‘Cradle Cap’ Ketombe Pada Bayi Penyebab dan Cara Menghilangkan

‘Cradle Cap’ Ketombe Pada Bayi Penyebab dan Cara Menghilangkan

Moms, pernahkah Anda memperhatikan pada masa awal-awal kehidupan si Kecil, di kepalanya terdapat seperti ketombe, kulit yang menumpuk, berkerak, dan bersisik? Jika Moms sebagai orangtua baru, mungkin kondisi kulit ini akan membuat khawatir. Namun Moms tak perlu risau karena kondisi ini sering dialami para bayi dan bukanlah penyakit yang serius.

cradle cap

Cradle cap sangat umum terjadi pada bayi dan kondisi ini bukanlah penyakit yang serius, Moms.

Ketombe pada umumnya banyak dialami oleh orang dewasa. Namun ternyata seorang bayi, bahkan bayi yang baru lahir pun, juga bisa mengalaminya, Moms. Meski begitu, yang dialami pada bayi berbeda dengan orang dewasa.

 

Ketombe yang dialami orang dewasa dan bayi ini adalah kondisi gangguan atau permasalahan pada kulit yang dalam bahasa medisnya disebut dengan dermatitis seboroik. Kalau ketombe pada bayi disebutnya dermatitis seboroik infantil. Ini merupakan gangguan kulit pada bayi yang mengalami peradangan, biasanya menyebabkan kemerahan dan ruam bersisik yang tidak merata di permukaan kulit bayi dan anak kecil.

 

Nah, dermatitis seboroik infantil yang muncul pada bagian permukaan kulit kepala bayi ini dikenal juga dengan cradle cap. Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi dan biasanya muncul antara usia 2 minggu hingga 12 bulan.

 

 

Penyebab Bayi Alami Ketombe

Penyebab munculnya cradle cap pada bayi memang belum dipastikan, Moms. Yang pasti, bukanlah disebabkan alergi, infeksi bakteri, atau kebersihan kulit si Kecil yang tidak terjaga dengan baik. Namun penyebabnya diperkirakan karena kombinasi berbagai faktor yang melibatkan antara sekresi kelenjar minyak (kelenjar sebasea/sebaceous), metabolisme, mikroflora, dan kerentanan individu.

penyebab ketombe pada bayi

Munculnya ketombe pada kulit kepala bayi diduga karena kelenjar minyak si Kecil yang sangat aktif

Kelenjar minyak pada kulit bayi baru lahir sangat aktif karena dipengaruhi kadar hormon yang tinggi selama tahun pertama kehidupannya. Ada pula yang menyebutkan bahwa hormon dari sang ibu pada masa kehamilan dan menyusui juga ikut mempengaruhi aktifnya produksi kelenjar minyak si Kecil.

 

Kelenjar minyak yang aktif inilah yang membuat kulit si Kecil memproduksi minyak lebih banyak sehingga menyebabkan sel-sel kulit yang sudah mati tetap melekat di permukaan kulit. Selain itu, cuaca dingin dan kering menyebabkan kulit memproduksi minyak berlebih. Nah, kulit kepala bayi merupakan salah satu area tubuh yang banyak kelenjar minyaknya.

 

Sekresi kelenjar minyak yang aktif ini akan menciptakan pertumbuhan mikroorganisme mikroflora, yaitu jamur Malassezia furfur. Malassezia furfur merupakan jamur yang hidup secara alami di kulit dan tumbuh bersama bakteri. Jenis jamur yang diyakini memiliki keterkaitan dengan timbulnya ketombe ini, frekuensinya memang sangat tinggi pada kulit anak-anak.

 

Faktor lainnya adalah faktor genetik, bahan kimia yang membuat iritasi, dan adanya asam lemak yang meningkat juga dapat menyebabkan sel-sel kulit kepala berlebih sehingga muncullah serpihan-serpihan kulit mati. Defisiensi imun yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh si Kecil diduga ada kaitannya dengan munculnya cradle cap. Yang pasti, gangguan kulit ini bukanlah penyakit yang menular dan tidak berbahaya, ya, Moms.

 

Ciri-Ciri Ketombe pada Bayi

Penampakan cradle cap pada kepala bayi memiliki ciri khas tersendiri sehingga terlihat perbedaannya dengan kondisi gangguan kulit lainnya. Gangguan kulit yang lain, seperti eksim, biasanya kulit akan menjadi kering dan pecah-pecah, tetapi kulit yang terkelupas itu dapat dengan mudah dibersihkan.

 

Yang membedakannya dengan cradle cap adalah biasanya cradle cap ditandai dengan adanya penumpukan sel-sel kulit mati yang menempel pada kulit si Kecil dan hal ini tampak seperti ketombe. Serpihan-serpihan kulit dari sel-sel kulit mati yang berkerak, bersisik, dan berwarna kekuningan itu, terasa keras dan kasar saat disentuh. Selain itu, serpihan kulit di kepala si Kecil tersebut juga akan terasa berminyak. Permukaan kulit kepala pun akan tampak kemerahan.

 

Cradle cap tidak mengganggu si Kecil. Cradle cap tidak membuat kepala si Kecil terasa gatal-gatal atau sakit. Meski begitu, ada beberapa kasus dapat menyebabkan gangguan yang serius, Moms. Gangguan kulit ini dapat menyebabkan kulit kepala makin berkerak kekuningan, menebal, mengeluarkan cairan, berbau tidak sedap, dan kulit terasa panas. Hal ini merupakan ciri-ciri infeksi sehingga Moms perlu mewaspadainya. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, Moms langsung kontak dokter ahli agar bisa langsung ditangani. 

 

Cara Mengatasi Ketombe pada Bayi

Kalau dilihat-lihat, ketombe ini mengganggu penampilan si Kecil ya, Moms. Namun, Moms tak perlu khawatir karena dapat menghilang sendirinya dengan atau tanpa perawatan. Biasanya, cradle cap yang dialami si Kecil dapat menghilang dalam beberapa minggu atau bulan. Meski begitu, Moms dapat melakukan perawatan di rumah seperti berikut ini untuk mengontrol cradle cap si Kecil.

kerak kepala bayi

Rutin membersihkan area kepala si Kecil dengan rangkaian produk Cussons Baby SensiCare membantu mengontrol cradle cap.

 

  • Untuk membersihkan serpihan atau sisik kulit mati di area kepala (cradle cap), Moms bisa mengoleskan baby oil alami, seperti minyak kelapa, minyak jojoba, minyak almond, atau petroleum jelly sambil memijat dan menggosokkan kepalanya dengan lembut dan perlahan. Lakukan sebelum si Kecil mandi ya, Moms.

 

  • Mandikan si Kecil tidak lebih dari satu kali sehari. Cuci area kepala dan rambut si Kecil dengan sampo khusus untuk membersihkan minyak dan ketombenya. Gunakan rangkaian produk yang tepat untuk membantu mengurangi ketombe, Moms.

 

  • Jika serpihan atau sisik kulit mati sudah hilang dan teratasi, cuci rambut dan kulit kepala bayi setiap dua hingga tiga hari sekali dengan sampo yang lembut untuk mencegah ketombe muncul lagi.

