Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu dihilangkan dengan cara yang aman.

Apa Itu Skin Tag?

Skin tag atau juga dikenal sebagai akrokordon sering kali menyerupai kutil. Bedanya, kutil disebabkan oleh infeksi virus HPV pada kulit dan terasa kasar ketika diraba, sedangkan skin tag diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor dan cenderung terasa lembut. Selain itu, kutil bisa menyebar dan tumbuh berkelompok. Berbeda dengan skin tag yang cenderung tumbuh tunggal.

Pada sebagian besar kasus, akrokordon tumbuh di kulit yang kering. Daging tumbuh ini biasanya muncul di bagian kulit yang sering mengalami gesekan, seperti ketiak, selangkangan, atau lipatan bokong. Selain di area tersebut, skin tag kadang juga muncul di leher atau kelopak mata.

Skin tag umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, daging tumbuh bisa tidak sengaja tergaruk atau tergesek dan tersangkut di pakaian bayi sehingga jadi iritasi atau berdarah. Jika hal ini terjadi, Moms bisa mempertimbangkan untuk menghilangkan daging tumbuh tersebut yang muncul di kulit Si Kecil.

Apa Penyebab Munculnya Skin Tag?

Skin tag terbentuk dari kolagen dan pembuluh darah yang diselubungi oleh kulit. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada bayi. Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan munculnya daging tumbuh, terutama pada bayi.

Pada orang dewasa, ada beberapa kondisi yang diduga berkaitan, yaitu diabetes tipe 2, berat badan berlebih atau obesitas, dan perubahan hormon pada masa kehamilan.

Cara Aman Menghilangkan Skin Tag

Skin tag umumnya tidak berbahaya dan tidak perlu dihilangkan. Namun, jika tergesek oleh pakaian atau tergaruk, kulit bayi bisa luka dan berdarah.

cara menghilangkan skin tag

Bagaimana Cara Menghilangkan Skin Tag?

Apabila skin tag menyebabkan luka, perdarahan, atau dirasa mengganggu, sebaiknya Moms membawa Si Kecil ke dokter. Ada beberapa prosedur yang bisa dilakukan dokter untuk menghilangkan skin tag dengan aman, yaitu:

  • Memotong skin tag menggunakan gunting bedah
  • Mengikat menggunakan benang khusus
  • Memanaskan menggunakan arus listrik
  • Membekukan skin tag menggunakan nitrogen cair

Ingat, jangan mencoba untuk menghilangkan skin tag sendiri, ya, Moms. Memang ada beberapa cara untuk menghilangkan akrokordon secara mandiri, misalnya dengan mengoleskan cuka apel atau bawang putih ke daging tumbuh tersebut, tetapi cara-cara tersebut belum tentu aman, apalagi bagi bayi.

Baca Juga: Cara Memandikan Bayi

Mencegah Skin Tag di Kulit Bayi dengan Pelembap

Kulit bayi yang baru lahir 60% lebih tipis daripada kulit orang dewasa, sehingga lebih mudah kering. Nah, seperti telah dijelaskan sebelumnya, akrokordon umumnya muncul di area-area kulit yang kering dan sering mengalami gesekan, seperti leher, ketiak, dan lipatan bokong.

Oleh sebab itu, untuk mencegah munculnya daging tumbuh pada kulit Si Kecil, Moms perlu menjaga kelembapan kulitnya. Salah satunya dengan menggunakan produk pelembap yang khusus untuk kulit bayi.

Pilihlah produk pelembap bayi yang telah teruji secara dermatologis dapat meningkatkan kelembapan kulit. Selain itu, pilih pelembap yang bersifat dermoprotective untuk memberikan perlindungan pada kulit bayi, serta mudah diserap oleh kulit bayi.

Jadi, agar kulit Si Kecil tidak kering dan rentan ditumbuhi skin tag, pastikan kelembapan kulitnya terjaga dengan baik. Pilihlah produk pelembap yang memang khusus untuk bayi dan sudah teruji keamanannya. Jika muncul daging tumbuh pada kulit Si Kecil dan dirasa mengganggu, bawalah Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan, ya, Moms

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan kulit bayi sekaligus menjaga kelembapannya adalah mengoleskan pelembab bayi secara rutin. Namun, Moms perlu lebih selektif dalam memilih produk pelembab untuk Si Kecil karena tidak semua pelembab cocok digunakan pada kulit...

