Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi dingin merupakan reaksi yang timbul di permukaan kulit setelah terpapar suhu udara yang dingin. Ya, suhu udara yang dingin juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi. Simak penjelasannya berikut ini yuk!

Ketika udara dingin, Anda pastinya akan langsung ambil selimut atau jaket tebal. Bagi para ibu, pasti juga langsung melindungi sang buah hati dengan memberinya selimut atau jaket. Hal ini agar terhindar dari masalah kesehatan.

Ya, sebabnya ada sebagian orang yang dengan mudah mengalami gangguan kesehatan ketika suhu di sekitarnya mulai rendah. Dari sebagian orang tersebut, ada yang tubuhnya bisa langsung mengalami reaksi alergi ketika terpapar udara dingin. Setelah beberapa saat terpapar, permukaan kulit akan tampak ruam dan berbintik kemerahan, kemudian kulit mulai terasa gatal – gatal sehingga merasakan ketidaknyamanan. Nah, bisa jadi Anda sedang mengalami alergi dingin.

 

Pemicu Alergi Dingin

Alergi dingin disebut juga dengan urtikaria dingin. Hal ini merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh yang berlebihan ketika tubuh terpapar suhu udara yang rendah, berangin, dan lembap. Pemicunya adalah udara yang dingin dan air dingin. Contohnya ketika berada di dalam ruangan ber-AC, saat mandi pagi hari, atau berenang di air dingin. Dalam kasus yang langka, konsumsi makanan/minuman yang dingin juga bisa jadi sebagai pemicu. Namun, penyebab pasti timbulnya alergi ini belum diketahui.

Meski begitu, ada pula faktor lainnya yang membuat alergi ini makin berisiko. Antara lain ketika seseorang itu, secara genetik, mewarisi dari orangtuanya, tetapi hal ini sangat jarang terjadi. Kemudian ketika seseorang yang baru saja terkena infeksi, memiliki penyakit tertentu, adanya virus, atau sel-sel kulitnya yang lebih sensitif. Selain itu, orang yang paling berisiko terkena alergi dingin adalah di rentang usia bayi, anak-anak, hingga remaja.

 

Gejala Alergi Dingin

Ketika tubuh terpapar suhu yang dingin, tubuh akan melepaskan zat kimia bernama histamin ke aliran darah. Nah, zat-zat kimia inilah yang membuat gejala-gejala muncul. Gejala-gejala yang timbul dari reaksi alergi dingin pada setiap orang bisa berbeda. Mulai dari tingkat yang ringan hingga tingkat yang lebih berat dan parah.

gejala alergi dingin

Ilustrasi anak mengalami kulit ruam dan gatal yang merupakan tanda-tanda alergi dingin

Gejala di level yang ringan, pada umumnya akan muncul ruam kemerahan pada area kulit. Kemudian muncul bentol-bentol yang menonjol pada kulit yang disertai dengan rasa gatal. Besarnya bentol yang terjadi juga beragam. Mulai dari yang kecil hingga besar seperti membentuk sebuah “pulau” di area kulit. Reaksiakan memburuk ketika kulit menghangat.

Reaksi alergi ini biasanya muncul 5—10 menit setelah permukaan kulit terpapar pada suhu dingin. Gejala akan makin meningkat ketika kondisi lingkungan sekitar juga lembap. Gejala–gejala ini akan bertahan setidaknya 1—2 jam. Gejala-gejala ini bisa timbul pada area kulit di wajah, lengan, punggung, perut, dan kaki. Reaksi ini dikenal juga dengan nama biduran. Gejala-gejala seperti ini akan hilang dengan sendirinya. Pada sebagian orang, gejala alergi ini akan menghilang beberapa tahun kemudian.

 

Alergi Dingin Bisa Berbahaya

Sementara itu, beberapa orang juga bisa mengalami gejala dengan tingkat sedang hingga yang lebih parah, meskipun hal ini sangat jarang terjadi. Penyebab utama gejala ini bisa meningkat ke kondisi yang lebih parah karena permukaan kulit di seluruh tubuh terpapar suhu yang dingin, misalnya disebabkan karena berenang di air yang dingin.

Di antaranya seperti terjadi pembengkakkan pada bibir saat mengonsumsi makanan/minuman dingin. Saat tangan memegang benda dingin, seperti es batu, tangan juga akan terasa bengkak. Reaksi yang lebih parah dan berbahaya bahkan bisa membuat tubuh pingsan atau hilang kesadaran, tekanan darah yang rendah, jantung berdebar, pembengkakan anggota badan atau dada, dan syok anafilaktik. Lidah dan tenggorokan juga membengkak sehingga bisa membuat seseorang kesulitan bernapas.

Kalau sudah ada penampakan gejala seperti ini, sebaiknya langsung dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat agar bisa ditangani segera.

