5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

Apa Penyebab Kulit Bayi Kering?

 

Bayi dan anak – anak bisa terkena gejala kulit kering seperti orang dewasa, karena kulit mereka lebih tipis dan lebih mudah kehilangan air sehingga lebih rentan menjadi kering. Udara yang dingin dan pemanas ruangan dapat menyebabkan hilangnya kelembaban alami pada kulit si Kecil.

 

Jika kulit bayi Anda kering, terkadang disertai munculnya bercak – bercak berwarna putih pada kulit bayi. Penyebab paling sering muncul bercak – bercak putih tersebut adalah pancaran sinar matahari yang panas dan langsung ke kulit, AC, bahan-bahan kosmetik , dan kandungan klorin di kolam renang dapat membuat kulit si Kecil mudah kering.

 

kulit bayi kering

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

 

Moms pasti senang menyentuh kulit si Kecil yang masih lembut dan kenyal, tapi sebagai orangtua baru mungkin tidak tahu jika beberapa bayi kulit yang sangat sensitif. Akibatnya, mereka sering mengalami masalah pada kulit seperti kulit bayi kering, kemerahan, ruam popok, serta bintik – bintik merah pada kulit.

 

Sebagai orang tua, kita harus memahami kondisi kulit sensitif buah hati, sehingga bisa mencari cara perawatan yang tepat. Yuk simak beberapa cara mengatasi kulit kering si Kecil.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Kering Pada Bayi?

 

Tidak memandikan Bayi Terlalu Lama

 

Mandi dapat membuat kulit anak kering karena menghilangkan minyak alami kulit bersama dengan kotoran. Tetapi selama Moms dapat mengambil beberapa tindakan pencegahan, bahkan mandi setiap hari tidak akan jadi masalah, kata Seth Orlow, Direktur pediatric dermatology at New York University School of Medicine. Cukup 10 menit untuk memandikan bayi. Gunakan air hangat yang tidak terlalu panas dan sabun yang secukupnya.

 

Gunakan Pelembab Untuk Kulit si Kecil 

 

Setelah Moms memandikan si Kecil, segera keringkan kulitnya dengan handuk yang lembut, kemudian gunakan segera pelembab untuk kulit bayi. Gunakan Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream yang cocok untuk kulit bayi baru lahir dan memberikan perlindungan 24 jam untuk kulit bayi kering. Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream  juga cocok untuk kulit sensitif dan rentan eksim serta mengandung bahan – bahan alami dan lembut di mata. 

 

Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream diformulasikan dengan Derma – Softtm Complex, kombinasi Natural Organic Oat, Natural Organic Olive Oil, Natural Shea Butter & Ceramide, yang 3X kaya akan pelembab dan mudah diserap. Terbukti secara klinis membantuk melembabkan kulit sensitif si Kecil. Kulit bayi akan terasa lebih lembut, kenyal, dan lembab. Cukup gunakan sedikit dan gosokkan dengan lembut ke kulit si Kecil.

 

Jangan Biarkan Garam dan Klorin Kering di Kulitnya

 

Klorin dan air garam bisa membuat kulit si Kecil kering. Setelah berenang di kolam renang atau laut, bilas si Kecil dengan air bersih, lalu gunakan pelembab ketika kulitnya masih agak basah.

 

Gunakan Humidifier

 

Jika Udara di rumah kering, gunakan humidifier di kamar Anda. Humidifier adalah sebuah alat yang berfungsi untuk melembabkan udara di suatu ruangan. Alat tersebut akan mengeluarkan uap air dan meningkatkan kadar kelembaban pada ruangan. Humidifier dapat mengatasi iritasi pada kulit karena udara kering.

 

Jaga si Kecil Tetap Terhidrasi Dengan Baik

 

Kulit bayi kering disebabkan kurangnya kelembaban pada tubuh. Berikan dia minum yang cukup untuk menggantikan kelembaban yang telah hilang bersama dengan aktivitasnya. Jika si Kecil masih berusia bayi, tetap gunakan ASI atau susu formula setidaknya selama enam bulan pertama, kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya. Perlu diingat Moms bahwa minum air tidak akan mengubah banyak hal kecuali Anda melembabkannya juga. Tanpa pelembab yang baik, kulit bayi tidak akan terhidrasi dengan baik.

 

Lindungi Bayi dari Elemen – Elemen Lain

 

Pastikan si Kecil mengenakan sweater yang tebal, sarung tangan dan sarung kaki pada cuaca dingin agar tangannya tidak kering dan pecah – pecah. Tidak peduli apa pun musimnya, ambil langkah untuk melindunginya dari guncangan dan sengatan matahari.

 

Hindari Kulit Kering Dari Bahan – Bahan Yang Membahayakan Kulit

 

Gunakan produk-produk khusus untuk bayi yang megandung bahan-bahan alami dan teruji secara klinis serta memiliki pH seimbang dengan pH kulit. Pertimbangkan untuk menggunakan deterjen lembut untuk mencuci baju si Kecil. Jika kulit anak Moms sensitif, jangan mendandaninya dengan pakaian yang ketat atau kasar. Juga perlu diingat bahwa beberapa bahan kain, seperti wol, dapat sangat mengiritasi kulit kering.

 

Haruskah Saya Berbicara Dengan Dokter Tentang Kulit Kering Anak Saya?

 

Pada saat Moms berkunjung pertama kali ke dokter, mintalah rekomendasi untuk mengatasi kulit kering bayi. Jadwalkan kunjungan jika Moms berpikir si Kecil memiliki tanda – tanda eksim Jika kulit si Kecil tidak membaik dengan perawatn di rumah, Moms perlu melihat tanda – tanda adanya infeksi, seperti benjolan atau bengkak di sekitar retakan kulitnya.

 

Kenali Fakta Tentang Kulit si Kecil Untuk Dapat Mengatasi Kondisi Kulit Kering

 

Kulit Bayi Berbeda dengan Kulit Orang Dewasa   

 

Sehalus kulit bayi. Familiar dengan kata-kata ini? Kulit bayi yang baru lahir memang halus dan lembut, tapi tak jarang juga sangat sensitif pada perubahan lingkungan dan penggunaan produk perawatan kulit.

 

Baca Juga: Cara Merawat Kulit Sensitif

 

Kulit bayi yang baru lahir lebih tipis dan belum berkembang sepenuhnya hingga 12 bulan. Akibatnya, kulit kehilangan air lebih cepat dan membuatnya rentan terhadap kekeringan dan iritasi.

 

Lebih Sering Terjadi pada Bayi Prematur

 

Selain ada beberapa organ tubuh yang belum berkembang sepenuhnya, bayi yang lahir prematur atau belum cukup umur kebanyakan memiliki kulit yang lebih sensitif dan lebih tipis sehingga terlihat pembuluh darah pada jaringan kulitnya. Kondisi ini dipicu epidermis yang tidak memiliki cukup waktu untuk berkembang optimal.

