Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Ada banyak hal yang perlu dipelajari ketika menjadi orang tua baru, mulai dari cara menyusui, memandikan bayi, hingga mengganti popok. Agar tidak kewalahan, simak artikel ini untuk mengetahui cara merawat bayi baru lahir yang benar dan hal-hal apa saja yang perlu Moms perhatikan.

Sebenarnya, tidak ada aturan baku dalam cara merawat bayi baru lahir. Hanya saja, ada beberapa pengetahuan dasar yang perlu Moms ketahui mengenai perawatan bayi baru lahir.

 

tips merawat bayi

Tips Merawat Bayi Baru Lahir

 

Panduan Merawat Bayi yang Perlu Moms Perhatikan

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Moms perhatikan dalam merawat bayi baru lahir:

 

1.   Frekuensi menyusui

Sebagian orang tua baru masih mempertanyakan berapa kali dan berapa lama bayi baru lahir sebaiknya disusui. Sebenarnya, setiap bayi memiliki kebutuhan ASI yang berbeda. Namun, pada bulan pertama kehidupannya, bayi perlu diberikan susu sebanyak 8–15 kali dalam sehari, selama 20 menit setiap kalinya.

Untuk memastikan Si Kecil mendapat ASI yang cukup, Moms bisa melihatnya dari tanda-tanda berikut:

  • Si Kecil terdengar menelan ASI, bukan hanya mengecap pada puting.
  • Si Kecil melepaskan payudara dengan sendirinya
  • Bayi terlihat tenang dan tidak rewel setelah menyusu
  • Mulut Si Kecil terlihat lebih lembap setelah menyusu
  • Si Kecil kencing tiap beberapa jam
  • Tinja Si Kecil berwarna kuning muda

 

2.   Siklus tidur bayi

Pada minggu pertama kehidupannya, bayi baru lahir membutuhkan waktu tidur sekitar 14 – 18 jam, dan berkurang menjadi 12 – 16 jam setelah usianya 1 bulan. Di minggu – minggu awal, siklus tidur bayi baru lahir belum teratur, sehingga ia bisa saja lebih banyak terjaga di malam hari.

Pada masa-masa ini, Moms mungkin akan kekurangan waktu tidur. Oleh karena itu, setiap Si Kecil tidur, Moms sebaiknya juga ikut tidur. Selain itu, cobalah berbagi tugas dengan Ayah untuk mengurus Si Kecil, agar Moms tidak kelelahan.

Seiring perkembangan sistem sarafnya, siklus tidur Si Kecil sedikit demi sedikit akan sesuai dengan siklus tidur normal. Nah, agar proses adaptasi waktu tidurnya bisa lebih cepat, Moms dapat membantunya membedakan siang dan malam.

Caranya adalah dengan meredupkan lampu kamar ketika waktu tidur tiba dan menyusui Si Kecil dengan suasana yang tenang ketika ia terbangun di malam hari. Sementara saat siang hari, biarkan cahaya matahari masuk ke dalam kamar dan ajak Si Kecil berbicara ketika menyusuinya.

Dengan cara ini, Si Kecil perlahan-lahan dapat membedakan bahwa siang adalah waktu untuk beraktivitas dan malam adalah waktu untuk tidur.

 

3.   Memandikan bayi

Banyak ibu yang masih bingung mengenai cara memandikan bayinya. Bayi baru lahir yang tali pusatnya belum copot sebaiknya tidak dimandikan. Cukup seka tubuhnya menggunakan waslap.

Setelah tali pusat puput atau lepas, barulah Moms dapat memandikan Si Kecil. Namun, lakukan secara hati-hati. Memandikan bayi baru lahir bisa hanya dengan air, bisa juga menggunakan sabun dan sampo khusus bayi. Setelah memandikan Si Kecil, jangan lupa untuk mengoleskan losion khusus bayi agar kelembapan kulitnya tetap terjaga.

Hal yang perlu diperhatikan saat memandikan Si Kecil adalah Moms tidak boleh meninggalkannya sendirian di bak mandi, ya. Hal ini karena bayi mudah tenggelam. Bila memang Moms perlu pergi sebentar, sebaiknya angkat Si Kecil dari bak mandi dan bawa ia bersama Moms.

 

4. Menggendong bayi

Bayi baru lahir bisa digendong dengan beberapa cara. Namun, menimang merupakan cara menggendong bayi baru lahir yang paling direkomendasikan pada minggu-minggu pertama kehidupannya.

Menimang bayi baru lahir juga cukup mudah. Pertama, bungkukkan badan dan selipkan satu tangan Moms di antara kepala dan leher bayi. Setelah itu, gunakan satu tangan lainnya untuk menopang punggung dan bokongnya. Angkat Si Kecil dan letakkan kepalanya di dada. Posisikan Si Kecil senyaman mungkin.

 

Cara merawat bayi baru lahir memang tidak mudah. Tapi Moms tidak perlu takut. Lama- kelamaan, Moms akan terlatih dengan sendirinya, kok, untuk merawat Si Kecil. Jadi, jalani saja prosesnya dengan sabar dan temukan cara yang paling sesuai dan nyaman bagi Moms maupun Si Kecil.

Apabila Moms masih merasa kesulitan atau kewalahan dalam merawat Si Kecil, jangan sungkan untuk meminta bantuan Ayah atau anggota keluarga yang sudah berpengalaman mengurus bayi baru lahir. Bila perlu, tanyakan kepada dokter mengenai cara yang paling tepat untuk merawat Si Kecil.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Ada banyak hal yang perlu dipelajari ketika menjadi orang tua baru, mulai dari cara menyusui, memandikan bayi, hingga mengganti popok. Agar tidak kewalahan, simak artikel ini untuk mengetahui cara merawat bayi baru lahir yang benar dan hal-hal apa saja yang perlu Moms...

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Memberikan pijatan kepada Si Kecil tidak hanya baik untuk kesehatannya, tapi juga dapat memperkuat hubungan Moms dengan Si Kecil. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, memijat bayi justru bisa membuatnya sakit. Oleh karena itu, yuk, Moms, pelajari cara memijat...

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Memandikan bayi bisa menjadi momen yang menegangkan bagi para ibu, terlebih bila ini adalah pengalaman pertama. Jika Moms masih ragu-ragu atau takut untuk memandikan Si Kecil, yuk, simak penjelasan berikut tentang cara memandikan bayi yang benar. Sebagai orang tua...