 

Bedakan Alergi Dingin dan Flu

Terkadang ketika terjadi alergi dingin seringkali dianggap sebagai flu. Nah, pelajari perbedaan antara alergi dan flu berikut ini agar Anda mendapat penanganan yang tepat.

  • Alergi lebih sering terjadi daripada flu, yaitu 2—3 kali dalam seminggu. Sementara flu hanya terjadi satu kali dalam seminggu.
  • Kondisi tubuh saat terjadi alergi dingin tidak menunjukkan adanya gejala demam. Saat alergi, gejala yang ditunjukkan adalah perubahan pada area permukaan kulit yang kemerahan, gatal-gatal, dan terjadi pembengkakan. Jenis pilek pada alergi juga ditunjukkan ketika lendir yang keluar dari hidung berwarna jernih, bukan berwarna kuning atau hijau. Pilek karena alergi dingin juga membuat Anda lelah dan sulit tidur.
  • Gejala demam yang disertai dengan bersin dan batuk ditunjukkan ketika mengalami flu. Jika tubuh terasa hangat, itu artinya Anda sedang mengalami gejala flu. Gejala lainnya seperti hidung beringus, tersumbat, batuk, dan sakit tenggorokan. Flu terjadi karena adanya infeksi virus. Anda juga akan merasakan kelelahan pada tingkat yang lebih tinggi hingga menguras energi dan lebih mengantuk dari biasanya.

 

Lakukan Tes

Anda dapat mencoba melakukan tes dengan menempatkan sebuah es batu ke permukaan kulit selama lima menit. Jika memang memiliki alergi dingin, gejala seperti ruam kemerahan dan bentol-bentol akan muncul beberapa menit setelah es batu tersebut diangkat.

Apabila Anda masih merasa bingung dengan gejala-gejala yang timbul tersebut, apakah gejala tersebut akibat alergi atau gangguan kulit lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis. Dokter akan menanyakan beberapa hal, misalnya terkait gejala yang dialami atau riwayat penyakit yang pernah diderita. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lainnya, seperti tes darah atau tes urine.

 

Cara Mengatasi Alergi Dingin

Karena paparan udara atau suhu yang rendah menjadi pemicu, waspadalah ketika cuaca sekitar mulai mendingin. Nah, lakukan beberapa hal berikut ini untuk mengatasinya.

mengatasi alergi dingin

Jika memang sudah terindikasi terkena alergi dingin, sebaiknya hindari anak-anak berenang di air dingin.

  • Bila memungkinkan, hindari tempat-tempat yang lingkungannya bersifat dingin.
  • Lindungi tubuh dan tutupi permukaan kulit yang terpapar udara dingin dengan jaket atau selimut yang tebal.
  • Hindari pula berenang di air dingin untuk sementara waktu. Jika ingin berenang, coba dahulu dengan memasukkan tangan atau kaki ke dalam air. Kemudian lihatlah reaksi yang terjadi pada kulit.
  • Rendam kaki atau mandi dengan air hangat.
  • Perhatikan asupan makanan yang masuk. Sebaiknya, hindari makanan/minuman yang dingin untuk mencegah pembengkakan pada tenggorokan.
  • Perhatikan pula waktu dan pemicu yang terjadi. Misalnya, apakah gejala muncul ketika terkena air dingin atau saat konsumsi minuman/makanan yang dingin. Dengan begitu, pemicu alergi ini dapat dihindari.
  • Ketika Anda berencana untuk melakukan operasi, konsultasikanlah dengan dokter bedah bahwa Anda memiliki riwayat alergi dingin. Nantinya, tim operasi bedah akan mengambil langkah-langkah tertentu untuk mencegah timbulnya gejala-gejala saat di ruang operasi. 

 

Cara Mengobati Alergi Dingin

  • Minum obat antihistamin sebelum terpapar suhu yang dingin. Apabila Anda ingin memberikannya kepada bayi di bawah 6 bulan, pemberian antihistamin ini juga harus dikonsultasikan dulu dengan dokter. Obat antihistamin yang biasa diberikan untuk mengatasi alergi dingin adalah cetirizine, loratadine, atau desloratadine. Obat-obatan lainnya untuk pereda adalah kortikosteroid, capsaicin oles, omalizumab, atau obat agonis reseptor seperti zafirlukast dan monteluklast.
  • Minum obat alergi yang sudah diresepkan oleh dokter agar pengobatan dilakukan dengan tepat. Biasanya dokter memberi resep obat
  • Jika dokter menganjurkan dan meresepkan suntikan epinephrine (seperti EpiPen, Aubi-Q, dan lainnya), bawalah selalu ke mana pun Anda pergi untuk mengatasi ketika kondisi darurat terjadi. Misalnya, ketika gejala yang timbul meningkat ke level yang lebih berat. Epinephrine dapat diberikan untuk anak-anak hingga orang dewasa, dengan dosis yang disesuaikan kondisi masing-masing orang.