 

Kulit bayi prematur cenderung berwarna merah dibandingkan kulit bayi yang terlahir di usia normal terutama bayi yang terlahir sebelum 34 minggu. Kulit bayi terlahir normal tertutupi dengan membran kulit putih dan akan hilang saat bayi berumur tujuh hari, sementara pada bayi prematur membran tersebut belum terbentuk sehingga warna kulitnya tidak putih melainkan berwarna merah dan keriput.

 

Moms, jangan sampai salah untuk mengenali kondisi kulit si Kecil. Ketahui ragam dan ciri – ciri hal yang menjadi penyebab kulit bayi kering dan gunakan selalu produk perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi kulitnya! 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...

EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim Kering?

 

Eksim kering (neurodermatitis) adalah jenis eksim yang paling umum terjadi. Eksim atau eczema merupakan peradangan kulit yang sering kali terjadi pada si Kecil di masa kehidupan tahun pertamanya. Penyebab penyakit kulit ini juga berbagai macam. Moms juga perlu tahu, kalau penyakit ini dikenal dengan dermatitis atopik. Eksim kering dapat diatasi dengan terapi sinar, menggunakan krim atau disembuhkan dengan obat oral. 

 

Tak ada orangtua yang menginginkan anaknya sakit ya, Moms. Apalagi jika penyakit tersebut bisa mengganggu si Kecil. Rasanya sebagai orangtua ingin mengganti posisi supaya kita saja yang merasakan sakitnya. Ini pula yang terjadi apabila si Kecil mengalami penyakit kulit. Penyakit yang menyerang kulit bukan hanya mengganggu secara penampilan fisik bagi si Kecil, tetapi juga bisa mengganggu psikologisnya apabila ia sudah beranjak remaja.

 

eksim kering

Eksim kering sering kali terjadi pada si Kecil di masa kehidupan tahun pertamanya.

 

Ada berbagai macam penyakit kulit yang banyak diderita oleh anak-anak. Salah satunya adalah eksim. Gangguan kulit ini biasanya ditandai dengan kulit kering, kemerahan dan gatal-gatal di sejumlah area tubuh. Moms, di Indonesia dikenal istilah eksim kering dan eksim basah, yang dibedakan berdasarkan kondisinya. Namun dalam dunia medis saat ini, kedua istilah tersebut sudah tidak digunakan lagi.

 

Kenali Ciri-Ciri dan Gejala Eksim Kering

 

Pada umumnya, eksim merupakan kondisi kulit yang mengalami peradangan dengan ciri-ciri kulit kering terdapat ruam merah, gatal, kering, tebal, keras dan kasar. Bahkan, apabila kondisi makin memburuk, kulit akan mengalami perubahan warna kulit di beberapa area tubuh.

 

eksim kering

Tanda-tanda eksim kering yang perlu dicermati pada si Kecil adalah munculnya ruam berwarna merah, bersisik, dan pecah-pecah di sekitar pipi dan dagu

 

Eksim kering sering terjadi pada bayi, sekitar usia 6—12 minggu, Moms dapat mengenalinya dengan kemunculan bercak-bercak dan ruam yang berkembang menjadi warna merah, bersisik, dan pecah-pecah di sekitar pipi dan dagu. Kulitnya yang super sensitif juga rawan iritasi dan  terinfeksi. Ketika si Kecil sudah mulai aktif, seperti merangkak, area tubuh yang terbuka seperti lutut dan siku, kemungkinan dapat terkena juga.

Sementara itu pada anak-anak yang usianya sudah lebih besar, akan muncul ruam-ruam di sekitar lipatan siku, lutut, leher, pergelangan tangan, pergelangan kaki, tangan, dan wajah. Bercak bersisik di sekitar kulit yang beruam. Muncul bintik-bintik yang terang dan gelap di kulit. Kulit akan menebal, terasa kasar, makin kering dan bersisik. Jika sudah kronis, tampilan kulit akan menebal dan makin bersisik. Ruam yang makin meradang akan muncul gelembung-gelembung yang bisa mengeluarkan cairan, akan tetapi biasanya hanya bertahan di satu tempat dan tidak menyebar.

Di area tubuh mana pun muncul, penyakit ini akan terasa sangat gatal. Bayi yang terkena eksim akan menggosok-gosokkan kulitnya di tempat tidur, karpet, atau benda lainnya untuk mengurangi rasa gatal. Si Kecil pun pastinya akan merasa gelisah dan terganggu karena rasa gatal tersebut membuatnya tidak nyaman.Kulit pun bisa terinfeksi karena kulit terluka akibat digosok atau digaruk terus-menerus.

Namun jangan khawatir Moms, dermatitis atopik yang terjadi pada kebanyakan bayi ini akan mulai membaik di usia 18 bulan. Sebagian anak mengalami gejala tersebut hingga berlanjut sampai dewasa. Namun gejala-gejala tersebut akan berkurang seiring usia mereka bertambah. Meski berkurang, kulit akan berbeda dari kulit normal. Kulit akan tetap sangat kering, eksim di tangan, dan mudah iritasi.

 

Dipengaruhi Tiga Kondisi

Moms mungkin sempat bingung, bagaimana si Kecil yang masih bayi ini sudah terkena eksim kering? Perlu diketahui Moms bahwa penyakit kulit ini tidak menular. Namun, ada tiga kondisi yang saling berkaitan dan dapat memengaruhi si Kecil. Tiga kondisi yang saling terkait dan cenderung terjadi pada individu yang sama adalah alergi musiman seperti hay fever, asma, dan genetik atau ada keturunan keluarga yang juga pernah mengalami eksim, asma, dan hay fever.

 

Jika Moms memiliki dermatitis atopik, asma, dan hay fever, si Kecil pun punya potensi mengalami salah satu kondisi tersebut. Sementara itu apabila kedua orangtuanya punya ketiga kondisi tersebut, potensi diturunkan kepada si Kecil makin besar. Penyakit genetic ini juga dapat terjadi pada si Kecil yang kulitnya terluka sehingga kuman dapat masuk.

 

Tempat tinggal Moms dan si Kecil pun bisa memengaruhi timbulnya penyakit dermatitis atopik ini. Hidup di wilayah urban di negara berkembang dengan tingkat polusi yang tinggi atau iklim yang dingin, risiko si Kecil terkena peradangan kulit kronis akan meningkat.