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Memberikan pijatan kepada Si Kecil tidak hanya baik untuk kesehatannya, tapi juga dapat memperkuat hubungan Moms dengan Si Kecil. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, memijat bayi justru bisa membuatnya sakit. Oleh karena itu, yuk, Moms, pelajari cara memijat bayi yang benar.

Selain mempererat hubungan emosional Moms dengan Si Kecil, pijatan yang Moms berikan dapat membantunya tidur lebih pulas, meningkatkan sirkulasi darahnya, melancarkan pencernaannya, menguatkan otot dan tulangnya, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Saat memijat Si Kecil, Moms perlu melakukannya dengan hati-hati dan lembut. Ingat, otot dan kulitnya masih tipis dan sensitif, sehingga ia akan mudah merasa kesakitan bila dipijat terlalu keras. Jadi, agar Si Kecil tidak justru kesakitan atau bahkan cedera, Moms perlu mempelajari dulu teknik memijat bayi dengan benar.

 

Begini Cara Memijat Bayi yang Tepat

Untuk memijat bayi, Moms hanya memerlukan minyak pijat dan alas handuk atau kain perlak. Untuk minyaknya, Moms bisa menggunakan baby oil atau minyak zaitun. Namun, bila Si Kecil memiliki kulit yang sensitif, lebih baik Moms menggunakan minyak atau krim bayi khusus untuk kulit sensitif, agar kulit Si Kecil tidak mengalami iritasi.

 

memijat bayi baru lahir

Langkah – Langkah Cara Memijat Bayi Baru Lahir Dengan Benar

 

Sebelum memijat bayi, pastikan suasana ruangan nyaman, tenang, dan suhunya hangat, yaitu sekitar 24°C. Hindari menyalakan pendingin ruangan supaya Si Kecil tidak kedinginan. Baringkan Si Kecil di atas handuk atau kain dan letakkan bantal bayi di bawah kepalanya.

Bila sudah siap, ikuti langkah-langkah berikut ini:

 

1.   Mulailah dari Kaki

Pertama-tama, tuang sedikit minyak ke telapak tangan Moms, lalu gosok-gosok kedua telapak tangan hingga terasa hangat. Moms bisa memberi sentuhan awal pada kaki Si Kecil. Area ini tidak begitu sensitif sehingga baik untuk memulai pijatan.

Setelah itu, mulai pijatan menggunakan kedua tangan secara bergantian dari bagian pangkal paha hingga betis, dengan gerakan seperti sedang menarik tambang. Pijat lembut punggung kakinya dari arah pergelangan kaki sampai ke jari kaki. Beri pijatan dengan gerakan melingkar di sekitar mata kakinya.

Beralih ke jari-jari kaki Si Kecil, berikan sedikit usapan pada sela-sela jari kakinya. Ambil setiap jari kaki Si Kecil menggunakan ibu jari dan jari telunjuk Moms, lalu tarik dengan lembut. Pijat lembut telapak kaki Si Kecil dari arah tumit kaki ke arah jari-jari kaki menggunakan ibu jari Moms.

 

2. Beralih ke Tangan

Beri pijatan pada tangan Si Kecil mulai dari bahu hingga pergelangan tangannya. Genggam lengannya dengan kedua tangan Moms, lalu berikan pijatan lembut pada lengannya dengan gerakan seperti memeras kain. Lakukan sampai ke pergelangan, kemudian ulangi pada lengan satunya.

Pijat pergelangan tangan Si Kecil dengan gerakan memutarinya menggunakan jari Moms. Setelah itu, pijat telapak tangan Si Kecil menggunakan kedua ibu jari Moms, mulai dari ujung pergelangan tangan hingga jari-jari. Tarik jari tangannya satu per satu dengan lembut.

 

3. Pijat Bagian Dada dengan Lembut

Usai memijat tangan, beralihlah ke bagian dada. Taruh kedua tangan Moms di atas dada Si Kecil, kemudian pijat dengan menekan lembut dadanya menggunakan telapak tangan Moms dari arah tengah dada ke arah bahu. Ulangi gerakan ini beberapa kali.

 

4. Pijat dengan Pola “I Love U” Pada Perut

Pada perut Si Kecil, berikan pijatan lembut dengan pola “I Love U”. Gunakan ujung jari- jari tangan Moms untuk memijat bagian ini.

Pertama-tama, usap lembut perut kiri Si Kecil membentuk garis seperti huruf “I” dari atas ke bawah. Setelah itu, lanjutkan dengan usapan yang membentuk huruf “L” terbalik. Usapan dimulai dari perut kanan atas, ke perut kiri atas, lalu lanjutkan usapan ke perut kiri bawah.

Akhiri sesi ini dengan melakukan pola pijatan yang membentuk huruf “U” terbalik, dimulai dari perut kanan bawah Si Kecil dan berakhir di perut kiri bawahnya.

 

5. Sentuhan Akhir di Punggung

Posisikan Si Kecil dalam keadaan tengkurap. Atur posisi tangan Si Kecil sehingga berada di sisi kepalanya, bukan di sisi tubuhnya.

Menggunakan ujung jari Moms, pijat punggung Si Kecil dari bawah leher sampai ke punggung bawahnya dengan gerakan memutar. Setelah itu, pijat juga pundak dan bokongnya dengan gerakan yang sama. Akhiri pijatan di bagian ini dengan gerakan pijat memanjang dari bahu hingga kaki.

Setelah selesai memijat Si Kecil, Moms bisa memakaikannya popok dan baju, serta memberikan ia pelukan. Biasanya, bayi akan cepat terlelap usai dipijat.

 

Perhatikan Hal Ini Sebelum Memijat Bayi

Memijat bayi sebaiknya dilakukan ketika ia sedang terjaga dan dalam kondisi yang tenang. Pastikan Si Kecil tidak sedang terlalu kenyang atau lapar saat Moms memijatnya. Moms bisa menjadikan pijat sebagai aktivitas rutin di malam hari sebelum Si Kecil tidur atau setelah mandi.

Selama sesi pijat, Moms bisa mengajak Si Kecil mengobrol, membacakan cerita, atau bersenandung. Cobalah memutarkan musik yang menenangkan dan redupkan lampu ruangan selama memijat, agar Si Kecil lebih rileks.

