Kenali Eksim, Penyakit Kulit Yang Mengganggu

Kenali Eksim, Penyakit Kulit Yang Mengganggu

EKSIM / ECZEMA

 

eksim

Ilustrasi seorang anak terkena eksim di bagian pipi wajahnya.

 

Moms, pernahkah Anda menyadari kulit si Kecil mengalami peradangan pada kulit dengan tanda bercak kemerah-merahan, terasa gatal, kering, bahkan kulit menjadi kasar dan pecah-pecah? Bisa jadi si Kecil mengalami penyakit kulit eksim, Moms.

 

Kelainan kulit yang dinamakan eksim ini mengambil istilah dari bahasa Yunani, yaitu “ekzein”, yang diartikan mendidih atau mengalir keluar. Karena di saat kondisi eksim makin memburuk, dapat mengakibatkan kulit yang meradang hebat tersebut mengeras bahkan melepuh hingga memecah dan mengeluarkan cairan. Moms perlu tahu, eksim terkadang juga disebut dengan dermatitis atopik karena kedua istilah ini mengacu pada peradangan kulit.

 

Penyakit kulit ini tak memandang usia sehingga dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Namun kelainan kulit ini sering kali dijumpai pada anak-anak, mulai dari bayi hingga balita. Moms mungkin sering merasa bingung antara penyakit eksim (dermatitis atopik) dan cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi. Tetapi, kedua hal tersebut ada perbedaannya lho, Moms. Kalau cradle cap berupakerak berminyak dan bersisik yang biasanya muncul di kulit kepala dan dahi yang disebabkan karena kulit bayi Anda membuat terlalu banyak minyak (sebum). Biasanya ketika bayi berusia 8-12 bulan, bayi akan bersih dari cradle cap.

 

Gejala Eksim Setiap Bayi Berbeda

Tanda-tanda atau gejala eksim yang muncul dapat berbeda-beda pada bayi, balita, hingga anak yang usianya sudah lebih besar. Area tubuh yang terkena eksim dan tingkat kegatalannya juga berbeda-beda, Moms. Biasanya gejalanya akan dimulai ketika kulit terasa gatal-gatal, dari gatal ringan hingga gatal yang lebih berat sampai menyebabkan kulit memerah meradang, bahkan berdarah. Kemudian kulit juga akan mengering, menebal, menghitam, memecah, hingga mengeluarkan sisik. Munculnya  gejala-gejala ini akan menyebabkan fungsi sawar kulit (skin barrier) atau penghalang dari berbagai ancaman yang datang dari luar menurun, sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap serangan bakteri, mikroba, iritan dan alergen.

 

Biasanya Moms, eksim pada bayi dapat langsung diketahui pada tahap usia awal si Kecil. Kemudian, sekitar 65% bayi akan mulai berkembang gejala-gejala eksimnya pada tahun pertama dan 90% bayi lain gejala eksimnya akan berkembang sebelum berusia 5 tahun. Gejala eksim yang muncul terlihat bercak-bercak merah dengan kulit yang mengering, terasa gatal dan kasar. Kadang pula kulit si Kecil jadi menebal dan bersisik, bahkan terdapat benjolan merah kecil yang mengeluarkan cairan atau menjadi terinfeksi karena tergores.

 

Tanda-tanda penyakit kulit ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja pada si Kecil, mulai dari wajah, leher, lengan, kaki, siku, dan area di belakang lutut. Terkadang eksim yang terlihat di sekitar wajah si Kecil  berupa ruam dan berbintik merah.

 

Penyakit eksim ini bisa datang dan pergi atau terjadi berulang (kambuh-kambuhan). Ada sebagian bayi yang tetap akan mengalami eksim hingga ia dewasa, bahkan sepanjang hidupnya. Terkadang pula, gejala eksim tersebut tidak muncul dalam beberapa tahun. Namun Moms tak perlu khawatir, karena eksim pada kebanyakan bayi bisa diatasi sebelum mereka mulai sekolah nanti.

 

Memang, penyakit kulit ini tidak dapat disembuhkan sama sekali, tetapi seiring waktu gejala-gejala yang timbul akan berkurang ketika dewasa. Ada pula si Kecil yang mampu mengatasi gejala-gejala eksim di saat ia dewasa. Meski begitu, si Kecil akan tetap memiliki kulit yang kering.

 

Faktor Penyebab Eksim

Hingga saat ini, para dokter ataupun ahli medis belum menemukan secara pasti penyebab munculnya eksim, Moms. Meski begitu, para ahli meyakini bahwa kelainan kulit yang dialami si Kecil ini dapat muncul karena adanya keterkaitan antara beberapa faktor, yaitu faktor genetik, sistem kekebalan tubuh, dan lingkungan. 

 

Menurut para ahli, peran genetik sangat berpengaruh dalam perkembangan eksim pada si Kecil, Moms. Terutama ketika Moms memiliki riwayat penyakit eksim, asma, alergi makanan dan alergi musiman seperti hay fever (alergi serbuk sari), tentunya dapat menurunkan penyakit tersebut kepada si Kecil. Para ilmuwan mengidentifikasi bahwa ada beberapa tipe eksim yang memang berasal dari genetik, yaitu dermatitis atopik dan dermatitis kontak.

 

Baca Juga: EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

 

Menurut penelitian, dermatitis atopik ditandai oleh abnormalitas sawar kulit, karena adanya mutasi gen yang menghasilkan filaggrin dan lipid terutama ceramide yang kurang. Pada analogi histologi kulit sebagai model batu bata (bricks) dan semen (mortar) ,  sel-sel korneosit digambarkan sebagai batu bata dan matriks lipid sebagai semen yang menyambung sel-sel korneosit ini. Filaggrin adalah salah satu protein yang menyusun   sel korneosit (batu bata), sedangkan ceramide adalah salah satu komponen penting dalam matrix lipid (semen). Tembok yang kuat dibentuk oleh susunan batu bata dan semen yang baik, begitu juga dengan kulit. Sehingga apabila filaggrin dan ceramide ini jumlahnya kurang dikulit, maka akan menyebabkan sawar kulit terganggu.    

 

Faktor genetik juga berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, Moms. Gen akan menentukan apa yang akan bereaksi oleh sistem kekebalan tubuh dan seberapa kuatnya. Sistem kekebalan tubuh biasanya akan mengabaikan protein yang menjadi bagian dalam tubuh dan hanya menyerang protein yang mengganggu, seperti bakteri dan virus. Namun dalam kasus eksim, sistem imun dalam tubuh si Kecil akan kehilangan kemampuannya untuk membedakan kedua protein tersebut sehingga terjadilah reaksi yang berlebihan dan muncul peradangan yang di kulit.

 

Sistem kekebalan tubuh si Kecil juga akan bereaksi pada alergen dengan melepaskan antibodi yang akan menyebabkan peradangan. Alergen yang berperan menimbulkan eksim adalah tungau debu, serbuk sari, dan makanan. Karena itu, penting sekali untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh ahlinya.

 

Selain pengaruh internal, eksim juga dapat disebabkan adanya pengaruh dari luar, yaitu lingkungan di sekitar. Berbagai aktivitas si Kecil dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif sehingga menimbulkan peradangan dan eksim. Bagi sebagian bayi, ketika kulitnya bersentuhan dengan bahan pakaian yang kasar, seperti pakaian berbahan wol, akan menyebabkan kulitnya menjadi gatal-gatal. Pakaian yang terlalu ketat juga makin memperburuk eksim si Kecil. Ada pula ketika sebagian bayi yang kulitnya merasakan suhu terlalu panas atau dingin, terpapar dengan produk-produk tertentu, atau bersentuhan dengan bulu binatang dapat menyebabkan penyakit eksim.