 

Makanan memang bukanlah penyebab eksim ini berkembang. Namun, Moms, dalam sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa makanan dapat meningkatkan risiko eksim atopik makin memburuk pada si Kecil. Para ahli masih terus meneliti penyebab penyakit kulit yang kompleks ini. Menurut para ahli, memang ada banyak hal yang saling berkaitan sebagai penyebab munculnya eksim atopik, Moms. Termasuk gen, cara kerja yang ada di dalam sistem kekebalan tubuh, dan area tempat tinggal. Karena itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut supaya dokter dapat mengetahui jenis dermatitis.

 

Cara Mengatasi Eksim Kering dengan Merawat Kulit

Agar si Kecil mendapatkan perawatan yang tepat, si Kecil memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh para ahlinya, seperti dokter anak, dokter ahli alergi, dan dermatologis, untuk mengetahui jenis eksim yang dideritanya. Para ahli ini akan melakukan pemeriksaan fisik dan kulit lebih dalam. Rekam medis keluarga juga akan membantu diagnosis sang dokter.

 

Untuk eksim kering, dokter biasanya akan memberikan saran pengobatan eksim berdasarkan usia, gejala, dan kondisi kesehatan si Kecil secara umum. Moms juga memiliki peran penting agar perawatan pada si Buah Hati bisa berhasil diatasi. Salah satu kunci untuk mengatasi eksim kering ini adalah dengan melakukan perawatan kulit yang sederhana dan teratur pada si Kecil.

 

Penggunaan satu jenis produk untuk kulit, seperti sabun dan pelembap yang tepat, sangatlah penting mengingat kulit si Kecil yang sangat tipis akan menjadi kering di saat gejala muncul. Cussons Baby SensiCare merupakan solusi terbaik dalam merawat kulit Sensitif dan rawan eksim. Seluruh rangkaian produk Cussons Baby SensiCare diformulasikan secara khusus dengan Derma-Soft TM Complex, yakni diperkaya 100% gandum organik, minyak zaitun organik, serta ceramide.

 

eksim kering

Merawat kulit si Kecil yang sensitif dengan produk yang tepat adalah kuncinya.

 

Bahan-bahan alami dan organik yang terkandung di dalam Cussons Baby SensiCare memberikan kelembapan pada kulit secara ekstra untuk melindungi kulit yang sensitif dan dari gangguan kulit yang membuatnya tidak nyaman. Dengan pH balance-nya aman untuk digunakan pada kulit wajah dan tubuh si Kecil.

 

Melakukan perawatan kulit secara rutin sangat penting untuk mencegah gejala eksim, menghindari kerusakan kulit lebih lanjut, dan menjaga kulit tetap sehat. Cussons Baby Sensicare merupakan rangkaian produk yang dapat digunakan secara rutin untuk menjaga kulit si Kecil yang sensitif dan rentan eksim. Ada tiga produk yang dimiliki Cussons Baby SensiCare, yaitu SensiCare Gentle Hair & Body Wash, SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion, dan SensiCare Intensive Soothing Cream. Produk-produk ini hypoallergenic dan teruji secara klinis oleh para dokter kulit maupun dokter anak.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...

Kenali Eksim, Penyakit Kulit Yang Mengganggu

Kenali Eksim, Penyakit Kulit Yang Mengganggu

Moms, pernahkah Anda menyadari kulit si Kecil mengalami peradangan pada kulit dengan tanda bercak kemerah-merahan, terasa gatal, kering, bahkan kulit menjadi kasar dan pecah-pecah? Bisa jadi si Kecil mengalami penyakit kulit eksim, Moms.

 

eksim

Eksim adalah penyakit kulit yang mengganggu dan biasa dikenal dengan dermatitis atopik.

Apa Itu Eksim / Eczema? 

Eksim adalah kelainan kulit yang dari bahasa Yunani, yaitu “ekzein”, yang diartikan mendidih atau mengalir keluar. Karena di saat kondisi eksim makin memburuk, dapat mengakibatkan kulit yang meradang hebat tersebut mengeras bahkan melepuh hingga memecah dan mengeluarkan cairan. Moms perlu tahu, eksim terkadang juga disebut dengan dermatitis atopik karena kedua istilah ini mengacu pada peradangan kulit.

 

Penyakit kulit ini tak memandang usia sehingga dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Namun kelainan kulit ini sering kali dijumpai pada anak-anak, mulai dari bayi hingga balita. Moms mungkin sering merasa bingung antara penyakit eksim (dermatitis atopik) dan cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi. Tetapi, kedua hal tersebut ada perbedaannya lho, Moms. Kalau cradle cap berupakerak berminyak dan bersisik yang biasanya muncul di kulit kepala dan dahi yang disebabkan karena kulit bayi Anda membuat terlalu banyak minyak (sebum). Biasanya ketika bayi berusia 8-12 bulan, bayi akan bersih dari cradle cap.

 

Gejala Eksim

Tanda-tanda atau gejala yang muncul dapat berbeda-beda pada bayi, balita, hingga anak yang usianya sudah lebih besar. Area tubuh yang terkena eksim dan tingkat kegatalannya juga berbeda-beda, Moms. Biasanya gejalanya akan dimulai ketika kulit terasa gatal-gatal, dari gatal ringan hingga gatal yang lebih berat sampai menyebabkan kulit memerah meradang, bahkan berdarah. Kemudian kulit juga akan mengering, menebal, menghitam, memecah, hingga mengeluarkan sisik. Munculnya  gejala-gejala ini akan menyebabkan fungsi sawar kulit (skin barrier) atau penghalang dari berbagai ancaman yang datang dari luar menurun, sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap serangan bakteri, mikroba, iritan dan alergen.

 

Biasanya Moms, eksim pada bayi dapat langsung diketahui pada tahap usia awal si Kecil. Kemudian, sekitar 65% bayi akan mulai berkembang gejala-gejala eksimnya pada tahun pertama dan 90% bayi lain gejala eksimnya akan berkembang sebelum berusia 5 tahun. Gejala eksim yang muncul terlihat bercak-bercak merah dengan kulit yang mengering, terasa gatal dan kasar. Kadang pula kulit si Kecil jadi menebal dan bersisik, bahkan terdapat benjolan merah kecil yang mengeluarkan cairan atau menjadi terinfeksi karena tergores.

 

Tanda-tanda penyakit kulit ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja pada si Kecil, mulai dari wajah, leher, lengan, kaki, siku, dan area di belakang lutut. Terkadang eksim yang terlihat di sekitar wajah si Kecil  berupa ruam dan berbintik merah.

 

Penyakit eksim ini bisa datang dan pergi atau terjadi berulang (kambuh-kambuhan). Ada sebagian bayi yang tetap akan mengalami eksim hingga ia dewasa, bahkan sepanjang hidupnya. Terkadang pula, gejala eksim tersebut tidak muncul dalam beberapa tahun. Namun Moms tak perlu khawatir, karena eksim pada kebanyakan bayi bisa diatasi sebelum mereka mulai sekolah nanti.

