Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa gatal, dan rasa terbakar. Namun ada ciri-ciri lain yang membedakan dermatitis yang satu ini dengan dermatitis jenis lainnya. Dermatitis numularis memiliki ciri yang khas dan berbeda dari dermatitis lainnya, Moms.

 

dermatitis numularis

Lindungi kulit si Kecil agar tidak tergores atau terluka agar tidak memicu timbulnya dermatitis numularis

 

Bercak seperti Koin Jadi Ciri Khas

Bercak-bercak kemerahan yang muncul pada dermatitis numularis memang berukuran kecil, Moms. Tetapi, bercak-bercak yang warnanya bervariasi mulai dari pink, merah, atau cokelat ini akan muncul banyak dan mengelompok, yang lama-kelamaan akan membesar dan membentuk oval seperti koin. Bentuk bercak yang seperti koin inilah, Moms, yang menjadi ciri khas dari dermatitis numularis. Bercak koin yang timbul pun berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang hanya memiliki satu bercak koin dermatitis numularis, ada pula yang memiliki beberapa bercak koin di bagian tubuhnya.

 

Apabila kulit yang mengalami dermatitis makin memburuk karena masuknya bakteri, seperti Staphylococcus aureus, kulit akan terasa sangat gatal dan terbakar seperti melepuh hingga menjadi pecah serta mengeluarkan banyak cairan atau bahkan bernanah. Ketika mengering, di sekeliling kulit yang terkena dermatitis akan muncul kerak yang menguning, mengeras, dan bersisik. Di sekitar area dermatitis juga makin memerah, membengkak, dan terasa perih. Tubuh pun akan mengalami panas dingin.

 

Biasanya, Moms, dermatitis numularis ini muncul di bagian tubuh, seperti tangan, lengan, kaki, dan bagian badan. Namun, bagian tubuh seperti wajah atau kulit kepala tidak terkena efeknya. Dermatitis numularis juga dapat terjadi pada semua orang di segala usia. Namun, dermatitis berbentuk koin ini paling banyak terjadi pada pria usia 55 dan 65 tahun. Sementara dermatitis numularis pada wanita dapat muncul ketika mereka berusia remaja. Bagaimana dengan si Kecil yang masih bayi atau balita? Si Kecil bisa saja terkena dermatitis numularis, Moms, tetapi hal tersebut jarang terjadi. Meski begitu, Moms juga tetap perlu menjaga lingkungan sekitar si Kecil.

 

Kulit Kering dan Sensitif Bisa Menjadi Pemicu

Seperti penyakit dermatitis atau eksim lainnya, dermatitis numularis juga belum diketahui pasti penyebabnya.  Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara kemunculan dermatitis numularis pada seseorang dengan sensitivitas terhadap beberapa senyawa kimia seperti bahan-bahan di dalam sabun, logam atau obat-obatan.  Selain itu beberapa factor seperti kulit kering dan sensitif  dapat meningkatkan risiko seseorang terkena dermatitis numularis.

 

penyebab dermatitis numularis

Penggunaan sabun saat mandi bisa memicu kulit si Kecil yang kering dan sensitif jadi iritasi sehingga menimbulkan dermatitis numularis.

 

Selain kulit yang kering dan sensitif, ada beberapa hal lain yang juga bisa jadi pemicu si Kecil terkena dermatitis numularis, Moms. Antara lain adalah perubahan suhu di sekitar (misalnya mandi terlalu lama atau mandi dengan air yang panas), stres, pakaian berbahan wol, sabun, deterjen, terkena paparan iritan seperti pembersih atau zat kimia. Dermatitis numularis sering timbul akibat cedera yang dialami kulit, seperti luka bakar, tergores, atau terkena gigitan serangga. Kondisi inilah yang akan membuat bintik-bintik di dalam lesi berbentuk koin. Si Kecil yang memiliki alergi, asma, atau dermatitis atopik dalam riwayat keluarganya, juga bisa jadi penyebabnya, Moms.

 

Penanganan penyakit dermatitis numularis yang terjadi pada si Kecil bisa menyulitkan. Apalagi, dermatitis numularis kerap kali dikira sebagai penyakit infeksi jamur, seperti kurap. Karena itu, Moms, penting sekali dermatitis numularis pada si Kecil ini ditangani langsung oleh dokter ahli atau dermatologis khusus untuk anak yang memang spesialisasi dalam menangani dermatitis tipe ini. Dengan begitu, si Kecil mendapat penanganan dan perawatan yang tepat.

 

Baca Juga: Kenali Eksim, Penyakit Kulit Yang Mengganggu

 

Tips Tangani Dermatitis Numularis

Penyakit dermatitis memang memerlukan penanganan khusus, termasuk dermatitis numularis ini, Moms. Terutama menjaga sekitar lingkungan si Kecil agar tetap terjaga suhu dan kelembapannya. Nah, Moms, berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menangani dermatitis numularis pada si Kecil.

 

 

  • Lindungi kulit si Kecil. Kulit si Kecil yang masih sensitif memang perlu dijaga, Moms. Hindari kulit si Kecil dari berbagai hal yang dapat membuat kulitnya tergores, terluka, atau terkena cedera lainnya. Apabila kulit si Kecil terluka, hal tersebut akan memperburuk dermatitis numularis yang dialaminya. Moms, juga dapat menghindari kulit si Kecil dari hal-hal yang memicu munculnya dermatitis numularis. Misalnya, hindari penggunaan pakaian dari wol, hindari kulit si Kecil dari paparan senyawa kimia, seperti pembersih, pelembut pakaian, sabun, lalu hindari juga kulitnya dari air panas.