 

  • Apabila cradle cap sudah berada di tingkat yang lebih parah, seperti iritasi dan gatal, biasanya dokter akan memberi resep obat oles steroid seperti hidrokortison dan sampo antijamur seperti ketoconazole atau imidazole. Obat steroid membantu mengurangi peradangan dan rasa gatal yang terjadi.

 

Gunakan Sampo yang Tepat

Mencari produk pembersih untuk kulit bayi memang gampang-gampang susah ya, Moms. Namun, Moms tak perlu bingung lagi karena ada rangkaian produk Cussons Baby SensiCare yang diciptakan khusus untuk kulit bayi yang sensitif dan rentan.

 

Sampo yang tepat untuk membantu mengatasi cradle cap atau ketombe adalah Cussons Baby SensiCare Gentle Hair & Body Wash. Saat mencuci area kepala dan rambut haruslah hati-hati dan perlahan-lahan ya, Moms, karena busa sampo pembersih dapat mengenai matanya dan membuatnya iritasi. Nah, sampo sekaligus pembersih dari Cussons Baby SensiCare, Moms karena sudah terbukti klinis lembut di mata. Hal ini dikarenakan produk perawatan mandi ini memiliki kandungan yang bebas sabun dan ekstra ringan. Tak hanya kulit kepala, produk ini juga dapat digunakan untuk menjaga kebersihan kulit tubuh dan wajah.

 

Pembersih dari rangkaian produk SensiCare ini memang diperuntukkan khusus bagi kulit si Kecil yang sensitif termasuk cradle cap atau dermatitis seboroik infantile. Hal ini didukung dengan 100 persen bahan-bahan alami yang terkandung di dalamnya, seperti gandum/oat organik, minyak zaitun organik, minyak argan, dan ceramide.

 

Bahan-bahan yang terkandung di dalamnya ini memiliki manfaat berbagai macam, antara lain: untuk membersihkan rambut dan kulit si Kecil dengan lembut, mendukung keseimbangan kelembapan sekaligus menjaga kelembapan kulit si Kecil sehingga kulitnya terlindungi dari kekeringan, dan menjaga rambut si Kecil tetap ternutrisi dengan baik, sehat, dan berkilau. Usai mandi, Moms bisa menyikat rambut si Kecil dengan sikat yang lembut untuk membantu menghilangkan sisil-sisik di kepalanya.

 

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit....

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit. Ruam pada kulit menjadi salah satu permasalahan yang dialami bayi.

ruam susu

Ruam yang sering terjadi pada bayi salah satunya adalah ruam susu.

Eksim pada kulit memang sering terjadi pada si Kecil, tapi Moms tak perlu khawatir karena dapat diatasi. Ruam yang merupakan gangguan kulit pada bayi pun banyak tipenya, Moms. Beberapa tipe ruam pada si Kecil kadang dibarengi dengan gejala demam, gatal gatal, dan gejala lainnya. Nah, salah satu tipe ruam yang biasa dialami si Kecil adalah ruam susu. Dalam bahasa medisnya, dikenal dengan sebutan dermatitis atopik.

 

Ruam susu merupakan reaksi yang biasa terjadi pada bayi, terutama pada bulan-bulan awal setelah kelahirannya, Moms. Ruam ini biasanya ditandai dengan munculnya peradangan, kulit kemerahan, dan beruntusan atau bintik – bintik kecil seperti jerawat pada kulit. Terkadang, eksim susu ini diduga sebagai biang keringat. Ruam susu paling umum terjadi di area wajah, terutama bagian pipi, hidung, dan dagu. Ketika si Kecil sudah agak besar, area yang terkena ruam bisa timbul di daerah lainnya, seperti bahu, lengan, perut, atau kemaluan si Kecil.

 

Penyebab Eksim Susu

Kenapa bisa muncul ruam susu? Mungkin Moms mengira ini terjadi karena kulit si Kecil terkena sisa ASI yang menempel pada kulitnya. Namun, faktanya, pada kulit si Kecil ini terjadi karena adanya riwayat alergi pada bayi ASI yang diwarisi dari orangtuanya.

 

Timbulnya gangguan kulit pada si Kecil ini juga ada kaitannya dengan pola makan yang Anda jalani, Moms. Ruam susu merupakan reaksi alergi si Kecil terhadap asupan makanan atau minuman yang dikonsumsi sang ibu. Apabila Moms mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat alergen, seperti telur, ayam, susu, atau kacang-kacangan, si Kecil yang mendapat ASI dari ibunya bisa mengalami ruam susu. Apalagi saluran pencernaan si Kecil belum matang dan sistem kekebalan tubuhnya masih lemah.

penyebab ruam susu

Ruam susu pada bayi yang masih mendapat ASI dapat terjadi karena adanya reaksi alergi terhadap asupan makanan/minuman yang dikonsumsi sang ibu.

Ruam susu juga bisa karena adanya reaksi hormonal pada kandungan di dalam ASI. Kandungan karbohidrat dan lemak di dalam ASI yang menempel di kulit si Kecil, dapat menimbulkan ruam. Paparan dari polusi udara, suhu yang panas, debu, dan kuman-kuman kecil yang ada di udara juga bisa menjadi pemicu, Moms. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar si Kecil.

 

Ruam yang Mengganggu

Gejala peradangan akibat ruam susu tak hanya menimbulkan ruam kemerahan dan bintik-bintik kecil saja. Hal tersebut juga menimbulkan rasa gatal gatal pada kulit si Kecil. Apalagi biasanya hal ini muncul di pipi si Kecil sehingga mudah untuk digaruk dengan tangan kecilnya.

 

Lama-kelamaan, gejala ruam susu akan menimbulkan kulit menjadi kering, bersisik, hingga menebal dan kehitaman. Siklus gatal-garuk pun akan muncul sehingga dapat membuat kulit si Kecil lecet dan terluka. Jika sudah terluka, kulit bisa infeksi karena jamur dan bakteri dapat mudah masuk ke dalam kulit yang terbuka.

 

Eksim susu atau ruam susu ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Meski begitu, tetaplah menjaga area yang terkena selalu bersih dan kering. Apabila gangguan kulit ini tak hilang-hilang juga, bisa jadi si Kecil mengalami kondisi alergi yang serius,

 

Perawatan Ruam Susu

Langkah pertama untuk cara mencegah munculnya ruam susu pada si Kecil, Moms harus menghindari pemicunya. Apabila si Kecil masih menyusui, Moms perlu menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu alergi, seperti susu sapi dan produk olahannya. Moms bisa menggantinya dengan konsumsi susu kambing atau susu kedelai. Apabila si Kecil sudah mulai diperkenalkan makanan, mulailah dengan satu jenis makanan. Kemudian lihat reaksi si Kecil sebelum mengenalkan jenis makanan yang lainnya.

 

Bagaimana jika si Kecil sudah terkena ruam susu? Nah, Moms bisa merawat kulit si Kecil agar gejala ruam susu yang timbul tidak semakin parah. Moms dapat melakukannya dengan menghindari si Kecil mandi air panas. Air panas akan membuat kulitnya semakin kering sehingga memicu rasa gatal yang lebih parah.