 

eksim

Bahan kain yang kasar dapat memicu kulit si Kecil iritasi sehingga meningkatkan gejala eksim.

 

Pencetus Peningkat Risiko Eksim

Kondisi kulit si Kecil yang terkena eksim bisa semakin parah apabila kulitnya bersentuhan dengan pencetus-pencetusnya sebagai berikut.

 

  • Kulit kering. Ketika kulit si Kecil sangat kering, kulit akan lebih mudah pecah-pecah, bersisik, kasar, dan tebal sehingga risiko timbulnya eksim bisa meningkat. 
  • Iritan. Penggunaan deterjen, pengharum pakaian, sabun mandi, sampo yang bersentuhan dengan kulit akan membuat kulit menjadi kering, gatal, dan makin sensitif dengan iritan. Selain produk tersebut, ada pula iritan lain yang membuat kulit teriritasi, seperti asap rokok, pengharum, serbuk sari, dan bulu.
  • Stres. Emosi yang meningkat, seperti rasa cemas dan stres yang tinggi, ternyata juga mampu memicu timbulnya eksim. Meski belum diketahui mengapa stres bisa memicu eksim, namun hal ini terjadi pada sebagian anak. Stres yang dialami si Kecil akan menimbulkan reaksi memerah, yang diikuti rasa gatal dan kulit teriritasi sehingga meningkatkan gejala eksim.
  • Cuaca dan Keringat. Cuaca yang panas akibat terpapar sinar matahari dan membuat si Kecil berkeringat, juga bisa meningkatkan gejala eksim. Temperatur udara yang sangat kering, terlalu lembap, terlalu dingin, atau saat mandi dengan air panas pun bisa memperparah eksim.
  • Infeksi. Kulit si Kecil yang terkena eksim bisa terinfeksi dengan bakteri atau virus yang hidup di sekitar lingkungan. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang paling umum ditemukan karena bakteri ini biasa terdapat pada saluran pernapasan atas dan kulit. Sementara beberapa virus yang ditemukan seperti virus Molluscum contagiosum, herpes simplex, dan beberapa jenis jamur juga dapat menjadi pemicu eksim.
  • Makanan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa beberapa jenis makanan dapat meningkatkan gejala eksim, terutama pada bayi dan anak-anak. Beberapa jenis makanan tersebut adalah kacang tanah, susu, kedelai, gandum, ikan, dan telur. Menurut beberapa ahli, menghilangkan makanan pencetus eksim tersebut dapat mengontrol timbulnya gejala eksim pada si Kecil. Meski begitu, Moms bisa mengonsultasikannya dengan dokter anak atau ahli dermatologis mengenai hal ini agar si Kecil tidak kehilangan asupan nutrisi yang masih dibutuhkan.

 

Diagnosis Penyakit Kulit Eksim

Meskipun banyak hal yang mampu mencetuskan, bahkan memperparah kondisi kulit yang terkena eksim, penyakit kulit ini tidaklah menular, Moms. Namun ketika gejala-gejala yang timbul tersebut terjadi pada si Kecil, mungkin saja Moms merasa belum mendapat kepastian apakah gejala tersebut eksim atau penyakit kulit lainnya. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan berkonsultasi kepada dokter, mendapatkan pemeriksaan medis yang tepat, dan merunut riwayat medis keluarga.

 

Eksim dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan menanyakan riwayat medis keluarga seperti asma, reaksi terhadap alergen (serbuk sari, binatang, atau makanan), zat-zat yang dapat membuat kulit iritasi (seperti sabun), sering stres, di mana dan kapan gejala eksim mulai timbul, dan perawatan kulit yang dilakukan sebelumnya. Terkadang, dokter juga sudah bisa mengetahui apakah ruam merah dan gatal-gatal pada kulit si Kecil merupakan eksim atau bukan. Apabila gejala tersebut kembali lagi dalam beberapa bulan kemudian, dokter akan mendiagnosisnya sebagai eksim.

 

Jika si Kecil mengalami eksim yang disebabkan alergi, tes alergi melalui darah atau tes tusuk kulit (skin prick test), perlu dilakukan. Hal ini untuk memastikan apakah kulit si Kecil benar-benar bereaksi terhadap alergen. Begitu pula alergi makanan yang dapat memicu eksim. Di bawah pengawasan dokter, si Kecil akan diperiksa apakah makanan yang dikonsumsi dapat memicu alergi dan bagaimana reaksi tubuhnya akibat alergi makanan tersebut. 

 

Tipe-tipe Eksim yang Berbeda

Penyakit kulit ini memiliki banyak tipe dan berbeda-beda. Moms perlu mengetahui beberapa tipe eksim yang sering menyerang si Kecil berikut ini.

  • Dermatitis atopik, yaitu jenis eksim yang paling umum dan biasanya terjadi pada orang yang memiliki kondisi dan riwayat keluarga dengan asma dan hay fever.
  • Dermatitis kontak, yaitu eksim yang disebabkan adanya sentuhan antara kulit dengan iritan atau alergen yang membuat kulit terasa panas terbakar, gatal, dan memerah.
  • Dermatitis seboroik sering terjadi pada kulit kepala yang dikenal dengan ketombe atau cradle cap pada bayi. Eksim ini juga muncul di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar minyak, seperti area hidung, punggung, dada atas, alis, kelopak mata.
  • Eksim dishidrotik, yaitu kondisi kulit yang mengeluarkan lepuhan-lepuhan kecil yang gatal. Biasanya muncul di tepi jari tangan, jari kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. 

 

Tidak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Dikontrol

Eksim yang menyebabkan sebagian area tubuh gatal-gatal, pastinya sangat mengganggu aktivitas si Kecil ya, Moms. Apalagi penyakit ini belum dapat disembuhkan secara total sehingga dapat terjadi berulang kali atau kambuh-kambuhan. Namun Moms tak perlu khawatir, karena eksim si Kecil dapat dikontrol gejala-gejalanya dengan melakukan perawatan menggunakan obat, terapi, hingga perawatan di rumah, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Pelembap. Pelembap merupakan perawatan lini pertama untuk eksim. Pelembab dapat mengunci air di dalam kulit sehingga dapat mengurangi kekeringan, dan mencegah timbulnya kemerahan dan gatal-gatal.
  • Kortikosteroid. Dokter biasanya merekomendasikan obat krim atau salep steroid yang ringan dan aman bagi kulit si Kecil. Perawatan topikal dengan krim dan salep kortikosteroid dapat membantu mengatasi peradangan dan meringankan gejala utama eksim seperti gatal-gatal dan kulit yang meradang. Obat kortikosteroid yang biasa digunakan untuk mengatasi eksim ringan adalah hidrokortison. Jika perawatan masih kurang efektif, biasanya dokter memberi resep kortikosteroid sistemik berupa suntikan atau tablet.
  • Salep antiradang NSAID. Selain obat steroid, obat antiradang nonsteroid kadang juga diresepkann oleh dokter untuk membantu menanggulangi eksim ringan hingga sedang, terutama untuk si Kecil yang berusia 2 tahun ke atas. Dengan mengoleskannya dua kali sehari, salep ini membantu mengurangi peradangan dan membantu kulit kembali normal.
  • Antibiotik. Rasa gatal akan mengganggu si Kecil. Apalagi jika ia terus menggaruknya, yang akan merusak kulit sehingga bakteri dapat masuk dan memperburuk kondisi eksim. Untuk mengurangi peradangan akibat infeksi bakteri ini, dokter memberikan resep antibiotik yang tepat untuk si Kecil.
  • Antihistamin. Sementara antihistamin berguna untuk meringankan rasa gatal di malam hari sehingga membantu si Kecil dapat tidur dengan nyenyak.
  • Terapi cahaya (Fototerapi). Terapi jenis ini membantu mengobati eksim si Kecil dari tingkat sedang hingga berat. Cahaya UV membantu menjaga sistem kekebalan tubuh si Kecil dari reaksi yang berlebihan. Namun di sisi lain, terapi cahaya yang berlebihan akan menyebabkan kulit si Kecil mengalami penuaan dan berisiko kanker kulit.
  • Perawatan di rumah. Jagalah kulit si Kecil agar tetap sehat. Moms dapat mencoba beberapa kiat perawatan di rumah, seperti menggunakan air hangat saat mandi, menggunakan pelembap setiap hari, mengurangi kontak kulit si Kecil dengan iritan, memiilih pakaian berbahan yang lembut dan nyaman, menghindari kondisi yang terlalu panas, mengetahui pencetus-pencetus eksim, dan mengelola stres. 