 

  • Lembapkan kulit. Penting sekali untuk menjaga kelembapan kulit si Kecil yang kering, Moms. Nah untuk menjaganya, Moms dapat menggunakan pelembap khusus untuk merawat kulit si Kecil yang kering dan rentan terkena eksim/dermatitis atopik. Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream telah terbukti secara klinis dapat membantu meningkatkan kelembapan kulit si Kecil yang kering selama 24 jam, Moms. Pelembap yang kaya dan ekstra emolien serta mudah diserap ini mampu menghidrasi kulit si Kecil. Formula Dermoprotective-nya juga memberikan perlindungan pada kulit si Kecil.

     

    mengatasi dermatitis numularis

    Sehabis mandi, usapkan pelembap yang dapat memberikan perlindungan dan menghidrasi kulit si Kecil selama 24 jam sehingga kelembapan kulitnya selalu terjaga.

     

    Kandungan di dalam produk ini pun, seperti organic oat, organic olive oil, shea butter, dan ceramide, membantu melindungi kulit dari kekeringan dan menguatkan pertahanan pada kulit si Kecil. Kulit si Kecil pun akan terjaga kelembapannya. Moms tak perlu khawatir karena pelembap ini sudah teruji secara dermatologi.

    Usapkan pelembap Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream ini di bagian tubuh si kecil usai mandi air hangat ya, Moms. Hal ini akan membantu menghidrasi kulitnya yang kering sekaligus meringankan rasa gatal-gatalnya dan sisiknya.

 

  • Segera hubungi dokter spesialis kulit anak untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Dengan perawatan yang tepat, dermatitis numularis pada si Kecil perlahan-lahan akan pulih kembali. Dermatitis numularis memang tidak bisa disembuhkan karena sewaktu-waktu beberapa lesi akan muncul kembali.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Penyakit PRURITUS: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Pruritus adalah rasa gatal pada kulit yang terdapat pada tubuh dan terjadi secara terus menerus. Penyakit ini diikuti dengan munculnya ruam. Kondisi ini menyebabkan Moms ingin terus menggaruk kulit hingga meyebabkan iritasi pada kulit. Penyebab pruritus atau gatal ini...

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim?

Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada beberapa bagian kulit. Jika mengalami kondisi – kondisi tersebut, harap berhati – hati, bisa saja si Kecil mengalami gejala eksim atau bisa disebut juga dermatitis atopik atau eksim basah.

 

penyakit kulit eksim

Pada satu tahun pertama kehidupannya, kulit si Kecil akan mengalami perubahan dan berbagai permasalahan kulit.

 

Setiap individu memiliki jenis kulit yang berbeda-beda. Begitu pula dengan kulit bayi yang baru lahir sangat berbeda dengan anak-anak dan orang dewasa. Moms mungkin sering mengira, kulit bayi yang baru lahir akan terlihat halus dan lembut. Faktanya, di awal kelahirannya, si Kecil memiliki warna kulit yang merah, biru, atau abu-abu, dan tampak mengeriput. Kulit si Kecil yang baru lahir juga tipis, sangat sensitif, dan belum dapat mengontrol suhu.

 

Dalam beberapa bulan hingga satu tahun pertama kehidupannya, Si Kecil akan mengalami perubahan dan berbagai permasalahan kulit. Apalagi berbagai kondisi, seperti alergi, iritan, genetik, dan sistem kekebalan tubuh yang tidak normal, dapat memicu timbulnya gejala-gejala pada si Kecil. Misalnya gejala kulit ruam, memerah, membengkak, memanas seperti terbakar, dan membuat gatal-gatal.

 

Gejala-gejala yang disebabkan peradangan ini banyak macamnya, Moms, salah satunya adalah eksim. Ini menjadi salah satu gangguan kulit yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak, Moms. Eksim dapat terbentuk karena kulit si Kecil yang kering. Penyakit ini menyebabkan gatal-gatal yang hebat. Apabila si Kecil menggaruk bagian kulit yang gatal tersebut akan menciptakan ruam-ruam kemerahan.

 

 

Tipe-Tipe Penyakit Eksim

Ada berbagai macam tipe eksim. Umumnya, ada tujuh tipe. Namun, tidak semua tipe tersebut sering terjadi pada bayi atau anak-anak. Meski hampir semua gejala akan menimbulkan rasa gatal, kering, dan kemerahan, tetapi setiap tipe memiliki ciri khasnya masing-masing. Kenali tipe-tipe eksim berikut ini yuk, Moms.

 

penyakit eksim

Bayi yang baru lahir, balita, dan anak-anak rentan terkena eksim. Kenali berbagai macam eksim yang dapat terjadi pada anak-anak, Moms.

 

Dermatitis Atopik atau Eksim Atopik

Dermatitis atopik merupakan yang paling sering dialami mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, penyakit ini lebih sering terjadi pada bayi sebelum menginjak usia satu tahun. Eksim atopik yang dialami oleh si Kecil biasanya di dalam riwayat medis keluarganya juga pernah memiliki eksim atopik, asma, dan hay fever. Wajah, tangan, kaki, siku tangan, dan di belakang area lutut, adalah area di mana dermatitis atopik sering muncul. Kulit si Kecil juga akan tampak kemerahan, kekeringan, dan bersisik.

