Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Bintik Merah pada Bayi

Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Bintik Merah pada Bayi

Bintik merah pada bayi bisa jadi merupakan tanda iritasi atau radang. Masalah kulit ini bisa membuat bayi merasa tidak nyaman dan akhirnya jadi rewel. Oleh karena itu, Moms perlu mengetahui cara mengatasi bintik merah ini agar tidak mengganggu Si Kecil atau bertambah parah.

Munculnya bintik merah atau ruam pada bayi memang umum terjadi. Pasalnya, kulit bayi masih tipis dan sensitif sehingga rentan mengalami gangguan. Bintik merah pada kulit bayi bisa merupakan tanda dari beragam kondisi, misalnya alergi, biang keringat, eksim, iritasi, milia, hingga infeksi bakteri.

Cara Mengatasi Bintik Merah pada Bayi

Bintik merah pada bayi perlu diatasi sesuai dengan penyebabnya. Namun, Moms juga perlu menjaga kesehatan kulit Si Kecil secara menyeluruh untuk membantu meredakan keluhan dan mempercepat proses penyembuhan. Untuk itu, Moms dapat melakukan perawatan sederhana berikut ini:

cara mengatasi bintik merah pada bayi

4 Cara Mengatasi Bintik Merah Pada Bayi Secara Alami

1. Menjaga kebersihan kulit bayi

Kulit yang bintik-bintik merah biasanya menandakan adanya radang atau iritasi. Pada keadaan ini, kulit akan lebih rentan terhadap infeksi. Agar bintik merah tidak bertambah banyak dan parah karena infeksi, jagalah selalu kebersihan kulit bayi.

Caranya cukup sederhana, yaitu dengan memandikan Si Kecil secara teratur dengan air yang agak hangat dan sabun khusus bayi yang bahannya lembut. Sabuni Si Kecil mulai dari wajah, belakang telinga, dan leher, kemudian ketiak, tangan, badan, punggung, kelamin, hingga jari-jari kakinya.

Nah, untuk area kulit yang terdapat bintik merah, sabuni bagian tersebut secara perlahan dan jangan menggosoknya, agar kulit Si Kecil tidak terluka dan bintik merahnya tidak bertambah parah. Bilas tubuh Si Kecil hingga bersih, kemudian keringkan dengan menepuk-nepukkan handuk secara lembut.

2. Mengoleskan pelembab

Setelah tubuh Si Kecil kering, oleskan baby lotion, termasuk pada area kulit yang terdapat bintik merah. Baby lotion dapat menjaga kelembapan kulit bayi, sekaligus mencegah bintik merah bertambah parah.

Pilihlah baby lotion dengan kandungan bahan yang lembut, seperti susu dan chamomile yang dapat meredakan peradangan pada kulit. Kedua bahan tersebut juga baik untuk memelihara kesehatan kulit bayi.

Susu mengandung dua vitamin penting yang dapat memelihara kesehatan kulit, yaitu vitamin A dan vitamin B12. Vitamin A pada susu bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah rasa gatal, sementara vitamin B12 dapat meringankan gejala eksim yang merupakan penyebab tersering munculnya bintik merah pada bayi.

Peranan chamomile juga tidak bisa disepelekan. Losion bayi yang mengandung ekstrak bunga ini dikatakan mampu melembapkan sekaligus mengurangi peradangan pada kulit, termasuk peradangan yang menyebabkan munculnya bintik merah di kulit bayi.

3. Mengompres dengan kompres dingin

Bintik merah yang disertai radang dapat menimbulkan rasa panas, gatal, bahkan nyeri di kulit. Untuk meredakannya, Moms bisa mengompres kulit Si Kecil yang mengalami bintik merah dengan kompres dingin. Kompres dingin mampu meringankan rasa gatal, pembengkakan, ruam, dan rasa tidak nyaman akibat radang pada kulit.

Caranya, bungkus es batu dengan handuk atau kain, lalu tempelkan ke kulit Si Kecil. Ingat, jangan menempelkan es batu langsung ke kulit Si Kecil, ya.

