi, hingga mengganti popok. Agar tidak kewalahan, simak artikel ini untuk mengetahui cara merawat bayi baru lahir yang benar dan hal-hal apa saja yang perlu Moms perhatikan.

Sebenarnya, tidak ada aturan baku dalam cara merawat bayi baru lahir. Hanya saja, ada beberapa pengetahuan dasar yang perlu Moms ketahui mengenai perawatan bayi baru lahir.

 

tips merawat bayi

Tips Merawat Bayi Baru Lahir

 

Panduan Merawat Bayi yang Perlu Moms Perhatikan

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Moms perhatikan dalam merawat bayi baru lahir:

 

1.   Frekuensi menyusui

Sebagian orang tua baru masih mempertanyakan berapa kali dan berapa lama bayi baru lahir sebaiknya disusui. Sebenarnya, setiap bayi memiliki kebutuhan ASI yang berbeda. Namun, pada bulan pertama kehidupannya, bayi perlu diberikan susu sebanyak 8–15 kali dalam sehari, selama 20 menit setiap kalinya.

Untuk memastikan Si Kecil mendapat ASI yang cukup, Moms bisa melihatnya dari tanda-tanda berikut:

  • Si Kecil terdengar menelan ASI, bukan hanya mengecap pada puting.
  • Si Kecil melepaskan payudara dengan sendirinya
  • Bayi terlihat tenang dan tidak rewel setelah menyusu
  • Mulut Si Kecil terlihat lebih lembap setelah menyusu
  • Si Kecil kencing tiap beberapa jam
  • Tinja Si Kecil berwarna kuning muda

 

2.   Siklus tidur bayi

Pada minggu pertama kehidupannya, bayi baru lahir membutuhkan waktu tidur sekitar 14 – 18 jam, dan berkurang menjadi 12 – 16 jam setelah usianya 1 bulan. Di minggu – minggu awal, siklus tidur bayi baru lahir belum teratur, sehingga ia bisa saja lebih banyak terjaga di malam hari.

Pada masa-masa ini, Moms mungkin akan kekurangan waktu tidur. Oleh karena itu, setiap Si Kecil tidur, Moms sebaiknya juga ikut tidur. Selain itu, cobalah berbagi tugas dengan Ayah untuk mengurus Si Kecil, agar Moms tidak kelelahan.

Seiring perkembangan sistem sarafnya, siklus tidur Si Kecil sedikit demi sedikit akan sesuai dengan siklus tidur normal. Nah, agar proses adaptasi waktu tidurnya bisa lebih cepat, Moms dapat membantunya membedakan siang dan malam.

Caranya adalah dengan meredupkan lampu kamar ketika waktu tidur tiba dan menyusui Si Kecil dengan suasana yang tenang ketika ia terbangun di malam hari. Sementara saat siang hari, biarkan cahaya matahari masuk ke dalam kamar dan ajak Si Kecil berbicara ketika menyusuinya.

Dengan cara ini, Si Kecil perlahan-lahan dapat membedakan bahwa siang adalah waktu untuk beraktivitas dan malam adalah waktu untuk tidur.

 

3.   Memandikan bayi

Banyak ibu yang masih bingung mengenai cara memandikan bayinya. Bayi baru lahir yang tali pusatnya belum copot sebaiknya tidak dimandikan. Cukup seka tubuhnya menggunakan waslap.

Setelah tali pusat puput atau lepas, barulah Moms dapat memandikan Si Kecil. Namun, lakukan secara hati-hati. Memandikan bayi baru lahir bisa hanya dengan air, bisa juga menggunakan sabun dan sampo khusus bayi. Setelah memandikan Si Kecil, jangan lupa untuk mengoleskan losion khusus bayi agar kelembapan kulitnya tetap terjaga.

Hal yang perlu diperhatikan saat memandikan Si Kecil adalah Moms tidak boleh meninggalkannya sendirian di bak mandi, ya. Hal ini karena bayi mudah tenggelam. Bila memang Moms perlu pergi sebentar, sebaiknya angkat Si Kecil dari bak mandi dan bawa ia bersama Moms.

 

4. Menggendong bayi

Bayi baru lahir bisa digendong dengan beberapa cara. Namun, menimang merupakan cara menggendong bayi baru lahir yang paling direkomendasikan pada minggu-minggu pertama kehidupannya.

Menimang bayi baru lahir juga cukup mudah. Pertama, bungkukkan badan dan selipkan satu tangan Moms di antara kepala dan leher bayi. Setelah itu, gunakan satu tangan lainnya untuk menopang punggung dan bokongnya. Angkat Si Kecil dan letakkan kepalanya di dada. Posisikan Si Kecil senyaman mungkin.