 

menghindari eksim

Gunakan air hangat saat memandikan si Kecil untuk menjaga kulitnya tetap sehat sehingga gejala eksim dapat dikontrol.

 

Kapan Harus Periksa Dokter?

Apakah Moms merasa bingung dengan gejala-gejala eksim yang muncul pada si Kecil? Jika khawatir dengan kondisi si Kecil, Moms bisa langsung menemui dokter apabila terlihat tanda-tanda eksim pada si Kecil seperti berikut ini.

  • Apabila ruam merah yang gatal pada kulit terus berkembang, kemudian di dalam keluarga juga terdapat riwayat eksim atau asma. 
  • Peradangan tidak berkurang atau tidak bisa ditangani meskipun sudah diberi pengobatan dengan selama lebih dari satu pekan.
  • Di atas kulit yang terkena eksim terlihat berwarna kekuningan hingga cokelat muda dengan lepuhan berisi nanah. Hal ini mengindikasikan adanya infeksi bakteri sehingga harus diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.
  • Apabila orang-orang terdekat berada di sekitar si Kecil dan memiliki virus herpes simplex, si Kecil berisiko terpapar virus tersebut.
  • Si Kecil merasakan nyeri dan sakit akibat lepuhan-lepuhan yang berisi cairan di sekitar area kulit yang terkena eksim. 

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...

EKSIM BASAH: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Apa Itu Eksim Basah? Eksim basah (dermatitis numularis) adalah penyakit kulit yang disebabkan peradangan kulit secara kronis dan ditandai dengan adanya lesi berbentuk koin atau numular. Nama medisnya ialah ulkus kulit. Kenapa disebut penyakit eksim basah karena lesi...

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

Apa Penyebab Kulit Bayi Kering? Bayi dan anak – anak bisa terkena gejala kulit kering seperti orang dewasa, karena kulit mereka lebih tipis dan lebih mudah kehilangan air sehingga lebih rentan menjadi kering. Udara yang dingin dan pemanas ruangan dapat menyebabkan...

7 Cara Merawat Kulit Sensitif dan Kering

7 Cara Merawat Kulit Sensitif dan Kering

Cara merawat kulit sensitif dan kering berbeda dengan merawat kulit pada umumnya. Bayi baru lahir memiliki kulit yang  lebih tipis, lebih mudah kering dan sensitif sehingga  butuh perhatian ekstra dalam merawatnya. Kulit dengan jenis tersebut bersifat reaktif sehingga tidak boleh sembarangan menggunakan produk perawatan kulit. Terdapat berbagai cara merawat kulit sensitif dan kering yang ampuh untuk Moms terapkan.

Kulit lembab, cerah, tidak kusam serta bersih bersinar merupakan ciri – ciri kulit sehat yang merupakan dambaan setiap orang. Kulit bayi yang terawat dan memiliki tampilan cantik tersebut belum tentu bisa didapatkan dengan mudah. Berbagai cara ditempuh oleh setiap orang untuk memiliki kulit seperti itu.

cara merawat kulit

7 Cara Merawat Kulit Sensitif dan Kering

Perbedaan merawat kulit yang sensitif dan kering dibanding kulit normal, Moms harus lebih “awas” dalam memakai produk perawatan kulit pada si Kecil. Sangat penting untuk Moms mengetahui apakah si Kecil memiliki kulit yang sensitif atau kering.

Merawat Kulit

Kulit bayi sensitif adalah kondisi kulit yang lemah dan mudah terserang zat berbahaya seperti iritan, alergen atau mikroba dari luar. Memiliki kulit yang rentan terhadap serangan tersebut tidak boleh disepelekan begitu saja. Ketika merawat kulit tersebut Moms harus berhati – hati dalam memilih produk perawatan kulit untuk bayi. Produk yang memiliki pH tinggi, bahan – bahan kimia tertentu yang dapat merangsang kulit si Kecil sangat tidak dianjurkan. Moms harus lebih mengutamakan produk kulit yang lembut dan baik untuk merawat kulit si Kecil.

Selain menggunakan produk yang bisa Moms buat sendiri dari bahan-bahan yang alami,  memilih produk perawatan kulit yang tersedia di pasaran juga jadi pilihan. Akan tetapi Moms harus teliti dalam memilih produk, jangan lupa melihat kandungan yang terdapat pada produk tersebut. Jika Moms salah memilih produk perawatan kulit, maka dapat membuat masalah kulit si Kecil. Berikut ini akan dijelaskan beberapa hal tentang tips perawatan kulit yang cocok untuk Moms.

7 Cara Merawat Kulit Yang Aman Untuk Kesehatan

Berikut merupakan 7 Cara alami merawat kulit yang aman dan dapat Moms terapkan kepada si Kecil.

  1. Konsumsi Air Putih
    Cara alami merawat kulit yang pertama adalah dengan minum air putih sesuai kebutuhan. Jangan biarkan si Kecil mengalami dehidrasi. Dengan mengkonsumsi air yang cukup, maka hal tersebut juga dapat menyehatkan organ – organ pada tubuh. Air berfungsi untuk melembabkan kulit, dengan air juga dapat membuat kulit menjadi lebih sehat.Manfaat minum air untuk kesehatan kulit ialah mengurangi risiko terkena penyakit psoriasis, eksim, dan mengurangi keriput. 

 

 

  1. Jauhkan dari Sinar Ultraviolet Secara Langsung
    Pancaran sinar matahari secara langsung dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan kulit si Kecil. Jangan menggunakan sunscreen, sunblock atau tabir surya pada bayi yang masih berusia dibawah 6 bulan. Ketika usianya telah melewati 6 bulan, Moms dapat memberikan tabir surya yang aman dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi, dengan kandungan zinc oxide Biarkan si Kecil berada pada sinar matahari secara tidak langsung. Lindungi dengan menggunakan topi atau payung agar tetap mendapatkan manfaat dari sinar matahari untuk pembentukan Vitamin D. 

 

 

  1. Lakukan Pijatan Pada Kulit
    Manfaat pijat untuk kulit bayi adalah untuk peredaran darah si Kecil lebih lancar. Jika peredaran darah lebih lancar, maka pasokan oksigen serta nutrisi dari makanan akan terdistribusikan lebih merata. Pijat kulit dan tubuh si Kecil secara rutin paling tidak seminggu sekali mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki untuk melancarkan peredaran darah pada tubuh demi kesehatan kulit yang maksimal.

 

 

  1. Perhatikan pH pada produk
    pH pada produk dapat mempengaruhi tingkat pH pada kulit. Jika pH tidak seimbang dapat mengakibatkan kulit si bayi mudah iritasi, kering hingga munculnya ruam pada kulit. Gunakan produk perawatan kulit yang memiliki pH seimbang, yaitu antara 4,5 – 6. Rentang pH tersebut sesuai dengan rentang pH alami kulit sehingga kesehatan kulit tetap terjaga.