 

Memang, penyakit kulit ini tidak dapat disembuhkan sama sekali, tetapi seiring waktu gejala-gejala yang timbul akan berkurang ketika dewasa. Ada pula si Kecil yang mampu mengatasi gejala-gejala eksim di saat ia dewasa. Meski begitu, si Kecil akan tetap memiliki kulit yang kering.

 

Faktor Penyebab Eksim

Hingga saat ini, para dokter ataupun ahli medis belum menemukan secara pasti penyebab munculnya eksim, Moms. Meski begitu, para ahli meyakini bahwa kelainan kulit yang dialami si Kecil ini dapat muncul karena adanya keterkaitan antara beberapa faktor, yaitu faktor genetik, sistem kekebalan tubuh, dan lingkungan. 

 

Menurut para ahli, peran genetik sangat berpengaruh dalam perkembangan eksim pada si Kecil, Moms. Terutama ketika Moms memiliki riwayat penyakit eksim, asma, alergi makanan dan alergi musiman seperti hay fever (alergi serbuk sari), tentunya dapat menurunkan penyakit tersebut kepada si Kecil. Para ilmuwan mengidentifikasi bahwa ada beberapa tipe eksim yang memang berasal dari genetik, yaitu dermatitis atopik dan dermatitis kontak.

 

Menurut penelitian, dermatitis atopik ditandai oleh abnormalitas sawar kulit, karena adanya mutasi gen yang menghasilkan filaggrin dan lipid terutama ceramide yang kurang. Pada analogi histologi kulit sebagai model batu bata (bricks) dan semen (mortar) ,  sel-sel korneosit digambarkan sebagai batu bata dan matriks lipid sebagai semen yang menyambung sel-sel korneosit ini. Filaggrin adalah salah satu protein yang menyusun   sel korneosit (batu bata), sedangkan ceramide adalah salah satu komponen penting dalam matrix lipid (semen). Tembok yang kuat dibentuk oleh susunan batu bata dan semen yang baik, begitu juga dengan kulit. Sehingga apabila filaggrin dan ceramide ini jumlahnya kurang dikulit, maka akan menyebabkan sawar kulit terganggu.    

 

Faktor genetik juga berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, Moms. Gen akan menentukan apa yang akan bereaksi oleh sistem kekebalan tubuh dan seberapa kuatnya. Sistem kekebalan tubuh biasanya akan mengabaikan protein yang menjadi bagian dalam tubuh dan hanya menyerang protein yang mengganggu, seperti bakteri dan virus. Namun dalam kasus eksim, sistem imun dalam tubuh si Kecil akan kehilangan kemampuannya untuk membedakan kedua protein tersebut sehingga terjadilah reaksi yang berlebihan dan muncul peradangan yang di kulit.

 

Sistem kekebalan tubuh si Kecil juga akan bereaksi pada alergen dengan melepaskan antibodi yang akan menyebabkan peradangan. Alergen yang berperan menimbulkan eksim yaitu tungau debu, serbuk sari, dan makanan. Karena itu, penting sekali untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh ahlinya.

 

Selain pengaruh internal, eksim juga dapat disebabkan adanya pengaruh dari luar, yaitu lingkungan di sekitar. Berbagai aktivitas si Kecil dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif sehingga menimbulkan peradangan dan eksim. Bagi sebagian bayi, ketika kulitnya bersentuhan dengan bahan pakaian yang kasar, seperti pakaian berbahan wol, akan menyebabkan kulitnya menjadi gatal-gatal. Pakaian yang terlalu ketat juga makin memperburuk eksim si Kecil. Ada pula ketika sebagian bayi yang kulitnya merasakan suhu terlalu panas atau dingin, terpapar dengan produk-produk tertentu, atau bersentuhan dengan bulu binatang dapat menyebabkan penyakit eksim.

 

eksim

Bahan kain yang kasar dapat memicu kulit si Kecil iritasi sehingga meningkatkan gejala eksim.

 

Pencetus Peningkat Risiko Eksim

Kondisi kulit si Kecil yang terkena eksim bisa semakin parah apabila kulitnya bersentuhan dengan pencetus-pencetusnya sebagai berikut.

 

  • Kulit kering. Ketika kulit si Kecil sangat kering, kulit akan lebih mudah pecah-pecah, bersisik, kasar, dan tebal sehingga risiko timbulnya eksim bisa meningkat. 
  • Iritan. Penggunaan deterjen, pengharum pakaian, sabun mandi, sampo yang bersentuhan dengan kulit akan membuat kulit menjadi kering, gatal, dan makin sensitif dengan iritan. Selain produk tersebut, ada pula iritan lain yang membuat kulit teriritasi, seperti asap rokok, pengharum, serbuk sari, dan bulu.
  • Stres. Emosi yang meningkat, seperti rasa cemas dan stres yang tinggi, ternyata juga mampu memicu timbulnya eksim. Meski belum diketahui mengapa stres bisa memicu eksim, namun hal ini terjadi pada sebagian anak. Stres yang dialami si Kecil akan menimbulkan reaksi memerah, yang diikuti rasa gatal dan kulit teriritasi sehingga meningkatkan gejala eksim.
  • Cuaca dan Keringat. Cuaca yang panas akibat terpapar sinar matahari dan membuat si Kecil berkeringat, juga bisa meningkatkan gejala eksim. Temperatur udara yang sangat kering, terlalu lembap, terlalu dingin, atau saat mandi dengan air panas pun bisa memperparah eksim.
  • Infeksi. Kulit si Kecil yang terkena eksim bisa terinfeksi dengan bakteri atau virus yang hidup di sekitar lingkungan. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang paling umum ditemukan karena bakteri ini biasa terdapat pada saluran pernapasan atas dan kulit. Sementara beberapa virus yang ditemukan seperti virus Molluscum contagiosum, herpes simplex, dan beberapa jenis jamur juga dapat menjadi pemicu eksim.
  • Makanan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa beberapa jenis makanan dapat meningkatkan gejala eksim, terutama pada bayi dan anak-anak. Beberapa jenis makanan tersebut adalah kacang tanah, susu, kedelai, gandum, ikan, dan telur. Menurut beberapa ahli, menghilangkan makanan pencetus eksim tersebut dapat mengontrol timbulnya gejala eksim pada si Kecil. Meski begitu, Moms bisa mengonsultasikannya dengan dokter anak atau ahli dermatologis mengenai hal ini agar si Kecil tidak kehilangan asupan nutrisi yang masih dibutuhkan.