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan kulit, pilihlah produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Pasalnya, bahan ini memiliki sejumlah manfaat, mulai dari mencegah kulit kering hingga meringankan gejala eksim, seperti kulit kering dan gatal-gatal. Apa Itu...

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Untuk mencegah Si Kecil mengalami masalah kulit, pelembap untuk kulit sensitif diperlukan untuk merawat kulit bayi yang masih tipis dan rentan. Salah satu cara Moms merawatnya adalah dengan memberikan Si kecil pelembap khusus untuk bayi. Bayi rentan mengalami iritasi...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya?

Tidak seperti kulit orang dewasa, kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif. Kondisi ini membuat bayi rentan mengalami iritasi dan beragam masalah kulit lainnya. Oleh karena itu, Moms perlu lebih cermat dalam menjaga dan merawat kulit Si Kecil.

Kenali 7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi yang Sering Terjadi

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit kulit yang kerap dialami oleh bayi:

1. Kulit kering

Kulit kering adalah masalah kulit yang cukup umum dialami oleh bayi. Kondisi kulit ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti suhu udara yang terlalu panas atau dingin, terlalu sering memandikan bayi, serta pemilihan sabun bayi yang tidak tepat.

Jika Si Kecil mengalami masalah kulit kering, Moms dapat mengatasinya dengan mempersingkat waktu mandi Si Kecil hingga tidak lebih dari 10 menit dan mengoleskan pelembap khusus bayi pada kulitnya secara rutin.

2. Biang keringat

Biang keringat merupakan jenis penyakit kulit yang juga sering dialami oleh bayi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di area wajah, punggung, dada, dan lipatan tubuh, seperti ketiak dan selangkangan.

Bayi rentan mengalami biang keringat saat ia banyak berkeringat, baik karena cuaca panas atau ketika demam. Namun, Moms tidak perlu khawatir karena biang keringat pada bayi bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari.

3. Jerawat pada bayi

Bukan hanya remaja dan orang dewasa, bayi juga bisa mengalami jerawat. Penyebab munculnya jerawat pada bayi masih belum diketahui dengan pasti, namun kondisi ini diduga terjadi karena pengaruh hormon, reaksi alergi, serta iritasi pada kulit bayi.

Jerawat bayi biasanya hanya muncul selama beberapa hari, kemudian akan hilang dengan sendirinya. Namun, Moms dapat mencegah dan meredakannya dengan menjaga kebersihan kulit Si Kecil dan tidak menggunakan produk perawatan kulit bayi dengan bahan yang keras atau dapat menimbulkan iritasi pada kulit Si Kecil.

4. Ruam popok

Ruam popok ditandai dengan bercak kemerahan di bagian tubuh yang tertutup oleh popok, yaitu selangkangan, bokong, dan paha bayi. Bercak ini muncul akibat penggunaan popok yang terlalu lama, sehingga urine dan tinja menumpuk dan menimbulkan peradangan pada kulit bayi.

Ruam popok bukanlah kondisi yang berbahaya, namun masalah kulit ini dapat membuat bayi merasa tidak nyaman dan menjadi lebih rewel.

Oleh karena itu, jika Si Kecil mengalami ruam popok, Moms bisa mengatasinya dengan cara lebih sering mengganti popok Si Kecil. Setiap kali mengganti popok, bersihkan area kulit Si Kecil yang tertutup popok, lalu keringkan.

Selain itu, Moms juga bisa menggunakan krim atau salep untuk mengatasi ruam popok sesuai rekomendasi dokter.

5. Cradle cap

Cradle cap atau dikenal dengan sebutan kerak kepala merupakan kondisi yang cukup banyak terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini ditandai dengan munculnya kerak berwarna kekuningan atau kecoklatan di kulit kepala bayi, disertai serpihan-serpihan yang menyerupai ketombe.

