10 Cara Pilih Sabun Bayi Untuk Kulit Sensitif

10 Cara Pilih Sabun Bayi Untuk Kulit Sensitif

Mandi bisa menjadi salah satu cara untuk merawat kulit bayi agar tetap sehat. Selain itu, penting juga dalam memilih produk perlengkapan mandi, seperti sabun, yang memang dapat mendukung kesehatan kulit Si Kecil. Meski begitu, mungkin Moms sempat merasa bingung dalam memilih sabun bayi yang banyak dijual di pasaran. Nah sekarang Moms tak perlu khawatir karena berikut ini ada panduan dalam memilih sabun bayi untuk kulit sensitif. Simak yuk!

Seperti yang diketahui, bayi memiliki kulit yang tipis dan sensitif sehingga sangat rentan apabila kulitnya terpapar dengan benda-benda asing. Bila terpapar, kulit bayi bisa iritasi, kering, hingga infeksi. Kulit bayi juga lebih cepat kehilangan kelembapannya dibandingkan kulit orang dewasa. Di sisi lain, Moms pastinya ingin tetap menjaga dan merawat kulit Si Kecil tetap sehat, halus, dan lembut. Karena itu, dibutuhkan sabun khusus bayi untuk kulit sensitif.

Panduan Pilih Sabun Bayi

Namun banyaknya merek sabun bayi yang dijual di pasaran memang akan membuat Moms bingung dalam memilih sabun yang aman untuk bayi. Moms mungkin juga khawatir dengan bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam sabun tersebut, yang bisa saja malah membuat kulit Si Kecil menimbulkan iritasi atau gangguan kulit lainnya. Maka itu, sebelum membeli sabun bayi, ada baiknya Moms memperhatikan panduan dalam memilih sabun bayi berikut ini.

  • Kondisi kulit bayi. Pertama-tama, perhatikan dan pahami kondisi kulit bayi Anda, Moms. Kebanyakan, bayi memang lahir dengan kondisi kulit yang sehat. Karena itu, penggunaan produk sabun bayi untuk kulit sensitif seharusnya sealami mungkin. Beda halnya apabila bayi memiliki kondisi kulit khusus, seperti eksim. Ada baiknya, dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter spesialis agar mendapat penanganan yang tepat. 
  • Sabun formulasi khusus untuk bayi. Karena kulit bayi berbeda dengan kulit anak-anak dan orang dewasa, pastikan pilih sabun yang memang diformulasikan khusus untuk kulit bayi. Harusnya, sabun untuk bayi menggunakan pembersih yang lembut dan dapat melindungi keseimbangan alami kulit sekaligus mempertahankan lapisan pelindung luar kulit Si Kecil.
  • Bahan Alami. Pastikan, bahan-bahan yang terkandung di dalam sabun merupakan bahan yang alami, seperti berasal dari minyak nabati. Contohnya adalah minyak zaitun, minyak almond alami, minyak alpukat, minyak biji bunga matahari, cocoa butter, atau ekstrak bunga chamomile.
  • Mengandung Gliserin. Gliserin cukup aman Moms untuk bayi. Sebabnya, kandungan gliserin malah dapat melembapkan kulit Si Kecil sehingga mencegah kulitnya dari iritasi dan kering.
     
    cara memilih sabun bayi

    Sebelum membeli sabun bayi, ada baiknya Moms memperhatikan panduan dalam memilih sabun bayi untuk kulit sensitif

  •  

  • Kandungan pH Sabun. Biasanya, dalam label produk perawatan bayi, termasuk sabun, terdapat keterangan “pH neutral” atau “pH balanced”. Keterangan tentang skala pH sangat penting, Moms, sebagai  cara untuk mengukur tingkat keasaman dan kebasaan suatu zat. Dalam beberapa minggu setelah bayi lahir, permukaan kulitnya akan berubah dari mendekati pH netral menjadi pH yang sedikit asam.
     