 

Moms perlu memperhatikan, apabila kulit yang terkena dermatitis atopik mengalami infeksi, kulit akan terasa tebal dan muncul kerak berwarna kuning. Hal ini membuat si Kecil sering menggaruk dan menggosok-gosoknya sehingga dapat menciptakan luka dan infeksi. Eksim atopik akan makin buruk jika dipicu berbagai hal seperti sabun, pakaian berbahan kasar, bahan-bahan kimia rumah tangga, makanan, tungau debu, dan alergi lainnya. Jadi, Moms perlu berhati-hati menjaga lingkungan sekitar si Kecil.

 

Dermatitis Kontak

Eksim tipe dermatitis kontak ini dapat muncul apabila kulit si Kecil bersentuhan dengan zat-zat yang ada di sekitar lingkungan dan memicu alergi. Sentuhan tersebut akan menimbulkan reaksi menjadi gatal dan kemerahan.

 

Ada dua jenis yang termasuk ke dalam dermatitis kontak, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi. Dermatitis kontak iritan adalah yang paling umum terjadi dan dapat berkembang setelah kulit Si Kecil menyentuh iritan, seperti alkohol, pemutih dan deterjen, sampo, air liur, sabun, ruam popok. Sementara dermatitis kontak alergi dapat terjadi karena adanya reaksi alergi setelah bersentuhan dengan zat-zat asing, seperti bahan kosmetik, bahan logam, bahan karet, tanaman.

 

Kedua jenis dermatitis kontak ini juga sering terjadi pada bayi, Moms. Mulai dari awal kelahiran si Kecil hingga ia berusia 2—3 tahun. Hal ini disebabkan kulit si Kecil yang masih tipis, perbedaan yang besar antara luasnya permukaan kulit dan berat badan, dan kulitnya yang mudah menyerap.

 

Dermatitis Seboroik

Tipe eksim ini biasanya muncul di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar penghasil minyak, seperti di area kulit kepala, hidung, dan punggung. Penampakan dermatitis seboroik pada bayi dan anak-anak bisa berupa kerak berwarna kuning, kulit memerah dengan serpihan-serpihan kulit berwarna putih atau kuning, bercak-bercak, kulit yang terkena eksim akan membengkak.  

 

Dermatitis seboroik pada bayi biasanya muncul di kulit kepala yang biasa disebut kerak kepala (cradle cap). Terkadang muncul juga di area wajah, terutama sekitar mata dan hidung, dan di sekitar area popok. Sementara pada anak-anak yang usianya lebih besar, dermatitis seboroik yang ada di area kepala disebut ketombe.

 

Memang belum diketahui penyebab eksim tipe ini, Moms. Namun para ahli percaya, dermatitis seboroik yang terjadi pada bayi sebagian dipicu dari hormon sang ibu. Meski begitu, eksim ini akan menghilang ketika si Kecil berusia 6—12 bulan.  

 

Dermatitis Dishidrotik

Dermatitis dishidrotik merupakan eksim yang akan membuat kulit mengeluarkan lepuhan-lepuhan kecil yang sangat gatal di sekitar jari tangan, jari kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. Lepuhan-lepuhan kecil ini akan bertahan hingga 3 minggu, kemudian akan mengering. Ketika mengering, kulit akan berkerak dan terasa tebal dan kenyal. Terkadang, lepuhan tersebut akan membesar dan menyakitkan.

 

Anak-anak memang bisa terkena eksim jenis ini, Moms. Namun, dermatitis dishidrotik lebih banyak muncul pada orang dewasa usia 20 hingga 40 tahun. Meski begitu, Moms juga perlu memperhatikan apakah si Kecil memiliki riwayat pernah mengalami eksim jenis dermatitis kontak, dermatitis atopik, atau hay fever. Karena hal-hal tersebut dapat menjadi pemicu berkembangnya dermatitis dishidrotik.

 

Dermatitis Numular

Seperti namanya “nummular” yang diambil dari bahasa Latin dan memiliki makna “koin”, eksim tipe ini juga memiliki penampakan berbentuk koin, Moms. Area tersebut bisa menimbulkan rasa gatal yang sangat hebat atau tidak sama sekali. Selain itu, kulit juga akan terasa sangat kering dan bersisik atau dapat mengeluarkan cairan dan menjadi basah. Terkadang pula eksim muncul setelah ada kerusakan pada kulit, seperti luka bakar, luka lecet, atau gigitan serangga.

 

Penyakit ini dapat mengenai anak-anak. Namun, Moms, jangan khawatir karena individu yang paling sering terkena eksim jenis ini adalah laki-laki, terutama ketika mereka berusia 55—65 tahun. Sementara pada perempuan, biasanya dermatitis numular mulai berkembang di antara usia 13—25 tahun.

 

Neurodermatitis

Awal mula eksim tipe ini adalah rasa gatal yang berkembang di permukaan kulit. Bercak-bercak di kulit yang membuat gatal-gatal ini akan menyebabkan kulit jadi tebal dan kasar. Area yang paling sering terjadi adalah leher, pergelangan tangan, lengan bawah, dan kaki. Kondisi stres dan rasa cemas yang tinggi dapat memicu rasa gatal di kulit.