Cradle cap belum diketahui penyebabnya, tetapi kondisi ini diduga dipengaruhi oleh hormon yang menyebabkan kelenjar minyak di kulit kepala bayi terlalu banyak menghasilkan sebum, yaitu minyak alami pada kulit.

Kondisi ini umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau beberapa bulan tanpa pengobatan. Namun, Moms dapat membersihkan kepala bayi dari cradle cap dengan sampo bayi.

6. Eksim

Bila muncul ruam merah di kulit Si Kecil dan ia jadi rewel karena kulitnya terasa gatal, bisa jadi ini adalah gejala eksim. Gejala lain yang bisa muncul pada eksim adalah kulit kasar, kering, menebal, dan bersisik.

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan bayi mengalami eksim, antara lain faktor keturunan atau genetik, iritasi kulit, serta reaksi alergi. Untuk mengatasi eksim yang dialami oleh Si Kecil, Moms perlu menjauhkan Si Kecil dari faktor pencetus eksimnya, misalnya debu, makanan tertentu, atau sabun berbahan kimia keras.

Selain itu, Moms juga bisa meredakan gejala eksim yang dialami Si Kecil dengan cara rutin memandikan Si Kecil menggunakan sabun khusus untuk kulit sensitif bayi dan mengoleskan pelembap bayi pada kulit Si Kecil setelahnya. Bila gejalanya tidak berkurang atau justru semakin parah, sebaiknya periksakan Si Kecil ke dokter.

Baca Lebih Lanjut: Eksim

7. Impetigo

Impetigo merupakan jenis penyakit kulit pada bayi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak merah dan lepuhan berisi cairan atau nanah pada kulit, terutama di bagian tangan, kaki, dan wajah.

Impetigo perlu diobati dengan salep atau krim antibiotik sesuai resep dokter. Selain itu, untuk membantu proses penyembuhan impetigo, kulit bayi perlu dibersihkan secara rutin dan dijaga agar tidak tergaruk.

Langkah Pencegahan Penyakit Kulit pada Bayi

Kulit bayi yang masih sangat sensitif perlu dirawat dengan lebih berhati-hati. Untuk mengurangi risiko bayi terkena penyakit kulit, lakukanlah tips berikut ini:

jenis penyakit kulit

7 Jenis Penyakit Kulit dan Cara Menyembuhkannya

  • Mandikan bayi selama 5–10 menit saja, menggunakan air hangat dan sabun khusus untuk
  • Ganti popok bayi secara rutin dan pastikan popok yang digunakan memiliki ukuran yang pas dan tidak mengandung
  • Bersihkan rambut dan kulit kepala bayi dengan sampo khusus bayi yang kandungannya ringan, serta pijat kepala bayi secara
  • Pakaikan bayi pakaian yang bahannya lembut dan dapat menyerap keringat, misalnya yang berbahan
  • Cuci pakaian bayi dengan sabun khusus pakaian bayi yang bebas dari detergen dan
  • Gunakan pelembap kulit yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif

Perhatikan juga kandungan dalam produk perawatan bayi, baik sabun, sampo, maupun pelembap, yang Moms gunakan untuk Si Kecil. Pilihlah produk perawatan bayi yang telah teruji secara dermatologis dan disetujui oleh dokter anak.

Pastikan juga produk yang digunakan memiliki pH seimbang dan mengandung bahan yang bersifat hypoallergenic untuk mengurangi risiko Si Kecil mengalami alergi atau iritasi kulit.

Selain itu, Moms juga bisa memilih produk perawatan kulit bayi yang mengandung chamomile, susu, ceramide, dan shea butter. Bahan-bahan alami ini dipercaya dapat menjaga kelembapan dan kelenturan kulit bayi, serta membuat kulit bayi lebih sehat.