Moms harus memperhatikan reaksi Si Kecil saat dipijat. Bila ia tampak senang, berarti ia menikmati pijatan yang Moms berikan. Namun, jika Si Kecil menangis saat dipijat, jangan dipaksakan ya, Moms. Bisa jadi suasana hatinya sedang tidak enak atau mungkin ia sedang ingin menyusu.

Sebenarnya, ada banyak cara memijat bayi, dan tidak ada gerakan pijat yang benar- benar diwajibkan. Yang penting, lakukan dengan lembut dan hati-hati. Jika Moms masih bingung mengenai cara memijat bayi yang baik dan benar, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau mengikuti kelas pijat bayi.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Ada banyak hal yang perlu dipelajari ketika menjadi orang tua baru, mulai dari cara menyusui, memandikan bayi, hingga mengganti popok. Agar tidak kewalahan, simak artikel ini untuk mengetahui cara merawat bayi baru lahir yang benar dan hal-hal apa saja yang perlu Moms...

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Memberikan pijatan kepada Si Kecil tidak hanya baik untuk kesehatannya, tapi juga dapat memperkuat hubungan Moms dengan Si Kecil. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, memijat bayi justru bisa membuatnya sakit. Oleh karena itu, yuk, Moms, pelajari cara memijat...

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Memandikan bayi bisa menjadi momen yang menegangkan bagi para ibu, terlebih bila ini adalah pengalaman pertama. Jika Moms masih ragu-ragu atau takut untuk memandikan Si Kecil, yuk, simak penjelasan berikut tentang cara memandikan bayi yang benar. Sebagai orang tua...

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Memandikan bayi bisa menjadi momen yang menegangkan bagi para ibu, terlebih bila ini adalah pengalaman pertama. Jika Moms masih ragu-ragu atau takut untuk memandikan Si Kecil, yuk, simak penjelasan berikut tentang cara memandikan bayi yang benar.

Sebagai orang tua baru, mungkin Moms merasa sedikit takut dan canggung ketika memandikan Si Kecil. Padahal, kegiatan ini bisa menjadi momen yang mengasyikkan, lho!

 

Ini yang Harus Dipersiapkan sebelum Bayi Mandi

Sebelum memandikan Si Kecil, pastikan Moms sudah menyiapkan semua perlengkapannya terlebih dahulu, agar proses memandikan Si Kecil lancar dan tidak perlu berlama-lama. Berada di bak mandi terlalu lama bisa membuat Si Kecil kedinginan dan tidak nyaman, sehingga ia akan jadi rewel.

Berikut adalah perlengkapan yang harus disiapkan sebelum memandikan bayi:

  • Bak mandi bayi, gayung, dan peralatan mandi lainnya yang dibutuhkan
  • Sabun dan sampo khusus untuk bayi, agar kulit bayi tidak iritasi
  • Kain lembut
  • Waslap untuk menyeka tubuh bayi
  • Handuk dan alas ganti
  • Pakaian dan popok
  • Sisir
  • Lotion melembapkan kulit bayi

 

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Aman

Proses memandikan bayi bisa dibagi menjadi 2 tahap. Pertama, menyiapkan tempat dan perlengkapan mandi. Kedua, tahap memandikan bayi itu sendiri.

memandikan bayi

Cara Memandikan Bayi Yang Benar dan Aman

 

Persiapan tempat dan perlengkapan mandi

Moms tidak harus memandikan Si Kecil di kamar mandi, bisa juga di ruangan lain. Namun, pastikan ruangan tempat memandikan bayi bersuhu hangat, aman, dan bersih.

Letakkan bak mandi di tempat yang memudahkan Moms untuk bergerak. Meja kerja atau meja tulis, misalnya, bisa jadi tempat dengan ketinggian yang pas untuk memandikan bayi. Setelah itu, pastikan perlengkapan mandi sudah tersedia di dekat Moms.

Air yang digunakan untuk memandikan bayi harus hangat, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin. Jumlah air di dalam bak mandi bergantung pada ukuran bayi. Pastikan air tidak terlalu banyak dan jangan sampai air merendam bahu bayi saat mandi.

Sebelum mulai memandikan bayi, jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu ya, Moms. Selain itu, copot semua aksesoris dari tangan Moms agar tidak melukai Si Kecil.

 

Memandikan Bayi

Berikut adalah langkah-langkah dasar memandikan bayi:

  1. Tanggalkan pakaian dan popok Si Kecil.
  2. Topang Si Kecil dengan satu tangan di belakang kepala dan lehernya, dan tangan yang lain di badannya. Pelan-pelan masukkan Si Kecil ke dalam air mulai dari kaki hingga bahu.
  3. Pertahankan kepala Si Kecil di atas permukaan air dengan satu tangan dan gunakan tangan yang lain untuk memandikannya.
  4. Bersihkan mata dan wajahnya terlebih dahulu menggunakan kain lembut yang telah dicelupkan ke air hangat tanpa sabun. Bersihkan kelopak mata Si Kecil dari dalam ke luar.
  5. Tuang sedikit sabun ke dalam air.
  6. Gosokkan air yang sudah bersabun, mulai dari belakang telinga, leher, lalu ke seluruh badan Si Kecil. Fokuskan area lipatan, seperti ketiak dan selangkangan, juga sela-sela jari.
  7. Jangan lupa membersihkan area kelamin Si Kecil. Untuk bayi perempuan, bersihkan alat kelaminnya dari depan ke belakang.
  8. Keramas bisa dilakukan 1–2 kali per minggu. Tuang sedikit sampo ke tangan Moms, lalu usapkan perlahan ke kepala Si Kecil. Setelah itu, bilas kepalanya secara perlahan sampai bersih. Pastikan busa sampo tidak masuk ke mata dan telinga.
  9. Bilas dan guyur tubuh Si Kecil sekali lagi agar benar-benar bersih dari busa sabun dan sampo, kemudian seka tubuhnya dengan waslap.
  10. Angkat Si Kecil secara perlahan dari bak mandi dan segera letakkan ia di atas handuk.
  11. Keringkan badan Si Kecil dengan cara menepuk-nepukkan handuk secara perlahan ke badannya. Ingat, jangan menggosokkan handuk ke kulit Si Kecil dan pastikan area lipatan sudah benar-benar kering.
  12. Oleskan losion bayi pada area tubuh Si Kecil yang mudah kering atau sensitif.
  13. Kenakan popok dan pakaiannya. Selanjutnya, Moms bisa menyisir rambut Si Kecil.