 

Eksim ini sangat jarang terjadi pada anak-anak. Moms, tetap perlu berhati-hati karena anak-anak yang memiliki eksim atopik bisa berkembang menjadi neurodermatitis. Jika ada, eksim jenis ini cenderung mulai berkembang di awal masa bayi sebelum usia 6 bulan hingga tumbuh dewasa pada usia 16 tahun. Namun, individu yang paling banyak terkena neurodermatitis adalah orang dewasa usia 30—50 tahun.

 

Dermatitis Statis

Eksim jenis ini terjadi karena ada permasalahan dengan sirkulasi peredaran darah, terutama di bagian kaki bawah. Pembuluh darah yang bermasalah menyebabkan tekanan membesar ketika akan mengalirkannya ke tubuh dan jantung. Tekanan ini malah membuat cairan keluar dari pembuluh darah dan masuk ke dalam kulit.

 

Tandanya dapat dilihat dengan pergelangan kaki yang akan membengkak, perubahan warna kulit, dan pembuluh darah membesar. Kulit juga akan mengering, memerah, terasa gatal, tampak berkerak, dan iritasi. Moms tak perlu khawatir karena eksim ini hanya sering terjadi pada orang dewasa yang usianya di atas 50 tahun.

 

Cara Mencegah Penyakit Kulit Eksim

Kulit akan jadi sangat kering, tebal, kasar, dan gatal apabila si Kecil terkena eksim. Moms dapat mencegah kulit si Kecil tersebut dengan menggunakan Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion. Produk yang sudah teruji hypoallergenic ini memang diperuntukkan bagi bayi baru lahir yang memiliki kulit tipis dan sensitif, serta rawan terkena eksim.

 

penyakit kulit eksim

Mencegah Penyakit Eksim dengan Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion

 

Pelembap kulit ini khusus diformulasikan dengan Derma-SoftTM Complex dan kaya akan emolien yang mudah diserap kulit si Kecil dan menjaga kulitnya tetap sehat dan terpelihara. Baby lotion yang mudah diserap kulit si Kecil ini akan membuat kulitnya terasa lembap dan lentur.

 

Kandungan organic oat, organic olive oil, shea butter, dan ceramide yang ada di dalamnya, losion ini sudah teruji secara klinis dapat melembapkan kulit selama 24 jam, memberikan pertahanan pada kulit, dan menghidrasi kulit sehingga membantu menenangkan kulit yang kering dan rawan eksim. Usapkan losion ini usai mandi agar tetap terjaga kelembapan kulitnya.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Penyakit PRURITUS: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Pruritus adalah rasa gatal pada kulit yang terdapat pada tubuh dan terjadi secara terus menerus. Penyakit ini diikuti dengan munculnya ruam. Kondisi ini menyebabkan Moms ingin terus menggaruk kulit hingga meyebabkan iritasi pada kulit. Penyebab pruritus atau gatal ini...

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

EKSIM BASAH: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

EKSIM BASAH: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Apa Itu Eksim Basah?

Eksim basah (dermatitis numularis) adalah penyakit kulit yang disebabkan peradangan kulit secara kronis dan ditandai dengan adanya lesi berbentuk koin atau numular. Nama medisnya ialah ulkus kulit. Kenapa disebut penyakit eksim basah karena lesi tersebut berbentuk bintil yang padat dan berisi cairan yang dapat pecah hingga membasah.

 

eksim basah

Apa itu Eksim Basah? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

 

Eksim tidak menular, tapi dapat mengganggu aktivitas apalagi jika dialami oleh anak-anak, terutama bayi. Berbagai macam tipe eksim pun banyak, Moms, apabila dilihat dari sisi medis. Namun di kalangan masyarakat awam, dikenal eksim kering dan eksim basah. Eksim kering sudah dapat dikenali ciri-cirinya yang membuat kulit akan semakin kering, menebal, bersisik, hingga pecah-pecah di area tempat munculnya. Lalu, seperti apa eksim basah atau ulkus kulit itu?

 

Penyebab Eksim Basah

Karena Ada Cairan

Sesuai dengan namanya, bagian kulit yang terkena eksim atau mengalami peradangan akan terkesan basah karena mengeluarkan cairan, Moms. Eksim basah yang sering muncul di bagian kaki, badan, tangan, lengan, dan telapak kaki ini memiliki gejala-gejala yang hampir mirip dengan gejala beberapa eksim lain, yaitu dermatitis numularis dan dermatitis dishidrotik.

 

Gejala gangguan yang membuat kulit meradang ini akan diawali dengan bintil-bintil padat atau papul. Bintil-bintil ini pun berkembang hingga terdapat kandungan cairan di dalamnya, seperti air dan nanah. Bintil-bintil dengan kandungan cairan ini mudah melepuh dan pecah sehingga dapat membasahi area yang terkena eksim. Apabila lepuhan pecah dan cairannya mengering, cairan tersebut akan berkerak yang lama-kelamaan berubah menjadi sisik. Gatal-gatal yang hebat dan perih yang tak tertahankan pun sangat terasa di kulit, Moms. Uh, pasti rasanya ingin menggaruk-garuk luka eksim ini terus-menerus ya, Moms!

 

Umumnya, penyebab eksim memang belum diketahui secara pasti hingga kini. Namun beberapa ahli memperkirakan eksim nummular dapat terjadi karena adanya risiko terpapar jamur dan kuman, seperti bakteri Staphylococcus dan Micrococcus, apabila kulit tidak terjaga kebersihannya. Diduga pula, terjadi karena ada pengaruh melalui mekanisme hipersensitivitas, yang berkaitan dengan sistem imunitas dan alergi.