 

Nah saat mandi, Moms dapat menggunakan Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash yang dapat diaplikasikan pada kulit wajah, selain kulit tubuh dan rambutnya. Apalagi hair & body wash sudah teruji hypoallergenic serta teruji secara klinis oleh para dermatologis dan dokter anak Produk perawatan mandi ini juga dilengkapi dengan bahan-bahan alami seperti gandum organik, minyak zaitun organik, ceramide, dan minyak argan yang membantu memberi kelembapan pada kulit dan melindungi kulit dari kekeringan. Selain bahan-bahan alami, kandungan di dalam produk ini juga bebas sabun, ekstra ringan, Terbukti secara klinis lembut di mata, Moms.

cara mengatasi ruam susu

Perawatan kulit si Kecil dengan mengoleskan pelembab khusus bayi sangat penting

Perawatan kulit untuk si Kecil, baik yang belum maupun sudah terkena ruam susu, juga penting banget, Moms. Rawatlah kulitnya dengan mengoleskan pelembap, seperti  Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream, pelembab yang memang diperuntukkan bagi bayi baru lahir dan memiliki kulit sensitif ini sangat mudah diserap sehingga menjaga kulitnya tetap terasa lembap dan lentur. Dengan mengoleskan Cream khusus bayi ini secara teratur, kesehatan dan kelembapan kulit si Kecil pun akan terpelihara dengan baik.

 

Cream ini melembapkan kulit kering hingga 24 jam. Formula dermoprotective-nya pun memberikan perlindungan pada kulit. Kandungan ekstra emolien dalam produk ini pun mampu, melembapkan, dan merawat kulit yang sangat kering dengan maksimal. Kombinasi gandum organik, minyak zaitun organik, ceramide, dan Shea butter-nya  pun memberi kenyamanan pada kulit si Kecil. Dengan pH yang seimbang dan hypoallergenic-nya, Moms tak perlu khawatir karena cream ini dapat digunakan untuk bayi yang memiliki alergi dan kulit sensitif. Saat mengoleskan cream di area pipi si Kecil, perlahan-lahan ya, Moms.

 

Ruam atau eksim susu menimbulkan gatal dan reaksi menggaruk. Nah, Moms dapat membantu melapisi tangan dan jari-jari si Kecil dengan sarung tangan dari kain yang lembut untuk mengurangi reaksi menggaruknya semakin parah dan menimbulkan lecet/luka. Jaga pula kebersihan kulit wajah dan tubuh si Kecil ya, Moms, supaya ruam yang sudah hilang tidak kambuh lagi. Selain itu, kebersihan lingkungan sekitar si Kecil tetap dijaga agar pemicu ruam, seperti debu atau kuman-kuman dari benda di sekitar rumah, berkurang.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit....

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil terus-terusan menggaruk hingga kulit terluka dan berdarah. Inilah yang dinamakan siklus gatal-garuk yang tiada hentinya.

 

Aksi menggaruk merupakan hal yang natural dan dialami setiap individu, baik bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menggaruk pada permukaan kulit di bagian tubuh tertentu. Menggaruk merupakan reaksi alami ketika permukaan kulit tersebut mengalami iritasi, gatal, kering, atau radang. Meski begitu, apabila si Kecil melakukan aksi menggaruk yang tak wajar atau menggaruk berulang-ulang, mungkin saja ada kondisi atau gangguan di tubuh atau kulitnya.

 

Kulit gatal disebabkan oleh adanya gangguan dan beberapa faktor lainnya. Hal tersebut sangatlah mengganggu terlebih lagi jika memiliki kulit yang kering dan sensitif, menyebabkan kulit jadi rentan iritasi akibat garukan yang terjadi.

 

Beberapa kondisi atau permasalahan kulit yang membuat si Kecil melakukan aksi menggaruk biasanya adalah karena penyakit kulit seperti eksim/dermatitis atopik atau psoriasis. Bisa juga karena si Kecil alergi terhadap bahan-bahan tertentu, seperti serbuk sari, makanan, atau bahan-bahan yang terkandung di dalam obat-obatan atau produk-produk perawatan kulit. Kondisi lainnya adalah ruam, gigitan serangga, parasit, dan kulit berjamur. Kondisi tersebut yang menimbulkan gejala-gejala pada permukaan kulit, salah satunya adalah rasa gatal.

                                                   

Menggaruk itu Menyenangkan

Sensasi rasa gatal yang dirasakan setiap individu, termasuk bayi dan anak-anak, pada permukaan kulit merupakan salah satu cara kulit untuk memberikan perlindungan dan pertahanan bagi tubuh. Di saat inilah hormon histamin dilepaskan. Ketika rasa itu muncul, pastinya si Kecil langsung merespon dengan aksi menggaruk pada bagian kulit yang gatal.

 

Aksi menggaruk kulit memang terasa menyenangkan. Dengan menggaruk, rasa gatal akan dapat dihilangkan. Tetapi, hal itu hanya sementara saja, Moms. Dalam studi yang dilakukan Zhou-Feng Chen, Ph.D. dari  Washington University School of Medicine di St. Louis, Amerika Serikat, menggaruk memang dapat mengatasi dan menghilangkan rasa gatal. Hal itu disebabkan adanya hormon serotonin yang dilepaskan oleh otak. Hormon serotonin ini akan memberikan perasaan nyaman dan senang.

 

Sayangnya, Moms, hormon serotonin ini malah akan membuat gatal semakin parah. Sebabnya, ketika si Kecil menggaruk, rasa sakit yang dihasilkan akan mengganggu. Otak pun akan melepaskan serotonin untuk mengatasi rasa sakit tersebut. Kemudian ketika tubuh merespon sinyal rasa sakit tersebut, responnya malah akan membuat kulit terus merasakan gatal gatal dan semakin memburuk. Tak heran, si Kecil akan mengulang-ulang aksi menggaruknya di saat kulit terasa gatal.

 

Siklus Gatal-Garuk Sebabkan Luka       

Ketika menggaruk, kulit menjadi bagian tubuh yang justru akan merasakan sakit. Menggaruk dapat membuat kulit si Kecil jadi memerah karena di saat permukaan kulit digaruk, pembuluh darah akan melebar. Hal ini akan membuat sel-sel darah putih dan plasma akan mengalir sehingga mampu mengusir toksin pengganggu pada kulit si Kecil. Di saat itu pula kulit akan menjadi memerah akibat garukan dari tangan.

 

gatal gatal sebabkan luka

Siklus gatal dan garuk tak hanya membuat kulit memerah, melainkan dapat menyebabkan luka dan infeksi.

 

Tak hanya permukaan kulit menjadi memerah, hal ini juga dapat menyebabkan luka, bahkan infeksi pada kulit si Kecil. Apalagi jika kondisi kulit si Kecil sedang mengalami permasalahan, seperti eksim atau psoriasis, yang memang menimbulkan gatal pada kulit secara intens sehingga ada rasa ingin terus menggaruk sampai gatal itu hilang.

 

Tanpa sadar, rasa gatal lalu digaruk yang terjadi terus-menerus ini pun akan menciptakan goresan pada kulit sehingga merusak pertahanan kulit si Kecil. Aksi menggaruk yang berulang-ulang ini juga dapat menyebabkan penebalan pada kulit yang disebut likenifikasi dan meningkatkan risiko infeksi karena kulit yang tergores akan memudahkan bakteri, virus, atau bahan tertentu masuk ke dalam kulit. Hal-hal ini akan memperburuk gejala-gejala gangguan pada kulit tersebut.