 

Satu hal yang perlu diingat saat memandikan bayi adalah jangan pernah meninggalkannya sendiri di bak mandi. Bayi sangat mudah tenggelam, bahkan di bak mandi yang airnya dangkal. Jika Moms benar-benar perlu beranjak dari tempat mandi, lebih baik bawa Si Kecil bersama Moms.

 

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Soal Memandikan Bayi

Sebenarnya, bayi tidak harus dimandikan setiap hari lho, Moms, terlebih bayi yang baru lahir. Alasannya adalah karena mandi terlalu sering bisa menyebabkan kulit bayi menjadi kering. Memandikan bayi sebanyak 2–3 kali seminggu sudah dianggap cukup untuk membersihkan tubuhnya dari keringat.

Waktu terbaik untuk Si Kecil mandi menyesuaikan dengan suasana hatinya setelah mandi. Jika Si Kecil cenderung menjadi bersemangat dan ingin bermain setelah mandi, lebih baik mandikan ia di siang hari. Namun, jika mandi malah membuat Si Kecil mengantuk, mandikan ia sebelum jam tidurnya.

Selama mandi, Moms juga bisa sekaligus memberikan Si Kecil stimulasi pendengaran dengan mengajaknya bicara atau menyanyikannya lagu. Bila ia terlihat menikmati waktu mandinya, beri ia kesempatan untuk bermain-main sebentar di dalam air. Buatlah mandi menjadi aktivitas yang menyenangkan untuknya.

Memandikan bayi itu butuh latihan. Tidak ada ibu yang langsung mahir memandikan bayi pertamanya. Jadi, tenang saja ya, Moms. Mulai dengan perlahan-lahan dan minta bantuan orang lain bila perlu.

Jika Si Kecil demam, mengalami masalah pada kulit, atau memiliki kondisi tertentu yang membuat Moms ragu-ragu untuk memandikannya, sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter apakah Si Kecil perlu dimandikan dan bagaimana cara memandikannya.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Ada banyak hal yang perlu dipelajari ketika menjadi orang tua baru, mulai dari cara menyusui, memandikan bayi, hingga mengganti popok. Agar tidak kewalahan, simak artikel ini untuk mengetahui cara merawat bayi baru lahir yang benar dan hal-hal apa saja yang perlu Moms...

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Memberikan pijatan kepada Si Kecil tidak hanya baik untuk kesehatannya, tapi juga dapat memperkuat hubungan Moms dengan Si Kecil. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, memijat bayi justru bisa membuatnya sakit. Oleh karena itu, yuk, Moms, pelajari cara memijat...

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Memandikan bayi bisa menjadi momen yang menegangkan bagi para ibu, terlebih bila ini adalah pengalaman pertama. Jika Moms masih ragu-ragu atau takut untuk memandikan Si Kecil, yuk, simak penjelasan berikut tentang cara memandikan bayi yang benar. Sebagai orang tua...

Cradle Cap: Penyebab Ketombe Pada Bayi

Cradle Cap: Penyebab Ketombe Pada Bayi

Kulit kepala bayi berkerak? Muncul Ketombe? Atau bisa dikenal dengan Cradle Cap. Moms. Pernahkah Anda memperhatikan pada masa awal-awal kehidupan si Kecil, di kepalanya terdapat seperti ketombe, kulit yang menumpuk, berkerak, dan bersisik? Kondisi kulit ini akan membuat khawatir. Namun Moms tak perlu risau karena kondisi ini sering dialami para bayi dan bukanlah penyakit yang serius.

cradle cap

Cradle cap sangat umum terjadi pada bayi dan kondisi ini bukanlah penyakit yang serius, Moms.

Ketombe pada umumnya banyak dialami oleh orang dewasa. Namun ternyata seorang bayi, bahkan bayi yang baru lahir pun, juga bisa mengalaminya, Moms. Meski begitu, yang dialami pada bayi berbeda dengan orang dewasa.

Apa Itu Cradle Cap?

Cradle Cap adalah suatu kondisi kulit kepala yang bersisik, berminyak, ruam, hingga kekuningan. Ketombe yang dialami orang dewasa dan bayi ini adalah kondisi gangguan atau permasalahan pada kulit yang dalam bahasa medisnya disebut dengan dermatitis seboroik. Kalau ketombe pada bayi disebutnya dermatitis seboroik infantil. Ini merupakan gangguan kulit pada bayi yang mengalami peradangan, biasanya menyebabkan kemerahan dan ruam bersisik yang tidak merata di permukaan kulit bayi dan anak kecil.

 

Nah, dermatitis seboroik infantil yang muncul pada bagian permukaan kulit kepala bayi ini dikenal juga dengan cradle cap. Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi dan biasanya muncul antara usia 2 minggu hingga 12 bulan.

 

 

Penyebab Cradle Cap atau Kerak Kepala Bayi

Penyebab munculnya memang belum dapat dipastikan, Moms. Yang pasti, bukanlah disebabkan alergi, infeksi bakteri, atau kebersihan kulit si Kecil yang tidak terjaga dengan baik. Namun penyebabnya diperkirakan karena kombinasi berbagai faktor yang melibatkan antara sekresi kelenjar minyak (kelenjar sebasea/sebaceous), metabolisme, mikroflora, dan kerentanan individu.

penyebab ketombe pada bayi

Munculnya ketombe pada kulit kepala bayi diduga karena kelenjar minyak si Kecil yang sangat aktif

Kelenjar minyak pada kulit bayi baru lahir sangat aktif karena dipengaruhi kadar hormon yang tinggi selama tahun pertama kehidupannya. Ada pula yang menyebutkan bahwa hormon dari sang ibu pada masa kehamilan dan menyusui juga ikut mempengaruhi aktifnya produksi kelenjar minyak si Kecil.

 

Kelenjar minyak yang aktif inilah yang membuat kulit si Kecil memproduksi minyak lebih banyak sehingga menyebabkan sel-sel kulit yang sudah mati tetap melekat di permukaan kulit. Selain itu, cuaca dingin dan kering menyebabkan kulit memproduksi minyak berlebih. Nah, kulit kepala bayi merupakan salah satu area tubuh yang banyak kelenjar minyaknya.