Baca Juga: Cara Memijat Bayi Baru Lahir Yang Benar 

4. Mengoleskan minyak kelapa murni

Jika di rumah ada minyak kelapa murni (virgin coconut oil), Moms bisa memanfaatkannya sebagai obat untuk mengatasi bintik merah pada bayi. Caranya juga sangat mudah, yaitu dengan mengoleskan minyak ini ke bagian kulit yang mengalami bintik merah.

Minyak kelapa murni memiliki sifat antivirus dan antibakteri, sehingga dapat meredakan peradangan pada kulit akibat infeksi. Selain itu, minyak kelapa juga mampu melembapkan kulit bayi.

Meski begitu, sebagian bayi mungkin alergi terhadap minyak kelapa, lho, Moms. Oleh karena itu, coba oleskan minyak ini sedikit dulu ke lengan bagian dalam Si Kecil. Jika dalam waktu 24 jam tidak terjadi reaksi alergi, barulah Moms mengoleskannya ke area kulit Si Kecil yang mengalami bintik merah dan ke area kulit lainnya.

Bintik merah pada bayi merupakan masalah yang cukup sering terjadi. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini bisa membuat bayi menjadi rewel dan menimbulkan masalah lain pada kulitnya, seperti luka atau infeksi.

 

Untuk mencegah bintik merah pada bayi, rawatlah kulit bayi dengan baik dan jaga kelembapannya. Hindarkan kulit bayi dari paparan sinar matahari yang berlebihan dan gunakan produk perawatan khusus bayi yang aman untuk kulit sensitifnya.

Perhatikan juga bila ada produk perawatan kulit atau makanan tertentu yang menyebabkan munculnya bintik merah pada bayi. Jika bintik merah ini tidak kunjung sembuh atau justru bertambah parah, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

 

 

TAGS:

Artikel Lainnya

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan kulit bayi sekaligus menjaga kelembapannya adalah mengoleskan pelembab bayi secara rutin. Namun, Moms perlu lebih selektif dalam memilih produk pelembab untuk Si Kecil karena tidak semua pelembab cocok digunakan pada kulit...

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan kulit, pilihlah produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Pasalnya, bahan ini memiliki sejumlah manfaat, mulai dari mencegah kulit kering hingga meringankan gejala eksim, seperti kulit kering dan gatal-gatal. Apa Itu...

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Untuk mencegah Si Kecil mengalami masalah kulit, pelembap untuk kulit sensitif diperlukan untuk merawat kulit bayi yang masih tipis dan rentan. Salah satu cara Moms merawatnya adalah dengan memberikan Si kecil pelembap khusus untuk bayi. Bayi rentan mengalami iritasi...

Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Alergi pada kulit dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari orang dewasa hingga si Kecil bisa juga terkena alergi. Penyebabnya sangatlah bermacam – macam. Apalagi daya tahan tubuh si Kecil masih rentan. Reaksi alergi yang dialami ialah dengan munculnya gatal-gatal pada kulit. Supaya dapat menyembuhkan alergi kulit, kenali penyebab dan cara mengatasi Agar dapat menghindarinya.

gatal alergi

Alergi dapat menimbulkan reaksi gejala gatal-gatal di tubuh karena pelepasan histamin yang berlebihan.

 

Alergi adalah sebuah kondisi yang umum terjadi pada setiap individu, mulai dari bayi, balita, anak-anak hingga orang dewasa. Alergi dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing. Ketika si Kecil mengalami alergi, sistem kekebalan tubuhnya akan memproduksi antibodi bernama immunoglobulin E (IgE) yang akan mengidentifikasi zat-zat asing yang dapat membahayakan. Zat-zat asing yang memicu alergi atau yang disebut dengan alergen tersebut bisa bermacam-macam.

 

Jika tubuh si Kecil beberapa kali terpapar alergen, antibodi akan melepaskan sejumlah bahan kimia dari sistem kekebalan tubuhnya, seperti histamin, menuju pembuluh darah untuk melawan alergen yang dianggap “musuh”. Pelepasan bahan-bahan kimia inilah yang akan memicu timbulnya berbagai macam gejala, tergantung dari zat pemicunya. Alergi dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti mata, hidung, paru-paru, kulit, dan saluran pencernaan. Tingkatan gejalanya pun ada yang ringan, sedang, hingga berat.