                                       

Cara Meringankan Gatal dan Mengurangi Garuk

Menggaruk awalnya memang bisa membuat si Kecil merasa nyaman. Namun lama-kelamaan aktivitas menggaruk yang terjadi berulang-ulang tanpa henti, tentunya akan mengganggu aktivitas, konsentrasi, dan kenyamanan si Kecil. Bahkan dapat menciptakan permasalahan baru pada si Kecil.

 

Dengan menghentikan aktivitas ini, tentu akan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan aksi menggaruk pada si Kecil. Nah, Moms perlu melakukan pengamatan apa yang menyebabkan si Kecil mengalami siklus gatal dan membuatnya menggaruk, misalnya karena alergi atau hal lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, Moms dapat menghindari si Kecil dari hal-hal yang memicu timbulnya gatal.

 

Untuk menghindari aksi menggaruk si Kecil yang menyebabkan kulitnya rusak, rawatlah tangan dan kuku-kuku si Kecil, Moms. Pastikan kuku-kuku si Kecil dipotong secara berkala sehingga mencegah luka di kulitnya saat terjadinya gatal. Berikan mainan yang bisa ia mainkan dengan tangannya agar dapat mengalihkan perhatiannya dari kegiatan menggaruk. Gunakan pula sarung tangan yang lembut ketika si Kecil tidur di malam hari karena biasanya malam hari rasa gatal akan meningkat.

 

Bedong pada bayi untuk bayi-bayi baru lahir juga bisa dilakukan Moms agar tangannya tetap terjaga dan terhindar dari usahanya menggaruk wajah. Bedong juga membantu si Kecil tetap merasa tenang saat tidur. Untuk meredakan gatal pada kulit si Kecil, kompreslah bagian kulit yang gatal tersebut dengan kain lembut yang sudah dibasahi dengan air dingin selama beberapa menit. Ulangi selama dibutuhkan.

 

Cara Mengatasi Gatal Gatal dengan Pelembab

Moms dapat mengatasi gatal pada si Kecil dengan pelembap, apalagi jika kulit yang kering menjadi salah satu penyebab kulit si Kecil gatal-gatal. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa pelembap sangatlah penting untuk mempertahankan kulit yang sehat. Ada banyak manfaat yang didapatkan apabila pelembab diaplikasikan pada kulit si Kecil.

 

Antara lain adalah menjaga kelembapan kulit si Kecil, termasuk memperbaiki penampilan kulit, memperbaiki dan mempertahankan pertahanan kulit, memelihara dan meningkatkan kadar air di dalam kulit. Pelembap yang dapat menghidrasi kulit si kecil ini akan membantu mengurangi iritasi pada kulit sehingga siklus gatal-garuk pun perlahan-lahan akan menghilang.

 

Pelembab yang baik seharusnya mampu melindungi kelembaban alami kulit dan juga menyerap dengan baik untukmenghidrasi kulit sehingga membantu meningkatkan kelembapan kulit. Salah satu pilihannya adalah Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion. Pelembap yang mengandung bahan-bahan alami ini sudah teruji secara klinis membantu menjaga kelembaban kulit hingga 24 jam  dan memiliki pH yang seimbang dengan pH kulit.

 

Pelembap dari rangkaian Cussons Baby Sensicare ini pun diformulasikan secara khusus dengan Derma-SoftTM Complex yang merupakan kombinasi bahan-bahan organik, seperti 100%gandum organik, minyak zaitun organik, shea butter, dan ceramide. Kombinasi bahan-bahan ini membantu menjaga kelembaban dan melindungi kulit bayi yang sensitif dan rentan eksim. Pelembap ini juga dapat digunakan untukbayi yang baru lahir atau newborn karena telah teruji klinis hypoallergenic.

 

Usapkan pelembap harian ini usai si Kecil mandi agar kelembapan kulitnya tetap terjaga dan selalu lembut. Untuk merilekskan tubuh dan pikiran si Kecil ketika mau tidur di malam hari, Moms juga dapat memijatnya menggunakan pelembap ini. Gosokkan dengan lembut pelembap ini pada bagian punggung, kaki, tangan, atau wajahnya untuk meringankan rasa gatal.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit....

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...

Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Alergi pada kulit dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari orang dewasa hingga si Kecil bisa juga terkena alergi. Penyebabnya sangatlah bermacam – macam. Apalagi daya tahan tubuh si Kecil masih rentan. Reaksi alergi yang dialami ialah dengan munculnya gatal-gatal pada kulit. Supaya dapat menyembuhkan alergi kulit, kenali penyebab dan cara mengatasi Agar dapat menghindarinya.

gatal alergi

Alergi dapat menimbulkan reaksi gejala gatal-gatal di tubuh karena pelepasan histamin yang berlebihan.

 

Alergi adalah sebuah kondisi yang umum terjadi pada setiap individu, mulai dari bayi, balita, anak-anak hingga orang dewasa. Alergi dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing. Ketika si Kecil mengalami alergi, sistem kekebalan tubuhnya akan memproduksi antibodi bernama immunoglobulin E (IgE) yang akan mengidentifikasi zat-zat asing yang dapat membahayakan. Zat-zat asing yang memicu alergi atau yang disebut dengan alergen tersebut bisa bermacam-macam.

 

Jika tubuh si Kecil beberapa kali terpapar alergen, antibodi akan melepaskan sejumlah bahan kimia dari sistem kekebalan tubuhnya, seperti histamin, menuju pembuluh darah untuk melawan alergen yang dianggap “musuh”. Pelepasan bahan-bahan kimia inilah yang akan memicu timbulnya berbagai macam gejala, tergantung dari zat pemicunya. Alergi dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti mata, hidung, paru-paru, kulit, dan saluran pencernaan. Tingkatan gejalanya pun ada yang ringan, sedang, hingga berat.

 

Apa Penyebab Kulit Gatal-Gatal?

Gatal Karena Alergi

 

Reaksi alergi pada kulit adalah yang paling umum terjadi pada bayi dan balita. Alergi pada kulit terjadi ketika permukaan kulit si Kecil kontak dengan alergen sehingga mengganggu sistem kekebalan di dalam tubuh. Bisa juga karena si Kecil mengkonsumsi makanan yang bersifat allergen atau menghirup bahan alergen melalui udara. Alhasil, permukaan kulit pun akan mengalami gejala alergi seperti gatal, kering atau ruam kemerahan.

 

Gatal pada permukaan kulit merupakan salah satu gejala yang muncul ketika si Kecil mengalami alergi. Gejala ini timbul karena sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin yang berlebihan. Histamin inilah yang berperan menimbulkan rasa gatal. Gejala ini dapat dirasakan ketika kondisi kulit mengalami permasalahan akibat alergi, berikut beberapa di antaranya, Moms.