 

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi dingin merupakan reaksi yang timbul di permukaan kulit setelah terpapar suhu udara yang dingin. Ya, suhu udara yang dingin juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi. Simak penjelasannya berikut ini yuk! Ketika udara dingin, Anda pastinya akan...

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Bayi yang baru lahir memang rentan ya, Moms. Terpapar zat/benda asing sedikit saja, dapat membuat buah hati Anda merasa tidak nyaman. Salah satu kondisi yang umum dikeluhkan oleh bayi adalah masalah ruam popok. Ruam popok merupakan reaksi kulit yang seringkali terjadi...

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

Alergi debu merupakan reaksi tubuh yang terjadi ketika seseorang menghirup atau terpapar partikel-partikel debu yang ada di lingkungan di dalam rumah. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Penyebab alergi bisa...

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Bayi yang baru lahir memang rentan ya, Moms. Terpapar zat/benda asing sedikit saja, dapat membuat buah hati Anda merasa tidak nyaman. Salah satu kondisi yang umum dikeluhkan oleh bayi adalah masalah ruam popok.

Ruam popok merupakan reaksi kulit yang seringkali terjadi pada bayi, terutama pada tahun pertama kehidupannya. Kulit Si Kecil, terutama di bagian bokong, lipatan paha, dan kelamin, mengalami iritasi atau peradangan. Sebabnya, area tersebut tertutup oleh popok dan basah terkena paparan urine dan tinja. Kondisi ini akan membuat bayi merasa terganggu dan tidak nyaman.

Ruam kebanyakan terjadi karena popok tidak diganti dalam waktu lama sehingga menimbulkan iritasi pada kulitnya. Namun tenang ya, Moms, masalah ini bukan karena Anda salah melakukan perawatan pada bayi. Sebab, ruam ini  bisa terjadi meskipun Moms sudah membersihkan area popok dan mengganti popok dengan rutin. Hampir semua bayi mengalami masalah ini, Moms.

Moms juga tak perlu khawatir karena penyakit ini masih bisa dikontrol dan diatasi. Ada cara mudah yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasinya. Lebih baik Moms mempelajari ciri-ciri, cara mengatasi, dan cara mencegah ruam popok berikut ini yuk!

 

Ciri-Ciri Ruam Popok

 Berikut ini ada dua tanda agar Moms dapat mengenali dan memperhatikan ciri-ciri ketika Si Kecil mengalami ruam popok.

  1. Tanda-tanda yang dapat dilihat melalui kulit si bayi. Antara lain, kulit bayi di daerah popok—pantat, paha, dan alat kelamin—akan tampak bercak-bercak yang memerah. Lalu, kulitnya juga kering dan melepuh, serta terdapat luka lecet.
  2. Perubahan kebiasaan si bayi. Perhatikanlah kebiasaan bayi Anda, Moms. Apabila Si Kecil tampak berbeda dari hari-hari sebelumnya, seperti ia merasa tidak nyaman, sering rewel, atau menangis saat area popok dibersihkan, disentuh, dan diganti popoknya. Nah, mungkin saja ia mengalami ruam popok.

 

Penyebab Ruam Popok

Penyebab terjadinya ruam popok pada bayi bukan hanya karena popok basah saja. Ternyata, ada banyak hal yang menjadi penyebabnya, Moms. Nah, berikut beberapa penyebab.

penyebab ruam popok

Kenali ciri-ciri dan penyebab ruam popok pada bayi

  • Kulit di area popok terkena paparan urine dan feses yang terlalu lama sehingga kulit Si Kecil iritasi. Kulit bayi makin rentan alami ruam popok apabila ia sering buang air besar karena diare. Tinja membuat kulit lebih iritasi daripada urine.
  • Si Kecil memakai popok atau pakaian yang terlalu ketat. Hal ini membuat popok dapat bergesekan dengan kulit sehingga kulitnya lecet dan menyebabkan ruam.
  • Alergi atau sensitif terhadap kandungan bahan produk baru yang digunakan sehingga kulit Si Kecil jadi iritasi. Produk baru ini bisa bermacam-macam, seperti tisu bayi atau popok sekali pakai merek baru. Bahan-bahan kimia dalam deterjen, pemutih, atau pelembut pakaian yang digunakan untuk mencuci popok kain Si Kecil. Zat-zat yang terkandung dalam beberapa losion bayi, bedak tabur bayi, dan minyak bayi juga bisa menambah masalah terjadinya ruam.
  • Infeksi bakteri dan jamur. Area sekitar popok yang tertutup sangat hangat dan lembap. Air seni Si Kecil juga dapat mengubah pH kulitnya sehingga menjadi tempat terbaik bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Perkembangbiakan bakteri dan jamur yang berlebihan akan menyebabkan infeksi sehingga membuat kulit memerah, meradang, dan membengkak.
  • Makanan baru. Saat bayi hanya konsumsi ASI, ruam yang dialaminya merupakan reaksi terhadap makanan yang dimakan oleh Anda, Moms. Namun ketika bayi mulai makan makanan pendamping ASI, kandungan fesesnya juga akan berubah. Frekuensi Si Kecil buang air besar pun akan meningkat. Perubahan pola makan ini dapat menjadi salah satu pemicunya.
  • Kulit yang sensitif. Bayi yang memiliki masalah pada kulitnya, seperti dermatitis atopik atau dermatitis seboroik (eksim), lebih rentan.
  • Antibiotik. Bayi mengonsumsi antibiotik atau bayi yang minum ASI sementara Moms sedang mengonsumsi antibiotik. Antibiotik akan meningkatkan risiko diare sehingga Si Kecil berpotensi mengalami ruam. Selain itu, antibiotik juga dapat membasmi bakteri baik yang menjaga pertumbuhan jamur. Hal ini bisa mengakibatkan bayi mengalami ruam popok karena infeksi jamur.