 

Sekresi kelenjar minyak yang aktif ini akan menciptakan pertumbuhan mikroorganisme mikroflora, yaitu jamur Malassezia furfur. Malassezia furfur merupakan jamur yang hidup secara alami di kulit dan tumbuh bersama bakteri. Jenis jamur yang diyakini memiliki keterkaitan dengan timbulnya ketombe ini, frekuensinya memang sangat tinggi pada kulit anak-anak.

 

Faktor lainnya adalah faktor genetik, bahan kimia yang membuat iritasi, dan adanya asam lemak yang meningkat juga dapat menyebabkan sel-sel kulit kepala berlebih sehingga muncullah serpihan-serpihan kulit mati. Defisiensi imun yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh si Kecil diduga ada kaitannya. Yang pasti, gangguan kulit ini bukanlah penyakit yang menular dan tidak berbahaya, ya, Moms.

 

Ciri-Ciri Ketombe pada Bayi

Penampakan pada kepala bayi memiliki ciri khas tersendiri sehingga terlihat perbedaannya dengan kondisi gangguan kulit lainnya. Gangguan kulit yang lain, seperti eksim, biasanya kulit akan menjadi kering dan pecah-pecah, tetapi kulit yang terkelupas itu dapat dengan mudah dibersihkan.

 

Yang membedakan biasanya ditandai dengan adanya penumpukan sel-sel kulit mati yang menempel pada kulit bayi dan hal ini tampak seperti ketombe. Serpihan-serpihan kulit dari sel-sel kulit mati yang berkerak, bersisik, dan berwarna kekuningan itu, terasa keras dan kasar saat disentuh. Selain itu, serpihan kulit di kepala si Kecil tersebut juga akan terasa berminyak. Permukaan kulit kepala pun akan tampak kemerahan.

 

Cradle cap tidak mengganggu dan tidak membuat kepala si Kecil terasa gatal-gatal atau sakit. Meski begitu, ada beberapa kasus dapat menyebabkan gangguan yang serius, Moms. Gangguan kulit ini dapat menyebabkan kulit kepala makin berkerak kekuningan, menebal, mengeluarkan cairan, berbau tidak sedap, dan kulit terasa panas. Hal ini merupakan ciri-ciri infeksi sehingga Moms perlu mewaspadainya. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, Moms langsung kontak dokter ahli agar bisa langsung ditangani.

 

Cara Mengatasi Ketombe pada Bayi

Kalau dilihat-lihat, ketombe ini mengganggu penampilan si Kecil ya, Moms. Namun, Moms tak perlu khawatir karena dapat menghilang sendirinya dengan atau tanpa perawatan. Biasanya, cradle cap yang dialami si Kecil dapat menghilang dalam beberapa minggu atau bulan. Meski begitu, Moms dapat melakukan perawatan di rumah seperti berikut ini untuk mengontrolnya.

kerak kepala bayi

Rutin membersihkan area kepala si Kecil dengan rangkaian produk Cussons Baby SensiCare membantu mengontrol cradle cap.

 

  • Untuk membersihkan serpihan atau sisik kulit mati di area kepala, Moms bisa mengoleskan baby oil alami, seperti minyak kelapa, minyak jojoba, minyak almond, atau petroleum jelly sambil memijat dan menggosokkan kepalanya dengan lembut dan perlahan. Lakukan sebelum si Kecil mandi ya, Moms.

 

  • Mandikan si Kecil tidak lebih dari satu kali sehari. Cuci area kepala dan rambut si Kecil dengan sampo khusus untuk membersihkan minyak dan ketombenya. Gunakan rangkaian produk yang tepat untuk membantu mengurangi ketombe, Moms.

 

  • Jika serpihan atau sisik kulit mati sudah hilang dan teratasi, cuci rambut dan kulit kepala bayi setiap dua hingga tiga hari sekali dengan sampo yang lembut untuk mencegah ketombe muncul lagi.

 

  • Apabila sudah berada di tingkat yang lebih parah, seperti iritasi dan gatal, biasanya dokter akan memberi resep obat oles steroid seperti hidrokortison dan sampo antijamur seperti ketoconazole atau imidazole. Obat steroid membantu mengurangi peradangan dan rasa gatal yang terjadi.

 

Gunakan Sampo yang Tepat

Mencari produk pembersih untuk kulit bayi memang gampang-gampang susah ya, Moms. Namun, Moms tak perlu bingung lagi karena ada rangkaian produk Cussons Baby SensiCare yang diciptakan khusus untuk kulit bayi yang sensitif dan rentan.

 

Sampo yang tepat untuk membantu mengatasi cradle cap atau ketombe adalah Cussons Baby SensiCare Gentle Hair & Body Wash. Saat mencuci area kepala dan rambut haruslah hati-hati dan perlahan-lahan ya, Moms, karena busa sampo pembersih dapat mengenai matanya dan membuatnya iritasi. Nah, sampo sekaligus pembersih dari Cussons Baby SensiCare, Moms karena sudah terbukti klinis lembut di mata. Hal ini dikarenakan produk perawatan mandi ini memiliki kandungan yang bebas sabun dan ekstra ringan. Tak hanya kulit kepala, produk ini juga dapat digunakan untuk menjaga kebersihan kulit tubuh dan wajah.

 

Pembersih dari rangkaian produk SensiCare ini memang diperuntukkan khusus bagi kulit si Kecil yang sensitif termasuk dermatitis seboroik infantile. Hal ini didukung dengan 100 persen bahan-bahan alami yang terkandung di dalamnya, seperti gandum/oat organik, minyak zaitun organik, minyak argan, dan ceramide.

 

Bahan-bahan yang terkandung di dalamnya ini memiliki manfaat berbagai macam, antara lain: untuk membersihkan rambut dan kulit si Kecil dengan lembut, mendukung keseimbangan kelembapan sekaligus menjaga kelembapan kulit si Kecil sehingga kulitnya terlindungi dari kekeringan, dan menjaga rambut si Kecil tetap ternutrisi dengan baik, sehat, dan berkilau. Usai mandi, Moms bisa menyikat rambut si Kecil dengan sikat yang lembut untuk membantu menghilangkan sisil-sisik di kepalanya.

 

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Ada banyak hal yang perlu dipelajari ketika menjadi orang tua baru, mulai dari cara menyusui, memandikan bayi, hingga mengganti popok. Agar tidak kewalahan, simak artikel ini untuk mengetahui cara merawat bayi baru lahir yang benar dan hal-hal apa saja yang perlu Moms...