 

Jika Si Kecil mengalami penyakit kulit yang tak kunjung membaik atau Moms kesulitan memilih produk perawatan kulit yang tepat untuknya, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter anak, ya, Moms.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan kulit bayi sekaligus menjaga kelembapannya adalah mengoleskan pelembab bayi secara rutin. Namun, Moms perlu lebih selektif dalam memilih produk pelembab untuk Si Kecil karena tidak semua pelembab cocok digunakan pada kulit...

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan kulit, pilihlah produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Pasalnya, bahan ini memiliki sejumlah manfaat, mulai dari mencegah kulit kering hingga meringankan gejala eksim, seperti kulit kering dan gatal-gatal. Apa Itu...

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Untuk mencegah Si Kecil mengalami masalah kulit, pelembap untuk kulit sensitif diperlukan untuk merawat kulit bayi yang masih tipis dan rentan. Salah satu cara Moms merawatnya adalah dengan memberikan Si kecil pelembap khusus untuk bayi. Bayi rentan mengalami iritasi...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil.

Biang keringat pada bayi terjadi ketika ada sumbatan pada kelenjar keringat bayi, sehingga keringatnya tidak bisa keluar dari pori-pori kulit. Hal ini mudah sekali terjadi pada bayi karena kelenjar keringatnya belum berkembang dengan sempurna.

Biang keringat biasanya muncul pada bagian wajah, kepala, dada, punggung, perut, dan daerah lipatan tubuh, seperti leher, ketiak, atau lipat paha. Bintik merah yang gatal ini bisa muncul pada kulit bayi ketika cuaca panas, saat bayi sedang demam, atau ketika ia mengenakan pakaian yang terlalu tebal.

 

Cara Menghilangkan Biang Keringat Bayi

Biang keringat pada bayi sebenarnya dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Namun, bayi mungkin akan menjadi rewel ketika mengalami biang keringat karena kulitnya terasa gatal.

cara mengatasi biang keringat

Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

Untuk mengurangi rasa gatal akibat biang keringat pada bayi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Pindahkan bayi ke ruangan yang sejuk

Untuk mengatasi biang keringat yang dialami Si Kecil, Moms bisa memindahkan Si Kecil ke ruangan yang sejuk agar ia tidak kepanasan dan tidak banyak berkeringat. Moms dapat menyalakan AC atau menggunakan kipas angin, namun jangan diarahkan langsung ke tubuh Si Kecil, ya.

Jika Moms membawa Si Kecil ke luar rumah, carilah tempat yang teduh, berangin, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jangan lupa untuk mengipasi Si Kecil agar tubuhnya tidak banyak berkeringat, dan berikan ASI atau susu formula secara berkala agar ia tidak dehidrasi.

2. Mandikan bayi dengan air yang sejuk

Memandikan Si Kecil dengan air yang suhunya sejuk bisa menghilangkan keringat dan minyak yang menyumbat pori-porinya. Namun, pastikan air yang digunakan juga tidak terlalu dingin, ya, Moms. Selain itu, Moms juga bisa memberikan kompres dengan air yang sejuk pada kulit Si Kecil yang mengalami biang keringat untuk meredakan gatal.

Saat memandikan Si Kecil, sebaiknya Moms tidak menggunakan sabun karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang sedang muncul biang keringat.

Jika kulit Si Kecil kotor dan Moms ingin menggunakan sabun, pilihlah sabun khusus bayi yang terbuat dari bahan alami, tanpa pengharum atau pewarna, dan mengandung pelembap sehingga tidak membuat kulit Si Kecil kering.

Setelah selesai memandikannya, biarkan kulit Si Kecil kering dengan sendirinya tanpa menggunakan handuk. Moms cukup hanya mengeringkan bagian lipatan kulit, seperti leher, ketiak, atau selangkangan Si kecil dengan handuk.

Baca Juga: Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

3. Pakaikan baju yang longgar dan menyerap keringat

Agar Si Kecil tidak berkeringat, pakaikanlah ia baju yang longgar dan nyaman. Moms dapat memilih pakaian bayi yang berbahan katun karena bahan ini dapat menyerap keringat dengan baik. Hindari pakaian bayi dari bahan sintetis, seperti nilon atau poliester, yang cenderung sulit menyerap keringat.