 

Cara merawat bayi baru lahir memang tidak mudah. Tapi Moms tidak perlu takut. Lama- kelamaan, Moms akan terlatih dengan sendirinya, kok, untuk merawat Si Kecil. Jadi, jalani saja prosesnya dengan sabar dan temukan cara yang paling sesuai dan nyaman bagi Moms maupun Si Kecil.

Apabila Moms masih merasa kesulitan atau kewalahan dalam merawat Si Kecil, jangan sungkan untuk meminta bantuan Ayah atau anggota keluarga yang sudah berpengalaman mengurus bayi baru lahir. Bila perlu, tanyakan kepada dokter mengenai cara yang paling tepat untuk merawat Si Kecil.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Memberikan pijatan kepada Si Kecil tidak hanya baik untuk kesehatannya, tapi juga dapat memperkuat hubungan Moms dengan Si Kecil. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, memijat bayi justru bisa membuatnya sakit. Oleh karena itu, yuk, Moms, pelajari cara memijat bayi yang benar.

Selain mempererat hubungan emosional Moms dengan Si Kecil, pijatan yang Moms berikan dapat membantunya tidur lebih pulas, meningkatkan sirkulasi darahnya, melancarkan pencernaannya, menguatkan otot dan tulangnya, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Saat memijat Si Kecil, Moms perlu melakukannya dengan hati-hati dan lembut. Ingat, otot dan kulitnya masih tipis dan sensitif, sehingga ia akan mudah merasa kesakitan bila dipijat terlalu keras. Jadi, agar Si Kecil tidak justru kesakitan atau bahkan cedera, Moms perlu mempelajari dulu teknik memijat bayi dengan benar.

 

Begini Cara Memijat Bayi yang Tepat

Untuk memijat bayi, Moms hanya memerlukan minyak pijat dan alas handuk atau kain perlak. Untuk minyaknya, Moms bisa menggunakan baby oil atau minyak zaitun. Namun, bila Si Kecil memiliki kulit yang sensitif, lebih baik Moms menggunakan minyak atau krim bayi khusus untuk kulit sensitif, agar kulit Si Kecil tidak mengalami iritasi.

 

memijat bayi baru lahir

Langkah – Langkah Cara Memijat Bayi Baru Lahir Dengan Benar

 

Sebelum memijat bayi, pastikan suasana ruangan nyaman, tenang, dan suhunya hangat, yaitu sekitar 24°C. Hindari menyalakan pendingin ruangan supaya Si Kecil tidak kedinginan. Baringkan Si Kecil di atas handuk atau kain dan letakkan bantal bayi di bawah kepalanya.

Bila sudah siap, ikuti langkah-langkah berikut ini:

 

1.   Mulailah dari Kaki

Pertama-tama, tuang sedikit minyak ke telapak tangan Moms, lalu gosok-gosok kedua telapak tangan hingga terasa hangat. Moms bisa memberi sentuhan awal pada kaki Si Kecil. Area ini tidak begitu sensitif sehingga baik untuk memulai pijatan.

Setelah itu, mulai pijatan menggunakan kedua tangan secara bergantian dari bagian pangkal paha hingga betis, dengan gerakan seperti sedang menarik tambang. Pijat lembut punggung kakinya dari arah pergelangan kaki sampai ke jari kaki. Beri pijatan dengan gerakan melingkar di sekitar mata kakinya.

Beralih ke jari-jari kaki Si Kecil, berikan sedikit usapan pada sela-sela jari kakinya. Ambil setiap jari kaki Si Kecil menggunakan ibu jari dan jari telunjuk Moms, lalu tarik dengan lembut. Pijat lembut telapak kaki Si Kecil dari arah tumit kaki ke arah jari-jari kaki menggunakan ibu jari Moms.

 

2. Beralih ke Tangan

Beri pijatan pada tangan Si Kecil mulai dari bahu hingga pergelangan tangannya. Genggam lengannya dengan kedua tangan Moms, lalu berikan pijatan lembut pada lengannya dengan gerakan seperti memeras kain. Lakukan sampai ke pergelangan, kemudian ulangi pada lengan satunya.

Pijat pergelangan tangan Si Kecil dengan gerakan memutarinya menggunakan jari Moms. Setelah itu, pijat telapak tangan Si Kecil menggunakan kedua ibu jari Moms, mulai dari ujung pergelangan tangan hingga jari-jari. Tarik jari tangannya satu per satu dengan lembut.

 

3. Pijat Bagian Dada dengan Lembut

Usai memijat tangan, beralihlah ke bagian dada. Taruh kedua tangan Moms di atas dada Si Kecil, kemudian pijat dengan menekan lembut dadanya menggunakan telapak tangan Moms dari arah tengah dada ke arah bahu. Ulangi gerakan ini beberapa kali.

 

4. Pijat dengan Pola “I Love U” Pada Perut

Pada perut Si Kecil, berikan pijatan lembut dengan pola “I Love U”. Gunakan ujung jari- jari tangan Moms untuk memijat bagian ini.

