3 Jenis Keringat Buntet dan Penyebab Yang Perlu Moms Ketahui

19 Jan, 2021Artikel

Moms pasti sering mendengar istilah “keringat buntet”. Istilah ini memang sering terucap ketika kita melihat bagian tubuh anak-anak yang mengalami bintik-bintik kecil kemerahan. Biasanya keringat muncul di bagian dahi, punggung, atau dada. Kenapa biang keringat bisa timbul? Simak penjelasan berikut ini, Moms!

Keringat buntet disebut juga biang keringat. Sebutan lainnya adalah heat rash, prickly heat, atau miliaria (ruam panas). Keringat buntet merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering dialami bayi dan juga anak-anak balita. Meski begitu, kondisi ini adalah hal yang umum, tidak berbahaya, dan tidak menular.

 

Penyebab Keringat Buntet

Biang keringat sering terjadi ketika lingkungan sekitar berada pada kondisi suhu yang panas dan lembap. Tidak heran, keringat pada bayi dan balita di Indonesia menjadi kondisi yang umum terjadi karena tinggal di wilayah tropis. Ditambah pula jika lingkungan sekitar tidak ada sirkulasi udara.

Bisa juga karena pakaian Si Kecil terlalu ketat, tidur dengan selimut yang tebal, atau ia mengalami demam sehingga menyebabkan produksi keringat lebih banyak. Nah, ketika Si Kecil terlalu banyak memproduksi keringat, namun keringat tidak dapat dikeluarkan dengan baik, timbullah keringat buntet, Moms.

Biang keringat ini disebabkan saluran kelenjar keringat di kulit tersumbat karena sel-sel kulit yang mati atau bakteri. Keringat pun tidak dapat dikeluarkan sehingga membuat kulit iritasi dan kemerahan. Apalagi kelenjar keringat dan pori-pori kulit bayi belum berkembang dengan sempurna sehingga proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum optimal. Hal ini membuat keringat terperangkap di bawah kulit. Selain itu, bayi juga belum dapat mengontrol suhu tubuhnya dengan baik seperti orang dewasa atau anak-anak yang usianya sudah besar. Itulah mengapa, keringat  buntet sering ditemukan pada bayi, Moms.

 

Gejala Keringat Buntet

Saat biang keringat terjadi, area kulit akan muncul ruam, bintik-bintik kecil kemerahan atau biasa disebut lenting yang berisi air. Area kulit tersebut akan terasa seperti perih, menusuk, dan menyengat karena kepanasan dan sangat gatal. Kondisi iritasi seperti ini membuat Si Kecil sangat tidak nyaman dan rewel. Si Kecil juga bisa mengalami kesulitan tidur dari biasanya karena rasa ketidaknyamanan tersebut.

keringat buntet pada bayi

Keringat buntet bisa membuat bayi rewel karena ia merasa tidak nyaman.

Bagian tubuh yang biasa terkena keringat buntet biasanya di bagian tubuh yang tertutup pakaian. Antara lain adalah bagian punggung, perut, leher, dada bagian  atas, selangkangan, dan ketiak. Pada bayi, biang keringat sering terjadi di bagian wajah dan lipatan tubuhnya seperti lipatan leher, lengan, ketiak, siku, dan selangkangan. Biasanya kondisi ini dapat membaik beberapa hari setelah kulit Si Kecil mendingin.

 

Tipe Keringat Buntet

Biang keringat ada yang ringan, bahkan ada yang parah. Nah, berikut ini terdapat tiga tipe keringat buntet. Tipe miliaria kristalina dan miliaria rubra adalah jenis yang paling umum dialami bayi.

1. Miliaria kristalina

Merupakan tipe yang paling ringan dan umum terjadi. Keringat buntet yang terjadi di permukaan kulit paling atas ini paling sering dialami oleh bayi yang baru lahir.

Gejalanya tampak ada bintil-bintil kecil bening atau putih yang berisi cairan di permukaan kulit seperti butiran-butiran keringat. Nah, bintil-bintil kecil yang mudah pecah ini biasanya menyebar di area kepala, leher, dan dada bagian atas. Meski begitu, jenis ini tidak menimbulkan peradangan, rasa gatal, atau rasa sakit.

2. Miliaria rubra

Jenis yang satu ini dialami oleh bayi yang berusia 1—3 minggu. Biasanya terjadi ketika udara lingkungan sekitar yang panas dan lembap.

Biang keringat ini terjadi karena kelenjar keringat tersumbat di lapisan kulit bagian dalam epidermis dan dermis atas. Hal ini memicu reaksi peradangan sehingga timbul ruam dan bintil-bintil kemerahan yang dikenal dengan rubra. Keringat ini menyebabkan rasa gatal, nyeri, dan menyengat yang membuat Si Kecil menggaruk-garuk area kulit yang terkena miliaria rubra itu.

Jika miliaria rubra ini semakin meradang, lalu timbul bintil-bintil merah yang berisi nanah (pustule), kemudian berubah warnanya menjadi putih atau kuning. Ini tandanya sudah mengalami infeksi, Moms. Jenis ini disebut dengan miliaria pustulosa, yang merupakan lanjutan dari miliaria rubra.

