3 Jenis Keringat Buntet dan Penyebab Yang Perlu Moms Ketahui

3 Jenis Keringat Buntet dan Penyebab Yang Perlu Moms Ketahui

Moms pasti sering mendengar istilah “keringat buntet”. Istilah ini memang sering terucap ketika kita melihat bagian tubuh anak-anak yang mengalami bintik-bintik kecil kemerahan. Biasanya keringat muncul di bagian dahi, punggung, atau dada. Kenapa biang keringat bisa timbul? Simak penjelasan berikut ini, Moms!

Keringat buntet disebut juga biang keringat. Sebutan lainnya adalah heat rash, prickly heat, atau miliaria (ruam panas). Keringat buntet merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering dialami bayi dan juga anak-anak balita. Meski begitu, kondisi ini adalah hal yang umum, tidak berbahaya, dan tidak menular.

 

Penyebab Keringat Buntet

Biang keringat sering terjadi ketika lingkungan sekitar berada pada kondisi suhu yang panas dan lembap. Tidak heran, keringat pada bayi dan balita di Indonesia menjadi kondisi yang umum terjadi karena tinggal di wilayah tropis. Ditambah pula jika lingkungan sekitar tidak ada sirkulasi udara.

Bisa juga karena pakaian Si Kecil terlalu ketat, tidur dengan selimut yang tebal, atau ia mengalami demam sehingga menyebabkan produksi keringat lebih banyak. Nah, ketika Si Kecil terlalu banyak memproduksi keringat, namun keringat tidak dapat dikeluarkan dengan baik, timbullah keringat buntet, Moms.

Biang keringat ini disebabkan saluran kelenjar keringat di kulit tersumbat karena sel-sel kulit yang mati atau bakteri. Keringat pun tidak dapat dikeluarkan sehingga membuat kulit iritasi dan kemerahan. Apalagi kelenjar keringat dan pori-pori kulit bayi belum berkembang dengan sempurna sehingga proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum optimal. Hal ini membuat keringat terperangkap di bawah kulit. Selain itu, bayi juga belum dapat mengontrol suhu tubuhnya dengan baik seperti orang dewasa atau anak-anak yang usianya sudah besar. Itulah mengapa, keringat  buntet sering ditemukan pada bayi, Moms.

 

Gejala Keringat Buntet

Saat biang keringat terjadi, area kulit akan muncul ruam, bintik-bintik kecil kemerahan atau biasa disebut lenting yang berisi air. Area kulit tersebut akan terasa seperti perih, menusuk, dan menyengat karena kepanasan dan sangat gatal. Kondisi iritasi seperti ini membuat Si Kecil sangat tidak nyaman dan rewel. Si Kecil juga bisa mengalami kesulitan tidur dari biasanya karena rasa ketidaknyamanan tersebut.

keringat buntet pada bayi

Keringat buntet bisa membuat bayi rewel karena ia merasa tidak nyaman.

Bagian tubuh yang biasa terkena keringat buntet biasanya di bagian tubuh yang tertutup pakaian. Antara lain adalah bagian punggung, perut, leher, dada bagian  atas, selangkangan, dan ketiak. Pada bayi, biang keringat sering terjadi di bagian wajah dan lipatan tubuhnya seperti lipatan leher, lengan, ketiak, siku, dan selangkangan. Biasanya kondisi ini dapat membaik beberapa hari setelah kulit Si Kecil mendingin.

 

Tipe Keringat Buntet

Biang keringat ada yang ringan, bahkan ada yang parah. Nah, berikut ini terdapat tiga tipe keringat buntet. Tipe miliaria kristalina dan miliaria rubra adalah jenis yang paling umum dialami bayi.

1. Miliaria kristalina

Merupakan tipe yang paling ringan dan umum terjadi. Keringat buntet yang terjadi di permukaan kulit paling atas ini paling sering dialami oleh bayi yang baru lahir.

Gejalanya tampak ada bintil-bintil kecil bening atau putih yang berisi cairan di permukaan kulit seperti butiran-butiran keringat. Nah, bintil-bintil kecil yang mudah pecah ini biasanya menyebar di area kepala, leher, dan dada bagian atas. Meski begitu, jenis ini tidak menimbulkan peradangan, rasa gatal, atau rasa sakit.

2. Miliaria rubra

Jenis yang satu ini dialami oleh bayi yang berusia 1—3 minggu. Biasanya terjadi ketika udara lingkungan sekitar yang panas dan lembap.