Pertama-tama, usap lembut perut kiri Si Kecil membentuk garis seperti huruf “I” dari atas ke bawah. Setelah itu, lanjutkan dengan usapan yang membentuk huruf “L” terbalik. Usapan dimulai dari perut kanan atas, ke perut kiri atas, lalu lanjutkan usapan ke perut kiri bawah.

Akhiri sesi ini dengan melakukan pola pijatan yang membentuk huruf “U” terbalik, dimulai dari perut kanan bawah Si Kecil dan berakhir di perut kiri bawahnya.

 

5. Sentuhan Akhir di Punggung

Posisikan Si Kecil dalam keadaan tengkurap. Atur posisi tangan Si Kecil sehingga berada di sisi kepalanya, bukan di sisi tubuhnya.

Menggunakan ujung jari Moms, pijat punggung Si Kecil dari bawah leher sampai ke punggung bawahnya dengan gerakan memutar. Setelah itu, pijat juga pundak dan bokongnya dengan gerakan yang sama. Akhiri pijatan di bagian ini dengan gerakan pijat memanjang dari bahu hingga kaki.

Setelah selesai memijat Si Kecil, Moms bisa memakaikannya popok dan baju, serta memberikan ia pelukan. Biasanya, bayi akan cepat terlelap usai dipijat.

 

Perhatikan Hal Ini Sebelum Memijat Bayi

Memijat bayi sebaiknya dilakukan ketika ia sedang terjaga dan dalam kondisi yang tenang. Pastikan Si Kecil tidak sedang terlalu kenyang atau lapar saat Moms memijatnya. Moms bisa menjadikan pijat sebagai aktivitas rutin di malam hari sebelum Si Kecil tidur atau setelah mandi.

Selama sesi pijat, Moms bisa mengajak Si Kecil mengobrol, membacakan cerita, atau bersenandung. Cobalah memutarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan selama memijat, agar Si Kecil lebih rileks.

Moms harus memperhatikan reaksi Si Kecil saat dipijat. Bila ia tampak senang, berarti ia menikmati pijatan yang Moms berikan. Namun, jika Si Kecil menangis saat dipijat, jangan dipaksakan ya, Moms. Bisa jadi suasana hatinya sedang tidak enak atau mungkin ia sedang ingin menyusu.

Sebenarnya, ada banyak cara memijat bayi, dan tidak ada gerakan pijat yang benar- benar diwajibkan. Yang penting, lakukan dengan lembut dan hati-hati. Jika Moms masih bingung mengenai cara memijat bayi yang baik dan benar, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau mengikuti kelas pijat bayi.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Memandikan bayi bisa menjadi momen yang menegangkan bagi para ibu, terlebih bila ini adalah pengalaman pertama. Jika Moms masih ragu-ragu atau takut untuk memandikan Si Kecil, yuk, simak penjelasan berikut tentang cara memandikan bayi yang benar.

Sebagai orang tua baru, mungkin Moms merasa sedikit takut dan canggung ketika memandikan Si Kecil. Padahal, kegiatan ini bisa menjadi momen yang mengasyikkan, lho!

 

Ini yang Harus Dipersiapkan sebelum Bayi Mandi

Sebelum memandikan Si Kecil, pastikan Moms sudah menyiapkan semua perlengkapannya terlebih dahulu, agar proses memandikan Si Kecil lancar dan tidak perlu berlama-lama. Berada di bak mandi terlalu lama bisa membuat Si Kecil kedinginan dan tidak nyaman, sehingga ia akan jadi rewel.

Berikut adalah perlengkapan yang harus disiapkan sebelum memandikan bayi:

  • Bak mandi bayi, gayung, dan peralatan mandi lainnya yang dibutuhkan
  • Sabun dan sampo khusus untuk bayi, agar kulit bayi tidak iritasi
  • Kain lembut
  • Waslap untuk menyeka tubuh bayi
  • Handuk dan alas ganti
  • Pakaian dan popok
  • Sisir
  • Lotion melembapkan kulit bayi

 

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Aman

Proses memandikan bayi bisa dibagi menjadi 2 tahap. Pertama, menyiapkan tempat dan perlengkapan mandi. Kedua, tahap memandikan bayi itu sendiri.

memandikan bayi

Cara Memandikan Bayi Yang Benar dan Aman

 

Persiapan tempat dan perlengkapan mandi

Moms tidak harus memandikan Si Kecil di kamar mandi, bisa juga di ruangan lain. Namun, pastikan ruangan tempat memandikan bayi bersuhu hangat, aman, dan bersih.