 

Popok Kain vs Popok Sekali Pakai

Apakah jenis popok yang dipakai si bayi juga dapat memengaruhi timbulnya ruam? Perlukah mengganti popok kain dengan popok sekali pakai, atau sebaliknya? Nah, mungkin Moms sempat berpikir hal ini juga.

memilih popok

Pilih popok kain atau popok sekali pakai?

Perlu diketahui Moms, dalam mencegah ruam popok memang belum ada bukti yang kuat bahwa popok kain lebih baik daripada popok sekali pakai. Begitu juga sebaliknya. Gunakan saja popok yang menurut Moms terbaik untuk si bayi, baik itu popok kain maupun popok sekali pakai.

Baca Juga: Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Yang paling penting adalah memperhatikan kondisi popoknya. Jika popok sudah basah, langsung segera digantikan dengan popok yang kering agar area sekitar popok tetap bersih dan kering. Kemudian, waspada terhadap penggunaan produk pembersih untuk mencuci popok bayi. Jika produk tersebut dapat menyebabkan ruam, segera ganti jenis atau merek produk yang lebih cocok.

 

Langkah Perawatan Ruam Popok Pada Bayi

Umumnya, ruam popok masih dapat diatasi dengan langkah-langkah perawatan yang bisa dilakukan di rumah. Perawatan berikut ini dapat membantu mengatasi sekaligus mencegah timbul kembali.

cara mengatasi ruam popok

Sesekali biarkan Si Kecil tidak memakai popok dan kulit area popok terekspos agar kulitnya dapat “bernapas”.

  • Cuci tangan dengan sabun terlebih dulu, baik sebelum maupun sesudah Moms mengganti popok Si Kecil.
  • Ganti popok sesering mungkin, terutama ketika bayi sedang tidur pada malam hari. Segera ganti popok si bayi apabila sudah basah dan kotor agar kulit di sekitar area popok tetap kering dan bersih.
  • Saat mengganti popok, bersihkan kulit di sekitar area popok dengan air bersih. Namun jangan gosok kulitnya terlalu keras, apalagi ketika kulitnya sedang lecet. Setelah itu, keringkan dengan handuk lembut secara perlahan sebelum memakaikan popok yang baru.
  • Pastikan, popok yang dipakaikan pada bayi tidak terlalu ketat.
  • Oleskan krim atau salep pelindung kulit khusus bayi saat Moms mengganti popoknya sehingga dapat mengurangi iritasi pada kulitnya. Krim atau salep dengan kandungan zinc oxide dan petroleum jelly dapat melindungi kulit dari kelembapan.
  • Hindari penggunaan sabun atau tisu basah yang mengandung alkohol dan pewangi karena dapat memicu iritasi.
  • Hindari penggunaan bedak tabur karena malah akan memicu kulitnya jadi iritasi. Bedak juga dapat membuat iritasi pada paru-paru bayi.
  • Sesekali biarkan Si Kecil tidak memakai popok, tutupi saja dengan handuk lembut agar kulit di area sekitar popok dapat “bernapas” dan sirkulasi udara. Hal ini juga membantu kulitnya kering secara alami.
  • Apabila Si Kecil dalam masa pemulihan dari ruam popok, gunakan popok dengan ukuran yang lebih besar.
  • Mandikan Si Kecil setiap hari dengan air hangat suam-suam kuku dan sabun khusus bayi tanpa pewangi.
  • Gunakan produk-produk pembersih yang memang khusus diciptakan untuk bayi agar terhindar dari bahan-bahan kimia yang dapat memicu iritasi kulit pada bayi.

 

Perlukah ke Dokter?