 

Diagnosis Penyakit Kulit Eksim

Meskipun banyak hal yang mampu mencetuskan, bahkan memperparah kondisi kulit yang terkena eksim, penyakit kulit ini tidaklah menular, Moms. Namun ketika gejala-gejala yang timbul tersebut terjadi pada si Kecil, mungkin saja Moms merasa belum mendapat kepastian apakah gejala tersebut eksim atau penyakit kulit lainnya. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan berkonsultasi kepada dokter, mendapatkan pemeriksaan medis yang tepat, dan merunut riwayat medis keluarga.

 

Eksim dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan menanyakan riwayat medis keluarga seperti asma, reaksi terhadap alergen (serbuk sari, binatang, atau makanan), zat-zat yang dapat membuat kulit iritasi (seperti sabun), sering stres, di mana dan kapan gejala eksim mulai timbul, dan perawatan kulit yang dilakukan sebelumnya. Terkadang, dokter juga sudah bisa mengetahui apakah ruam merah dan gatal-gatal pada kulit si Kecil merupakan eksim atau bukan. Apabila gejala tersebut kembali lagi dalam beberapa bulan kemudian, dokter akan mendiagnosisnya sebagai eksim.

 

Jika si Kecil mengalami eksim yang disebabkan alergi, tes alergi melalui darah atau tes tusuk kulit (skin prick test), perlu dilakukan. Hal ini untuk memastikan apakah kulit si Kecil benar-benar bereaksi terhadap alergen. Begitu pula alergi makanan yang dapat memicu eksim. Di bawah pengawasan dokter, si Kecil akan diperiksa apakah makanan yang dikonsumsi dapat memicu alergi dan bagaimana reaksi tubuhnya akibat alergi makanan tersebut. 

 

Tipe – tipe Eksim yang Berbeda

Penyakit kulit ini memiliki banyak tipe dan berbeda-beda. Moms perlu mengetahui beberapa tipe eksim yang sering menyerang si Kecil berikut ini.

  • Dermatitis atopik, yaitu jenis eksim yang paling umum dan biasanya terjadi pada orang yang memiliki kondisi dan riwayat keluarga dengan asma dan hay fever.
  • Eksim Basah atau Dermatitis Numularis, merupakan jenis eksim atau peradangan kulit yang kronis, biasanya ditandai dengan adanya lesi berbentuk koin. 
  • Dermatitis kontak, yaitu eksim yang disebabkan adanya sentuhan antara kulit dengan iritan atau alergen yang membuat kulit terasa panas terbakar, gatal, dan memerah.
  • Dermatitis seboroik sering terjadi pada kulit kepala yang dikenal dengan ketombe atau cradle cap pada bayi. Eksim ini juga muncul di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar minyak, seperti area hidung, punggung, dada atas, alis, kelopak mata.
  • Eksim dishidrotik, yaitu kondisi kulit yang mengeluarkan lepuhan-lepuhan kecil yang gatal. Biasanya muncul di tepi jari tangan, jari kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. 

 

Tidak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Dikontrol

Eksim yang menyebabkan sebagian area tubuh gatal-gatal, pastinya sangat mengganggu aktivitas si Kecil ya, Moms. Apalagi penyakit ini belum dapat disembuhkan secara total sehingga dapat terjadi berulang kali atau kambuh-kambuhan. Namun Moms tak perlu khawatir, karena eksim si Kecil dapat dikontrol gejala-gejalanya dengan melakukan perawatan menggunakan obat, terapi, hingga perawatan di rumah, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Pelembap. Pelembap merupakan perawatan lini pertama untuk eksim. Pelembab dapat mengunci air di dalam kulit sehingga dapat mengurangi kekeringan, dan mencegah timbulnya kemerahan dan gatal-gatal.
  • Kortikosteroid. Dokter biasanya merekomendasikan obat krim atau salep steroid yang ringan dan aman bagi kulit si Kecil. Perawatan topikal dengan krim dan salep kortikosteroid dapat membantu mengatasi peradangan dan meringankan gejala utama eksim seperti gatal-gatal dan kulit yang meradang. Obat kortikosteroid yang biasa digunakan untuk mengatasi eksim ringan adalah hidrokortison. Jika perawatan masih kurang efektif, biasanya dokter memberi resep kortikosteroid sistemik berupa suntikan atau tablet.
  • Salep antiradang NSAID. Selain obat steroid, obat antiradang nonsteroid kadang juga diresepkann oleh dokter untuk membantu menanggulangi eksim ringan hingga sedang, terutama untuk si Kecil yang berusia 2 tahun ke atas. Dengan mengoleskannya dua kali sehari, salep ini membantu mengurangi peradangan dan membantu kulit kembali normal.
  • Antibiotik. Rasa gatal akan mengganggu si Kecil. Apalagi jika ia terus menggaruknya, yang akan merusak kulit sehingga bakteri dapat masuk dan memperburuk kondisi eksim. Untuk mengurangi peradangan akibat infeksi bakteri ini, dokter memberikan resep antibiotik yang tepat untuk si Kecil.
  • Antihistamin. Sementara antihistamin berguna untuk meringankan rasa gatal di malam hari sehingga membantu si Kecil dapat tidur dengan nyenyak.
  • Terapi cahaya (Fototerapi). Terapi jenis ini membantu mengobati eksim si Kecil dari tingkat sedang hingga berat. Cahaya UV membantu menjaga sistem kekebalan tubuh si Kecil dari reaksi yang berlebihan. Namun di sisi lain, terapi cahaya yang berlebihan akan menyebabkan kulit mengalami penuaan dan berisiko kanker kulit.
  • Perawatan di rumah. Jagalah kulit si Kecil agar tetap sehat. Moms dapat mencoba beberapa kiat perawatan di rumah, seperti menggunakan air hangat saat mandi, menggunakan pelembap setiap hari, mengurangi kontak kulit si Kecil dengan iritan, memiilih pakaian berbahan yang lembut dan nyaman, menghindari kondisi yang terlalu panas, mengetahui pencetus-pencetus eksim, dan mengelola stres. 

 

menghindari eksim

Gunakan air hangat saat memandikan si Kecil untuk menjaga kulitnya tetap sehat sehingga gejala eksim dapat dikontrol.

 

Kapan Harus Periksa Dokter?

Apakah Moms merasa bingung dengan gejala – gejala yang muncul pada si Kecil? Jika khawatir dengan kondisi si Kecil, Moms bisa langsung menemui dokter apabila terlihat tanda-tanda eksim pada si Kecil seperti berikut ini.