    Nah, carilah sabun dengan kandungan pH yang netral atau yang memiliki pH serupa dengan kulit bayi (sekitar pH 5.5) sehingga tidak bersifat basa atau asam. Kandungan pH yang netral pada sabun sangatlah dianjurkan agar lapisan acid mantle pada permukaan kulit bayi tidak terganggu. Acid mantle pada kulit bayi ini berfungsi sebagai penghalang  untuk melindungi kulit bayi dari bakteri.
  • Hindari Sabun Bayi dengan Pewangi/Pengharum. Mencium sesuatu yang harum dan manis memang menyenangkan ya, Moms. Namun dalam hal produk perawatan bayi, penggunaan sabun bayi dengan pewangi/pengharum bukanlah ide yang terbaik. Perlu diketahui Moms, wewangian merupakan bahan kimia. Apabila kulit bayi yang sensitif terpapar bahan kimia, dapat memicu iritasi dan kulit jadi kering, serta memicu reaksi alergi.
  • Bebas Alkohol. Hindari sabun yang mengandung alkohol karena kandungan alkohol dapat membuat kulit bayi yang sensitif menjadi kering, bahkan bisa menimbulkan iritasi pada kulit bayi. Baca dengan saksama bahan-bahan yang terkandung dalam label sabun bayi ya, Moms. Biasanya kandungan alkohol disebutkan dengan nama lain, seperti etanol, ethyl alcohol, cetearyl alcohol, cetostearyl alcohol.
  • Hindari Sabun Antibakteri dan Antimikroba. Sebaiknya hindari sabun bayi yang dilabeli dengan keterangan antibakteri atau antimikroba. Sebab, kandungan bahan antibakteri biasanya tidak ditambahkan dalam sabun atau produk yang diformulasikan secara khusus untuk bayi. Kandungan ini malah justru berisiko menimbulkan iritasi dan kering pada kulit bayi, Moms.
  • Bahan Kimia Berbahaya. Antara lain seperti paraben (bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik); phthalates (bahan kimia yang biasa ditemukan dalam plastik); pewarna, dan sulfat (yang biasa ditemukan pada pembersih rumah tangga). Bahan kimia ini dapat membuat kulit bayi iritasi, bahkan bisa membahayakan bagi bayi. Sebuah studi menemukan bahwa phthalates dan paraben berpotensi mengubah kadar hormon dalam tubuh yang dapat mengganggu perkembangan yang normal.
  • Hypoallergenic. Sabun bayi dengan formula hypoallergenic diartikan apabila sabun ini diaplikasikan ke kulit bayi, kecenderungan bisa memicu reaksi alergi atau iritasi pada kulitnya lebih kecil.

Baca Juga: Manfaat Baby Cream untuk Kulit Bayi

Rekomendasi Sabun Bayi untuk Kulit Sensitif

Moms jadi tak perlu bingung lagi nih dalam memilih sabun bayi untuk kulit sensitif. Sebabnya, ada satu produk sabun bayi yang sudah mencakup semua panduan di atas, yaitu Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash.

sabun bayi

Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash merupakan sabun bayi yang secara khusus diformulasikan untuk kulit bayi yang baru lahir dan sensitif

Produk pembersih dari rangkaian Cussons Baby Sensicare ini memang secara khusus diformulasikan untuk kulit bayi yang baru lahir dan sensitif. Bahkan pembersih ini diperuntukkan bagi kulit bayi yang rentan eksim sekalipun, Moms. Sebabnya, produk yang bisa digunakan sebagai sabun ini sudah teruji secara dermatologi dan diterima oleh dokter anak, serta hypoallergenic.

Moms juga tak perlu khawatir lagi saat membersihkan tubuh dan wajah Si Kecil ketika mandi karena Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash diformulasikan dengan Triple Protection Complex. Tiga kunci rahasia dalam Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash yang merupakan kombinasi bahan-bahan alami, yaitu organic oat, olive oil, dan ceramide.

Tiga bahan alami inilah yang membantu melindungi dan memperbaiki kulit bayi secara alami. Secara khusus, organic oat berfungsi untuk mengunci kelembapan pada kulit bayi. Organic olive oil berguna untuk menjaga kelembapan alami kulit secara intens. Kelembapan kulit bayi pun akan tetap terjaga hingga 24 jam sehingga melindungi kulit dari kekeringan. Sementara ceramide dapat membantu memperkuat fungsi pelindung kulit buah hati Anda. Moms juga jangan cemas karena pembersih yang ekstra lembut ini mengandung pH yang seimbang dan bebas paraben.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

10 Cara Pilih Sabun Bayi Untuk Kulit Sensitif

10 Cara Pilih Sabun Bayi Untuk Kulit Sensitif

Mandi bisa menjadi salah satu cara untuk merawat kulit bayi agar tetap sehat. Selain itu, penting juga dalam memilih produk perlengkapan mandi, seperti sabun, yang memang dapat mendukung kesehatan kulit Si Kecil. Meski begitu, mungkin Moms sempat merasa bingung dalam...

Penyebab dan Tipe Ruam Pada Bayi

Penyebab dan Tipe Ruam Pada Bayi

Ruam pada bayi banyak penyebabnya dan tipenya pun bermacam-macam. Meski begitu, Moms tak perlu khawatir karena permasalahan ruam biasanya dapat dengan mudah diatasi. Nah, kenali dulu yuk, Moms, tentang ruam pada bayi dan tipe-tipenya berikut ini. Ruam merupakan...