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Memberikan pijatan kepada Si Kecil tidak hanya baik untuk kesehatannya, tapi juga dapat memperkuat hubungan Moms dengan Si Kecil. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, memijat bayi justru bisa membuatnya sakit. Oleh karena itu, yuk, Moms, pelajari cara memijat...

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Memandikan bayi bisa menjadi momen yang menegangkan bagi para ibu, terlebih bila ini adalah pengalaman pertama. Jika Moms masih ragu-ragu atau takut untuk memandikan Si Kecil, yuk, simak penjelasan berikut tentang cara memandikan bayi yang benar. Sebagai orang tua...

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit. Ruam pada kulit menjadi salah satu permasalahan yang dialami bayi.

ruam susu

Ruam yang sering terjadi pada bayi salah satunya adalah ruam susu.

Eksim pada kulit memang sering terjadi pada si Kecil, tapi Moms tak perlu khawatir karena dapat diatasi. Ruam yang merupakan gangguan kulit pada bayi pun banyak tipenya, Moms. Beberapa tipe ruam pada si Kecil kadang dibarengi dengan gejala demam, gatal gatal, dan gejala lainnya. Nah, salah satu tipe ruam yang biasa dialami si Kecil adalah ruam susu. Dalam bahasa medisnya, dikenal dengan sebutan dermatitis atopik.

 

Ruam susu merupakan reaksi yang biasa terjadi pada bayi, terutama pada bulan-bulan awal setelah kelahirannya, Moms. Ruam ini biasanya ditandai dengan munculnya peradangan, kulit kemerahan, dan beruntusan atau bintik – bintik kecil seperti jerawat pada kulit. Terkadang, eksim susu ini diduga sebagai biang keringat. Ruam susu paling umum terjadi di area wajah, terutama bagian pipi, hidung, dan dagu. Ketika si Kecil sudah agak besar, area yang terkena ruam bisa timbul di daerah lainnya, seperti bahu, lengan, perut, atau kemaluan si Kecil.

 

Penyebab Eksim Susu

Kenapa bisa muncul ruam susu? Mungkin Moms mengira ini terjadi karena kulit si Kecil terkena sisa ASI yang menempel pada kulitnya. Namun, faktanya, pada kulit si Kecil ini terjadi karena adanya riwayat alergi pada bayi ASI yang diwarisi dari orangtuanya.

 

Timbulnya gangguan kulit pada si Kecil ini juga ada kaitannya dengan pola makan yang Anda jalani, Moms. Ruam susu merupakan reaksi alergi si Kecil terhadap asupan makanan atau minuman yang dikonsumsi sang ibu. Apabila Moms mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat alergen, seperti telur, ayam, susu, atau kacang-kacangan, si Kecil yang mendapat ASI dari ibunya bisa mengalami ruam susu. Apalagi saluran pencernaan si Kecil belum matang dan sistem kekebalan tubuhnya masih lemah.

penyebab ruam susu

Ruam susu pada bayi yang masih mendapat ASI dapat terjadi karena adanya reaksi alergi terhadap asupan makanan/minuman yang dikonsumsi sang ibu.

Ruam susu juga bisa karena adanya reaksi hormonal pada kandungan di dalam ASI. Kandungan karbohidrat dan lemak di dalam ASI yang menempel di kulit si Kecil, dapat menimbulkan ruam. Paparan dari polusi udara, suhu yang panas, debu, dan kuman-kuman kecil yang ada di udara juga bisa menjadi pemicu, Moms. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar si Kecil.

 

Ruam yang Mengganggu

Gejala peradangan akibat ruam susu tak hanya menimbulkan ruam kemerahan dan bintik-bintik kecil saja. Hal tersebut juga menimbulkan rasa gatal gatal pada kulit si Kecil. Apalagi biasanya hal ini muncul di pipi si Kecil sehingga mudah untuk digaruk dengan tangan kecilnya.

 

Lama-kelamaan, gejala ruam susu akan menimbulkan kulit menjadi kering, bersisik, hingga menebal dan kehitaman. Siklus gatal-garuk pun akan muncul sehingga dapat membuat kulit si Kecil lecet dan terluka. Jika sudah terluka, kulit bisa infeksi karena jamur dan bakteri dapat mudah masuk ke dalam kulit yang terbuka.

 

Eksim susu atau ruam susu ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Meski begitu, tetaplah menjaga area yang terkena selalu bersih dan kering. Apabila gangguan kulit ini tak hilang-hilang juga, bisa jadi si Kecil mengalami kondisi alergi yang serius,

 

Perawatan Ruam Susu

Langkah pertama untuk cara mencegah munculnya ruam susu pada si Kecil, Moms harus menghindari pemicunya. Apabila si Kecil masih menyusui, Moms perlu menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu alergi, seperti susu sapi dan produk olahannya. Moms bisa menggantinya dengan konsumsi susu kambing atau susu kedelai. Apabila si Kecil sudah mulai diperkenalkan makanan, mulailah dengan satu jenis makanan. Kemudian lihat reaksi si Kecil sebelum mengenalkan jenis makanan yang lainnya.

 

Bagaimana jika si Kecil sudah terkena ruam susu? Nah, Moms bisa merawat kulit si Kecil agar gejala ruam susu yang timbul tidak semakin parah. Moms dapat melakukannya dengan menghindari si Kecil mandi air panas. Air panas akan membuat kulitnya semakin kering sehingga memicu rasa gatal yang lebih parah.

 

Nah saat mandi, Moms dapat menggunakan Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash yang dapat diaplikasikan pada kulit wajah, selain kulit tubuh dan rambutnya. Apalagi hair & body wash sudah teruji hypoallergenic serta teruji secara klinis oleh para dermatologis dan dokter anak Produk perawatan mandi ini juga dilengkapi dengan bahan-bahan alami seperti gandum organik, minyak zaitun organik, ceramide, dan minyak argan yang membantu memberi kelembapan pada kulit dan melindungi kulit dari kekeringan. Selain bahan-bahan alami, kandungan di dalam produk ini juga bebas sabun, ekstra ringan, Terbukti secara klinis lembut di mata, Moms.

cara mengatasi ruam susu

Perawatan kulit si Kecil dengan mengoleskan pelembab khusus bayi sangat penting

Perawatan kulit untuk si Kecil, baik yang belum maupun sudah terkena ruam susu, juga penting banget, Moms. Rawatlah kulitnya dengan mengoleskan pelembap, seperti  Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream, pelembab yang memang diperuntukkan bagi bayi baru lahir dan memiliki kulit sensitif ini sangat mudah diserap sehingga menjaga kulitnya tetap terasa lembap dan lentur. Dengan mengoleskan Cream khusus bayi ini secara teratur, kesehatan dan kelembapan kulit si Kecil pun akan terpelihara dengan baik.