 

  1. Jangan Dimandikan Terlalu Sering
    Mandi terlalu sering dapat menyebabkan lapisan minyak alami pada kulit menghilang. Selain dari pada itu, kulit juga jadi mudah kering dan tidak lembab lagi. Jangan memandikan si Kecil terlalu sering, karena hal tersebut juga dapat membuat kulit bayi mudah Fungsi lapisan minyak alami selain melembabkan kulit ialah untuk melindungi kulit dari bakteri dan iritasi.

 

 

  1. Perhatikan Area Sela – Sela Kulit
    Lipatan atau sela – sela kulit si Kecil harus diperhatikan. Jaga daerah lipatannya tetap dalam kondisi bersih karena darah lipatan kulit umumnya susah dibersihkan sehingga rentan terjadiSetelah dibersihkan, bagian lipatan kulit ini juga perlu dikeringkan dengan benar.
  2. Pemakaian Antiseptik untuk Mencegah Infeksi
    Namanya juga orangtua baru, tentu ingin sang buah hati tumbuh sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kuman, Tidak heran jika kebanyakan orang menggunakan antiseptik atau produk antibakteri untuk merawat kulit sensitif pada bayi.Faktanya, menurut situs whattoexpect, sabun biasa juga bekerja baik dalam menghilangkan kuman. Sedangkan sabun antibakteri justru mengandung bahan kimia tambahan, seperti triclosan, yang malah memicu alergi pada bayi.

 

Bagaimana cara merawat kulit diatas? Sudah sampai mana Moms mengaplikasikan dan mengikuti tipsnya?

Dengan mengetahui permasalahan tentang kulit sensitif, Moms harus lebih paham risiko – risiko apa yang Akan si Kecil hadapi. Jika Moms telah mengetahui risiko yang akan dihadapi, selanjutnya Moms harus tau bagaimana cara menanggulangi dan menyelesaikan risiko tersebut. Perawatan kulit diatas dapat Moms lakukan kepada si Kecil, .Selanjutnya akan kita bahas tentang bahan – bahan alami yang dapat Moms coba untuk merawat kulit.

Merawat Kulit Sensitif Dengan Bahan Alami

Buat penganut gaya hidup sehat tentunya familiar dengan oat. Biji-bijian dengan nama ilmiah Avena sativa ini dikenal kaya vitamin, mineral, serat, dan antioksidan.

merawat kulit

Merawat Kulit Sensitif Dengan Bahan Alami

Selain baik bagi kesehatan tubuh, organic oat dapat digunakan untuk perawatan kulit sensitif, baik bagi bayi maupun orang dewasa. Yuk, kenali manfaat penggunaannya untuk kulit sensitif berikut ini.

 

Sejarah Penggunaan Oat untuk Perawatan Kulit

Penggunaan oat untuk merawat kulit telah dimulai sejak zaman Mesir kuno atau pada 2000 SM. Caranya pun cukup sederhana, yaitu dengan menambahkan oat yang sudah digiling ke dalam air mandi untuk membantu melembutkan kulit. Kini, oat telah diakui oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai salah satu bahan alami yang dapat melindungi dan merawat kulit secara efektif, terutama untuk kulit sensitive dan kulit atopik.

 

Kelebihan Oat untuk Merawat Kulit Sensitif

Telah digunakan selama berabad-abad lamanya, oat terbukti sangat baik merawat kulit, berkat kandungan bahan-bahan berikut ini:

  1. Pembersih Ringan untuk Kulit Sensitif

Kandungan saponin yang melimpah dalam gandum, menjadikan oat pembersih ringan yang baik bagi kulit sensitif. Secara alami, penggunaan oat dapat menghilangkan kotoran dari pori-pori kulit tanpa menyebabkan iritasi.

  1. Melindungi Kulit

Protein dalam oat menjaga penghalang alami kulit (skin barrier) dan melindungi kulit dari polutan. Sedangkan kandungan lemaknya membantu menjaga menjaga kulit dari iritasi akibatpengaruh sinar matahari.

  1. Mengatasi Ruam Kulit

Beta-glucan, salah satu kandungan penting dalam oat, terbukti mampu melindungi dan mempercepat penyembuhan saat kulit mengalami radang, iritasi, atau ruam kulit.

  1. Menjaga pH Kulit

Gatal dan kering pada kulit sensitif dapat dipicu oleh perubahan pH pada permukaan kulit yang cenderung asam. Menurut American Academy of Dermatology yang dikutip oleh situs huffingtonpost, oat dapat membantu menormalkan pH kulit, sehingga kesehatan kulit tetap terjaga.

  1. Menyejukkan kulit

Kandungan lainnya dalam oat, Avenanthramides, dikenal sebagai bahan yang ampuh “menyejukkan” kulit. Untuk kulit atopik pada bayi atau eczema prone, senyawa antioksidan alami ini efektif menghentikan siklus kimia pemicu gatal pada bayi sehingga bayi merasa nyaman.

  1. Menjaga Kelembapan Kulit

Oat juga merupakan pelembap kulit alami. Pati atau karbohidrat dalam oat dapat mengikat kadar air pada permukaan kulit. Sedangkan beta-glucan dapat menembus jauh ke dalam kulit dan melembapkan kulit yang rentan kering.

 

Kelebihan Produk yang Mengandung Oat

Kini, oat banyak ditemukan di berbagai produk perawatan kulit, terutama untuk perawatan kulit sensitif. Dalam bentuk yang sangat halus, oat menghasilkan campuran krim atau losion yang lebih konsisten.

Selain melembapkan, oat juga memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan menetralisir pH sehingga mampu merawat kulit yang rentan kering. Ditambah risiko alergi yang sangat rendah, membuat produk berbahan oat dapat digunakan oleh semua jenis kulit, termasuk kulit bayi sensitif.

Manfaatkan oat dalam merawat kulit sensitif dapat ditemukan pada Cussons Baby SensiCare 24 hr Daily Moisturizing Lotion. Memiliki Derma-softTM Complex Formula, teksturnya yang kaya pelembap namun tidak berminyak, membuatnya mudah meresap ke dalam lapisan kulit bayi.

Produk terbaru ini terbukti efektif melembapkan kulit hingga 24 jam, berkat kandungan Natural Organic Oat, Olive Oil, Shea Butter, dan Ceramide di dalamnya.  Selain telah teruji hypoallergenic, Cussons Baby Sensicare 24 hr Daily Moisturizing Lotion ini juga memiliki pH seimbang, dan secara dermatologis dinyatakan sesuai untuk  kulit si Kecil.

Kenali manfaat oat yang baik bagi kulit sensitif bayi dan temukan produk perawatan kulit yang tepat guna melindungi kesehatan kulit Moms dan keluarga.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...

EKSIM BASAH: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Apa Itu Eksim Basah? Eksim basah (dermatitis numularis) adalah penyakit kulit yang disebabkan peradangan kulit secara kronis dan ditandai dengan adanya lesi berbentuk koin atau numular. Nama medisnya ialah ulkus kulit. Kenapa disebut penyakit eksim basah karena lesi...

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

Apa Penyebab Kulit Bayi Kering? Bayi dan anak – anak bisa terkena gejala kulit kering seperti orang dewasa, karena kulit mereka lebih tipis dan lebih mudah kehilangan air sehingga lebih rentan menjadi kering. Udara yang dingin dan pemanas ruangan dapat menyebabkan...

5 Cara Melembabkan Kulit Wajah Kering si Kecil

5 Cara Melembabkan Kulit Wajah Kering si Kecil

Cara melembabkan kulit kering pada wajah si Kecil dengan menggunakan bahan – bahan alami. Kulit yang kering disebabkan karena lapisan kulit epidermis telah kehilangan air dan lipid pada kulit. Temukan cara – cara alami dalam melembabkan kulit wajah kering dengan aman dengan bahan – bahan yang ada disekitar Moms.