Letakkan bak mandi di tempat yang memudahkan Moms untuk bergerak. Meja kerja atau meja tulis, misalnya, bisa jadi tempat dengan ketinggian yang pas untuk memandikan bayi. Setelah itu, pastikan perlengkapan mandi sudah tersedia di dekat Moms.

Air yang digunakan untuk memandikan bayi harus hangat, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin. Jumlah air di dalam bak mandi bergantung pada ukuran bayi. Pastikan air tidak terlalu banyak dan jangan sampai air merendam bahu bayi saat mandi.

Sebelum mulai memandikan bayi, jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu ya, Moms. Selain itu, copot semua aksesoris dari tangan Moms agar tidak melukai Si Kecil.

 

Memandikan Bayi

Berikut adalah langkah-langkah dasar memandikan bayi:

  1. Tanggalkan pakaian dan popok Si Kecil.
  2. Topang Si Kecil dengan satu tangan di belakang kepala dan lehernya, dan tangan yang lain di badannya. Pelan-pelan masukkan Si Kecil ke dalam air mulai dari kaki hingga bahu.
  3. Pertahankan kepala Si Kecil di atas permukaan air dengan satu tangan dan gunakan tangan yang lain untuk memandikannya.
  4. Bersihkan mata dan wajahnya terlebih dahulu menggunakan kain lembut yang telah dicelupkan ke air hangat tanpa sabun. Bersihkan kelopak mata Si Kecil dari dalam ke luar.
  5. Tuang sedikit sabun ke dalam air.
  6. Gosokkan air yang sudah bersabun, mulai dari belakang telinga, leher, lalu ke seluruh badan Si Kecil. Fokuskan area lipatan, seperti ketiak dan selangkangan, juga sela-sela jari.
  7. Jangan lupa membersihkan area kelamin Si Kecil. Untuk bayi perempuan, bersihkan alat kelaminnya dari depan ke belakang.
  8. Keramas bisa dilakukan 1–2 kali per minggu. Tuang sedikit sampo ke tangan Moms, lalu usapkan perlahan ke kepala Si Kecil. Setelah itu, bilas kepalanya secara perlahan sampai bersih. Pastikan busa sampo tidak masuk ke mata dan telinga.
  9. Bilas dan guyur tubuh Si Kecil sekali lagi agar benar-benar bersih dari busa sabun dan sampo, kemudian seka tubuhnya dengan waslap.
  10. Angkat Si Kecil secara perlahan dari bak mandi dan segera letakkan ia di atas handuk.
  11. Keringkan badan Si Kecil dengan cara menepuk-nepukkan handuk secara perlahan ke badannya. Ingat, jangan menggosokkan handuk ke kulit Si Kecil dan pastikan area lipatan sudah benar-benar kering.
  12. Oleskan losion bayi pada area tubuh Si Kecil yang mudah kering atau sensitif.
  13. Kenakan popok dan pakaiannya. Selanjutnya, Moms bisa menyisir rambut Si Kecil.

 

Satu hal yang perlu diingat saat memandikan bayi adalah jangan pernah meninggalkannya sendiri di bak mandi. Bayi sangat mudah tenggelam, bahkan di bak mandi yang airnya dangkal. Jika Moms benar-benar perlu beranjak dari tempat mandi, lebih baik bawa Si Kecil bersama Moms.

 

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Soal Memandikan Bayi

Sebenarnya, bayi tidak harus dimandikan setiap hari lho, Moms, terlebih bayi yang baru lahir. Alasannya adalah karena mandi terlalu sering bisa menyebabkan kulit bayi menjadi kering. Memandikan bayi sebanyak 2–3 kali seminggu sudah dianggap cukup untuk membersihkan tubuhnya dari keringat.

Waktu terbaik untuk Si Kecil mandi menyesuaikan dengan suasana hatinya setelah mandi. Jika Si Kecil cenderung menjadi bersemangat dan ingin bermain setelah mandi, lebih baik mandikan ia di siang hari. Namun, jika mandi malah membuat Si Kecil mengantuk, mandikan ia sebelum jam tidurnya.

Selama mandi, Moms juga bisa sekaligus memberikan Si Kecil stimulasi pendengaran dengan mengajaknya bicara atau menyanyikannya lagu. Bila ia terlihat menikmati waktu mandinya, beri ia kesempatan untuk bermain-main sebentar di dalam air. Buatlah mandi menjadi aktivitas yang menyenangkan untuknya.

Memandikan bayi itu butuh latihan. Tidak ada ibu yang langsung mahir memandikan bayi pertamanya. Jadi, tenang saja ya, Moms. Mulai dengan perlahan-lahan dan minta bantuan orang lain bila perlu.

Jika Si Kecil demam, mengalami masalah pada kulit, atau memiliki kondisi tertentu yang membuat Moms ragu-ragu untuk memandikannya, sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter apakah Si Kecil perlu dimandikan dan bagaimana cara memandikannya.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

SensiCare