 

Apa Penyebab Kulit Gatal-Gatal?

Gatal Karena Alergi

 

Reaksi alergi pada kulit adalah yang paling umum terjadi pada bayi dan balita. Alergi pada kulit terjadi ketika permukaan kulit si Kecil kontak dengan alergen sehingga mengganggu sistem kekebalan di dalam tubuh. Bisa juga karena si Kecil mengkonsumsi makanan yang bersifat allergen atau menghirup bahan alergen melalui udara. Alhasil, permukaan kulit pun akan mengalami gejala alergi seperti gatal, kering atau ruam kemerahan.

 

Gatal pada permukaan kulit merupakan salah satu gejala yang muncul ketika si Kecil mengalami alergi. Gejala ini timbul karena sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin yang berlebihan. Histamin inilah yang berperan menimbulkan rasa gatal. Gejala ini dapat dirasakan ketika kondisi kulit mengalami permasalahan akibat alergi, berikut beberapa di antaranya, Moms.

 

  • Eksim/dermatitis atopik. Kondisi kulit yang umum terjadi pada anak-anak, termasuk bayi, apalagi jika si Kecil memiliki asma, alergi pada makanan tertentu, dan alergi serbuk sari bunga. Gejalanya, kulit si Kecil akan mengalami ruam di bagian wajah dan kepala hingga ke area dada dan lengan dengan kondisi kulit yang kering, iritasi, dan gatal. Ketika gatal menyerang, si Kecil akan menggaruk, tetapi hal ini malah membuat kulit semakin gatal.
  • Dermatitis kontak. Kondisi kulit ini timbul setelah si Kecil terpapar zat asing yang memicu alergen secara langsung. Reaksi dari alergi dapat memunculkan gejala-gejala seperti kulit memerah, bentol, bersisik, dan terasa gatal.
  • Urtikaria. Kondisi kulit berupa ruam-ruam merah dan bentol-bentol berukuran kecil atau besar yang disertai rasa gatal dan terjadi karena adanya reaksi alergi. Kondisi ini dikenal juga dengan biduran.
  • Pembengkakan (angioederma). Kondisi yang menampakkan kulit dengan bekas merah, pembengkakan atau bercak, dengan berbagai ukuran karena alergi. Kondisi kulit ini akan tiba-tiba muncul dan menghilang pada bagian dalam kulit sekitar mata, mulut, tenggorokan, dan alat kelamin, tetapi tidak berbahaya. Hanya saja kondisi ini dapat menyebabkan gatal-gatal di kulit. Biasanya muncul bersamaan dengan urtikaria.

 

Penyebab Gatal dari Zat – Zat Asing atau Allergen

Reaksi alergi yang menyebabkan munculnya permasalahan pada kulit hingga timbul gejala seperti gatal-gatal ini biasanya muncul setelah beberapa kali kontak dengan alergen  dan berbeda-beda pada setiap individu, ada yang mucul dalam hitungan jam bahkan ada yang muncul setelah beberapa hari setelah kontak ulang dengan allergen.

gatal gatal

Makanan tertentu dapat menimbulkan gatal alergi pada si Kecil.

Zat-zat asing atau allergen yang menjadi penyebab timbulnya gatal adalah:

  • nikel, bahan logam yang biasa digunakan untuk lapisan perhiasan dan kancing jeans, kosmetik, losion, sabun, dan sampo;
  • makanan tertentu, seperti kacang, susu, dan sebagainya;
  • tabir surya dan obat antiserangga semprot;
  • obat-obatan yang dioleskan di permukaan kulit, seperti obat antibiotik dan krim antigatal;
  • pengharum/parfum;
  • produk pembersih, seperti sabun atau deterjen;
  • lateks, bahan yang digunakan untuk membuat sarung tangan, pakaian, dan balon;
  • tungau debu, serbuk sari;
  • bahan-bahan kimia, seperti pewarna.