  • Apabila ruam merah yang gatal pada kulit terus berkembang, kemudian di dalam keluarga juga terdapat riwayat eksim atau asma. 
  • Peradangan tidak berkurang atau tidak bisa ditangani meskipun sudah diberi pengobatan dengan selama lebih dari satu pekan.
  • Di atas kulit yang terkena eksim terlihat berwarna kekuningan hingga cokelat muda dengan lepuhan berisi nanah. Hal ini mengindikasikan adanya infeksi bakteri sehingga harus diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.
  • Apabila orang-orang terdekat berada di sekitar si Kecil dan memiliki virus herpes simplex, si Kecil berisiko terpapar virus tersebut.
  • Si Kecil merasakan nyeri dan sakit akibat lepuhan-lepuhan yang berisi cairan di sekitar area kulit yang terkena eksim. 

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...

7 Cara Merawat Kulit Sensitif dan Kering

7 Cara Merawat Kulit Sensitif dan Kering

Cara merawat kulit sensitif dan kering berbeda dengan merawat kulit pada umumnya. Bayi baru lahir memiliki kulit yang  lebih tipis, lebih mudah kering dan sensitif sehingga  butuh perhatian ekstra dalam merawatnya. Kulit dengan jenis tersebut bersifat reaktif sehingga tidak boleh sembarangan menggunakan produk perawatan kulit. Terdapat berbagai cara merawat kulit sensitif dan kering yang ampuh untuk Moms terapkan.

Kulit lembab, cerah, tidak kusam serta bersih bersinar merupakan ciri – ciri kulit sehat yang merupakan dambaan setiap orang. Kulit bayi yang terawat dan memiliki tampilan cantik tersebut belum tentu bisa didapatkan dengan mudah. Berbagai cara ditempuh oleh setiap orang untuk memiliki kulit seperti itu.

cara merawat kulit

7 Cara Merawat Kulit Sensitif dan Kering

Perbedaan merawat kulit yang sensitif dan kering dibanding kulit normal, Moms harus lebih “awas” dalam memakai produk perawatan kulit pada si Kecil. Sangat penting untuk Moms mengetahui apakah si Kecil memiliki kulit yang sensitif atau kering.

Merawat Kulit

Kulit bayi sensitif adalah kondisi kulit yang lemah dan mudah terserang zat berbahaya seperti iritan, alergen atau mikroba dari luar. Memiliki kulit yang rentan terhadap serangan tersebut tidak boleh disepelekan begitu saja. Ketika merawat kulit tersebut Moms harus berhati – hati dalam memilih produk perawatan kulit untuk bayi. Produk yang memiliki pH tinggi, bahan – bahan kimia tertentu yang dapat merangsang kulit si Kecil sangat tidak dianjurkan. Moms harus lebih mengutamakan produk kulit yang lembut dan baik untuk merawat kulit si Kecil.

Selain menggunakan produk yang bisa Moms buat sendiri dari bahan-bahan yang alami,  memilih produk perawatan kulit yang tersedia di pasaran juga jadi pilihan. Akan tetapi Moms harus teliti dalam memilih produk, jangan lupa melihat kandungan yang terdapat pada produk tersebut. Jika Moms salah memilih produk perawatan kulit, maka dapat membuat masalah kulit si Kecil. Berikut ini akan dijelaskan beberapa hal tentang tips perawatan kulit yang cocok untuk Moms.

7 Cara Merawat Kulit Yang Aman Untuk Kesehatan

Berikut merupakan 7 Cara alami merawat kulit yang aman dan dapat Moms terapkan kepada si Kecil.

  1. Konsumsi Air Putih
    Cara alami merawat kulit yang pertama adalah dengan minum air putih sesuai kebutuhan. Jangan biarkan si Kecil mengalami dehidrasi. Dengan mengkonsumsi air yang cukup, maka hal tersebut juga dapat menyehatkan organ – organ pada tubuh. Air berfungsi untuk melembabkan kulit, dengan air juga dapat membuat kulit menjadi lebih sehat.Manfaat minum air untuk kesehatan kulit ialah mengurangi risiko terkena penyakit psoriasis, eksim, dan mengurangi keriput. 

 

 

  1. Jauhkan dari Sinar Ultraviolet Secara Langsung
    Pancaran sinar matahari secara langsung dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan kulit si Kecil. Jangan menggunakan sunscreen, sunblock atau tabir surya pada bayi yang masih berusia dibawah 6 bulan. Ketika usianya telah melewati 6 bulan, Moms dapat memberikan tabir surya yang aman dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi, dengan kandungan zinc oxide Biarkan si Kecil berada pada sinar matahari secara tidak langsung. Lindungi dengan menggunakan topi atau payung agar tetap mendapatkan manfaat dari sinar matahari untuk pembentukan Vitamin D. 

 

 

  1. Lakukan Pijatan Pada Kulit
    Manfaat pijat untuk kulit bayi adalah untuk peredaran darah si Kecil lebih lancar. Jika peredaran darah lebih lancar, maka pasokan oksigen serta nutrisi dari makanan akan terdistribusikan lebih merata. Pijat kulit dan tubuh si Kecil secara rutin paling tidak seminggu sekali mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki untuk melancarkan peredaran darah pada tubuh demi kesehatan kulit yang maksimal.

 

 

  1. Perhatikan pH pada produk
    pH pada produk dapat mempengaruhi tingkat pH pada kulit. Jika pH tidak seimbang dapat mengakibatkan kulit si bayi mudah iritasi, kering hingga munculnya ruam pada kulit. Gunakan produk perawatan kulit yang memiliki pH seimbang, yaitu antara 4,5 – 6. Rentang pH tersebut sesuai dengan rentang pH alami kulit sehingga kesehatan kulit tetap terjaga.

 

  1. Jangan Dimandikan Terlalu Sering
    Mandi terlalu sering dapat menyebabkan lapisan minyak alami pada kulit menghilang. Selain dari pada itu, kulit juga jadi mudah kering dan tidak lembab lagi. Jangan memandikan si Kecil terlalu sering, karena hal tersebut juga dapat membuat kulit bayi mudah Fungsi lapisan minyak alami selain melembabkan kulit ialah untuk melindungi kulit dari bakteri dan iritasi.

 

 

  1. Perhatikan Area Sela – Sela Kulit
    Lipatan atau sela – sela kulit si Kecil harus diperhatikan. Jaga daerah lipatannya tetap dalam kondisi bersih karena darah lipatan kulit umumnya susah dibersihkan sehingga rentan terjadiSetelah dibersihkan, bagian lipatan kulit ini juga perlu dikeringkan dengan benar.
  2. Pemakaian Antiseptik untuk Mencegah Infeksi
    Namanya juga orangtua baru, tentu ingin sang buah hati tumbuh sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kuman, Tidak heran jika kebanyakan orang menggunakan antiseptik atau produk antibakteri untuk merawat kulit sensitif pada bayi.Faktanya, menurut situs whattoexpect, sabun biasa juga bekerja baik dalam menghilangkan kuman. Sedangkan sabun antibakteri justru mengandung bahan kimia tambahan, seperti triclosan, yang malah memicu alergi pada bayi.