 

Cream ini melembapkan kulit kering hingga 24 jam. Formula dermoprotective-nya pun memberikan perlindungan pada kulit. Kandungan ekstra emolien dalam produk ini pun mampu, melembapkan, dan merawat kulit yang sangat kering dengan maksimal. Kombinasi gandum organik, minyak zaitun organik, ceramide, dan Shea butter-nya  pun memberi kenyamanan pada kulit si Kecil. Dengan pH yang seimbang dan hypoallergenic-nya, Moms tak perlu khawatir karena cream ini dapat digunakan untuk bayi yang memiliki alergi dan kulit sensitif. Saat mengoleskan cream di area pipi si Kecil, perlahan-lahan ya, Moms.

 

Ruam atau eksim susu menimbulkan gatal dan reaksi menggaruk. Nah, Moms dapat membantu melapisi tangan dan jari-jari si Kecil dengan sarung tangan dari kain yang lembut untuk mengurangi reaksi menggaruknya semakin parah dan menimbulkan lecet/luka. Jaga pula kebersihan kulit wajah dan tubuh si Kecil ya, Moms, supaya ruam yang sudah hilang tidak kambuh lagi. Selain itu, kebersihan lingkungan sekitar si Kecil tetap dijaga agar pemicu ruam, seperti debu atau kuman-kuman dari benda di sekitar rumah, berkurang.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Ada banyak hal yang perlu dipelajari ketika menjadi orang tua baru, mulai dari cara menyusui, memandikan bayi, hingga mengganti popok. Agar tidak kewalahan, simak artikel ini untuk mengetahui cara merawat bayi baru lahir yang benar dan hal-hal apa saja yang perlu Moms...

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Memberikan pijatan kepada Si Kecil tidak hanya baik untuk kesehatannya, tapi juga dapat memperkuat hubungan Moms dengan Si Kecil. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, memijat bayi justru bisa membuatnya sakit. Oleh karena itu, yuk, Moms, pelajari cara memijat...

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Memandikan bayi bisa menjadi momen yang menegangkan bagi para ibu, terlebih bila ini adalah pengalaman pertama. Jika Moms masih ragu-ragu atau takut untuk memandikan Si Kecil, yuk, simak penjelasan berikut tentang cara memandikan bayi yang benar. Sebagai orang tua...

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil terus-terusan menggaruk hingga kulit terluka dan berdarah. Inilah yang dinamakan siklus gatal-garuk yang tiada hentinya.

 

Aksi menggaruk merupakan hal yang natural dan dialami setiap individu, baik bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menggaruk pada permukaan kulit di bagian tubuh tertentu. Menggaruk merupakan reaksi alami ketika permukaan kulit tersebut mengalami iritasi, gatal, kering, atau radang. Meski begitu, apabila si Kecil melakukan aksi menggaruk yang tak wajar atau menggaruk berulang-ulang, mungkin saja ada kondisi atau gangguan di tubuh atau kulitnya.

 

Kulit gatal disebabkan oleh adanya gangguan dan beberapa faktor lainnya. Hal tersebut sangatlah mengganggu terlebih lagi jika memiliki kulit yang kering dan sensitif, menyebabkan kulit jadi rentan iritasi akibat garukan yang terjadi.

 

Beberapa kondisi atau permasalahan kulit yang membuat si Kecil melakukan aksi menggaruk biasanya adalah karena penyakit kulit seperti eksim/dermatitis atopik atau psoriasis. Bisa juga karena si Kecil alergi terhadap bahan-bahan tertentu, seperti serbuk sari, makanan, atau bahan-bahan yang terkandung di dalam obat-obatan atau produk-produk perawatan kulit. Kondisi lainnya adalah ruam, gigitan serangga, parasit, dan kulit berjamur. Kondisi tersebut yang menimbulkan gejala-gejala pada permukaan kulit, salah satunya adalah rasa gatal.

                                                   

Menggaruk itu Menyenangkan

Sensasi rasa gatal yang dirasakan setiap individu, termasuk bayi dan anak-anak, pada permukaan kulit merupakan salah satu cara kulit untuk memberikan perlindungan dan pertahanan bagi tubuh. Di saat inilah hormon histamin dilepaskan. Ketika rasa itu muncul, pastinya si Kecil langsung merespon dengan aksi menggaruk pada bagian kulit yang gatal.

 

Aksi menggaruk kulit memang terasa menyenangkan. Dengan menggaruk, rasa gatal akan dapat dihilangkan. Tetapi, hal itu hanya sementara saja, Moms. Dalam studi yang dilakukan Zhou-Feng Chen, Ph.D. dari  Washington University School of Medicine di St. Louis, Amerika Serikat, menggaruk memang dapat mengatasi dan menghilangkan rasa gatal. Hal itu disebabkan adanya hormon serotonin yang dilepaskan oleh otak. Hormon serotonin ini akan memberikan perasaan nyaman dan senang.

 

Sayangnya, Moms, hormon serotonin ini malah akan membuat gatal semakin parah. Sebabnya, ketika si Kecil menggaruk, rasa sakit yang dihasilkan akan mengganggu. Otak pun akan melepaskan serotonin untuk mengatasi rasa sakit tersebut. Kemudian ketika tubuh merespon sinyal rasa sakit tersebut, responnya malah akan membuat kulit terus merasakan gatal gatal dan semakin memburuk. Tak heran, si Kecil akan mengulang-ulang aksi menggaruknya di saat kulit terasa gatal.

 

Siklus Gatal-Garuk Sebabkan Luka       

Ketika menggaruk, kulit menjadi bagian tubuh yang justru akan merasakan sakit. Menggaruk dapat membuat kulit si Kecil jadi memerah karena di saat permukaan kulit digaruk, pembuluh darah akan melebar. Hal ini akan membuat sel-sel darah putih dan plasma akan mengalir sehingga mampu mengusir toksin pengganggu pada kulit si Kecil. Di saat itu pula kulit akan menjadi memerah akibat garukan dari tangan.