Biang keringat ini terjadi karena kelenjar keringat tersumbat di lapisan kulit bagian dalam epidermis dan dermis atas. Hal ini memicu reaksi peradangan sehingga timbul ruam dan bintil-bintil kemerahan yang dikenal dengan rubra. Keringat ini menyebabkan rasa gatal, nyeri, dan menyengat yang membuat Si Kecil menggaruk-garuk area kulit yang terkena miliaria rubra itu.

Jika miliaria rubra ini semakin meradang, lalu timbul bintil-bintil merah yang berisi nanah (pustule), kemudian berubah warnanya menjadi putih atau kuning. Ini tandanya sudah mengalami infeksi, Moms. Jenis ini disebut dengan miliaria pustulosa, yang merupakan lanjutan dari miliaria rubra.

3. Miliaria profunda

adalah jenis yang sangat jarang terjadi pada bayi dan balita. Jenis ini paling sering dialami oleh individu yang sudah mengalami miliaria rubra beberapa kali. Bisa juga karena ia sering terpapar iklim yang hangat atau tropis.

Keringat buntet ini terjadi di dermis, lapisan kulit yang paling dalam. Penampakan gejala miliaria profunda ketika di bagian dada ada bintil merah yang lebih besar dengan diameter 1—3 mm dan keras, serta berwarna merah seperti daging. Tipe ini dapat menyebabkan mual dan pusing.

 

Perawatan untuk Mengatasi Keringat Buntet

Biasanya, keringat buntet dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun. Meski begitu, Moms dapat melakukan beberapa hal di rumah untuk meredakan peradangan yang terjadi pada kulit Si Kecil berikut ini:

mengobati keringat buntet

Berendam atau mandi dengan air dingin dapat meredakan gejala keringat buntet pada bayi.

  • Pindahkan bayi ke tempat yang lebih sejuk dan teduh ketika gejala-gejala sudah mulai tampak. Hindari tempat-tempat yang suhunya panas dan lembap.
  • Menjaga agar kulit bayi yang tetap sejuk/dingin dan kering. Caranya dengan mendinginkan tubuh di dalam ruangan yang ber-AC atau kipas angin.
  • Untuk menenangkan kulit yang iritasi, bisa juga mengompres area dengan kain yang lembap atau air dingin. Atau, berendam dan mandi air dingin agar tubuhnya tetap terasa sejuk.
  • Bilas minyak dan keringat di tubuhnya, terutama di bagian-bagian lipatan tubuh, dengan air dingin dan sabun yang lembut. Keringkan dengan menepuk-nepuk secara perlahan dan lembut di area keringat si Kecil.
  • Menggunakan pakaian yang longgar dan bahan pakaian yang ringan agar pakaian tidak menggesek kulit bayi dan sirkulasi udara lebih lancar.
  • Biarkan kulit tubuhnya terpapar dan tersikulasi udara yang sejuk dengan melepaskan pakaiannya untuk sementara.
  • Pastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup agar terhidrasi dengan baik. ASI juga baik untuk meredakan peradangan atau berfungsi sebagai antiinflamasi sehingga dapat mempercepat kesembuhannya.
  • Hindari penggunaan minyak seperti telon, losion penghilang gatal, dan bedak pada bayi, kecuali jika direkomendasikan oleh dokter. Sebab, keringat buntet bukanlah reaksi alergi dan kulit yang mengering. Justru penggunaan jenis produk ini dapat menghambat pori-pori kulit sehingga memicu iritasi dan biang keringat.

 

Baca Juga: Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

 

Kapan Harus Kunjungi Dokter?

Moms, perlu mewaspadai keringat buntet yang dialami Si Kecil. Apabila gejalanya tidak kunjung membaik selama beberapa hari dan malah semakin parah, sebaiknya kunjungi dokter.

Perhatikan, apakah ada bintil-bintil merah yang bernanah dan membengkak atau tidak. Hal ini bisa jadi gejala yang ditimbulkan akibat infeksi jamur atau bakteri ketika bayi Anda terlalu sering menggaruknya. Apalagi jika disertai dengan tubuh bayi yang demam dan menggigil. Segeralah ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Untuk pengobatan, dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan losion calamine, krim hidrokortison, dan minum tablet antihistamin untuk meredakan peradangan dan rasa gatal. Bayi juga diberikan lanolin anhidrat agar penyumbatan kelenjar keringat dapat dicegah. Dosis penggunaan tentunya disesuaikan dengan kondisi si bayi.