Sesekali, Moms juga bisa membiarkan Si Kecil tanpa pakaian dan popok. Namun, pastikan ia tidak kedinginan, ya.

4. Oleskan losion atau krim

Moms dapat mengoleskan losion dengan kandungan calamine ke kulit Si Kecil. Selain meredakan biang keringat, calamine juga dapat menyejukkan kulit bayi dan mencegah iritasi.

 

Menjaga kulit bayi tetap sejuk dan kering merupakan langkah yang paling ampuh untuk mencegah dan menangani biang keringat pada bayi. Namun, jika cara-cara di atas tidak juga berhasil meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil, sebaiknya Moms memeriksakan Si Kecil ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan kulit bayi sekaligus menjaga kelembapannya adalah mengoleskan pelembab bayi secara rutin. Namun, Moms perlu lebih selektif dalam memilih produk pelembab untuk Si Kecil karena tidak semua pelembab cocok digunakan pada kulit...

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan kulit, pilihlah produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Pasalnya, bahan ini memiliki sejumlah manfaat, mulai dari mencegah kulit kering hingga meringankan gejala eksim, seperti kulit kering dan gatal-gatal. Apa Itu...

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Untuk mencegah Si Kecil mengalami masalah kulit, pelembap untuk kulit sensitif diperlukan untuk merawat kulit bayi yang masih tipis dan rentan. Salah satu cara Moms merawatnya adalah dengan memberikan Si kecil pelembap khusus untuk bayi. Bayi rentan mengalami iritasi...

Mengenal Dermatitis Beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Dermatitis Beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Dermatitis?

Dermatitis adalah istilah medis untuk peradangan pada kulit. Kondisi ini ditandai dengan kulit kering, bersisik, dan munculnya ruam yang gatal. Dermatitis merupakan penyakit yang umum terjadi dan umumnya bisa diatasi dengan penanganan sederhana.

Dermatitis bisa terjadi di segala usia, mulai bayi hingga dewasa. Penyebabnya sangat beragam, tetapi umumnya dipicu oleh reaksi alergi atau kontak dengan bahan-bahan tertentu.

Dermatitis tidak berbahaya, tapi bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan berpotensi menimbulkan luka atau infeksi pada kulit. Oleh karena itu, perlu diatasi dengan cara yang tepat.

 

Mengenal Jenis-Jenis Dermatitis dan Penyebabnya

Ada beragam jenis dermatitis. Berikut adalah 3 jenis yang paling umum terjadi beserta penyebab dan gejalanya:

Dermatitis Kontak

Dermatitis ini biasa ditandai dengan munculnya ruam merah yang gatal atau menyengat seperti terbakar pada kulit setelah terpapar bahan atau zat tertentu. Selain ruam, bisa muncul juga luka lepuh.

Beberapa zat atau bahan yang bisa memicu dermatitis kontak adalah deterjen, sabun, parfum, perhiasan yang terbuat dari nikel, dan pengawet pada beberapa produk kosmetik.

Dermatitis Atopik (eksim)

Jenis dermatitis ini sering dialami bayi dan biasanya ditandai dengan munculnya ruam merah yang gatal di area lipatan kulit, seperti siku, belakang lutut, atau leher. Ruam ini dapat mengeluarkan cairan bila terlalu sering digaruk, dan cairan tersebut kemudian akan mengering seperti kerak.

Dermatitis atopik atau eksim kering bisa dipicu oleh beragam hal, mulai dari kulit kering, perubahan cuaca, paparan alergen, hingga infeksi pada kulit. eksim kering juga berkaitan erat dengan faktor keturunan.

Dermatitis Seboroik

Pada bayi, kondisi ini disebut cradle crap. Jenis ini biasa ditandai dengan munculnya ruam kemerahan yang bersisik. Bila terjadi di kulit kepala, cradle cap dapat menimbulkan gejala seperti ketombe.

Dermatitis seboroik disebabkan oleh infeksi jamur pada kelenjar minyak di kulit. Oleh karena itu, ruam pada kondisi ini biasanya muncul di area kulit yang berminyak, seperti wajah, dada, punggung, dan kulit kepala.