Alergi Pada Bayi: Apa Yang Perlu Diwaspadai?

Alergi Pada Bayi: Apa Yang Perlu Diwaspadai?

Alergi pada bayi bisa beragam pemicu dan gejalanya. Apabila bayi Anda mengalami ruam dan kulitnya tidak lembut lagi seperti kulit bayi lainnya atau bayi Anda sering bersin, bisa jadi hal ini adalah tanda-tanda alergi pada si Kecil. Nah, pelajari tentang alergi pada...

Penyebab dan Tipe Ruam Pada Bayi

Penyebab dan Tipe Ruam Pada Bayi

Ruam pada bayi banyak penyebabnya dan tipenya pun bermacam-macam. Meski begitu, Moms tak perlu khawatir karena permasalahan ruam biasanya dapat dengan mudah diatasi. Nah, kenali dulu yuk, Moms, tentang ruam pada bayi dan tipe-tipenya berikut ini.

Ruam merupakan perubahan yang terjadi pada kulit karena iritasi atau peradangan. Biasanya perubahan yang terjadi adalah warna, penampakan, dan tekstur kulit si bayi. Biasanya kulit akan cenderung merah, bersisik, berminyak, hingga berjerawat, tergantung dari tipe ruam yang dialami bayi. Ruam seringkali membuat bayi merasa tidak nyaman dan bikin rewel, bahkan bisa membuat Si Kecil merasa kesakitan.

Moms tak perlu khawatir karena kondisi ruam cenderung dapat hilang dengan sendirinya. Selain itu, ruam sangat jarang terjadi sebagai kondisi yang darurat. Penyakit kulit pada bayi ini masih bisa diatasi dan diobati, bahkan dapat dicegah dan dirawat di rumah.

Meski begitu, Moms harus tetap waspada karena ruam bisa juga mengindikasikan penyakit yang lebih serius. Maka itu, cari tahu berbagai tipe dan cara mengatasi ruam pada bayi dalam penjelasan di bawah ini.

 

Penyebab Ruam pada Bayi

Kenapa muncul ruam pada bayi? Bayi yang baru lahir memiliki kulit yang sensitif. Sistem kekebalan tubuhnya juga masih dalam perkembangan. Hal-hal ini membuat kulitnya rentan terhadap berbagai sumber iritasi atau infeksi yang menjadi penyebab ruam.

Selain itu, dalam empat minggu pertama masa kehidupan bayi, akan ada beberapa perubahan yang terjadi pada kulit si Kecil. Beberapa jenis ruam yang berbeda bisa berkembang dan dialami Si Kecil pada tahun pertama kehidupannya. Nah, beberapa penyebab terjadinya ruam adalah panas, alergi, gesekan, kelembapan, bahan-bahan kimia, pengharum, kain.

penyebab ruam

Ruam pada bayi bisa terjadi di sebagian tubuh atau dapat memengaruhi seluruh tubuh.

Bahkan feses si Kecil pun dapat menjadi penyebab kulitnya teriritasi sehingga menimbulkan ruam pada kulit. Infeksi dari virus dan bakteri pun bisa menjadi penyebab ruam, Moms. Sementara itu, ruam juga dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, tergantung dari tipe atau jenis ruam yang dialaminya. Bisa terjadi hanya di sebagian tubuh atau dapat memengaruhi seluruh tubuh. Antara lain di kulit wajah, leher, dada bagian atas, lengan, tangan, kaki, kulit di sekitar area popok, dan lipatan-lipatan kulitnya.

 

Berbagai Tipe Ruam pada Bayi

Berikut ini beberapa tipe ruam yang umum terjadi pada bayi, penyebab, dan cara mengatasinya.

  • Ruam Popok. Ruam yang terjadi di sekitar area popok (kulit bokong, paha, selangkangan, dan kelamin). Penyebabnya karena kontak yang lama dengan urin atau feses yang membuat bayi merasa tidak nyaman. Moms bisa mengatasinya dengan mengoleskan area kulit tersebut dengan krim atau salep khusus setiap kali mengganti popok.
     
    Moms juga bisa mencegah ruam muncul kembali dengan sering-sering mengganti popoknya agar area popok tetap terjaga kebersihan dan kekeringannya. Atau, sesekali biarkan bayi Anda tidak menggunakan popok agar kulit area popok mendapat sirkulasi udara.
kulit kepala bayi

Cradle cap adalah salah satu tipe ruam yang muncul di kulit kepala bayi.