 

Eksim Basah Jarang Terjadi pada Si Kecil

Moms pastinya juga akan khawatir jikalau ulkus kulit ini dapat terjadi pada si Kecil. Apalagi gangguan kulit ini dapat terjadi pada individu yang pernah mengalami jenis eksim yang lain, terutama tipe dermatitis atopik yang memang sering terjadi pada anak-anak.

 

Moms perlu tahu bahwa eksim basah ini memang dapat terjadi di segala usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun Moms bisa mengurangi rasa kekhawatiran sedikit, karena eksim basah ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa. Sementara pada anak-anak di usia di bawah 10 tahun, sangat jarang terjadi.

 

Cara Mengobati Eksim Basah

Konsultasi ke Dokter

Apa obat eksim basah yang bagus untuk si Kecil? Meskipun memang jarang terjadi, tetapi bagaimana jika si Kecil mengalami eksim basah? Untuk mengetahuinya dengan pasti, penting sekali bagi Moms untuk mengonsultasikannya kepada dokter ahli.

 

eksim basah

Pemeriksaan secara lengkap oleh dokter ahli dapat membantu mengetahui jenis eksim yang dialami pada si Kecil

 

Melalui pemeriksaan lengkap yang dilakukan oleh dokter ahli, Moms akan mendapatkan diagnosis yang tepat. Moms dapat mengetahui apakah eksim yang sedang dialami si Kecil merupakan eksim basah atau jenis eksim yang lain. Dengan mengetahui tipe eksim yang dialami, pengobatannya pun dapat dilakukan dengan benar sesuai prosedur medis.  

 

Baca Juga: EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

 

Perawatan di Rumah

Moms juga bisa merawat kulit yang terkena eksim basah karena akan membuat kulit si Kecil menjadi bersisik akibat cairan yang mengering dari lepuhan yang pecah, dapat diatasi dengan menggunakan pelembap atau emolien.

 

obat eksim

Cusson Baby Sensicare Intensive Soothing Cream memberikan kelembaban selama 24 jam

 

Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream bisa menjadi salah satu pilihan terbaik, Moms. Sebabnya, krim pelembap ini dapat digunakan untuk si Kecil yang baru lahir dan memiliki kulit yang sensitif maupun rentan terkena eksim. Kandungan bahan-bahan organik di dalamnya, seperti oat organik, minyak zaitun organik, shea butter, dan ceramide, memiliki manfaat untuk melembapkan kulit dan melindungi kulit dari kekeringan secara selama 24 jam. Selain itu, pelembap ini membantu merawat dan memberikan rasa nyaman pada kulit yang kering.

 

Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream yang secara khusus diformulasikan dengan Derma-SoftTM Complex dan kaya akan emolien ini juga mudah diserap pada kulit si Kecil. Kulit si Kecil pun akan terasa nyaman, lembap, dan lentur. Pelembap ini dapat digunakan di bagian wajah dan tubuh. Dengan wangi khas bayi yang lembut, krim ini membantu memelihara dan menjaga kesehatan kulit si Kecil. Produk ini pun sudah teruji secara dermatologi, hypoallergenic, dan disetujui oleh dokter kulit dan dokter anak.

 

Pencegahan

Cara Mencegah Eksim Basah Pada Kulit? 

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam pencegahan ulkus kulit, seperti: 

  • Menjaga kebersihan tubuh Anda dan juga lingkungan sekitar, 
  • Hindari terjadinya kulit kering dengan cara jangan menggunakan pakaian – pakaian yang ketat dan menghambat jalannya udara dalam tubuh, 
  • Moms harus menjaga kelembapan kulit, dengan cara selalu mandi dengan air hangat, 
  • Gunakan pakaian pada tubuh yang nyaman dan lembut, 
  • serta usahakan jangan stres. 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Penyakit PRURITUS: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Pruritus adalah rasa gatal pada kulit yang terdapat pada tubuh dan terjadi secara terus menerus. Penyakit ini diikuti dengan munculnya ruam. Kondisi ini menyebabkan Moms ingin terus menggaruk kulit hingga meyebabkan iritasi pada kulit. Penyebab pruritus atau gatal ini...

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

Apa Penyebab Kulit Bayi Kering?

 

Bayi dan anak – anak bisa terkena gejala kulit kering seperti orang dewasa, karena kulit mereka lebih tipis dan lebih mudah kehilangan air sehingga lebih rentan menjadi kering. Udara yang dingin dan pemanas ruangan dapat menyebabkan hilangnya kelembaban alami pada kulit si Kecil.

 

Jika kulit bayi Anda kering, terkadang disertai munculnya bercak – bercak berwarna putih pada kulit bayi. Penyebab paling sering muncul bercak – bercak putih tersebut adalah pancaran sinar matahari yang panas dan langsung ke kulit, AC, bahan-bahan kosmetik , dan kandungan klorin di kolam renang dapat membuat kulit si Kecil mudah kering.

 

kulit bayi kering

5 Cara Mencegah Kulit Kering Pada Bayi

 

Moms pasti senang menyentuh kulit si Kecil yang masih lembut dan kenyal, tapi sebagai orangtua baru mungkin tidak tahu jika beberapa bayi kulit yang sangat sensitif. Akibatnya, mereka sering mengalami masalah pada kulit seperti kulit bayi kering, kemerahan, ruam popok, serta bintik – bintik merah pada kulit.