Moms bisa mengunjungi dokter apabila ruam yang dialami Si Kecil tak kunjung sembuh meskipun sudah melakukan perawatan di rumah selama beberapa hari. Apalagi jika ruam tersebut bertambah parah. Tanda – tandanya adalah kulit berdarah, gatal, mengeluarkan cairan, hingga menyebabkan rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil atau buang air besar. Kemudian, Si Kecil juga mengalami demam. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Biasanya, dokter akan memberikan resep obat berupa krim kortikosteroid, salep antijamur, atau antibiotik. Resep ini diberikan tergantung pada kondisi dan penyebab ruam popok yang dialami Si Kecil. Apabila sudah diberi obat resep dari dokter dan ruam popok tidak membaik juga, dokter akan merekomendasikan Moms untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi dingin merupakan reaksi yang timbul di permukaan kulit setelah terpapar suhu udara yang dingin. Ya, suhu udara yang dingin juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi. Simak penjelasannya berikut ini yuk! Ketika udara dingin, Anda pastinya akan...

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Bayi yang baru lahir memang rentan ya, Moms. Terpapar zat/benda asing sedikit saja, dapat membuat buah hati Anda merasa tidak nyaman. Salah satu kondisi yang umum dikeluhkan oleh bayi adalah masalah ruam popok. Ruam popok merupakan reaksi kulit yang seringkali terjadi...

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

Alergi debu merupakan reaksi tubuh yang terjadi ketika seseorang menghirup atau terpapar partikel-partikel debu yang ada di lingkungan di dalam rumah. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Penyebab alergi bisa...

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan kulit bayi sekaligus menjaga kelembapannya adalah mengoleskan pelembab bayi secara rutin. Namun, Moms perlu lebih selektif dalam memilih produk pelembab untuk Si Kecil karena tidak semua pelembab cocok digunakan pada kulit bayi yang sensitif.

Bayi memiliki kulit yang tipis dan sensitif sehingga rentan mengalami beragam masalah kulit, seperti eksim, biang keringat, dan iritasi. Berbagai masalah kulit tersebut bisa dipicu oleh zat kimia yang terkandung dalam produk perawatan kulit, seperti sabun atau pelembab, khususnya produk yang mengandung pewangi dan antibakteri.

Mengenal Kegunaan Pelembab Bayi untuk Kesehatan Kulit Si Kecil

Kulit bayi yang bermasalah sering kali terlihat kering, bersisik, kemerahan, dan terasa gatal. Hal ini bisa menyebabkan bayi merasa kurang nyaman dan rewel.

Untuk melindungi Si Kecil dari masalah kulit, Moms bisa mengoleskan pelembab bayi pada kulitnya. Pelembab bayi dapat mencegah dan melindungi kulit bayi yang sensitif agar tidak kering dan iritasi.

Jenis pelembab yang sering digunakan sebagai pelembab bayi adalah emolien. Jenis pelembab ini dapat melapisi permukaan kulit bayi yang tipis agar tidak mudah kering, serta menjaga tekstur kulit bayi agar tetap halus dan lembut.

Emolien umumnya berbahan dasar lemak alami dan minyak nabati, seperti ceramide, shea butter, minyak zaitun, dan oatmeal. Selain itu, pelembab bayi juga ada yang berbahan dasar campuran antara minyak dan air.

Tips Memilih Pelembab Bayi yang Aman untuk Si Kecil

Untuk memilih pelembab bayi yang aman dan efektif merawat kulit Si Kecil, Moms dapat mengikuti beberapa tips berikut ini:

pelembab bayi yang bagus

Cara Memilih Pelembab Bayi Yang Aman dan Tepat

  • Pilih pelembab bayi yang bebas pewangi, pewarna, dan bahan
  • Gunakan pelembab bayi yang bebas paraben dan phthalate karena berisiko menyebabkan iritasi
  • Pastikan memilih pelembab bayi berlabel hypoallergenic, karena risiko munculnya alergi akibat penggunaan produk tersebut lebih
  • Pilih produk pelembab dengan tingkat keasaman (pH) 4,5–5,5.
  • Sebelum menggunakan suatu produk pelembab bayi, lakukan dulu tes alergi pada kulit Si Kecil. Caranya, oleskan tipis-tipis pelembab pada lengan Si Kecil, lalu tunggu selama beberapa jam untuk melihat apakah muncul reaksi alergi. Jika tidak muncul bentol atau ruam di area tersebut, barulah Moms boleh mengoleskannya pada seluruh tubuh Si

Moms juga bisa memilih produk pelembab bayi yang diperkaya dengan minyak esensial bunga chamomile atau susu.

Baca Juga: Pelembab Untuk Kulit Sensitif

Minyak chamomile dapat memberikan efek menenangkan, sehingga banyak digunakan untuk mengatasi insomnia pada bayi maupun orang dewasa. Aroma chamomile juga dapat membuat Si Kecil lebih tenang dan tidak rewel.

Pelembab dengan kandungan protein dan lemak dari susu juga dipercaya dapat melembutkan dan melembapkan kulit bayi, serta mengatasi masalah kulit kering pada bayi.

Nah, semua komposisi dan kriteria pelembab bayi yang efektif dan aman ini bisa Moms dapatkan dari Cussons Baby SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion. Produk ini telah diformulasikan secara khusus untuk kulit bayi, termasuk bayi baru lahir yang memiliki kulit sensitif dan rentan mengalami eksim.