 

  • Eksim/dermatitis atopik. Kondisi kulit yang umum terjadi pada anak-anak, termasuk bayi, apalagi jika si Kecil memiliki asma, alergi pada makanan tertentu, dan alergi serbuk sari bunga. Gejalanya, kulit si Kecil akan mengalami ruam di bagian wajah dan kepala hingga ke area dada dan lengan dengan kondisi kulit yang kering, iritasi, dan gatal. Ketika gatal menyerang, si Kecil akan menggaruk, tetapi hal ini malah membuat kulit semakin gatal.
  • Dermatitis kontak. Kondisi kulit ini timbul setelah si Kecil terpapar zat asing yang memicu alergen secara langsung. Reaksi dari alergi dapat memunculkan gejala-gejala seperti kulit memerah, bentol, bersisik, dan terasa gatal.
  • Urtikaria. Kondisi kulit berupa ruam-ruam merah dan bentol-bentol berukuran kecil atau besar yang disertai rasa gatal dan terjadi karena adanya reaksi alergi. Kondisi ini dikenal juga dengan biduran.
  • Pembengkakan (angioederma). Kondisi yang menampakkan kulit dengan bekas merah, pembengkakan atau bercak, dengan berbagai ukuran karena alergi. Kondisi kulit ini akan tiba-tiba muncul dan menghilang pada bagian dalam kulit sekitar mata, mulut, tenggorokan, dan alat kelamin, tetapi tidak berbahaya. Hanya saja kondisi ini dapat menyebabkan gatal-gatal di kulit. Biasanya muncul bersamaan dengan urtikaria.

 

Penyebab Gatal dari Zat – Zat Asing atau Allergen

Reaksi alergi yang menyebabkan munculnya permasalahan pada kulit hingga timbul gejala seperti gatal-gatal ini biasanya muncul setelah beberapa kali kontak dengan alergen  dan berbeda-beda pada setiap individu, ada yang mucul dalam hitungan jam bahkan ada yang muncul setelah beberapa hari setelah kontak ulang dengan allergen.

gatal gatal

Makanan tertentu dapat menimbulkan gatal alergi pada si Kecil.

Zat-zat asing atau allergen yang menjadi penyebab timbulnya gatal adalah:

  • nikel, bahan logam yang biasa digunakan untuk lapisan perhiasan dan kancing jeans, kosmetik, losion, sabun, dan sampo;
  • makanan tertentu, seperti kacang, susu, dan sebagainya;
  • tabir surya dan obat antiserangga semprot;
  • obat-obatan yang dioleskan di permukaan kulit, seperti obat antibiotik dan krim antigatal;
  • pengharum/parfum;
  • produk pembersih, seperti sabun atau deterjen;
  • lateks, bahan yang digunakan untuk membuat sarung tangan, pakaian, dan balon;
  • tungau debu, serbuk sari;
  • bahan-bahan kimia, seperti pewarna.

 

Cara Mengatasi Gatal dan Alergi Pada Kulit

Kondisi kulit yang bermasalah karena alergi  dapat  mengganggu aktivitas si Kecil, Moms. Sebab  gejala ini akan memunculkan masalah baru, yaitu datangnya siklus gatal-garuk yang memperburuk kondisi kulit si Kecil. Meski begitu, Moms dapat mengatasi gejala alergi kulit dengan tips berikut ini.

  • Ketahui pemicu gatal dan hindari. Carilah penyebab yang memicu alergi si Kecil, Moms. Misalnya, sabun, deterjen, atau losion beraroma, yang biasanya membuat kulit si Kecil iritasi. Jika sudah diketahui pemicunya, hindari alergen tersebut.
  • Tes Alergi. Untuk mengetahui penyebabnya, Moms dapat melakukan tes melalui bantuan dokter ahli. Dokter ahli akan melakukan tes dengan mengenalkan sejumlah alergen ke dalam kulit si Kecil. Jika timbul suatu reaksi, kemungkinan si Kecil memiliki alergi terhadap zat tersebut.
  • Kurangi menggaruk. Aksi menggaruk memang tidak bisa dihindari ketika gatal menyerang. Namun ketika si Kecil makin menggaruk, kulit akan semakin gatal. Hal ini akan memperparah kondisi kulitnya, seperti iritasi dan infeksi. Untuk meredakannya, Moms dapat mengompres dengan air dingin pada area yang gatal. Sementara untuk menghindari semakin parah, Moms dapat menutup area tubuh si Kecil yang gatal itu, memoalergitong kuku si Kecil, menggunakan sarung tangan lembut untuk si Kecil. Hindari pakaian yang berbahan kasar yang bisa membuat kulitnya bertambah gatal.
  • Gunakan produk pembersih pakaian khusus untuk bayi/kulit sensitive . Agar terhindar dari alergen, Moms dapat menggunakan produk pembersih berlab hypoallergenic.
  •  

  • Mandi. Saat mandi, gunakan air hangat dan gunakan pembersih yang memiliki pH seimbang. atau  Moms bisa juga menggunakan produk mandi yang mengandung oatmeal, seperti produk Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash. Sabun mandi yang diformulasikan secara khusus dan teruji secara klinis dapat digunakan untuk bayi baru lahir, kulit sensitive dan kulit rentan eksim serta dapat digunakan untuk  area tubuh, rambut dan wajah si kecil.

    Kandungan bahan-bahan organiknya, seperti oat organik, minyak zaitun organik, minyak argan, dan ceramide akan membantu melindungi kulit dan tetap menjaga keseimbangan kelembapan kulit si Kecil. Rambut si Kecil pun tetap terawat dan terjaga kelembabannya. Pembersih yang khusus diciptakan untuk kulit si Kecil yang rentan eksim ini juga sudah teruji secara dermatologi dan hypoallergenic .
  •  

  • Lembapkan kulit usai mandi. Penggunaan pelembap usai mandi dapat menghindari kulit si Kecil dari kulit kering yang bisa menimbulkan gatal. Gunakan pelembap berlabel hypollaergenic, seperti Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion.

    Pelembap yang mudah diserap ini akan menjaga kulit si Kecil yang tipis dan rentan eksim tetap terpelihara dengan baik.Sebab, produk ini teruji secara klinis mampu memberikan kelembaban pada kulit hingga 24 jam. Dengan kandungan bahan-bahan organik di dalamnya, seperti oat organik, minyak zaitun organik, shea butter, dan ceramide, losion ini membantu membuat kulit si Kecil tetap sehat dan nyaman sepanjang hari.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit....

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...

Penyebab Gatal Pada Kulit dan Cara Mengatasi

Penyebab Gatal Pada Kulit dan Cara Mengatasi

Gatal pada kulit sangatlah menggangu. Kondisi gatal disebut pruritus adalah hal normal terjadi. Rasa Sakit yang amat sangat dapat membuat Moms tidak nyaman, mengganggu kehidupan, hingga berakibat cemas maupun depresi. Moms harus berhati – hati jika tidak kunjung usai, karena bisa saja merupakan gejala munculnya penyakit serius.

 

kulit gatal

Untuk melindungi tubuh, kulit akan merespon dengan berbagai cara, salah satunya dengan timbulnya gatal gatal.

 

Sebagai organ tubuh terluar dan terluas, kulit memiliki banyak fungsinya, Moms. Di antaranya, kulit memiliki peranan penting sebagai pertahanan dan perlindungan bagi tubuh. Untuk melindungi tubuh, kulit akan merespon dengan berbagai cara, salah satunya dengan timbulnya rasa gatal.