 

cara melembabkan kulit

Cara Melembabkan Kulit Wajah Kering si Kecil

 

Kulit si Kecil kering sehingga menimbulkan gatal, ruam, hingga bintik merah pada kulit. Dengan kondisi kulit kering seperti itu membuat siapapun yang memilikinya tidak nyaman. Kulit biasanya menjadi tidak lembab atau menjadi kering disebabkan oleh kurangnya air pada kulit. Kurangnya pasokan cairan pada tubuh juga menyebabkan kulit si Kecil menjadi kering dan tidak lembab.

Lapisan epidermis pada kulit dikenal sebagai garis pertahanan terdepan tubuh, sekaligus mengatur banyaknya kadar air yang masuk dan keluar. Karena ada di bagian terluar, tentu epidermis juga berfungsi sebagai pelindung organ dalam tubuh dari beragam penyakit. Epidermis pada tubuh dapat membentuk pelembab alami pada kulit sehingga  kelembapan kulit terjaga dan aman dari serangan alergen, iritan dan mikroba. Akan tetapi, jika lapisan epidermis ini kurang terhidrasi dapat menyebabkan mudahnya kulit kering dan pecah-pecah sehingga memicu terjadinya berbagai gangguan kulit lainnya.

Kenapa seseorang memiliki kulit sensitif? Faktor keturunan memegang pengaruh besar. Selain itu, kondisi ini juga dipicu oleh perubahan musim, suhu ekstrem dingin atau panas, kelembapan yang rendah, hingga perawatan kulit yang kurang tepat.

Saat ini banyak sekali produk perawatan kulit yang dapat melembabkan kulit wajah sensitif, akan tetapi, produk perawatan alami yang lembut di kulit lebih baik Moms gunakan. Selain lembut di kulit  , yang paling penting adalah tidak merusak keseimbangan alami kulit wajah sensitif si Kecil. Maka dari itu berikut beberapa cara melembabkan kulit wajah sensitif menggunakan bahan – bahan alami yang aman.

Baca Juga: Cara merawat kulit sensitif dan Kering

Cara Melembabkan Kulit Wajah Yang Kering Secara Alami

Selain menggunakan pelembab untuk merawat kulit kering dan sensitif, Moms dapat mencoba melembabkan kulit menggunakan beberapa tips di bawah ini

 

  1. Konsumsi Air Putih Lebih Banyak
    Terdapat hampir 70% tubuh manusia terdiri dari air. Manusia membutuhkan banyak cairan untuk menggantikan cairan yang sudah keluar seharian atau yang telah diolah oleh tubuh.Perbanyak konsumsi air putih agar si Kecil terhindar dari dehidrasi atau kurang cairan. Kurangnya cairan pada tubuh dapat berpengaruh juga pada kesehatan kulit. Untuk usia dewasa minum air putih minimal 2 liter sehari atau sekitar 8 gelas sehari. Akan tetapi untuk si Kecil hanya membutuhkan minimal 800 ml sehari atau setara dengan 3 – 4 gelas sehari. Kulit membutuhkan cairan untuk dapat membentuk minyak alami pada kulit sehingga kulit menjadi lembab.

     

 

  1. Waktu Mandi
    Mandi adalah aktivitas yang menyenangkan untuk Moms dan si Kecil. Aktivitas mandi merupakan aktivitas penting untuk membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh buah hati, akan tetapi jika terlalu sering atau terlalu lama mandi bisa menghilangkan minyak – minyak alami pada kulit dan membuat kulit kering. Mandi dua kali sehari dengan durasi maksimal 10 menit adalah salah satu cara ampuh untuk menjadikan kulit bersih dan menjaganya agar tidak kering.

 

 

  1. Minyak Zaitun Untuk Kulit
    Dikenal luas karena khasiatnya yang baik bagi kesehatan, tidak heran jika minyak zaitun bisa dijumpai di berbagai produk perawatan kulit, rambut, hingga bahan makanan. Untuk Moms yang sedang bingung mencari bahan alami untuk perawatan kulit sensitif, produk yang mengandung minyak zaitun atau minyak zaitun murni ini bisa jadi pilihan. Caranya cukup mudah, campurkan dua sendok minyak zaitun dan satu sendok air. Gosokkan pada telapak tangan dan oleskan pada area wajah dan kulit bayi yang kering, kemudian biarkan meresap ke kulit dengan sendirinya.

 

  1. Memberikan Asupan dan Makanan Bergizi
    Bayi baru lahir membutuhkan asupan energi dan gizi yang cukup. Cara paling alami untuk melembabkan kulit si Kecil ialah dengan cara menjaga dan memberikan asupan nutrisi yang bergizi. Sayur – sayuran dan buah – buahan yang mengandung vitamin seperti wortel, tomat, pepaya, kangkung baik untuk bayi.

 

Demi cara melembabkan kulit bayi yang maksimal, Moms harus rajin dalam mengaplikasikan kelima cara diatas. Tetapi, selain daripada cara melembabkan Moms juga perlu mengetahui bagaimana cara menjaga supaya kelembaban kulit tidak pudar dan memiliki kulit yang sehat.

 

Cara Menjaga Kelembaban Kulit Wajah Dengan Benar

  • Hindari si Kecil berada dibawah sinar ultraviolet yang terlalu lama. Pancaran sinar UV jika terlalu lama dapat membuat kulit kering dan kelembaban kulit berkurang.
  • Gunakan bedak dingin, topi atau payung yang dapat berfungsi untuk melindungi kulit wajah dari sinar matahari.
  • Biasakan untuk membersihkan kulit wajah bayi setelah melakukan aktivitas seharian.
  • Banyak konsumsi air putih untuk mengurangi terjadinya dehidrasi kulit wajah dan terhidar dari masalah kulit kering.
  • Gunakan pelembab wajah yang cocok untuk wajah bayi agar kulitnya tetap lembab dan terawat.

 

Bagaimanapun, kulit adalah pertahanan pertama melawan infeksi, iritasi, dan alergi. Untuk menjaga kulit tetap lembab, diperlukan produk perawatan kulit khusus. Selain memilih sabun yang memiliki pH seimbang, penggunaan moisturizer setelah mandi mutlak diperlukan.

Ada berbagai produk pelembab kulit yang mudah ditemukan di toko-toko. Tapi untuk kulit yang sensitif, Moms wajib lebih waspada saat memilihnya. Biasakan untuk membaca kemasan produk dan pilih yang bebas alkohol, sehingga kulit terhindar dari iritasi dan kulit kering.

Jangan lupa juga untuk memilih produk dengan pH seimbang dan mencantumkan label hypoallergenic yang ramah untuk kulit sensitif. Percayakan pada Cussons Baby SensiCare 24 hr Daily Moisturizing Lotion yang diformulasikan khusus untuk kulit bayi baru lahir, sensitif dan rentan eczema. Selain tinggi kandungan pelembap, produk ini juga bebas alkohol, bebas bahan kimia berbahaya seperti paraben serta mengandung Derma-softTM Complex Formula yang teruji klinis memberikan kelembapan 24 jam. Kandungan Natural Organic Oat, Olive Oil, Shea Butter, dan Ceramide di dalamnya mampu melapisi kulit, melembapkan, dan melindungi kulit agar tergaja kelembabannya sepanjang hari.

Cara melembabkan kulit kering harus Moms pahami. Jangan sampai salah mengenali kondisi kulit Moms dan rawat dengan produk perawatan kulit yang tepat.

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...

EKSIM BASAH: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Apa Itu Eksim Basah? Eksim basah (dermatitis numularis) adalah penyakit kulit yang disebabkan peradangan kulit secara kronis dan ditandai dengan adanya lesi berbentuk koin atau numular. Nama medisnya ialah ulkus kulit. Kenapa disebut penyakit eksim basah karena lesi...