 

Cara Mengatasi Gatal dan Alergi Pada Kulit

Kondisi kulit yang bermasalah karena alergi  dapat  mengganggu aktivitas si Kecil, Moms. Sebab  gejala ini akan memunculkan masalah baru, yaitu datangnya siklus gatal-garuk yang memperburuk kondisi kulit si Kecil. Meski begitu, Moms dapat mengatasi gejala alergi kulit dengan tips berikut ini.

  • Ketahui pemicu gatal dan hindari. Carilah penyebab yang memicu alergi si Kecil, Moms. Misalnya, sabun, deterjen, atau losion beraroma, yang biasanya membuat kulit si Kecil iritasi. Jika sudah diketahui pemicunya, hindari alergen tersebut.
  • Tes Alergi. Untuk mengetahui penyebabnya, Moms dapat melakukan tes melalui bantuan dokter ahli. Dokter ahli akan melakukan tes dengan mengenalkan sejumlah alergen ke dalam kulit si Kecil. Jika timbul suatu reaksi, kemungkinan si Kecil memiliki alergi terhadap zat tersebut.
  • Kurangi menggaruk. Aksi menggaruk memang tidak bisa dihindari ketika gatal menyerang. Namun ketika si Kecil makin menggaruk, kulit akan semakin gatal. Hal ini akan memperparah kondisi kulitnya, seperti iritasi dan infeksi. Untuk meredakannya, Moms dapat mengompres dengan air dingin pada area yang gatal. Sementara untuk menghindari semakin parah, Moms dapat menutup area tubuh si Kecil yang gatal itu, memoalergitong kuku si Kecil, menggunakan sarung tangan lembut untuk si Kecil. Hindari pakaian yang berbahan kasar yang bisa membuat kulitnya bertambah gatal.
  • Gunakan produk pembersih pakaian khusus untuk bayi/kulit sensitive . Agar terhindar dari alergen, Moms dapat menggunakan produk pembersih berlab hypoallergenic.
  •  

  • Mandi. Saat mandi, gunakan air hangat dan gunakan pembersih yang memiliki pH seimbang. atau  Moms bisa juga menggunakan produk mandi yang mengandung oatmeal, seperti produk Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash. Sabun mandi yang diformulasikan secara khusus dan teruji secara klinis dapat digunakan untuk bayi baru lahir, kulit sensitive dan kulit rentan eksim serta dapat digunakan untuk  area tubuh, rambut dan wajah si kecil.

    Kandungan bahan-bahan organiknya, seperti oat organik, minyak zaitun organik, minyak argan, dan ceramide akan membantu melindungi kulit dan tetap menjaga keseimbangan kelembapan kulit si Kecil. Rambut si Kecil pun tetap terawat dan terjaga kelembabannya. Pembersih yang khusus diciptakan untuk kulit si Kecil yang rentan eksim ini juga sudah teruji secara dermatologi dan hypoallergenic .
  •  

  • Lembapkan kulit usai mandi. Penggunaan pelembap usai mandi dapat menghindari kulit si Kecil dari kulit kering yang bisa menimbulkan gatal. Gunakan pelembap berlabel hypollaergenic, seperti Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion.

    Pelembap yang mudah diserap ini akan menjaga kulit si Kecil yang tipis dan rentan eksim tetap terpelihara dengan baik.Sebab, produk ini teruji secara klinis mampu memberikan kelembaban pada kulit hingga 24 jam. Dengan kandungan bahan-bahan organik di dalamnya, seperti oat organik, minyak zaitun organik, shea butter, dan ceramide, losion ini membantu membuat kulit si Kecil tetap sehat dan nyaman sepanjang hari.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan kulit bayi sekaligus menjaga kelembapannya adalah mengoleskan pelembab bayi secara rutin. Namun, Moms perlu lebih selektif dalam memilih produk pelembab untuk Si Kecil karena tidak semua pelembab cocok digunakan pada kulit...

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan kulit, pilihlah produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Pasalnya, bahan ini memiliki sejumlah manfaat, mulai dari mencegah kulit kering hingga meringankan gejala eksim, seperti kulit kering dan gatal-gatal. Apa Itu...