 

Saraf Rasa Gatal 

Gatal merupakan suatu sensasi atau persepsi yang dirasakan akibat terangsangnya serabut saraf mekanoreseptor yang ada di kulit. Biasanya impuls berawal dari rangsangan ringan dipermukaan kulit, seperti bahan iritan, gigitan serangga, rambatan kutu dan sebagainya. Rasa tersebut sangatlah umum terjadi pada setiap orang, Moms. Semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, pastinya merasakan di permukaan kulit.

Gatal diyakini sebagai salah satu pengalaman sensorik dengan jalur yang sama dengan timbulnya rasa sakit atau nyeri Moms. Biasanya diikuti dengan refleks menggaruk yang bertujuan untuk memberi sensasi nyeri yang cukup sehinggga sinyal gatal dapat ditekan.

Penyebab gatal sangat beragam, antara lain:

  • Reaksi alergi,
  • Inflamasi,
  • Stres,
  • Paparan fisik seperti rambatan kutu,
  • Autoimun,
  • Kontak dengan bahan kimia yang bersifat iritan,
  • Dan sebagainya.

 

Masing-masing penyebab tersebut mempunyai jalur yang berbeda dalam menimbulkan rasa tidak nyaman, namun pada akhirnya semua mekanisme tersebut akan berhubungan dengan pengeluaran histamin sebagai mediator inflamasi yang menyebabkan pruritis. Ketika histamin diproduksi, ia akan merangsang ujung saraf kemudian sinyalnya diteruskan oleh serabut-serabut saraf hingga ke batang otak sehingga diinterpretasikan sebagai sensasi gatal.

 

Kulit Sering Gatal di Malam Hari?

Gatal tidak hanya dapat dirasakan pada pagi hari saja, tetapi juga pada malam hari atau bahkan sepanjang hari. Namun mengapa hal ini lebih terasa pada malam hari? Bahkan di malam hari bisa lebih parah hingga mengganggu tidur dan istirahat si Kecil.

 

penyebab kulit gatal

Kulit yang gatal di malam hari bisa lebih parah hingga mengganggu tidur dan istirahat si Kecil.

 

Ada banyak faktor yang menyebabkan gatal di malam hari semakin intens dan meningkat. Di antaranya karena ada perubahan dalam siklus harian pada malam hari yang dapat memengaruhi fungsi kulit, seperti pengaturan suhu, keseimbangan cairan, dan perlindungan penghalang. Lalu, hormon sitokin lebih banyak dilepas pada malam hari sehingga meningkatkan peradangan.

Sebaliknya hormon kortikosteroid yang berfungsi untuk membantu mengurangi peradangan, produksinya melambat. Selain itu, kelembapan kulit akan berkurang karena kulit banyak kehilangan air pada malam hari.

 

Faktor-faktor inilah yang menimbulkan kulit semakin gatal dan mengganggu pada malam hari. Apalagi aktivitas yang dilakukan si Kecil pada malam hari tidak seaktif pada pagi atau siang hari. Karena itu, gunakan pakaian yang berbahan lembut dan longgar pada malam hari, Moms, agar berkurang.

 

Cara Menghilangkan Gatal Gatal dengan Bahan Alami

Nah, Moms perlu memperhatikan apabila ada tanda-tanda si Kecil menggaruk-garuk area tertentu di permukaan kulit tubuhnya. Mungkin saja ia merasakan di area tertentu kulitnya. Biasanya, bayi dan anak-anak dapat mengalaminya karena kulit mereka yang masih tipis, sensitif, dan rentan terhadap iritasi sehingga muncullah penyakit kulit yang sangat mengganggu ini.

Untuk mengilangkan gatal pada kulit tak perlu repot karena dapat menggunakan bahan-bahan alami di rumah seperti berikut ini:

 

  • Oatmeal. Oatmeal dapat membantu meredakan gatal karena berbagai penyebab. Kandungan di dalam oatmeal akan membantu membentuk pertahanan dan perlindungan untuk kulit. Oatmeal juga membantu melembapkan kulit dan meredakan peradangan.
  • Aloe vera/Lidah buaya. Potongan tumbuhan lidah buaya yang berbentuk seperti gel ini ternyata berguna mengatasi iritasi dan gatal serta memberi rasa nyaman pada kulit karena memiliki aktivitas sebagai antibakteri dan antiperadangan, dan emolien. Kandungan mineral esensial, amino acid, dan antioksidan tak hanya mengembalikan dan melembapkan kulit yang kering, tetapi juga memulihkan kulit dari penyakit kulit, terbakar, ruam, dan lainnya.
    cara mengatasi gatal

    Lidah buaya berguna mengatasi iritasi dan gatal serta memberi rasa nyaman pada kulit sekaligus melembapkan kulit yang kering.

     

  • Minyak kelapa. Sebagai pelembap alami dan kaya akan kandungan lauric acid-nya, minyak kelapa membantu menenangkan kulit, meredakan gejala gangguan kulit seperti kering dan gatal, serta mengurangi risiko infeksi pada kulit. Minyak kelapa aman diaplikasikan pada kulit si Kecil.
  • Daun peppermint. Di dalam daun ini mengandung menthol yang memiliki efek dingin dan menyejukkan untuk kulit. Dengan sifat antibakteri dan anestetiknya, daun peppermint ini dapat membantu mengurangi gejala dan peradangan.

 

Pembersih dan Pelembap Berkualitas

Tak hanya mudah didapatkan, bahan-bahan alami seperti di atas tersebut memang bermanfaat untuk mengatasi permasalahan kulit yang menimbulkan gejala. Nah, agar lebih praktis lagi menjaga kulit si Kecil dari gejala gatal-gatal akibat kulitnya yang kering dan sensitif, Moms dapat menggunakan pelembap Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream. Sebelum menggunakan pelembap, Moms dapat pula menggunakan pembersih tubuh dan rambut, Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash, saat si Kecil mandi dengan air hangat.

 

Kedua produk tersebut diformulasikan khusus dengan Derma-SoftTM Complex, yakni mengandung kombinasi 100% bahan-bahan alami seperti gandum organik, minyak zaitun organik, dan ceramide. Kandungan bahan-bahan organik tersebut memiliki peranan penting untuk membantu melindungi kulit si Kecil yang kering dan sensitif dari permasalahan kulit yang menimbulkan pruritus sehingga membuat si Kecil tidak nyaman.

 

penyebab gatal

Moms dapat menggunakan Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash saat si Kecil mandi dengan air hangat untuk melindungi kulit dari kekeringan.

 

Selain bahan alami tersebut, Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash juga mengandung minyak argan yang membantu menutrisi kulit kepala si Kecil  dan membantu menjaga kilau rambut yang sehat. Pembersih badan sekaligus sampo ini merupakan formula yang lembut di mata. Produk ini juga dapat membersihkan rambut dan kulit dengan lembut, melindungi kulit dari kekeringan, dan membantu menjaga  kelembapan kulit si Kecil.