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

Apa Penyebab Kulit Bayi Kering? Bayi dan anak – anak bisa terkena gejala kulit kering seperti orang dewasa, karena kulit mereka lebih tipis dan lebih mudah kehilangan air sehingga lebih rentan menjadi kering. Udara yang dingin dan pemanas ruangan dapat menyebabkan...

Kulit Sensitif – Perawatan dan Ciri – Ciri

Kulit Sensitif – Perawatan dan Ciri – Ciri

Kulit merah, gatal, atau muncul bintik merah pada kulit? Hal tersebut merupakan tanda – tanda umum bahwa si Kecil memiliki kulit yang sensitif. Kenali kondisi kulit dan jenis kulit sehingga Moms dapat merawat kulit si Kecil dengan baik. Apakah bayi Moms memiliki kulit sensitif? Atau memiliki kulit yang tidak cocok dengan bahan – bahan kimia?

 Berikut akan kami jelaskan terlebih dahulu apa itu kulit sensitif, ciri – ciri, cara menangani, mencegah, hingga merawat.

 

Pengertian Kulit Sensitif

Kulit sensitif adalah kulit yang rentan terserang iritasi atau alergi seperti ruam, bintik merah, atau alergi kulit lainnya. Kulit menjadi sensitif biasanya dikarenakan oleh penggunaan sabun, sampo, atau bahan – bahan yang tidak cocok untuk kulit. akibatnya kulit menjadi sensitif dan mudah iritasi. Si Kecil akan merasa gatal yang amat sangat, disertai juga perih pada kulit, hingga perasaan kulit yang kencang.

kulit sensitif

Kulit Sensitif – Perawatan dan Ciri – Ciri

Berbeda dengan jenis kulit lainnya, Kulit yang sensitif butuh perhatian yang lebih. Moms harus peka terhadap lingkungan serta bahan – bahan kimia yang sering digunakan untuk kulit si Kecil. Supaya Moms mengetahi cara merawatnya, ketahui terlebih dahulu ciri – ciri kulit sensitif berikut.

 

Ciri – Ciri Kulit Sensitif Pada Bayi

Kenali tanda – tanda kulit yang sensitif agar Moms dapat mengerti bagaimana cara mengatasinya. Cara merawat kulit biasa dengan kulit sensitif tidaklah sama. Dimulai dari penggunaan produk perawatan kulit, lingkungan, bahkan hingga penggunaan deterjen pada baju juga berbeda.

Berikut adalah tanda – tanda si Kecil memiliki kulit sensitif.

  1. Kulit Merah
    Ciri bayi memiliki kulit sensitif ialah perubahan warna pada kulit menjadi merah. Hal tersebut bisa juga diiringi dengan munculnya benjolan merah kecil pada kulit.

 

 

  1. Gatal Pada Kulit
    Tanda kulit sensitif yang selanjutnya ialah gatal pada kulit. Gejala gatal disebabkan karena iritasi pada kulit serta kelembapan kulit yang menurun sehingga muncul lah gatal. Kurangi gatal tersebut dengan menggunakan produk pelembab yang aman terhadap kulit.

 

  1. Ruam serta Bintik Merah pada Kulit
    Ruam dan bercak merah karena kesalahan menggunakan produk kulit serta faktor cuaca juga dapat menjadi tanda yang paling utama. Artinya, si Kecil telah memiliki kulit sensitif dan rentan terhadap ruam kulit.

 

 

  1. Wajah Merah Setelah Menggunakan Produk Tertentu
    Kulit memerah dan mulai terasa panas setelah menggunakan produk kulit tertentu? Hati – hati, bisa jadi kulit telah bereaksi pada produk tersebut. Kebanyakan bahan kimia tidak cocok pada kulit sehingga menimbulkan efek yang tidak baik pada kulit. Hindari penggunaan produk – produk kecantikan yang mengandung wewangian dan utamakan produk yang tidak memiliki bau sehingga aman untuk kulit.

 

  1. Alergi
    Salah memilih produk untuk kulit dapat menyebabkan kulit si Kecil alergi dan dari alergi itu bisa muncul bintik merah pada kulit dan akhirnya menciptakan kulit yang sensitif. Jika Moms sudah terlanjur salah memilih produk perawatan kulit, hentikan dahulu pemakaian produk apapun pada kulit selama 2 – 3 minggu. Baru setelah itu Moms dapat memilih produk perawatan kulit yang aman. Lebih baik lagi, jika Moms mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter tentang kondisi kulit si Kecil.

 

Cara Merawat Kulit Sensitif

Kulit si Kecil rentan mudah kering, muncul bintik merah, atau gatal?? Bagi si Kecil yang memiliki ciri – ciri kulit diatas, Moms harus lebih teliti dalam merawatnya. Berikut adalah beberapa hal yang harus Moms perhatikan dalam cara merawat kulit sensitif.

  1. Hindari Sinar Matahari Siang Hari
    Pancaran sinar matahari lebih dari jam sepuluh pagi tidak baik untuk kulit. Sinar ultraviolet dapat merusak lapisan kulit, terlebih lagi jika si Kecil telah menderita ruam. Lindungi ruamnya dengan menggunakan pakaian tertutup atau topi untuk menghindari sinar matahari pada wajah.

 

  1. Pola Makan Yang Tepat
    Perbanyak konsumsi sayur serta asam lemak omega – 3 yang terdapat pada ikan. Konsumsi tempe rebus, sayur, dan kacang – kacangan yang tidak digoreng. Tubuh lebih menyukai pada makan – makanan yang dari tanaman ketimbang hewani, seperti daging. Makan – makanan yang dari tumbuhan juga baik untuk menjaga pertahanan dan kekebalan tubuh si Kecil.

 

Bagaimana cara memilih produk yang aman untuk kulit sensitif? Berikut akan kami jelaskan cara – caranya.

Memilih Produk Yang Aman Untuk Kulit Sensitif si Kecil

Moms perlu mengenal jenis – jenis kulit dan ciri – ciri kulit yang dimiliki oleh Moms serta si Kecil. Hal tersebut penting apalagi untuk dapat memilih produk perawatan kulit apa yang Aman untuk digunakan. Tidak semua jenis produk perawatan kulit dapat cocok dengan Moms dan kulit bayi.

kulit sensitif

Memilih Produk Yang Aman Untuk Kulit Sensitif si Kecil

Kulit bayi yang sangat halus dan lembut harus dijaga agar jangan sampai terkena ruam, bintik merah pada kulit, maupun gatal pada bayi. Salah satu perawatan kulit sensitif pada bayi adalah dengan memilih produk yang tepat. Ada beberapa hal yang dapat Moms pertimbangkan, seperti yang dijelaskan dermatolog Dr. Amy Kim dari situs bigcitymoms berikut ini.

 

  • Hypoallergenic dan Teruji Klinis
    Istilah hypoallergenic yang tercantum pada produk berarti ada campur tangan dermatolog yang meninjau produk dan melakukan uji alergi.Jika tidak terjadi alergi pada bayi, seperti ruam kulit atau bintik merah pada kulit bayi, maka label hypoallergenic bisa diberikan. Produk yang teruji Hypoallergenic artinya produk tersebut sangat kecil kemungkinan menyebabkan alergi saat digunakan oleh si kecil.

 

  • Ditujukan untuk Kulit Sensitif
    Produk yang dianggap aman dan cocok adalah produk yang telah mengalami pengujian klinis untuk membuktikan kemanan produknya. Cara cepat untuk menentukan apakah produk tersebut cocok digunakan untuk kulit bayi sensitif atau eczema prone adalah National Eczema Association’s (NEA) Seal of Approval. Ini artinya NEA telah melakukan penujian klinis sendiri dan membuktikan produk tersebut aman bagi kulit dan eksim.