 

Cara Mengatasi Dermatitis

cara mengatasi dermatitis

Cara Mengatasi dan Mencegah Dermatitis Pada Kulit

Ada berbagai cara sederhana yang dapat dilakukan untuk meringankan dan mengatasi dermatitis, yaitu:

1.  Menghindari faktor pemicu 

Dermatitis bisa dipicu oleh paparan bahan atau zat tertentu pada kulit, cuaca yang terlalu panas atau dingin, serta kondisi alergi. Oleh karena itu, untuk mencegah sekaligus mengatasinya, hindarilah kontak atau paparan dengan bahan dan kondisi tersebut.

2.  Mandi Dengan Air Hangat dan Sabun Berbahan Ringan

Mandi air hangat memang dapat meringankan rasa gatal. Meski demikian, jangan mandi air hangat terlalu lama, cukup 5–10 menit saja. Jika terlalu lama terpapar air hangat, kulit bisa jadi kering. Nah, kulit yang kering ini justru akan memicu munculnya rasa gatal.

Selain itu, gunakanlah sabun berbahan lembut dan tanpa bahan pewangi. Misalnya, sabun yang terbuat dari bahan alami. Bila terjadi pada bayi, sebaiknya gunakan sabun khusus bayi.

3.  Rutin Mengoleskan Pelembab

Rutin mengoleskan pelembap segera setelah mandi saat kulit masih lembap dapat mencegah kulit kering dan munculnya rasa gatal akibat dermatitis.

Pilihlah pelembap yang tidak mengandung pewangi dan terbuat dari bahan alami. Salah satu contoh kandungan bahan alami dalam pelembap yang baik untuk dermatitis adalah minyak zaitun. Minyak zaitun memiliki sifat antioksidan dan dapat meringankan peradangan atau iritasi pada kulit.

Selain itu, kandungan shea butter dan ceramide juga baik untuk menjaga kelembapan kulit. Shea butter adalah pelembap yang berasal dari lemak kacang- kacangan dan mudah diserap oleh kulit, sedangkan ceramide adalah asam lemak yang umum ditemukan di lapisan epidermis, yaitu lapisan kulit paling luar.

4.  Tidak menggaruk kulit

Rasa gatal pada ruam bisa menimbulkan keinginan atau dorongan untuk menggaruk bagian tersebut. Padahal, menggaruk ruam yang gatal, terutama jika kuku panjang, berisiko melukai kulit bahkan memicu infeksi.

Oleh karena itu, gunting kuku hingga pendek atau gunakan sarung tangan agar kulit tidak luka jika tidak sengaja tergaruk.

 

Dermatitis adalah gangguan kulit yang sering terjadi. Kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, jika tidak juga membaik, sering kambuh, menimbulkan luka, atau bernanah, periksakanlah ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang sesuai.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan kulit bayi sekaligus menjaga kelembapannya adalah mengoleskan pelembab bayi secara rutin. Namun, Moms perlu lebih selektif dalam memilih produk pelembab untuk Si Kecil karena tidak semua pelembab cocok digunakan pada kulit...

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan kulit, pilihlah produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Pasalnya, bahan ini memiliki sejumlah manfaat, mulai dari mencegah kulit kering hingga meringankan gejala eksim, seperti kulit kering dan gatal-gatal. Apa Itu...

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Untuk mencegah Si Kecil mengalami masalah kulit, pelembap untuk kulit sensitif diperlukan untuk merawat kulit bayi yang masih tipis dan rentan. Salah satu cara Moms merawatnya adalah dengan memberikan Si kecil pelembap khusus untuk bayi. Bayi rentan mengalami iritasi...

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit. Ruam pada kulit menjadi salah satu permasalahan yang dialami bayi.

ruam susu

Ruam yang sering terjadi pada bayi salah satunya adalah ruam susu.