 

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

3 Jenis Keringat Buntet dan Penyebab Yang Perlu Moms Ketahui

3 Jenis Keringat Buntet dan Penyebab Yang Perlu Moms Ketahui

Moms pasti sering mendengar istilah “keringat buntet”. Istilah ini memang sering terucap ketika kita melihat bagian tubuh anak-anak yang mengalami bintik-bintik kecil kemerahan. Biasanya keringat muncul di bagian dahi, punggung, atau dada. Kenapa biang keringat bisa...

Apa Itu pH (Power of Hydrogen)? Pentingnya pH Pada Kulit?

Apa Itu pH (Power of Hydrogen)? Pentingnya pH Pada Kulit?

Kulit tubuh memiliki kadar pH. Keseimbangan kadar pH kulit tubuh sangatlah penting untuk dijaga. Namun, mengapa kadar pH kulit perlu seimbang? Yuk, kenali lebih jauh tentang pH, keterkaitan antara pH dengan kulit, dan cara menjaganya, berikut ini! Kulit merupakan...

Tanda – Tanda Iritasi Kulit dan Penyebab

Tanda – Tanda Iritasi Kulit dan Penyebab

Iritasi merupakan permasalahan kulit yang bisa muncul tanpa disadari. Biasanya iritasi kulit ditandai dengan adanya ruam kemerahan dan gatal-gatal pada kulit. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana mengatasinya? Berikut penjelasan selengkapnya! Gangguan pada kulit...

Kenali Lima Jenis Kulit Wajah

Kenali Lima Jenis Kulit Wajah

Pemakaian produk perawatan dan kosmetik perlu disesuaikan dengan jenis kulit wajah, agar hasilnya maksimal dan tidak malah menimbulkan masalah pada kulit. Oleh karena itu, kenali dulu jenis kulit wajah Moms sebelum memilih produk perawatan kulit dan kosmetik.

Jenis kulit wajah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, faktor genetik, asupan cairan dan nutrisi, paparan sinar matahari, serta kondisi cuaca.

Seseorang yang pada masa mudanya memiliki kulit wajah normal bisa saja memiliki kulit kering ketika usianya bertambah. Kulit wajah normal pun bisa menjadi kering dan berkurang elastisitasnya saat kekurangan asupan cairan atau sering terpapar sinar matahari.

Selain beberapa faktor di atas, jenis kulit wajah juga dipengaruhi oleh kandungan minyak yang memengaruhi kelembutan dan sensitivitas kulit terhadap zat tertentu.

 

Berbagai Jenis Kulit Wajah

Kulit wajah terbagi menjadi lima tipe, yaitu:

jenis kulit wajah

Mengenal Jenis Kulit Wajah dan Cara Merawat yang Tepat

 

1. Kulit Normal

Kulit normal memiliki ciri tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak. Pori-pori kulit wajah normal juga terlihat halus dan bersih. Dibandingkan dengan jenis kulit wajah lainnya, kulit wajah normal jarang menimbulkan masalah dan cenderung lebih mudah untuk dirawat.

Meski jarang bermasalah, bukan berarti pemilik kulit normal tidak perlu menjaga kesehatan kulitnya. Untuk merawat kulit wajah normal, pemilik tipe kulit wajah ini perlu rutin membersihkan kulit wajah 2 kali sehari, rutin mengoleskan pelembap wajah, serta menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

 

2. Kulit Berminyak

Di jaringan kulit, terdapat kelenjar minyak yang berfungsi untuk memproduksi sebum. Sebum atau minyak alami kulit berfungsi untuk mencegah pertumbuhan kuman dan menjaga kelembapan kulit.

Ketika sebum diproduksi terlalu banyak, kulit akan terlihat lebih berminyak dan mengilap, serta memiliki pori-pori yang besar. Sebum yang berlebihan di kulit wajah juga dapat menyumbat pori-pori, sehingga memudahkan munculnya komedo dan jerawat. Tipe kulit yang demikian adalah tipe kulit berminyak.

Jika Moms memiliki tipe kulit berminyak, jauhilah produk yang mengandung alkohol atau pewangi.

Untuk merawat kulit wajah berminyak, gunakanlah produk perawatan kulit yang mengandung dimethicone, hyaluronic acid, sulfur, dan retinol. Pilih juga produk yang berlabel noncomedogenic atau oil free (bebas minyak) karena produk jenis ini tidak menyebabkan pori-pori tersumbat, sehingga tidak menyebabkan jerawat.

 

3. Kulit Kering

Kulit kering disebabkan oleh minimnya kandungan minyak dan cairan di lapisan kulit. Jenis kulit ini ditandai dengan kulit yang kasar, pecah-pecah, terasa kencang, dan keriput. Kulit kering juga terkadang bisa menimbulkan rasa gatal.