 

  • pH Seimbang
    pH normal kulit bersifat asam, yaitu antara 4,5 sampai 5,5. Produk bisa dianggap memiliki pH seimbang jika memiliki kadar keasaman atau pH yang sama. Hal ini penting untuk perawatan kulit karena dapat menjaga mantel asam dan keseimbangan pH alami kulit

 

Beberapa pertimbangan ini bisa Moms pakai untuk memilih produk perawatan kulit bagi kulit bayi yang sensitif. Salah satunya Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream.

Selain memiliki pH seimbang, produk yang mengandung ekstra emollient ini juga telah teruji hypoallergenic dan dermatologis. Ditujukan untuk merawat kesehatan kulit wajah dan tubuh bayi, kandungan Natural Organic Oat, Olive Oil, Shea Butter, dan Ceramide di dalamnya telah terbukti melembabkan dan mengatasi kulit kering hingga 24 jam lamanya.

 

Percayakan Cussons Baby SensiCare untuk melindungi kulit yang sensitif. Selamat mencoba, Moms!

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...

EKSIM BASAH: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Apa Itu Eksim Basah? Eksim basah (dermatitis numularis) adalah penyakit kulit yang disebabkan peradangan kulit secara kronis dan ditandai dengan adanya lesi berbentuk koin atau numular. Nama medisnya ialah ulkus kulit. Kenapa disebut penyakit eksim basah karena lesi...

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

Apa Penyebab Kulit Bayi Kering? Bayi dan anak – anak bisa terkena gejala kulit kering seperti orang dewasa, karena kulit mereka lebih tipis dan lebih mudah kehilangan air sehingga lebih rentan menjadi kering. Udara yang dingin dan pemanas ruangan dapat menyebabkan...

8 Cara Mengatasi Kulit Kering Secara Alami

8 Cara Mengatasi Kulit Kering Secara Alami

Kulit kering bersisik dan gatal merupakan permasalahan pada kulit yang sensitif. Pahami bagaimana cara mengatasi kulit kering secara alami yang aman untuk kulit si kecil dan Moms. Memilih produk perawatan kulit kering yang aman adalah cara yang tepat untuk menghindari kulit kering.

Kulit kering atau xerosis adalah kondisi yang terjadi pada kulit yang dikarenakan oleh suatu penyebab. Kondisi dari kulit yang kering ini juga bisa jadi gejala munculnya penyakit kulit lain. Faktor – faktor terjadinya kulit kering bisa disebabkan oleh cuaca, suhu dari ruangan yang terlalu dingin, penggunaan bahan kimia / sabun yang tidak cocok pada kulit si Kecil, atau iklim yang terlalu kering.

 

cara mengatasi kulit kering

8 Cara Mengatasi Kulit Kering Secara Alami

 

Cara mengatasi kulit kering gatal pada si Kecil dan dibarengi kondisi kulit yang sensitif sebenarnya tidak terlalu sulit. Hanya kebanyakan orang – orang berpikiran terlalu rumit dalam merawat kulit bayi. Mengatasi kulit kering bisa Moms lalukan dengan memilih produk perawatan kulit yang tepat, kemudian memperhatikan kondisi lingkungan juga penting. Berikut ini merupakan cara alami dan solusi terbaik dalam merawat kulit kering, gatal, dan sensitif pada bayi.

 

Gejala Kulit Kering Pada si Kecil

Kulit si Kecil kering dan sensitif? Kemudian juga diiringi dengan beberapa gejala kulit tidak normal. Tanda kulit kering yang sering ditemui ialah kulit terasa kasar ketika diraba. Terdapat beberapa penyebabkulit kering yang bisa dialami si Kecil, yaitu sebagai berikut.

 

  1. Cuaca yang dingin dan kering. Kondisi cuaca yang terlalu dingin atau lingkungan sekitar dengan kelembabapan rendah dapat menjadi faktor utama si Kecil mengalami kulit kering dan iritasi. Untuk keadaan udara di Indonesia yang memiliki iklim tropis hal ini termasuk sangat jarang terjadi. Akan tetapi jika si Kecil sedang berada di puncak, berada di daerah dengan iklim dingin, atau berada dalam ruangan ber-AC Moms perlu berhati – hati karena kulit si Kecil lebih mudah kering.

 

  1. Iritasi. Munculnya iritasi pada kulit bayi sangat banyak penyebabnya. Kulit iritasi dan muncul bintik merah pada bayi biasanya terjadi karena salah menggunakan sabun, produk perawatan bayi yang tidak cocok, hingga deterjen pada baju.

 

  1. Terlalu Lama Mandi. Jika berada terlalu lama di dalam air juga tidak baik untuk kesehatan kulit bayi. Apalagi jika terlalu lama, lapisan epidermis kulit dapat berpengaruh. Kulit akan menyerap banyak air saat mandi dan kehilangan lebih banyak air setelahnya. Oleh sebab itu, waktu mandi yang baik cukup maksimal 10 menit. Jangan lebih dari itu.

 

  1. Sabun atau obat – obatan kimia yang tidak baik bagi kulit. Penggunaan sabun atau obat – obatan yang tidak cocok pada kulit si Kecil dapat menyebabkan kulit si Kecil menjadi kencang. Tanda kulit mengencang adalah ketika lapisan minyak alami dalam kulit menghilang dan terjadilah kulit kering. Moms harus lebih berhati – hati calam memilih sabun untuk kulit si Kecil karena dapat menyebabkan kulit kering.

 

  1. Hati – hati dalam Menggosok Tubuh Saat Mandi. Dalam menggosok kulit si Kecil ketika mandi harus berhati – hati. Jangan menggunakan bahan kasar seperti spons atau lainnya saat mandi karena dapat membuat kulit si Kecil menjadi rusak. Terkadang hal tersebut baik untuk menghilangkan kerak pada kulit tetapi justru membahayakan kulit si Kecil karena Anda ikut merusak sel – sel halus dan lapisan minyak pada kulit.

 

  1. Konsumsi Obat – obatan yang membuat kulit kering. Gejala dari kulit kering pada bayi yang tidak Moms sadari ialah penggunaan obat – obatan tertentu yang menyebabkan kulit kering. Penggunaan obat – obatan tertentu bisa berpengaruh pada kondisi kulit si Kecil.

 

Perawatan Alami Dalam Mengatasi Kulit Kering dan Sensitif

Cara menghindari kulit kering secara alami dan menjadikan kulit lebih lembab dan sehat cukup mudah. Jika Moms telah mengetahui apa saja penyebab kulit si Kecil menjadi kering, sekarang waktunya Moms untuk mengetahui dan menjaga kulit bayi agar tidak kering dan tetap sehat secara alami.

  1. Mandi Air Hangat
    Air hangat untuk mandi dapat membatu dalam merawat kulit kering dan sensitif. Tetapi, jangan mengunakan air yang terlalu panas, usahakan dengan suhu yang suam – suam kuku. Jika Moms menggunakan air yang panas dapat berbahaya untuk mengikis minyak alami dalam tubuh. Mandikan si Kecil dengan air hangat selama maksimal 10 menit sangat baik untuk cara mengatasi kulit kering.

 

  1. Konsumsi Air Putih Secukupnya.
    Jangan biarkan si Kecil kekurangan cairan atau dehidrasi karena dapat berdampak pada kondisi kulit yang kering. Untuk bayi berusia 7 – 11 bulan berikan air sebanyak 800 ml sehari. Balita berusia 1 – 3 tahun sebanyak 1200 ml. Balita 4 – 6 tahun sebanyak 1500 ml. Anak 7 – 9 tahun sebanyak 1800 ml sehari. Anak 10 – 12 tahun sebanyak 1900 ml air putih. Anak 13 – 15 tahun sebanyak 2000 ml air putih sehari. 16 – 18 tahun sebanyak 2200 ml sehari. Semakin tinggi usia seseorang semakin banyak konsumsi air yang dibutuhkan.