Eksim pada kulit memang sering terjadi pada si Kecil, tapi Moms tak perlu khawatir karena dapat diatasi. Ruam yang merupakan gangguan kulit pada bayi pun banyak tipenya, Moms. Beberapa tipe ruam pada si Kecil kadang dibarengi dengan gejala demam, gatal gatal, dan gejala lainnya. Nah, salah satu tipe ruam yang biasa dialami si Kecil adalah ruam susu. Dalam bahasa medisnya, dikenal dengan sebutan dermatitis atopik.

 

Ruam susu merupakan reaksi yang biasa terjadi pada bayi, terutama pada bulan-bulan awal setelah kelahirannya, Moms. Ruam ini biasanya ditandai dengan munculnya peradangan, kulit kemerahan, dan beruntusan atau bintik – bintik kecil seperti jerawat pada kulit. Terkadang, eksim susu ini diduga sebagai biang keringat. Ruam susu paling umum terjadi di area wajah, terutama bagian pipi, hidung, dan dagu. Ketika si Kecil sudah agak besar, area yang terkena ruam bisa timbul di daerah lainnya, seperti bahu, lengan, perut, atau kemaluan si Kecil.

 

Penyebab Eksim Susu

Kenapa bisa muncul ruam susu? Mungkin Moms mengira ini terjadi karena kulit si Kecil terkena sisa ASI yang menempel pada kulitnya. Namun, faktanya, pada kulit si Kecil ini terjadi karena adanya riwayat alergi pada bayi ASI yang diwarisi dari orangtuanya.

 

Timbulnya gangguan kulit pada si Kecil ini juga ada kaitannya dengan pola makan yang Anda jalani, Moms. Ruam susu merupakan reaksi alergi si Kecil terhadap asupan makanan atau minuman yang dikonsumsi sang ibu. Apabila Moms mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat alergen, seperti telur, ayam, susu, atau kacang-kacangan, si Kecil yang mendapat ASI dari ibunya bisa mengalami ruam susu. Apalagi saluran pencernaan si Kecil belum matang dan sistem kekebalan tubuhnya masih lemah.

penyebab ruam susu

Ruam susu pada bayi yang masih mendapat ASI dapat terjadi karena adanya reaksi alergi terhadap asupan makanan/minuman yang dikonsumsi sang ibu.

Ruam susu juga bisa karena adanya reaksi hormonal pada kandungan di dalam ASI. Kandungan karbohidrat dan lemak di dalam ASI yang menempel di kulit si Kecil, dapat menimbulkan ruam. Paparan dari polusi udara, suhu yang panas, debu, dan kuman-kuman kecil yang ada di udara juga bisa menjadi pemicu, Moms. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar si Kecil.

 

Ruam yang Mengganggu

Gejala peradangan akibat ruam susu tak hanya menimbulkan ruam kemerahan dan bintik-bintik kecil saja. Hal tersebut juga menimbulkan rasa gatal gatal pada kulit si Kecil. Apalagi biasanya hal ini muncul di pipi si Kecil sehingga mudah untuk digaruk dengan tangan kecilnya.

 

Lama-kelamaan, gejala ruam susu akan menimbulkan kulit menjadi kering, bersisik, hingga menebal dan kehitaman. Siklus gatal-garuk pun akan muncul sehingga dapat membuat kulit si Kecil lecet dan terluka. Jika sudah terluka, kulit bisa infeksi karena jamur dan bakteri dapat mudah masuk ke dalam kulit yang terbuka.

 

Eksim susu atau ruam susu ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Meski begitu, tetaplah menjaga area yang terkena selalu bersih dan kering. Apabila gangguan kulit ini tak hilang-hilang juga, bisa jadi si Kecil mengalami kondisi alergi yang serius,

 

Perawatan Ruam Susu

Langkah pertama untuk cara mencegah munculnya ruam susu pada si Kecil, Moms harus menghindari pemicunya. Apabila si Kecil masih menyusui, Moms perlu menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu alergi, seperti susu sapi dan produk olahannya. Moms bisa menggantinya dengan konsumsi susu kambing atau susu kedelai. Apabila si Kecil sudah mulai diperkenalkan makanan, mulailah dengan satu jenis makanan. Kemudian lihat reaksi si Kecil sebelum mengenalkan jenis makanan yang lainnya.