Cussons Baby SensiCare Moisturizing Lotion ini diperkaya dengan gandum serta minyak zaitun organik, shea butter, dan ceramide yang mampu memberikan kelembapan ekstra untuk melindungi kulit sensitif.

Selain itu, kandungan susu pada produk ini mampu menjaga kesehatan kulit bayi, sementara kandungan chamomile-nya dapat membuat bayi merasa lebih tenang dan nyaman.

Cussons Baby SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion juga sudah teruji secara klinis aman digunakan serta dapat melembapkan dan memberikan kenyamanan pada kulit bayi selama 24 jam, termasuk kulit yang kering dan rentan mengalami eksim.

Untuk hasil terbaik, oleskan Cussons Baby SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion secara rutin, dua kali sehari setelah mandi, tepatnya ketika tubuh Si Kecil masih sedikit basah. Moms bisa mengoleskannya lebih sering bila Si Kecil berada di ruangan ber-AC, atau bila ia sedang mengalami kulit kering atau eksim.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi dingin merupakan reaksi yang timbul di permukaan kulit setelah terpapar suhu udara yang dingin. Ya, suhu udara yang dingin juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi. Simak penjelasannya berikut ini yuk! Ketika udara dingin, Anda pastinya akan...

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Bayi yang baru lahir memang rentan ya, Moms. Terpapar zat/benda asing sedikit saja, dapat membuat buah hati Anda merasa tidak nyaman. Salah satu kondisi yang umum dikeluhkan oleh bayi adalah masalah ruam popok. Ruam popok merupakan reaksi kulit yang seringkali terjadi...

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

Alergi debu merupakan reaksi tubuh yang terjadi ketika seseorang menghirup atau terpapar partikel-partikel debu yang ada di lingkungan di dalam rumah. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Penyebab alergi bisa...

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Untuk mencegah Si Kecil mengalami masalah kulit, pelembap untuk kulit sensitif diperlukan untuk merawat kulit bayi yang masih tipis dan rentan. Salah satu cara Moms merawatnya adalah dengan memberikan Si kecil pelembap khusus untuk bayi.

Bayi rentan mengalami iritasi kulit yang dapat membuat kulitnya kering. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya banyak berkeringat karena cuaca panas, memakai selimut terlalu tebal, pakaiannya tidak menyerap keringat dengan baik, atau penggunaan produk perawatan kulit bayi yang mengandung pengharum atau bahan kimia yang keras.

Iritasi pada kulit bayi biasanya muncul di bagian tubuh tertentu, seperti wajah, lengan, dada, punggung, kaki, dan bagian lipatan tubuh, seperti ketiak, leher, dan lipatan paha.

Untuk mencegah Si Kecil terkena masalah kulit dan menjaga kelembapan kulitnya,

Moms bisa menggunakan pelembap khusus bayi.

Selain untuk mengatasi kulit kering dan iritasi, pelembap juga mampu mencegah masalah kulit lain yang mungkin dialami bayi, seperti jerawat pada bayi, eksim atopik, biang keringat, dan ruam popok.

Ketahui Seputar Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bayi memiliki kulit yang sangat sensitif, apalagi bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, Moms dituntut untuk lebih cermat dalam merawat kulit Si Kecil.

Namun, Moms tidak perlu khawatir. Saat ini, banyak beredar produk perawatan kulit bayi yang dapat Moms gunakan untuk merawat kulit sensitif bayi, mulai dari sabun, sampo, hingga pelembap yang diformulasikan secara khusus untuk kulit bayi.

Ada dua jenis pelembap yang dapat Moms pilih, yaitu pelembap dalam bentuk krim dan losion.

cara memilih pelembab yang bagus

Tips Memilih Pelembab yang cocok Untuk Kulit Sensitif

Pelembab jenis krim dapat melembapkan kulit tanpa menimbulkan sensasi berminyak pada kulit bayi, sedangkan pelembap dalam bentuk losion umumnya bertekstur lebih lembut dan ringan karena memiliki kandungan air yang lebih banyak serta lebih mudah terserap ke dalam kulit bayi.

Salah satunya adalah Cussons Baby SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion yang telah diformulasikan khusus untuk kulit bayi sebagai pelembap bayi yang efektif dan aman.

Namun, pemilihan dan penggunaan pelembap juga harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit bayi. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter terkait pelembap jenis apa yang cocok untuk kulit buah hati Moms.

Tips Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Moms terapkan saat memilih produk perawatan kulit sensitif untuk bayi:

1. Hindari pelembap yang mengandung pewarna dan pengharum

Pilihlah produk pelembap yang tidak mengandung pewarna dan pengharum. Hal ini karena kedua bahan tersebut dapat membuat kulit Si Kecil iritasi atau memperparah iritasi kulitnya.