 

gatal gatal sebabkan luka

Siklus gatal dan garuk tak hanya membuat kulit memerah, melainkan dapat menyebabkan luka dan infeksi.

 

Tak hanya permukaan kulit menjadi memerah, hal ini juga dapat menyebabkan luka, bahkan infeksi pada kulit si Kecil. Apalagi jika kondisi kulit si Kecil sedang mengalami permasalahan, seperti eksim atau psoriasis, yang memang menimbulkan gatal pada kulit secara intens sehingga ada rasa ingin terus menggaruk sampai gatal itu hilang.

 

Tanpa sadar, rasa gatal lalu digaruk yang terjadi terus-menerus ini pun akan menciptakan goresan pada kulit sehingga merusak pertahanan kulit si Kecil. Aksi menggaruk yang berulang-ulang ini juga dapat menyebabkan penebalan pada kulit yang disebut likenifikasi dan meningkatkan risiko infeksi karena kulit yang tergores akan memudahkan bakteri, virus, atau bahan tertentu masuk ke dalam kulit. Hal-hal ini akan memperburuk gejala-gejala gangguan pada kulit tersebut.

                                       

Cara Meringankan Gatal dan Mengurangi Garuk

Menggaruk awalnya memang bisa membuat si Kecil merasa nyaman. Namun lama-kelamaan aktivitas menggaruk yang terjadi berulang-ulang tanpa henti, tentunya akan mengganggu aktivitas, konsentrasi, dan kenyamanan si Kecil. Bahkan dapat menciptakan permasalahan baru pada si Kecil.

 

Dengan menghentikan aktivitas ini, tentu akan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan aksi menggaruk pada si Kecil. Nah, Moms perlu melakukan pengamatan apa yang menyebabkan si Kecil mengalami siklus gatal dan membuatnya menggaruk, misalnya karena alergi atau hal lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, Moms dapat menghindari si Kecil dari hal-hal yang memicu timbulnya gatal.

 

Untuk menghindari aksi menggaruk si Kecil yang menyebabkan kulitnya rusak, rawatlah tangan dan kuku-kuku si Kecil, Moms. Pastikan kuku-kuku si Kecil dipotong secara berkala sehingga mencegah luka di kulitnya saat terjadinya gatal. Berikan mainan yang bisa ia mainkan dengan tangannya agar dapat mengalihkan perhatiannya dari kegiatan menggaruk. Gunakan pula sarung tangan yang lembut ketika si Kecil tidur di malam hari karena biasanya malam hari rasa gatal akan meningkat.

 

Bedong pada bayi untuk bayi-bayi baru lahir juga bisa dilakukan Moms agar tangannya tetap terjaga dan terhindar dari usahanya menggaruk wajah. Bedong juga membantu si Kecil tetap merasa tenang saat tidur. Untuk meredakan gatal pada kulit si Kecil, kompreslah bagian kulit yang gatal tersebut dengan kain lembut yang sudah dibasahi dengan air dingin selama beberapa menit. Ulangi selama dibutuhkan.

 

Cara Mengatasi Gatal Gatal dengan Pelembab

Moms dapat mengatasi gatal pada si Kecil dengan pelembap, apalagi jika kulit yang kering menjadi salah satu penyebab kulit si Kecil gatal-gatal. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa pelembap sangatlah penting untuk mempertahankan kulit yang sehat. Ada banyak manfaat yang didapatkan apabila pelembab diaplikasikan pada kulit si Kecil.

 

Antara lain adalah menjaga kelembapan kulit si Kecil, termasuk memperbaiki penampilan kulit, memperbaiki dan mempertahankan pertahanan kulit, memelihara dan meningkatkan kadar air di dalam kulit. Pelembap yang dapat menghidrasi kulit si kecil ini akan membantu mengurangi iritasi pada kulit sehingga siklus gatal-garuk pun perlahan-lahan akan menghilang.

 

Pelembab yang baik seharusnya mampu melindungi kelembaban alami kulit dan juga menyerap dengan baik untukmenghidrasi kulit sehingga membantu meningkatkan kelembapan kulit. Salah satu pilihannya adalah Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion. Pelembap yang mengandung bahan-bahan alami ini sudah teruji secara klinis membantu menjaga kelembaban kulit hingga 24 jam  dan memiliki pH yang seimbang dengan pH kulit.

 

Pelembap dari rangkaian Cussons Baby Sensicare ini pun diformulasikan secara khusus dengan Derma-SoftTM Complex yang merupakan kombinasi bahan-bahan organik, seperti 100%gandum organik, minyak zaitun organik, shea butter, dan ceramide. Kombinasi bahan-bahan ini membantu menjaga kelembaban dan melindungi kulit bayi yang sensitif dan rentan eksim. Pelembap ini juga dapat digunakan untukbayi yang baru lahir atau newborn karena telah teruji klinis hypoallergenic.

 

Usapkan pelembap harian ini usai si Kecil mandi agar kelembapan kulitnya tetap terjaga dan selalu lembut. Untuk merilekskan tubuh dan pikiran si Kecil ketika mau tidur di malam hari, Moms juga dapat memijatnya menggunakan pelembap ini. Gosokkan dengan lembut pelembap ini pada bagian punggung, kaki, tangan, atau wajahnya untuk meringankan rasa gatal.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Cara Merawat Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui

Ada banyak hal yang perlu dipelajari ketika menjadi orang tua baru, mulai dari cara menyusui, memandikan bayi, hingga mengganti popok. Agar tidak kewalahan, simak artikel ini untuk mengetahui cara merawat bayi baru lahir yang benar dan hal-hal apa saja yang perlu Moms...

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Cara Memijat Bayi yang Benar dan Bisa Dilakukan di Rumah

Memberikan pijatan kepada Si Kecil tidak hanya baik untuk kesehatannya, tapi juga dapat memperkuat hubungan Moms dengan Si Kecil. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, memijat bayi justru bisa membuatnya sakit. Oleh karena itu, yuk, Moms, pelajari cara memijat...

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Cara Memandikan Bayi yang Benar dan Persiapannya

Memandikan bayi bisa menjadi momen yang menegangkan bagi para ibu, terlebih bila ini adalah pengalaman pertama. Jika Moms masih ragu-ragu atau takut untuk memandikan Si Kecil, yuk, simak penjelasan berikut tentang cara memandikan bayi yang benar. Sebagai orang tua...

SensiCare