 

Sebagai orang tua, kita harus memahami kondisi kulit sensitif buah hati, sehingga bisa mencari cara perawatan yang tepat. Yuk simak beberapa cara mengatasi kulit kering si Kecil.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Kering Pada Bayi?

 

Tidak memandikan Bayi Terlalu Lama

 

Mandi dapat membuat kulit anak kering karena menghilangkan minyak alami kulit bersama dengan kotoran. Tetapi selama Moms dapat mengambil beberapa tindakan pencegahan, bahkan mandi setiap hari tidak akan jadi masalah, kata Seth Orlow, Direktur pediatric dermatology at New York University School of Medicine. Cukup 10 menit untuk memandikan bayi. Gunakan air hangat yang tidak terlalu panas dan sabun yang secukupnya.

 

Gunakan Pelembab Untuk Kulit si Kecil 

 

Setelah Moms memandikan si Kecil, segera keringkan kulitnya dengan handuk yang lembut, kemudian gunakan segera pelembab untuk kulit bayi. Gunakan Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream yang cocok untuk kulit bayi baru lahir dan memberikan perlindungan 24 jam untuk kulit bayi kering. Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream  juga cocok untuk kulit sensitif dan rentan eksim serta mengandung bahan – bahan alami dan tidak pedih di mata. 

 

Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream diformulasikan dengan Derma – Softtm Complex, kombinasi Natural Organic Oat, Natural Organic Olive Oil, Natural Shea Butter & Ceramide, yang 3X kaya akan pelembab dan mudah diserap. Terbukti secara klinis membantuk melembabkan kulit sensitif si Kecil. Kulit bayi akan terasa lebih lembut, kenyal, dan lembab. Cukup gunakan sedikit dan gosokkan dengan lembut ke kulit si Kecil.

 

Jangan Biarkan Garam dan Klorin Kering di Kulitnya

 

Klorin dan air garam bisa membuat kulit si Kecil kering. Setelah berenang di kolam renang atau laut, bilas si Kecil dengan air bersih, lalu gunakan pelembab ketika kulitnya masih agak basah.

 

Gunakan Humidifier

 

Jika Udara di rumah kering, gunakan humidifier di kamar Anda. Humidifier adalah sebuah alat yang berfungsi untuk melembabkan udara di suatu ruangan. Alat tersebut akan mengeluarkan uap air dan meningkatkan kadar kelembaban pada ruangan. Humidifier dapat mengatasi iritasi pada kulit karena udara kering.

 

Jaga si Kecil Tetap Terhidrasi Dengan Baik

 

Kulit bayi kering disebabkan kurangnya kelembaban pada tubuh. Berikan dia minum yang cukup untuk menggantikan kelembaban yang telah hilang bersama dengan aktivitasnya. Jika si Kecil masih berusia bayi, tetap gunakan ASI atau susu formula setidaknya selama enam bulan pertama, kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya. Perlu diingat Moms bahwa minum air tidak akan mengubah banyak hal kecuali Anda melembabkannya juga. Tanpa pelembab yang baik, kulit bayi tidak akan terhidrasi dengan baik.

 

Lindungi Bayi dari Elemen – Elemen Lain

 

Pastikan si Kecil mengenakan sweater yang tebal, sarung tangan dan sarung kaki pada cuaca dingin agar tangannya tidak kering dan pecah – pecah. Tidak peduli apa pun musimnya, ambil langkah untuk melindunginya dari guncangan dan sengatan matahari.

 

Hindari Kulit Kering Dari Bahan – Bahan Yang Membahayakan Kulit

 

Gunakan produk-produk khusus untuk bayi yang megandung bahan-bahan alami dan teruji secara klinis serta memiliki pH seimbang dengan pH kulit. Pertimbangkan untuk menggunakan deterjen lembut untuk mencuci baju si Kecil. Jika kulit anak Moms sensitif, jangan mendandaninya dengan pakaian yang ketat atau kasar. Juga perlu diingat bahwa beberapa bahan kain, seperti wol, dapat sangat mengiritasi kulit kering.

 

Haruskah Saya Berbicara Dengan Dokter Tentang Kulit Kering Anak Saya?

 

Pada saat Moms berkunjung pertama kali ke dokter, mintalah rekomendasi untuk mengatasi kulit kering bayi. Jadwalkan kunjungan jika Moms berpikir si Kecil memiliki tanda – tanda eksim Jika kulit si Kecil tidak membaik dengan perawatn di rumah, Moms perlu melihat tanda – tanda adanya infeksi, seperti benjolan atau bengkak di sekitar retakan kulitnya.

 

Kenali Fakta Tentang Kulit si Kecil Untuk Dapat Mengatasi Kondisi Kulit Kering

 

Kulit Bayi Berbeda dengan Kulit Orang Dewasa   

 

Sehalus kulit bayi. Familiar dengan kata-kata ini? Kulit bayi yang baru lahir memang halus dan lembut, tapi tak jarang juga sangat sensitif pada perubahan lingkungan dan penggunaan produk perawatan kulit.

 

Baca Juga: Cara Merawat Kulit Sensitif

 

Kulit bayi yang baru lahir lebih tipis dan belum berkembang sepenuhnya hingga 12 bulan. Akibatnya, kulit kehilangan air lebih cepat dan membuatnya rentan terhadap kekeringan dan iritasi.