2. Pilih produk pelembap dengan label hypoallergenic

Penggunaan produk pelembap berlabel hypoallergenic sangat dianjurkan dalam perawatan kulit bayi yang sensitif. Selain lebih aman, produk pelembap yang sudah diformulasikan secara khusus ini juga dapat mengurangi risiko bayi mengalami alergi, terlebih bila Moms atau Ayah memiliki riwayat alergi.

3. Hindari produk dengan kandungan phthalate dan paraben

Produk pelembap dengan kandungan phthalate dan paraben diketahui memiliki efek yang berbahaya dan dapat merusak kulit Si Kecil. Oleh karena itu, Moms sebaiknya tidak memberikan Si Kecil pelembap yang mengandung kedua bahan ini.

4. Perhatikan pH yang terkandung di dalam produk pelembap

Moms juga perlu memerhatikan tingkat keasaman (pH) dari produk pelembap yang hendak digunakan pada kulit Si Kecil. Pelembap bayi yang baik memiliki pH sekitar 4,5–5,5.

Produk perawatan kulit untuk bayi yang memiliki pH dalam rentang tersebut lebih aman dan lembut bagi kulit sensitif bayi, sehingga risikonya untuk menimbulkan masalah kulit akan lebih kecil.

Selain mengikuti tips-tips di atas, Moms juga dapat memilih produk losion pelembab bayi yang mengandung kombinasi susu dan chamomile untuk merawat kulit bayi yang sensitif, kandungan ini terdapat pada Cussons Baby SensiCare Moisturizing Lotion.

Selain chamomile, Cussons Baby SensiCare Moisturizing Lotion juga diperkaya dengan gandum serta minyak zaitun organik, shea butter, dan ceramide yang mampu memberikan kelembapan ekstra untuk melindungi kulit sensitif.

Jenis losion ini cenderung mudah diserap oleh kulit bayi, sehingga kulitnya tidak mudah kering dan akan terasa nyaman sepanjang hari.

Waktu terbaik untuk menggunakan pelembab bayi adalah segera setelah bayi dimandikan, yaitu ketika tubuh bayi masih sedikit basah.

Baca Juga: Cara Memandikan Bayi Yang Benar dan Persiapannya

Ketika menggunakan pelembap atau produk perawatan kulit lain apa pun, khususnya produk yang baru pertama kali dipakai, Moms perlu mengamati apakah ada reaksi alergi atau iritasi pada kulit Si Kecil.

Jika muncul ruam kemerahan di kulit Si Kecil, kulitnya menjadi kering, atau jika Si Kecil terlihat rewel karena kulitnya gatal, segeralah hentikan penggunaan produk tersebut. Bila perlu, periksakan Si Kecil ke dokter anak.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi dingin merupakan reaksi yang timbul di permukaan kulit setelah terpapar suhu udara yang dingin. Ya, suhu udara yang dingin juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi. Simak penjelasannya berikut ini yuk! Ketika udara dingin, Anda pastinya akan...

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Bayi yang baru lahir memang rentan ya, Moms. Terpapar zat/benda asing sedikit saja, dapat membuat buah hati Anda merasa tidak nyaman. Salah satu kondisi yang umum dikeluhkan oleh bayi adalah masalah ruam popok. Ruam popok merupakan reaksi kulit yang seringkali terjadi...

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

Alergi debu merupakan reaksi tubuh yang terjadi ketika seseorang menghirup atau terpapar partikel-partikel debu yang ada di lingkungan di dalam rumah. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Penyebab alergi bisa...

Manfaat Baby Cream untuk Kulit Bayi

Manfaat Baby Cream untuk Kulit Bayi

Baby cream atau krim bayi merupakan salah satu produk perawatan kulit bayi yang harus tersedia di rumah, lho, Moms. Bukan tanpa alasan, baby cream diperlukan untuk mencegah atau mengatasi sejumlah masalah kulit yang mungkin dialami bayi.

Kulit bayi masih tipis dan rentan mengalami kekeringan. Jika kulitnya kering, bayi akan lebih mudah mengalami infeksi kulit, iritasi, dan luka. Oleh karena itu, Moms perlu menjaga kulit Si Kecil agar tetap lembap dengan perawatan yang tepat. Salah satunya dengan baby cream.

Baby cream memiliki fungsi untuk melembapkan kulit bayi. Berbeda dengan losion, krim bayi mengandung lebih banyak minyak, sehingga dapat membuat kulit bayi lembap lebih lama.