 

  1. Menggunakan Shea Butter Untuk Melembabkan Kulit
    Orang-orang Afrika menyebut pohon Shea sebagai hadiah dari Tuhan karena umurnya yang dapat mencapai 300 tahun dan menghasilkan buah mirip kacang yang kaya akan gizi. Shea butter kini menjadi bahan alami yang banyak digunakan untuk perawatan kulit, kosmetik, dan perawatan rambut.Temukan ragam varian shea butter pada produk bayi Cussons Baby SensiCare intensive soothing cream sangat cocok untuk kulit sensitif bayi baru lahir serta Moms. Dampingi si Kecil dengan produk SensiCare yang aman untuk kulit kering serta rentan terhadap eksim. Kandungan Natural Organic Oat, Olive Oil, Shea Butter, dan Ceramide di dalamnya mampu melembabkan, melapisi kulit, dan melindungi kelembaban kulit dari kekeringan

     

 

  1. Minyak Kelapa
    Bahan alami selanjutnya yang dapat mengatasi kulit kering adalah minyak kelapa. Selain mudah ditemukan, minyak kelapa juga ekonomis dan ampuh dalam cara mengatasi kulit kering. Oleskan minyak kelapa pada kulit kering yang Moms punya. Selain mengatasi kulit kering, minyak kelapa juga baik untuk mengatasi kondisi bibir kering dan pecah – pecah.

 

  1. Jaga Kondisi Kulit Agar Tetap Kering
    Jaga kondisi kulit si Kecil untuk tetap kering setelah mandi. Keringkan permukaan kulitnya dengan benar. Kondisi kulit yang basah atau agak lembab dapat menyebabkan kulit bertambah kering. Bersihkan kulit si Kecil dengan handuk yang lembut dan tidak kasar. Karena gesekan pada handuk ke kulit dapat berbahaya untuk merusak lapisan epidermis pada kulit. 

 

  1. Mengkonsumsi Makan – Makanan Yang Mengandung Antioksidan
    Cara mengatasi kulit kering yang alami dan dapat Moms terapkan di mana saja ialah dengan mengkonsumsi makan – makanan sehat dan mengandung antioksidan tinggi. Konsumsi makan – makanan sehat seperti tomat, wortel, kacang – kacangan, dan blueberry. Makan – makanan tersebut sangat dianjurkan untuk mengatasi kulit kering.Selain dari pada makan – makanan tersebut, terdapat juga beberapa makanan yang dapat Anda konsumsi dan mengandung omega 3 sehingga membuat kulit terlihat bersih, seperti, ikan tuna, salmon, sarden, telur bebek, telur ayam, daging sapi, kangkung, susu kambing, seafood, dan lainnya.

     

 

  1. Berendam Dengan Air Susu
    Susu sangat baik untuk kulit kering. Berendamlah dengan susu jika Moms mengalami kulit kering, atau secara sederhana kompres bagian kulit kering dengan air susu putih dingin. Setelah di kompres, diamkan kulit Moms selama 10 menit lalu pijat bagian tersebut secara lembut. Fungsi dari susu tersebut sebagai pembersih wajah yang dapat mengangkat lemak jahat pada kulit dan membuat kulit lebih lembab. 

 

  1. Gunakan Produk Perawatan Kulit Yang Tepat
    Penting bagi Moms untuk memastikan produk yang digunakan tersebut sudah dermatology tested dan aman untuk kulit bayi baru lahir.

Cara Merawat Kulit Kering dan Sensitif Si Kecil

Mengatasi kulit kering dan sensitif menjadi tantangan tersendiri bagi Moms, salah satunya kondisi kulit yang rentan kering karena lapisan kulitnya yang sangat tipis.

cara mengatasi kulit kering

Cara Merawat Kulit Kering dan Sensitif

Tapi tidak perlu panik, jika Moms sudah mengetahui cara mengatasi kulit kering diatas, kali ini adalah beberapa cara untuk melindungi dari gangguan kulit kering, seperti ruam, bintik merah pada kulit, dan gatal pada bayi. Yuk, berikan perawatan kulit dan sensitif khusus seperti berikut ini.

 

  1. Menjaga Tubuh dari Suhu Ekstrem
    Suhu udara yang terlalu panas atau dingin sama-sama rentan memicu kulit kering pada bayi. Cuaca yang panas membuat air mudah menguap dan kulit mudah kering. Sebaliknya dalam kondisi dingin dan kelembapan udara rendah, kulit juga mudah kehilangan kelembapannya. Dalam kondisi ini, selain memberikan pakaian yang nyaman dan longgar, beri bayi banyak cairan seperti susu atau ASI untuk mempertahankan hidrasi kulit bayi sensitif.Sebaliknya, suhu udara yang dingin dapat meningkatkan kekeringan pada kulit sensitif, terutama eczema prone. Kenakan pakaian tertutup, seperti jaket berlengan, celana panjang, dan topi yang dapat menutupi telinga dan kulit kepala.

 

  1. Gunakan Humidifier
    Udara kering adalah musuh terburuk kulit bayi sensitif. American Academy of Pediatrics sampai merekomendasikan penggunaan humidifier pada bayi untuk mempertahankan kestabilan kadar kelembaban udara dan mencegah kulit kehilangan air. Letakkan di kamar bayi dan nyalakan saat udara terasa kering.

 

  1. Batasi Waktu Mandi bayi
    Terlalu banyak menghabiskan waktu di bak mandi, terutama saat menggunakan air panas, dapat menghabiskan minyak alami dari kulit dan meninggalkan kulit yang kering. Untuk itu, sangat disarankan untuk membatasi mandi tidak lebih dari 10 menit dengan air hangat. Selain itu, pilih produk perawatan kulit sensitif, seperti sabun yang lembut, teruji secara klinis, memiliki pH seimbang dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

 

  1. Gunakan Pelembab setelah Memandikannya
    Setelah mandi, hindari menggosok kulit bayi dengan kasar karena akan membuat kulit sensitifnya menjadi teriritasi, cukup ditepuk-tepuk secara lembut dengan handuk. Segera oleskan pelembab pada kulitnya sesaat setelah mandi selagi kulit masih lembab. Kandungan minyak di dalam pelembab akan membentuk lapisan tipis pada kulit bayi sensitif, yang mencegah hilangnya kelembaban lebih lanjut.

 

  1. Pemilihan Deterjen Cuci
    Selain pemilihan busana, penggunaan deterjen yang berformula keras dan tinggi bahan kimia dapat meningkatkan risiko kulit kering, ruam, dan alergi pada bay Apalagi jika sisa sabun cuci tidak terbilas dengan sempurna dan tertinggal di pakaian bayi, yang akan memperparah kondisi kulit bayi sensitif. Gunakan deterjen yang memang ditujukan untuk pakaian bayi, dengan label hypoallergenic, atau berbahan alami.

 

Bayi dengan kulit yang cenderung kering memang membutuhkan perawatan ekstra. Gunakan tips-tips ini untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk cara mengatasi kulit kering dan merawat kulit agar tetap sehat.

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada...

EKSIM BASAH: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Apa Itu Eksim Basah? Eksim basah (dermatitis numularis) adalah penyakit kulit yang disebabkan peradangan kulit secara kronis dan ditandai dengan adanya lesi berbentuk koin atau numular. Nama medisnya ialah ulkus kulit. Kenapa disebut penyakit eksim basah karena lesi...

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

Apa Penyebab Kulit Bayi Kering? Bayi dan anak – anak bisa terkena gejala kulit kering seperti orang dewasa, karena kulit mereka lebih tipis dan lebih mudah kehilangan air sehingga lebih rentan menjadi kering. Udara yang dingin dan pemanas ruangan dapat menyebabkan...