  • Cradle Cap. Tipe ruam pada bayi ini muncul di kulit kepala si Kecil dengan penampakan bercak dan sisik tebal, berwarna kuning, berkerak, atau berminyak, tetapi tidak menimbulkan gatal. Cradle cap juga dapat muncul di area wajah, telinga, leher, dan area sekitar popok. Biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir.
     
    Cradle cap ini dapat hilang sendiri dalam beberapa bulan. Moms dapat merawatnya dengan membersihkan kepala dan rambut Si Kecil dengan sampo yang lembut. Bersihkan bercak-bercak tebal dengan sikat berbulu lembut. Untuk kerak dan sisik yang membandel, oleskan petroleum jelly atau minyak mineral, lalu keramaskan rambut dan kepalanya hingga bersih.

 Baca Juga: Cradle Cap: Penyebab Ketombe Pada Bayi

  • Milia. Ruam dengan penampakan bintil-bintil kecil berwarna putih yang muncul di hidung, dagu, atau pipi akibat pori-pori yang tersumbat keratin. Biasanya, milia muncul pada kulit bayi yang baru dilahirkan dan dapat hilang dalam beberapa minggu. Moms hanya tinggal merawatnya dengan membersihkan wajah Si Kecil sekali sehari dengan air dan sabun yang lembut. Hindari penggunaan losion atau produk wajah berminyak.
  •  

  • Jerawat bayi. Jerawat pada bayi tampak seperti benjolan merah dan putih di dahi atau pipinya. Biasanya terjadi ketika ia berusia satu bulan setelah lahir. The American Academy of Dermatology Association (AAD) menyebutkan, jerawat dapat memengaruhi sekitar 20% bayi baru lahir. Kemungkinan, hal ini terjadi karena terpapar hormon ibu selama kehamilan.
     
    Namun, jerawat bayi ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, jadi tak perlu diobati. Moms, dapat melakukan perawatan dengan membasuh wajah Si Kecil sekali sehari dengan air dan sabun yang lembut.
  •  

  • Heat rash/biang keringat/keringat buntet. Penampakan tipe ruam pada bayi ini adalah bintik-bintik kecil dan halus dan kulit akan berwarna merah. Ruam ini dapat muncul selama cuaca panas dan lembap, salah satunya karena pakaian yang tebal. Maka itu, ruam ini disebut pula dengan istilah ruam panas. Cara mengatasi jenis ruam jenis seperti ini dengan memindahkan si Kecil ke lingkungan yang lebih sejuk, memandikan Si Kecil, atau mengenakan pakaian yang ringan, sejuk, dan longgar agar sirkulasi udara ke kulit tubuh Si Kecil jadi lancar.
biang keringat bayi

Agar terhindar dari ruam biang keringat/heat rash, kenakan pakaian yang longgar dengan bahan pakaian yang nyaman

  • Eksim. Menurut The American Academy of Dermatology Association (AAD), sekitar 60% individu mengalami eksim pada tahun pertama kehidupannya. Eksim ini dikenal juga dengan dermatitis atopik. Hal ini ditandai dengan kulit yang kering, bercak-bercak, bersisik, dan terasa gatal. Bahkan, bercak-bercak di kulitnya dapat menebal dan mengeras sehingga kulit menjadi kasar.
     
    Dalam beberapa kasus, ruam akan meningkat, menjadi bintik kecil yang bergelembung dan mengeluarkan cairan. Terkadang pula kulit menjadi infeksi. Ruam ini biasa ditemukan di bagian tubuh seperti wajah, belakang lutut, dan lengan.
     
    Nah, Moms dapat meringankan gejala eksim ini dengan menghindari suhu atau cuaca yang ekstrem, mandikan bayi setiap hari kedua atau ketiga, bukan setiap hari. Lalu keringkan kulitnya secara perlahan dengan tepukan yang lembut. Hindari juga makanan-makanan yang bisa memicu eksim. Oleskan krim kortikosteroid atau salep pelembap eksim. Gunakan pula produk-produk yang diformulasikan khusus untuk bayi dan tanpa pewangi.
  •  

     Baca Juga: Apa Itu Eksim, Penyebab Eksim, dan Cara Mengobati

     

  • Biduran atau urtikaria. Kondisi kulit dengan ruam merah yang menonjol, seperti bentol, dan gatal di bagian wajah, tangan, kaki, dan kelamin. Biduran dipicu dari alergi makanan, infeksi virus atau bakteri, gigitan serangga, faktor lingkungan, kontak dengan iritan, atau kondisi autoimunnya sedang melemah. Atasi biduran ini dengan memandikannya pakai air dingin (tidak terlalu dingin atau hangat) dan memberi losion atau krim yang mengandung calamine. Obat antihistamin juga dapat meringankan gejala gatal.
  •  