Ini Manfaat Baby Cream untuk Kulit Bayi

Berikut ini adalah beberapa manfaat penggunaan baby cream pada kulit bayi yang perlu Moms ketahui:

1. Mengatasi dan mencegah kulit kering

Kulit kering merupakan masalah yang umum terjadi pada bayi. Selain karena kulitnya memang masih tipis, kekeringan pada kulit bayi juga bisa dipicu oleh udara yang kering karena penggunaan AC di dalam ruangan, terlalu sering mandi, atau pemakaian sabun yang tidak cocok dengan kulitnya.

manfaat baby cream

Baby Cream bermanfaat Untuk Merawat Kulit Kering dan Sensitif

Oleh karena itu, Moms perlu rutin mengoleskan krim bayi pada kulit Si Kecil, setidaknya tiap selesai mandi dan saat tidur atau beraktivitas di dalam ruangan ber-AC. Selain dapat mencegah kulit kering, baby cream juga dapat menyejukkan kulit bayi dan mengurangi rasa gatal akibat kulit kering.

2. Meredakan reaksi alergi pada kulit

Reaksi alergi pada bayi bisa muncul di kulit berupa ruam dan gatal. Alergi juga bisa membuat kulit bayi kering, bahkan sampai bersisik. Ini akan membuat kulitnya bertambah gatal dan rentan mengalami iritasi atau infeksi.

Untuk mengatasinya, Moms bisa mengoleskan baby cream pada kulit Si Kecil guna mempertahankan kelembapan dan mencegah kerusakan pada kulitnya, serta mengurangi rasa gatal. Selain itu, Moms juga perlu mencari tahu zat yang memicu alergi Si Kecil dan menghindarinya.

3. Mengatasi dan mencegah ruam popok

Popok yang terlalu ketat dan jarang diganti bisa menyebabkan bayi mengalami ruam popok. Kondisi ini ditandai dengan bercak kemerahan, kulit kering, serta luka lecet pada paha, bokong, atau alat kelamin bayi.

Bila Si Kecil mengalami ruam popok, usahakan untuk lebih sering mengganti popoknya. Jangan biarkan Si Kecil terlalu lama memakai popok yang basah. Bila ruam popok masih juga muncul, cobalah mengganti jenis atau merek produk popok yang digunakan.

Setiap kali mengganti popok, bersihkan area popok bayi, yaitu selangkangan, bokong dan alat kelamin, lalu oleskan krim bayi pada area kulit yang meradang. Kandungan yang terdapat di dalam baby cream bermanfaat untuk meredakan peradangan tersebut dan mencegahnya muncul kembali.

4. Meredakan biang keringat

Biang keringat disebabkan oleh sumbatan pada kelenjar keringat sehingga menimbulkan peradangan. Selain membuat kulit bayi tampak kemerahan, biang keringat juga bisa menyebabkan kulit terasa sangat gatal sehingga bayi akan berusaha menggaruknya. Hal ini bisa membuat kulit bayi terluka atau bahkan mengalami infeksi.

Untuk meredakan gatal-gatal akibat biang keringat, Moms bisa mengoleskan krim bayi pada kulit Si Kecil. Namun, hindari pelembap yang mengandung minyak mineral atau petroleum.

Baby cream memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kulit bayi. Meski begitu, Moms perlu berhati-hati dalam memilih produk krim bayi untuk Si Kecil, ya. Pastikan produk yang Moms beli mengandung bahan yang ringan dan sesuai dengan pH kulit bayi.

Baca Juga: Jenis Penyakit Kulit Pada Bayi dan Cara Pencegahannya

Pilihlah baby cream yang berlabel hypoallergenic, karena itu berarti produk tersebut memiliki risiko yang lebih rendah untuk menimbulkan reaksi alergi atau iritasi. Moms juga bisa memilih krim bayi yang diperkaya dengan ceramide, karena dapat menahan kadar air pada lapisan kulit dengan lebih baik, sehingga kulit bayi tetap lembap dan sehat.

 

Baby cream yang mengandung bahan alami, seperti oat, susu, minyak zaitun, shea butter, dan ekstrak bunga chamomile, juga bisa Moms pilih karena bahan-bahan ini diyakini dapat melembapkan dan melembutkan kulit bayi.

Namun, perlu Moms ingat, meski baby cream dapat mencegah dan mengatasi beragam masalah kulit bayi, Moms perlu segera memeriksakan Si Kecil ke dokter bila masalah kulitnya cukup serius dan tidak kunjung membaik meski sudah diberikan perawatan di rumah.

 

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi dingin merupakan reaksi yang timbul di permukaan kulit setelah terpapar suhu udara yang dingin. Ya, suhu udara yang dingin juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi. Simak penjelasannya berikut ini yuk! Ketika udara dingin, Anda pastinya akan...

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Bayi yang baru lahir memang rentan ya, Moms. Terpapar zat/benda asing sedikit saja, dapat membuat buah hati Anda merasa tidak nyaman. Salah satu kondisi yang umum dikeluhkan oleh bayi adalah masalah ruam popok. Ruam popok merupakan reaksi kulit yang seringkali terjadi...

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

Alergi debu merupakan reaksi tubuh yang terjadi ketika seseorang menghirup atau terpapar partikel-partikel debu yang ada di lingkungan di dalam rumah. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Penyebab alergi bisa...

SensiCare