 

Usai mandi, langsung aplikasikan pelembap Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream ke seluruh tubuh si Kecil, Moms. Pelembap yang mudah diserap dengan baik pada kulit ini memiliki banyak manfaatnya, yaitu melembapkan dan melindungi kulit dari kekeringan; membantu memberikan pertahanan fungsi kulit; hingga teruji secara klinis mampu memberikan kelembapan yang sangat intens selama 24 jam. Selain itu, kandungan ekstra emolien yang kaya dan shea butter di dalam Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream dapat membantu menenangkan, melembapkan, dan merawat kulit yang sangat kering secara maksimal.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit....

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...

Penyakit PRURITUS: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Penyakit PRURITUS: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Pruritus adalah rasa gatal pada kulit yang terdapat pada tubuh dan terjadi secara terus menerus. Penyakit ini diikuti dengan munculnya ruam. Kondisi ini menyebabkan Moms ingin terus menggaruk kulit hingga meyebabkan iritasi pada kulit. Penyebab pruritus atau gatal ini dapat terjadi dari kondisi dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Hal tersebut yang mengakibatkan kulit menjadi memerah, kasar, munculnya benjolan atau terlihat seperti melepuh. 

Gatal pada kulit bisa disebabkan juga karena dermatitis, ruam, atau bahkan psoriasis. Penyebab inilah yang sebenarnya harus Moms temukan terlebih dahulu, apakah ini wajar terjadi, atau malahan terdapat benjolan serta melepuh.

Kulit adalah organ terbesar dan terluas di tubuh manusia. Sebagai organ terluas yang berada di seluruh permukaan tubuh, kulit memiliki fungsi untuk melindungi organ, otot, dan jaringan-jaringan yang ada di bawah kulit, mengontrol suhu atau temperatur tubuh, dan meraba sehingga dapat merasakan sensasi sentuhan, suhu panas atau dingin.

 

pruritus

Pruritus terjadi pada lapisan luar kulit si Kecil

 

Lapisan dermis pada kulit yang berada di antara lapisan epidermis dan hipodermis (jaringan subkutan) memiliki banyak fungsi seperti memproduksi keringat, rambut, minyak, dan mengantarkan darah ke area kulit. Lapisan dermis pula yang membuat kulit dapat merasakan berbagai sensasi di kulit.

 

Apa Itu Pruritus?

Pruritus adalah penyakit yang mengganggu dan harus kita hindari. Hal yang terjadi pada kulit tersebut tidak selalu merupakan tanda-tanda yang serius, bahkan Moms dapat mengatasinya sehingga akan menghilang dengan sendirinya.

Namun, jika ada sensasi rasa gatal yang muncul, bahkan menyebar di seluruh kulit tubuh, ada keinginan untuk menggaruk-garuknya hingga memerah, iritasi, dan dapat menimbulkan luka gores pada kulit. Bahkan, luka gores yang terus-menerus digaruk dapat membuat kulit infeksi karena bakteri dan virus dapat mudah masuk ke dalam kulit. 

Pruritus juga dapat mengenai semua orang di segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Penyakit kulit ini bisa menjadi sebuah tanda atau ciri-ciri dari penyakit kulit primer. Bisa juga menjadi sebuah tanda yang tidak biasa dari beberapa penyakit sistemik.

Nah, apabila terjadi pada bayi, tak tega rasanya melihat si Kecil menggaruk kulitnya terus-menerus, ya, Moms. Ketika si Kecil terus menggaruk kulitnya hingga menebal, iritasi dan infeksi, hingga berdarah. Hal ini akan membuat si Kecil merasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi serta waktu tidurnya. 

Meski begitu, level rasa gatal yang terjadi dapat berbeda-beda pada setiap individu. Mulai dari level yang ringan hingga level gatal yang lebih parah dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pruritus juga dapat terjadi sebagai kondisi akut atau kronis. Secara psikologi pun membuat malu dalam komunitas sosial.

 

Gejala dan Pemicu Pruritus

Gejala Pruritus ada berbagai macam, Moms. Gejala-gejala yang muncul pun berbeda-beda, tergantung dari penyebab yang memicunya. Namun umumnya, gejala yang tampak pada kulit di area tertentu atau di sekujur tubuh akan terasa gatal yang diikuti dengan gejala kulit kemerah-merahan, kering, pecah-pecah, bersisik, hingga muncullah bintik-bintik, benjolan, bahkan lepuhan. Rasa yang dialami bisa bertahan lama dan sangat intens.

Pruritus sifatnya dapat terjadi pada bagian tubuh tertentu saja (lokal) atau terjadi di seluruh tubuh atau di beberapa area tubuh yang berbeda (general/umum). Ketika hal ini hanya terjadi pada bagian tertentu saja, biasanya disebabkan adanya permasalahan pada kulit. Bagian-bagian tubuh yang dapat menimbulkan pruritus adalah kulit kepala, lipatan mata, hidung, telinga, lengan, kaki, telapak tangan dan telapak kaki, ketiak, bahkan anus.

 

Berikut ada beberapa hal yang menjadi pemicu gejalanya pada kulit secara umum. Sementara itu, jika terjadi pada si Kecil biasanya disebabkan karena penyakit kulit dibandingkan penyakit sistemik.

 

  1. Reaksi kulit.

    – Kulit Kering. Kulit yang terpapar karena kondisi cuaca yang panas atau dingin, mandi dengan air panas, dan kontak langsung dengan bahan-bahan kimia tertentu akan bereaksi menjadi kering. Kulit yang kering juga bisa akibat dari kondisi medis tertentu. Nah, kulit kering ini bisa mempengaruhi bagian-bagian tertentu pada tubuh si Kecil yang disertai dengan timbulnya sisik dan kulit menjadi pecah-pecah.

    – Alergi. Pruritus pada kulit juga dapat muncul ketika kulit bereaksi terhadap alergi Contohnya si Kecil alergi pada makanan/minuman, alergi karena kontak dengan hal-hal tertentu (logam, bahan tekstil, wewangian, karet, cat rambut, serbuk bunga, dan lainnya), bisa juga alergi karena obat-obatan, seperti antibiotik, obat antifungal, obat kanker, dan lainnya.

    – Hives. Bercak kemerahan seperti bekas luka yang muncul sendiri atau berkelompok, yang menimbulkan pruritus pada kulit. Hives dapat muncul karena alergi, stres, panas, dan paparan sinar matahari.

    – Biang keringat (heat rash). Pruritus juga dapat dipicu dengan munculnya biang keringat pada kulit. Apalagi biang keringat yang ditandai dengan ruam kemerahan disertai bintik-bintik kecil ini sering kali terjadi pada bayi dan anak-anak.

     

     

  2. Kondisi Kulit. Banyak kondisi kulit yang menyebabkan pruritus.

    – Dermatitis atopik. Tipe eksim yang paling umum terjadi, apalagi pada bayi dan anak-anak, Moms. Pruritus yang disebabkan dermatitis atopik ini akan disertai dengan munculnya ruam-ruam kemerahan, kulit yang kering, bercak bersisik. Dermatitis atopik biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak yang memiliki riwayat asma dan alergi di dalam keluarganya.

    Dermatitis kontak. Dalam kondisi ini disebabkan reaksi ketika kulit menyentuh sesuatu, seperti logam yang terkandung dalam perhiasan atau bahan-bahan kimia dalam produk pembersih.