 

Lebih Sering Terjadi pada Bayi Prematur

 

Selain ada beberapa organ tubuh yang belum berkembang sepenuhnya, bayi yang lahir prematur atau belum cukup umur kebanyakan memiliki kulit yang lebih sensitif dan lebih tipis sehingga terlihat pembuluh darah pada jaringan kulitnya. Kondisi ini dipicu epidermis yang tidak memiliki cukup waktu untuk berkembang optimal.

 

Kulit bayi prematur cenderung berwarna merah dibandingkan kulit bayi yang terlahir di usia normal terutama bayi yang terlahir sebelum 34 minggu. Kulit bayi terlahir normal tertutupi dengan membran kulit putih dan akan hilang saat bayi berumur tujuh hari, sementara pada bayi prematur membran tersebut belum terbentuk sehingga warna kulitnya tidak putih melainkan berwarna merah dan keriput.

 

Moms, jangan sampai salah untuk mengenali kondisi kulit si Kecil. Ketahui ragam dan ciri – ciri hal yang menjadi penyebab kulit bayi kering dan gunakan selalu produk perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi kulitnya! 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Penyakit PRURITUS: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Pruritus adalah rasa gatal pada kulit yang terdapat pada tubuh dan terjadi secara terus menerus. Penyakit ini diikuti dengan munculnya ruam. Kondisi ini menyebabkan Moms ingin terus menggaruk kulit hingga meyebabkan iritasi pada kulit. Penyebab pruritus atau gatal ini...

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim Kering?

 

Eksim kering (neurodermatitis) adalah jenis eksim yang paling umum terjadi. Eksim atau eczema merupakan peradangan kulit yang sering kali terjadi pada si Kecil di masa kehidupan tahun pertamanya. Penyebab penyakit kulit ini juga berbagai macam. Moms juga perlu tahu, kalau penyakit ini dikenal dengan dermatitis atopik. Eksim kering dapat diatasi dengan terapi sinar, menggunakan krim atau disembuhkan dengan obat oral. 

 

Tak ada orangtua yang menginginkan anaknya sakit ya, Moms. Apalagi jika penyakit tersebut bisa mengganggu si Kecil. Rasanya sebagai orangtua ingin mengganti posisi supaya kita saja yang merasakan sakitnya. Ini pula yang terjadi apabila si Kecil mengalami penyakit kulit. Penyakit yang menyerang kulit bukan hanya mengganggu secara penampilan fisik bagi si Kecil, tetapi juga bisa mengganggu psikologisnya apabila ia sudah beranjak remaja.

 

eksim kering

Eksim kering sering kali terjadi pada si Kecil di masa kehidupan tahun pertamanya.

 

Ada berbagai macam penyakit kulit yang banyak diderita oleh anak-anak. Salah satunya adalah eksim. Gangguan kulit ini biasanya ditandai dengan kulit kering, kemerahan dan gatal-gatal di sejumlah area tubuh. Moms, di Indonesia dikenal istilah eksim kering dan eksim basah, yang dibedakan berdasarkan kondisinya. Namun dalam dunia medis saat ini, kedua istilah tersebut sudah tidak digunakan lagi.

 

Kenali Ciri-Ciri dan Gejala Eksim Kering

 

Pada umumnya, eksim merupakan kondisi kulit yang mengalami peradangan dengan ciri-ciri kulit kering terdapat ruam merah, gatal, kering, tebal, keras dan kasar. Bahkan, apabila kondisi makin memburuk, kulit akan mengalami perubahan warna kulit di beberapa area tubuh.

 

eksim kering

Tanda-tanda eksim kering yang perlu dicermati pada si Kecil adalah munculnya ruam berwarna merah, bersisik, dan pecah-pecah di sekitar pipi dan dagu

 

Eksim kering sering terjadi pada bayi, sekitar usia 6—12 minggu, Moms dapat mengenalinya dengan kemunculan bercak-bercak dan ruam yang berkembang menjadi warna merah, bersisik, dan pecah-pecah di sekitar pipi dan dagu. Kulitnya yang super sensitif juga rawan iritasi dan  terinfeksi. Ketika si Kecil sudah mulai aktif, seperti merangkak, area tubuh yang terbuka seperti lutut dan siku, kemungkinan dapat terkena juga.

Sementara itu pada anak-anak yang usianya sudah lebih besar, akan muncul ruam-ruam di sekitar lipatan siku, lutut, leher, pergelangan tangan, pergelangan kaki, tangan, dan wajah. Bercak bersisik di sekitar kulit yang beruam. Muncul bintik-bintik yang terang dan gelap di kulit. Kulit akan menebal, terasa kasar, makin kering dan bersisik. Jika sudah kronis, tampilan kulit akan menebal dan makin bersisik. Ruam yang makin meradang akan muncul gelembung-gelembung yang bisa mengeluarkan cairan, akan tetapi biasanya hanya bertahan di satu tempat dan tidak menyebar.

Di area tubuh mana pun muncul, penyakit ini akan terasa sangat gatal. Bayi yang terkena eksim akan menggosok-gosokkan kulitnya di tempat tidur, karpet, atau benda lainnya untuk mengurangi rasa gatal. Si Kecil pun pastinya akan merasa gelisah dan terganggu karena rasa gatal tersebut membuatnya tidak nyaman.Kulit pun bisa terinfeksi karena kulit terluka akibat digosok atau digaruk terus-menerus.