Untuk merawat kulit kering, gunakanlah produk perawatan kulit yang mengandung pelembap, seperti petrolatum, lanolin, minyak mineral, gliserin, vitamin E, hyaluronic acid, dan ceramide.

Hindari pemakaian produk yang mengandung alkohol, pewangi, retinoid, dan AHA, karena dapat membuat kulit mengalami iritasi. Selain itu, hindari juga kebiasaan mandi air panas atau mandi terlalu lama karena bisa membuat kulit semakin kering.

 

4. Kulit Kombinasi

Jika area tertentu pada wajah Moms terasa berminyak, namun area lainnya terasa kering atau normal, ini berarti Moms memiliki jenis kulit kombinasi.

Untuk merawat jenis kulit kombinasi, Moms bisa menggunakan dua macam produk perawatan kulit pada area wajah yang berbeda. Misalnya, mengoleskan pelembap untuk kulit berminyak di area T (kening, hidung, dan dagu) yang terasa berminyak, lalu mengoleskan pelembap untuk kulit kering di area pipi.

Moms juga bisa menggunakan dua macam produk perawatan kulit secara bergantian pada waktu yang berbeda. Misalnya, jika pagi hari menggunakan sabun pembersih wajah untuk kulit normal, malam harinya bisa menggunakan sabun untuk kulit berminyak.

 

5. Kulit Sensitif

Kulit sensitif adalah jenis kulit yang rentan mengalami iritasi terhadap bahan atau zat dalam kosmetik atau produk perawatan kulit.

Tipe kulit sensitif ini umumnya dimiliki oleh bayi karena kulitnya yang masih tipis. Namun, tak sedikit juga anak-anak atau bahkan orang dewasa yang memiliki tipe kulit sensitif. Jenis kulit ini biasanya mudah mengalami iritasi atau dermatitis setelah terpapar bahan atau zat tertentu, seperti alkohol, pewangi, pewarna, dan deterjen.

Oleh karena itu, pemilik kulit sensitif perlu memilih produk perawatan kulit yang memang khusus untuk kulit sensitif. Produk tersebut biasanya berlabel hypoallergenic dan berbahan kimia lembut, sehingga risikonya untuk menimbulkan iritasi dan alergi pada kulit cukup rendah.

Agar kulitnya tidak kering, pemilik kulit sensitif dapat menggunakan pelembap atau produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Bahan ini dapat menjaga kelembapan alami kulit serta melindungi kulit sensitif dari iritasi. Ceramide juga dapat meredakan gatal dan ruam di kulit ketika terjadi iritasi.

Baca Juga: Apa Itu Eksim, Penyebab Eksim, dan Cara Mengobati?

 

Dengan mengetahui jenis kulit wajah, Moms dapat menentukan produk perawatan yang tepat. Namun, jika Moms masih bingung dalam memilih produk perawatan yang sesuai jenis kulit wajah atau produk yang Moms gunakan justru menimbulkan masalah pada kulit, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit, ya.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

3 Jenis Keringat Buntet dan Penyebab Yang Perlu Moms Ketahui

3 Jenis Keringat Buntet dan Penyebab Yang Perlu Moms Ketahui

Moms pasti sering mendengar istilah “keringat buntet”. Istilah ini memang sering terucap ketika kita melihat bagian tubuh anak-anak yang mengalami bintik-bintik kecil kemerahan. Biasanya keringat muncul di bagian dahi, punggung, atau dada. Kenapa biang keringat bisa...

Apa Itu pH (Power of Hydrogen)? Pentingnya pH Pada Kulit?

Apa Itu pH (Power of Hydrogen)? Pentingnya pH Pada Kulit?

Kulit tubuh memiliki kadar pH. Keseimbangan kadar pH kulit tubuh sangatlah penting untuk dijaga. Namun, mengapa kadar pH kulit perlu seimbang? Yuk, kenali lebih jauh tentang pH, keterkaitan antara pH dengan kulit, dan cara menjaganya, berikut ini! Kulit merupakan...

Tanda – Tanda Iritasi Kulit dan Penyebab

Tanda – Tanda Iritasi Kulit dan Penyebab

Iritasi merupakan permasalahan kulit yang bisa muncul tanpa disadari. Biasanya iritasi kulit ditandai dengan adanya ruam kemerahan dan gatal-gatal pada kulit. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana mengatasinya? Berikut penjelasan selengkapnya! Gangguan pada kulit...

SensiCare