  • Infeksi. Kulit yang terinfeksi juga dapat menimbulkan ruam. Sebagai contoh, impetigo atau penyakit infeksi karena bakteri. Tanda-tandanya luka lecet, lepuh membentuk kerak tebal berwarna cokelat kekuningan di sekitar mulut atau hidung. Ada pula bayi yang memiliki penyakit tangan, kaki, dan mulut karena infeksi virus. Tandanya muncul bintik-bintik di jari, telapak tangan, dan telapak kaki. Pada penyakit tangan, kaki, dan mulut, akan muncul lepuh di mulut, jari tangan, telapak tangan, telapak kaki atau bokong. Bahkan beberapa bayi mengalami demam.
     
    Kedua penyakit ini dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun untuk impetigo, biasanya dokter merekomendasikan penggunaan antibiotik topikal. Sementara untuk penyakit kaki, mulut, dan tangan, bayi membutuhkan waktu lebih dari 10 hari untuk sembuh. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit menular sehingga penting sekali untuk membatasi dan mencegah kontak dengan orang lain agar tidak menular.

 

Perlukah ke Dokter?

Ruam pada bayi memang bisa diatasi dengan perawatan di rumah. Namun, Moms perlu berhati-hati apabila ruam bayi tak kunjung sembuh, kemudian disertai dengan beberapa gejala lain. Apabila ada tanda-tanda seperti di bawah ini, sebaiknya bawa langsung bayi Anda ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk ditangani oleh dokter.

mengobati ruam

Apabila bayi Anda mengalami gejala ruam dan tak kunjung reda, serta diikuti dengan demam, sebaiknya bawa langsung ke dokter, Moms.

  • Ketika bayi Anda mengalami ruam, kemudian diikuti dengan demam, bisa jadi ruam yang dialami Si Kecil terjadi infeksi.
  • Ruam yang dialami Si Kecil terjadi selama berminggu-minggu. Ruamnya tak kunjung mereda meskipun sudah dilakukan perawatan dan pengobatan di rumah. Bahkan makin membuat Si Kecil merasa nyeri sakit atau iritasi.
  • Ketika gejala ruam bayi Anda telah meluas. Tak hanya ruam kemerahan di kulit, tetapi juga mengalami gatal-gatal, terutama di sekitar mulut. Atau, rasa gatal yang disertai dengan batuk, muntah, mengi, atau gejala pernapasan lainnya. Hal ini bisa saja menjadi reaksi alergi serius yang disebut anafilaksis.
  • Ciri-ciri ketika bayi dalam kondisi darurat adalah ruam yang tak kunjung reda disertai dengan demam tinggi, leher kaku, sensitif pada cahaya, perubahan pada neurologis atau guncangan yang tidak dapat dikendalikan, tangan dan kaki juga terasa dingin yang tidak biasa. Gejala – gejala ini bisa menjadi tanda si Kecil mengalami meningitis.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

10 Cara Pilih Sabun Bayi Untuk Kulit Sensitif

10 Cara Pilih Sabun Bayi Untuk Kulit Sensitif

Mandi bisa menjadi salah satu cara untuk merawat kulit bayi agar tetap sehat. Selain itu, penting juga dalam memilih produk perlengkapan mandi, seperti sabun, yang memang dapat mendukung kesehatan kulit Si Kecil. Meski begitu, mungkin Moms sempat merasa bingung dalam...

Penyebab dan Tipe Ruam Pada Bayi

Penyebab dan Tipe Ruam Pada Bayi

Ruam pada bayi banyak penyebabnya dan tipenya pun bermacam-macam. Meski begitu, Moms tak perlu khawatir karena permasalahan ruam biasanya dapat dengan mudah diatasi. Nah, kenali dulu yuk, Moms, tentang ruam pada bayi dan tipe-tipenya berikut ini. Ruam merupakan...

Alergi Pada Bayi: Apa Yang Perlu Diwaspadai?

Alergi Pada Bayi: Apa Yang Perlu Diwaspadai?

Alergi pada bayi bisa beragam pemicu dan gejalanya. Apabila bayi Anda mengalami ruam dan kulitnya tidak lembut lagi seperti kulit bayi lainnya atau bayi Anda sering bersin, bisa jadi hal ini adalah tanda-tanda alergi pada si Kecil. Nah, pelajari tentang alergi pada...

SensiCare