    – Psoriasis. Produksi sel-sel kulit lebih cepat bertumbuh dan menumpuk di permukaan kulit sehingga kulit mengalami peradangan. Hal ini menimbulkan bercak kemerahan dengan sisik putih keperakan pada kulit. Bercak-bercak kemerahan inilah yang membuat kulit terasa gatal, nyeri, hingga terbakar.

     

    penyebab pruritus

    Gigitan Serangga dapat menjadi Penyebab Pruritus atau gatal-gatal pada Kulit.

     

     

  3. Kulit berjamur dan infeksi. Ketika ada bagian tubuh yang terkena infeksi, tubuh akan memberi tanda berupa gejala pruritus. Ada beberapa penyakit kulit yang disebabkan infeksi jamur dapat memicu timbulnya, seperti kurap dan kutu air. Penyakit kulit seperti ini sering juga dialami oleh anak-anak sehingga perlu diwaspadai ya, Moms.
  4. Parasit dan Serangga. Pruritus dapat pula disebabkan adanya parasit dan gigitan serangga di permukaan kulit tubuh. Gigitan serangga, seperti nyamuk, lebah, tawon, membuat kulit kemerah-merahan seperti ruam dan bentol-bentol. Tungau dapat menyebabkan kulit mengalami kudis (scabies) yang ditandai dengan ruam-ruam berbintik dan muncul rasa gatal yang hebat. 
  5. Sistem Saraf. Ketika sakit, sistem saraf bisa terganggu dan menjadi bingung sehingga tanpa sengaja mengirimkan pesan kepada saraf di area kulit untuk memunculkan rasa gatal meskipun tidak ada penyebabnya. Bahkan tidak ada ruam kemerahan. Meski begitu, kulit akan tampak iritasi jika digaruk terus-menerus. Kondisi yang dapat mempengaruhi sistem saraf seperti diabetes, herpes zoster, dan multiple sklerosis.
  6. Penyakit Dalam. Pruritus yang muncul tiba-tiba, bisa jadi disebabkan penyakit di organ dalam tubuh yang mendasarinya, Moms. Contohnya penyakit gagal ginjal, liver, kanker, gangguan kelenjar tiroid, dan anemia defisiensi zat besi.

 

Perlukah ke Dokter?

Semua orang pernah merasakan gatal di bagian tubuhnya. Namun perasaan ini diindikasikan sebagai pruritus dan biasanya terjadi dalam jangka waktu pendek. Rasa gatal juga dapat bertahan lebih lama, lebih dari enam pekan. Lalu, kapankah si Kecil membutuhkan penanganan dari dokter?

Moms, bisa mendatangi dokter atau spesialis penyakit kulit apabila si Kecil memiliki gejala pruritus seperti berikut ini.

  • Apabila rasa gatal tersebut timbul secara tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
  • Rasa gatal yang dialami si Kecil sudah berlangsung lebih dari 2 pekan dan tidak juga menghilang ataupun membaik meskipun sudah melakukan tindakan perawatan untuk mengatasinya.
  • Apabila yang dirasakan si Kecil sudah parah sehingga membuat si Kecil merasa tidak nyaman, menangis terus-menerus, dan mengganggu waktu tidurnya.
  • Tidak dirasakan hanya di area tubuh tertentu saja, tetapi di seluruh tubuh.
  • Rasa gatal yang muncul diikuti dengan tanda atau gejala lain, seperti demam, kulit yang kemerah-merahan, rasa lelah yang ekstrem, penurunan berat badan, hingga perubahan kebiasaan buang air besar atau frekuensi buang air kecil.
  • Gatal yang tak kunjung reda selama tiga bulan berturut-turut meskipun sudah dilakukan perawatan.

 

Lalu, apa yang akan dilakukan oleh dokter atau spesialis penyakit kulit? Untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab pruritus tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik dan bertanya tentang riwayat medis si Kecil dan keluarga. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan dari gejala-gejala yang timbul di permukaan kulit si Kecil. Meskipun gejala-gejala yang timbul di permukaan kulit tersebut, seperti bintik-bintik kecil, tidak selalu ada.

 

Cara Mengobati dan Mengatasi Pruritus

Jika Moms ingin mengatasi serta mengobati pruritus segeralah pergi ke dokter untuk konsultasi. Dokter akan memberikan resep obat atau perawatan khusus untuk membantu mengatasi gatal tersebut.

 

Tips Meringankan dan Mencegah Gejala 

Selain mengobati, Moms juga bisa melakukan beberapa hal di rumah untuk meringankan dan mencegah. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Moms ikuti.

Cara Meringankan Pruritus

  • Hindari menggaruk kulit secara intens. Moms bisa menutupi area kulit si Kecil yang gatal dengan penutup luka, menggunting kuku si Kecil secara berkala, atau si Kecil bisa menggunakan sarung tangan pada malam hari.
  • Saat mandi, sebaiknya gunakan air dingin atau air hangat suam-suam kuku. Moms, juga bisa menambahkan oatmeal di dalam air mandi si Kecil sebagai pereda rasa gatal di kulit. Usai mandi, saat mengeringkan tubuh si Kecil gunakan handuk lembut, lalu tepuk-tepuk dengan pelan dan jangan menggosoknya.  
  • Gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit si Kecil, Moms. Kelembapan kulit si Kecil sangatlah penting karena kulit yang kering dapat menjadi pemicu. Oleskan pelembap setelah si Kecil mandi. Namun, pilihlah produk pelembap khusus untuk kulit sensitif.
  • Untuk mencegah gigitan serangga, Moms bisa menggunakan kelambu untuk menutupi tempat tidur agar si Kecil terhindar dari gigitan serangga saat tidur.
  • Letakkan kain basah yang sudah direndam air dingin atau kantung es untuk mengompres area kulit yang gatal.

Gunakan pakaian yang berbahan katun, ringan, dan longgar yang membantu menjaga kulit tetap sejuk dan mengurangi sensasi gatal di kulit.

 

meyembuhkan pruritus

Pilih Pakaian yang longgar untuk bayi supaya mencegah penyakit Pruritus

 

Cara Mencegah Penyakit Pruritus

  • Hindari kontak langsung dengan bahan-bahan atau situasi yang menjadi pemicu. Misalnya, bahan tekstil yang berat dan kasar, temperatur ruangan yang terlalu panas, mandi dengan air panas, atau kontak langsung dengan produk pembersih. Apalagi jika si Kecil memiliki riwayat dermatitis atopik, alergi, atau kulit yang sensitif. Untuk itu, Moms perlu memperhatikan setiap hal yang menjadi penyebab pruritus. 
  • Hindari temperatur udara ruangan yang terlalu panas hingga membuatnya berkeringat. Keringat akan menimbulkan rasa gatal.
  • Penggunaan humidifier di dalam ruangan juga dapat digunakan Moms, agar dapat menurunkan temperatur udara yang panas dan kering di ruangan tersebut.
  • Kebersihan lingkungan, seperti tempat tidur si Kecil, juga perlu dijaga ya Moms, agar tidak ada tungau atau parasit lainnya yang menyebabkan gatal.

Tenangkan si Kecil agar tidak membuatnya stres karena stres dapat memicu rasa gatal lebih parah.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit....

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...