 

Bagaimana cara merawat kulit diatas? Sudah sampai mana Moms mengaplikasikan dan mengikuti tipsnya?

Dengan mengetahui permasalahan tentang kulit sensitif, Moms harus lebih paham risiko – risiko apa yang Akan si Kecil hadapi. Jika Moms telah mengetahui risiko yang akan dihadapi, selanjutnya Moms harus tau bagaimana cara menanggulangi dan menyelesaikan risiko tersebut. Perawatan kulit diatas dapat Moms lakukan kepada si Kecil, .Selanjutnya akan kita bahas tentang bahan – bahan alami yang dapat Moms coba untuk merawat kulit.

Merawat Kulit Sensitif Dengan Bahan Alami

Buat penganut gaya hidup sehat tentunya familiar dengan oat. Biji-bijian dengan nama ilmiah Avena sativa ini dikenal kaya vitamin, mineral, serat, dan antioksidan.

merawat kulit

Merawat Kulit Sensitif Dengan Bahan Alami

Selain baik bagi kesehatan tubuh, organic oat dapat digunakan untuk perawatan kulit sensitif, baik bagi bayi maupun orang dewasa. Yuk, kenali manfaat penggunaannya untuk kulit sensitif berikut ini.

 

Sejarah Penggunaan Oat untuk Perawatan Kulit

Penggunaan oat untuk merawat kulit telah dimulai sejak zaman Mesir kuno atau pada 2000 SM. Caranya pun cukup sederhana, yaitu dengan menambahkan oat yang sudah digiling ke dalam air mandi untuk membantu melembutkan kulit. Kini, oat telah diakui oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai salah satu bahan alami yang dapat melindungi dan merawat kulit secara efektif, terutama untuk kulit sensitive dan kulit atopik.

 

Kelebihan Oat untuk Merawat Kulit Sensitif

Telah digunakan selama berabad-abad lamanya, oat terbukti sangat baik merawat kulit, berkat kandungan bahan-bahan berikut ini:

  1. Pembersih Ringan untuk Kulit Sensitif

Kandungan saponin yang melimpah dalam gandum, menjadikan oat pembersih ringan yang baik bagi kulit sensitif. Secara alami, penggunaan oat dapat menghilangkan kotoran dari pori-pori kulit tanpa menyebabkan iritasi.

  1. Melindungi Kulit

Protein dalam oat menjaga penghalang alami kulit (skin barrier) dan melindungi kulit dari polutan. Sedangkan kandungan lemaknya membantu menjaga menjaga kulit dari iritasi akibatpengaruh sinar matahari.

  1. Mengatasi Ruam Kulit

Beta-glucan, salah satu kandungan penting dalam oat, terbukti mampu melindungi dan mempercepat penyembuhan saat kulit mengalami radang, iritasi, atau ruam kulit.

  1. Menjaga pH Kulit

Gatal dan kering pada kulit sensitif dapat dipicu oleh perubahan pH pada permukaan kulit yang cenderung asam. Menurut American Academy of Dermatology yang dikutip oleh situs huffingtonpost, oat dapat membantu menormalkan pH kulit, sehingga kesehatan kulit tetap terjaga.

  1. Menyejukkan kulit

Kandungan lainnya dalam oat, Avenanthramides, dikenal sebagai bahan yang ampuh “menyejukkan” kulit. Untuk kulit atopik pada bayi atau eczema prone, senyawa antioksidan alami ini efektif menghentikan siklus kimia pemicu gatal pada bayi sehingga bayi merasa nyaman.

  1. Menjaga Kelembapan Kulit

Oat juga merupakan pelembap kulit alami. Pati atau karbohidrat dalam oat dapat mengikat kadar air pada permukaan kulit. Sedangkan beta-glucan dapat menembus jauh ke dalam kulit dan melembapkan kulit yang rentan kering.

 

Kelebihan Produk yang Mengandung Oat

Kini, oat banyak ditemukan di berbagai produk perawatan kulit, terutama untuk perawatan kulit sensitif. Dalam bentuk yang sangat halus, oat menghasilkan campuran krim atau losion yang lebih konsisten.

Selain melembapkan, oat juga memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan menetralisir pH sehingga mampu merawat kulit yang rentan kering. Ditambah risiko alergi yang sangat rendah, membuat produk berbahan oat dapat digunakan oleh semua jenis kulit, termasuk kulit bayi sensitif.

Manfaatkan oat dalam merawat kulit sensitif dapat ditemukan pada Cussons Baby SensiCare 24 hr Daily Moisturizing Lotion. Memiliki Derma-softTM Complex Formula, teksturnya yang kaya pelembap namun tidak berminyak, membuatnya mudah meresap ke dalam lapisan kulit bayi.

Produk terbaru ini terbukti efektif melembapkan kulit hingga 24 jam, berkat kandungan Natural Organic Oat, Olive Oil, Shea Butter, dan Ceramide di dalamnya.  Selain telah teruji hypoallergenic, Cussons Baby Sensicare 24 hr Daily Moisturizing Lotion ini juga memiliki pH seimbang, dan secara dermatologis dinyatakan sesuai untuk  kulit si Kecil.

Kenali manfaat oat yang baik bagi kulit sensitif bayi dan temukan produk perawatan kulit yang tepat guna melindungi kesehatan kulit Moms dan keluarga.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...

5 Cara Melembabkan Kulit Wajah Kering si Kecil

5 Cara Melembabkan Kulit Wajah Kering si Kecil

Cara melembabkan kulit kering pada wajah si Kecil dengan menggunakan bahan – bahan alami. Kulit yang kering disebabkan karena lapisan kulit epidermis telah kehilangan air dan lipid pada kulit. Temukan cara – cara alami dalam melembabkan kulit wajah kering dengan aman dengan bahan – bahan yang ada disekitar Moms.

 

cara melembabkan kulit

Cara Melembabkan Kulit Wajah Kering si Kecil

 

Kulit si Kecil kering sehingga menimbulkan gatal, ruam, hingga bintik merah pada kulit. Dengan kondisi kulit kering seperti itu membuat siapapun yang memilikinya tidak nyaman. Kulit biasanya menjadi tidak lembab atau menjadi kering disebabkan oleh kurangnya air pada kulit. Kurangnya pasokan cairan pada tubuh juga menyebabkan kulit si Kecil menjadi kering dan tidak lembab.