Namun jangan khawatir Moms, dermatitis atopik yang terjadi pada kebanyakan bayi ini akan mulai membaik di usia 18 bulan. Sebagian anak mengalami gejala tersebut hingga berlanjut sampai dewasa. Namun gejala-gejala tersebut akan berkurang seiring usia mereka bertambah. Meski berkurang, kulit akan berbeda dari kulit normal. Kulit akan tetap sangat kering, eksim di tangan, dan mudah iritasi.

 

Dipengaruhi Tiga Kondisi

Moms mungkin sempat bingung, bagaimana si Kecil yang masih bayi ini sudah terkena eksim kering? Perlu diketahui Moms bahwa penyakit kulit ini tidak menular. Namun, ada tiga kondisi yang saling berkaitan dan dapat memengaruhi si Kecil. Tiga kondisi yang saling terkait dan cenderung terjadi pada individu yang sama adalah alergi musiman seperti hay fever, asma, dan genetik atau ada keturunan keluarga yang juga pernah mengalami eksim, asma, dan hay fever.

 

Jika Moms memiliki dermatitis atopik, asma, dan hay fever, si Kecil pun punya potensi mengalami salah satu kondisi tersebut. Sementara itu apabila kedua orangtuanya punya ketiga kondisi tersebut, potensi diturunkan kepada si Kecil makin besar. Penyakit genetic ini juga dapat terjadi pada si Kecil yang kulitnya terluka sehingga kuman dapat masuk.

 

Tempat tinggal Moms dan si Kecil pun bisa memengaruhi timbulnya penyakit dermatitis atopik ini. Hidup di wilayah urban di negara berkembang dengan tingkat polusi yang tinggi atau iklim yang dingin, risiko si Kecil terkena peradangan kulit kronis akan meningkat.

 

Makanan memang bukanlah penyebab eksim ini berkembang. Namun, Moms, dalam sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa makanan dapat meningkatkan risiko eksim atopik makin memburuk pada si Kecil. Para ahli masih terus meneliti penyebab penyakit kulit yang kompleks ini. Menurut para ahli, memang ada banyak hal yang saling berkaitan sebagai penyebab munculnya eksim atopik, Moms. Termasuk gen, cara kerja yang ada di dalam sistem kekebalan tubuh, dan area tempat tinggal. Karena itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut supaya dokter dapat mengetahui jenis dermatitis.

 

Cara Mengatasi Eksim Kering dengan Merawat Kulit

Agar si Kecil mendapatkan perawatan yang tepat, si Kecil memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh para ahlinya, seperti dokter anak, dokter ahli alergi, dan dermatologis, untuk mengetahui jenis eksim yang dideritanya. Para ahli ini akan melakukan pemeriksaan fisik dan kulit lebih dalam. Rekam medis keluarga juga akan membantu diagnosis sang dokter.

 

Untuk eksim kering, dokter biasanya akan memberikan saran pengobatan eksim berdasarkan usia, gejala, dan kondisi kesehatan si Kecil secara umum. Moms juga memiliki peran penting agar perawatan pada si Buah Hati bisa berhasil diatasi. Salah satu kunci untuk mengatasi eksim kering ini adalah dengan melakukan perawatan kulit yang sederhana dan teratur pada si Kecil.

 

Penggunaan satu jenis produk untuk kulit, seperti sabun dan pelembap yang tepat, sangatlah penting mengingat kulit si Kecil yang sangat tipis akan menjadi kering di saat gejala eksim kering muncul. Cussons Baby SensiCare merupakan solusi terbaik dalam merawat kulit Sensitif dan rawan eksim. Seluruh rangkaian produk Cussons Baby SensiCare diformulasikan secara khusus dengan Derma-Soft TM Complex, yakni diperkaya 100% gandum organik, minyak zaitun organik, serta ceramide.

 

eksim kering

Merawat kulit si Kecil yang sensitif dengan produk yang tepat adalah kuncinya.

 

Bahan-bahan alami dan organik yang terkandung di dalam Cussons Baby SensiCare memberikan kelembapan pada kulit secara ekstra untuk melindungi kulit yang sensitif dan dari gangguan kulit yang membuatnya tidak nyaman. Dengan pH balance-nya aman untuk digunakan pada kulit wajah dan tubuh si Kecil.

 

Melakukan perawatan kulit secara rutin sangat penting untuk mencegah gejala eksim, menghindari kerusakan kulit lebih lanjut, dan menjaga kulit tetap sehat. Cussons Baby Sensicare merupakan rangkaian produk yang dapat digunakan secara rutin untuk menjaga kulit si Kecil yang sensitif dan rentan eksim. Ada tiga produk yang dimiliki Cussons Baby SensiCare, yaitu SensiCare Gentle Hair & Body Wash, SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion, dan SensiCare Intensive Soothing Cream. Produk-produk ini hypoallergenic dan teruji secara klinis oleh para dokter kulit maupun dokter anak.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Penyakit PRURITUS: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Pruritus adalah rasa gatal pada kulit yang terdapat pada tubuh dan terjadi secara terus menerus. Penyakit ini diikuti dengan munculnya ruam. Kondisi ini menyebabkan Moms ingin terus menggaruk kulit hingga meyebabkan iritasi pada kulit. Penyebab pruritus atau gatal ini...

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Apa Itu Dermatitis Kontak?Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...