3. Miliaria profunda

adalah jenis yang sangat jarang terjadi pada bayi dan balita. Jenis ini paling sering dialami oleh individu yang sudah mengalami miliaria rubra beberapa kali. Bisa juga karena ia sering terpapar iklim yang hangat atau tropis.

Keringat buntet ini terjadi di dermis, lapisan kulit yang paling dalam. Penampakan gejala miliaria profunda ketika di bagian dada ada bintil merah yang lebih besar dengan diameter 1—3 mm dan keras, serta berwarna merah seperti daging. Tipe ini dapat menyebabkan mual dan pusing.

 

Perawatan untuk Mengatasi Keringat Buntet

Biasanya, keringat buntet dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun. Meski begitu, Moms dapat melakukan beberapa hal di rumah untuk meredakan peradangan yang terjadi pada kulit Si Kecil berikut ini:

mengobati keringat buntet

Berendam atau mandi dengan air dingin dapat meredakan gejala keringat buntet pada bayi.

  • Pindahkan bayi ke tempat yang lebih sejuk dan teduh ketika gejala-gejala sudah mulai tampak. Hindari tempat-tempat yang suhunya panas dan lembap.
  • Menjaga agar kulit bayi yang tetap sejuk/dingin dan kering. Caranya dengan mendinginkan tubuh di dalam ruangan yang ber-AC atau kipas angin.
  • Untuk menenangkan kulit yang iritasi, bisa juga mengompres area dengan kain yang lembap atau air dingin. Atau, berendam dan mandi air dingin agar tubuhnya tetap terasa sejuk.
  • Bilas minyak dan keringat di tubuhnya, terutama di bagian-bagian lipatan tubuh, dengan air dingin dan sabun yang lembut. Keringkan dengan menepuk-nepuk secara perlahan dan lembut di area keringat si Kecil.
  • Menggunakan pakaian yang longgar dan bahan pakaian yang ringan agar pakaian tidak menggesek kulit bayi dan sirkulasi udara lebih lancar.
  • Biarkan kulit tubuhnya terpapar dan tersikulasi udara yang sejuk dengan melepaskan pakaiannya untuk sementara.
  • Pastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup agar terhidrasi dengan baik. ASI juga baik untuk meredakan peradangan atau berfungsi sebagai antiinflamasi sehingga dapat mempercepat kesembuhannya.
  • Hindari penggunaan minyak seperti telon, losion penghilang gatal, dan bedak pada bayi, kecuali jika direkomendasikan oleh dokter. Sebab, keringat buntet bukanlah reaksi alergi dan kulit yang mengering. Justru penggunaan jenis produk ini dapat menghambat pori-pori kulit sehingga memicu iritasi dan biang keringat.

 

Baca Juga: Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

 

Kapan Harus Kunjungi Dokter?

Moms, perlu mewaspadai keringat buntet yang dialami Si Kecil. Apabila gejalanya tidak kunjung membaik selama beberapa hari dan malah semakin parah, sebaiknya kunjungi dokter.

Perhatikan, apakah ada bintil-bintil merah yang bernanah dan membengkak atau tidak. Hal ini bisa jadi gejala yang ditimbulkan akibat infeksi jamur atau bakteri ketika bayi Anda terlalu sering menggaruknya. Apalagi jika disertai dengan tubuh bayi yang demam dan menggigil. Segeralah ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Untuk pengobatan, dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan losion calamine, krim hidrokortison, dan minum tablet antihistamin untuk meredakan peradangan dan rasa gatal. Bayi juga diberikan lanolin anhidrat agar penyumbatan kelenjar keringat dapat dicegah. Dosis penggunaan tentunya disesuaikan dengan kondisi si bayi.

 

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

10 Cara Pilih Sabun Bayi Untuk Kulit Sensitif

10 Cara Pilih Sabun Bayi Untuk Kulit Sensitif

Mandi bisa menjadi salah satu cara untuk merawat kulit bayi agar tetap sehat. Selain itu, penting juga dalam memilih produk perlengkapan mandi, seperti sabun, yang memang dapat mendukung kesehatan kulit Si Kecil. Meski begitu, mungkin Moms sempat merasa bingung dalam...

Penyebab dan Tipe Ruam Pada Bayi

Penyebab dan Tipe Ruam Pada Bayi

Ruam pada bayi banyak penyebabnya dan tipenya pun bermacam-macam. Meski begitu, Moms tak perlu khawatir karena permasalahan ruam biasanya dapat dengan mudah diatasi. Nah, kenali dulu yuk, Moms, tentang ruam pada bayi dan tipe-tipenya berikut ini. Ruam merupakan...

Alergi Pada Bayi: Apa Yang Perlu Diwaspadai?

Alergi Pada Bayi: Apa Yang Perlu Diwaspadai?

Alergi pada bayi bisa beragam pemicu dan gejalanya. Apabila bayi Anda mengalami ruam dan kulitnya tidak lembut lagi seperti kulit bayi lainnya atau bayi Anda sering bersin, bisa jadi hal ini adalah tanda-tanda alergi pada si Kecil. Nah, pelajari tentang alergi pada...

SensiCare