Lapisan epidermis pada kulit dikenal sebagai garis pertahanan terdepan tubuh, sekaligus mengatur banyaknya kadar air yang masuk dan keluar. Karena ada di bagian terluar, tentu epidermis juga berfungsi sebagai pelindung organ dalam tubuh dari beragam penyakit. Epidermis pada tubuh dapat membentuk pelembab alami pada kulit sehingga  kelembapan kulit terjaga dan aman dari serangan alergen, iritan dan mikroba. Akan tetapi, jika lapisan epidermis ini kurang terhidrasi dapat menyebabkan mudahnya kulit kering dan pecah-pecah sehingga memicu terjadinya berbagai gangguan kulit lainnya.

Kenapa seseorang memiliki kulit sensitif? Faktor keturunan memegang pengaruh besar. Selain itu, kondisi ini juga dipicu oleh perubahan musim, suhu ekstrem dingin atau panas, kelembapan yang rendah, hingga perawatan kulit yang kurang tepat.

Saat ini banyak sekali produk perawatan kulit yang dapat melembabkan kulit wajah sensitif, akan tetapi, produk perawatan alami yang lembut di kulit lebih baik Moms gunakan. Selain lembut di kulit  , yang paling penting adalah tidak merusak keseimbangan alami kulit wajah sensitif si Kecil. Maka dari itu berikut beberapa cara melembabkan kulit wajah sensitif menggunakan bahan – bahan alami yang aman.

Baca Juga: Cara merawat kulit sensitif dan Kering

Cara Melembabkan Kulit Wajah Yang Kering Secara Alami

Selain menggunakan pelembab untuk merawat kulit kering dan sensitif, Moms dapat mencoba melembabkan kulit menggunakan beberapa tips di bawah ini

 

  1. Konsumsi Air Putih Lebih Banyak
    Terdapat hampir 70% tubuh manusia terdiri dari air. Manusia membutuhkan banyak cairan untuk menggantikan cairan yang sudah keluar seharian atau yang telah diolah oleh tubuh.Perbanyak konsumsi air putih agar si Kecil terhindar dari dehidrasi atau kurang cairan. Kurangnya cairan pada tubuh dapat berpengaruh juga pada kesehatan kulit. Untuk usia dewasa minum air putih minimal 2 liter sehari atau sekitar 8 gelas sehari. Akan tetapi untuk si Kecil hanya membutuhkan minimal 800 ml sehari atau setara dengan 3 – 4 gelas sehari. Kulit membutuhkan cairan untuk dapat membentuk minyak alami pada kulit sehingga kulit menjadi lembab.

     

 

  1. Waktu Mandi
    Mandi adalah aktivitas yang menyenangkan untuk Moms dan si Kecil. Aktivitas mandi merupakan aktivitas penting untuk membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh buah hati, akan tetapi jika terlalu sering atau terlalu lama mandi bisa menghilangkan minyak – minyak alami pada kulit dan membuat kulit kering. Mandi dua kali sehari dengan durasi maksimal 10 menit adalah salah satu cara ampuh untuk menjadikan kulit bersih dan menjaganya agar tidak kering.

 

 

  1. Minyak Zaitun Untuk Kulit
    Dikenal luas karena khasiatnya yang baik bagi kesehatan, tidak heran jika minyak zaitun bisa dijumpai di berbagai produk perawatan kulit, rambut, hingga bahan makanan. Untuk Moms yang sedang bingung mencari bahan alami untuk perawatan kulit sensitif, produk yang mengandung minyak zaitun atau minyak zaitun murni ini bisa jadi pilihan. Caranya cukup mudah, campurkan dua sendok minyak zaitun dan satu sendok air. Gosokkan pada telapak tangan dan oleskan pada area wajah dan kulit bayi yang kering, kemudian biarkan meresap ke kulit dengan sendirinya.

 

  1. Memberikan Asupan dan Makanan Bergizi
    Bayi baru lahir membutuhkan asupan energi dan gizi yang cukup. Cara paling alami untuk melembabkan kulit si Kecil ialah dengan cara menjaga dan memberikan asupan nutrisi yang bergizi. Sayur – sayuran dan buah – buahan yang mengandung vitamin seperti wortel, tomat, pepaya, kangkung baik untuk bayi.

 

Demi cara melembabkan kulit bayi yang maksimal, Moms harus rajin dalam mengaplikasikan kelima cara diatas. Tetapi, selain daripada cara melembabkan Moms juga perlu mengetahui bagaimana cara menjaga supaya kelembaban kulit tidak pudar dan memiliki kulit yang sehat.

 

Cara Menjaga Kelembaban Kulit Wajah Dengan Benar

  • Hindari si Kecil berada dibawah sinar ultraviolet yang terlalu lama. Pancaran sinar UV jika terlalu lama dapat membuat kulit kering dan kelembaban kulit berkurang.
  • Gunakan bedak dingin, topi atau payung yang dapat berfungsi untuk melindungi kulit wajah dari sinar matahari.
  • Biasakan untuk membersihkan kulit wajah bayi setelah melakukan aktivitas seharian.
  • Banyak konsumsi air putih untuk mengurangi terjadinya dehidrasi kulit wajah dan terhidar dari masalah kulit kering.
  • Gunakan pelembab wajah yang cocok untuk wajah bayi agar kulitnya tetap lembab dan terawat.

 

Bagaimanapun, kulit adalah pertahanan pertama melawan infeksi, iritasi, dan alergi. Untuk menjaga kulit tetap lembab, diperlukan produk perawatan kulit khusus. Selain memilih sabun yang memiliki pH seimbang, penggunaan moisturizer setelah mandi mutlak diperlukan.

Ada berbagai produk pelembab kulit yang mudah ditemukan di toko-toko. Tapi untuk kulit yang sensitif, Moms wajib lebih waspada saat memilihnya. Biasakan untuk membaca kemasan produk dan pilih yang bebas alkohol, sehingga kulit terhindar dari iritasi dan kulit kering.

Jangan lupa juga untuk memilih produk dengan pH seimbang dan mencantumkan label hypoallergenic yang ramah untuk kulit sensitif. Percayakan pada Cussons Baby SensiCare 24 hr Daily Moisturizing Lotion yang diformulasikan khusus untuk kulit bayi baru lahir, sensitif dan rentan eczema. Selain tinggi kandungan pelembap, produk ini juga bebas alkohol, bebas bahan kimia berbahaya serta mengandung Derma-softTM Complex Formula yang teruji klinis memberikan kelembapan 24 jam. Kandungan Natural Organic Oat, Olive Oil, Shea Butter, dan Ceramide di dalamnya mampu melapisi kulit, melembapkan, dan melindungi kulit agar tergaja kelembabannya sepanjang hari.

Cara melembabkan kulit kering harus Moms pahami. Jangan sampai salah mengenali kondisi kulit Moms dan rawat dengan produk perawatan kulit yang tepat.

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...