 

Bagaimana jika si Kecil sudah terkena ruam susu? Nah, Moms bisa merawat kulit si Kecil agar gejala ruam susu yang timbul tidak semakin parah. Moms dapat melakukannya dengan menghindari si Kecil mandi air panas. Air panas akan membuat kulitnya semakin kering sehingga memicu rasa gatal yang lebih parah.

 

Nah saat mandi, Moms dapat menggunakan Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash yang dapat diaplikasikan pada kulit wajah, selain kulit tubuh dan rambutnya. Apalagi hair & body wash sudah teruji hypoallergenic serta teruji secara klinis oleh para dermatologis dan dokter anak Produk perawatan mandi ini juga dilengkapi dengan bahan-bahan alami seperti gandum organik, minyak zaitun organik, ceramide, dan minyak argan yang membantu memberi kelembapan pada kulit dan melindungi kulit dari kekeringan. Selain bahan-bahan alami, kandungan di dalam produk ini juga bebas sabun, ekstra ringan, Terbukti secara klinis lembut di mata, Moms.

cara mengatasi ruam susu

Perawatan kulit si Kecil dengan mengoleskan pelembab khusus bayi sangat penting

Perawatan kulit untuk si Kecil, baik yang belum maupun sudah terkena ruam susu, juga penting banget, Moms. Rawatlah kulitnya dengan mengoleskan pelembap, seperti  Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream, pelembab yang memang diperuntukkan bagi bayi baru lahir dan memiliki kulit sensitif ini sangat mudah diserap sehingga menjaga kulitnya tetap terasa lembap dan lentur. Dengan mengoleskan Cream khusus bayi ini secara teratur, kesehatan dan kelembapan kulit si Kecil pun akan terpelihara dengan baik.

 

Cream ini melembapkan kulit kering hingga 24 jam. Formula dermoprotective-nya pun memberikan perlindungan pada kulit. Kandungan ekstra emolien dalam produk ini pun mampu, melembapkan, dan merawat kulit yang sangat kering dengan maksimal. Kombinasi gandum organik, minyak zaitun organik, ceramide, dan Shea butter-nya  pun memberi kenyamanan pada kulit si Kecil. Dengan pH yang seimbang dan hypoallergenic-nya, Moms tak perlu khawatir karena cream ini dapat digunakan untuk bayi yang memiliki alergi dan kulit sensitif. Saat mengoleskan cream di area pipi si Kecil, perlahan-lahan ya, Moms.

 

Ruam atau eksim susu menimbulkan gatal dan reaksi menggaruk. Nah, Moms dapat membantu melapisi tangan dan jari-jari si Kecil dengan sarung tangan dari kain yang lembut untuk mengurangi reaksi menggaruknya semakin parah dan menimbulkan lecet/luka. Jaga pula kebersihan kulit wajah dan tubuh si Kecil ya, Moms, supaya ruam yang sudah hilang tidak kambuh lagi. Selain itu, kebersihan lingkungan sekitar si Kecil tetap dijaga agar pemicu ruam, seperti debu atau kuman-kuman dari benda di sekitar rumah, berkurang.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan kulit bayi sekaligus menjaga kelembapannya adalah mengoleskan pelembab bayi secara rutin. Namun, Moms perlu lebih selektif dalam memilih produk pelembab untuk Si Kecil karena tidak semua pelembab cocok digunakan pada kulit...

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan kulit, pilihlah produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Pasalnya, bahan ini memiliki sejumlah manfaat, mulai dari mencegah kulit kering hingga meringankan gejala eksim, seperti kulit kering dan gatal-gatal. Apa Itu...

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Untuk mencegah Si Kecil mengalami masalah kulit, pelembap untuk kulit sensitif diperlukan untuk merawat kulit bayi yang masih tipis dan rentan. Salah satu cara Moms merawatnya adalah dengan memberikan Si kecil pelembap khusus untuk bayi. Bayi rentan mengalami iritasi...

SensiCare