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Untuk mencegah Si Kecil mengalami masalah kulit, pelembap untuk kulit sensitif diperlukan untuk merawat kulit bayi yang masih tipis dan rentan. Salah satu cara Moms merawatnya adalah dengan memberikan Si kecil pelembap khusus untuk bayi. Bayi rentan mengalami iritasi...

Penyakit Kulit Eksim: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Penyakit Kulit Eksim: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Penyakit kulit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada beberapa bagian kulit.

penyakit kulit eksim

Pada satu tahun pertama kehidupannya, kulit si Kecil akan mengalami perubahan dan berbagai permasalahan kulit.

Apa Itu Eksim?

Eksim atau eczema adalah penyakit kulit yang disebabkan kulit menjadi kering, memerah, lebih gatal, terdapat ruam dan penyebab utamanya ialah karena radang atau infeksi. Pada dasarnya penyakit tersebut tidak menular, tetapi jika mengalami kondisi – kondisi tersebut, harap berhati – hati, bisa saja si Kecil mengalami gejala eksim atau bisa disebut juga dermatitis atopik atau eksim basah.

 

Setiap individu memiliki jenis kulit yang berbeda-beda. Begitu pula dengan kulit bayi yang baru lahir sangat berbeda dengan anak-anak dan orang dewasa. Moms mungkin sering mengira, kulit bayi yang baru lahir akan terlihat halus dan lembut. Faktanya, di awal kelahirannya, si Kecil memiliki warna kulit yang merah, biru, atau abu-abu, dan tampak mengeriput. Kulit si Kecil yang baru lahir juga tipis, sangat sensitif, dan belum dapat mengontrol suhu.

 

Dalam beberapa bulan hingga satu tahun pertama kehidupannya, Si Kecil akan mengalami perubahan dan berbagai permasalahan kulit. Apalagi berbagai kondisi, seperti alergi, iritan, genetik, dan sistem kekebalan tubuh yang tidak normal, dapat memicu timbulnya gejala-gejala pada si Kecil. Misalnya gejala kulit ruam, memerah, membengkak, memanas seperti terbakar, dan membuat gatal-gatal.

 

Gejala-gejala yang disebabkan peradangan ini banyak macamnya, Moms, salah satunya adalah eksim. Ini menjadi salah satu gangguan yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak, Moms. Eksim dapat terbentuk karena kulit si Kecil yang kering. Penyakit ini menyebabkan gatal-gatal yang hebat. Apabila si Kecil menggaruk bagian kulit yang gatal tersebut akan menciptakan ruam-ruam kemerahan.

 

 

Tipe-Tipe Penyakit Kulit Eksim

Ada berbagai macam tipe. Umumnya, ada tujuh tipe. Namun, tidak semua tipe tersebut sering terjadi pada bayi atau anak-anak. Meski hampir semua gejala akan menimbulkan rasa gatal, kering, dan kemerahan, tetapi setiap tipe memiliki ciri khasnya masing-masing. Kenali tipe-tipe eksim berikut ini yuk, Moms.

 

penyakit eksim

Bayi yang baru lahir, balita, dan anak-anak rentan terkena eksim. Kenali berbagai macam eksim yang dapat terjadi pada anak-anak, Moms.

 

Dermatitis Atopik atau Eksim Atopik

Dermatitis atopik merupakan yang paling sering dialami mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, penyakit ini lebih sering terjadi pada bayi sebelum menginjak usia satu tahun. Eksim atopik yang dialami oleh si Kecil biasanya di dalam riwayat medis keluarganya juga pernah memiliki eksim atopik, asma, dan hay fever. Wajah, tangan, kaki, siku tangan, dan di belakang area lutut, adalah area di mana dermatitis atopik sering muncul. Kulit si Kecil juga akan tampak kemerahan, kekeringan, dan bersisik.

 

Moms perlu memperhatikan, apabila kulit yang terkena dermatitis atopik mengalami infeksi, kulit akan terasa tebal dan muncul kerak berwarna kuning. Hal ini membuat si Kecil sering menggaruk dan menggosok-gosoknya sehingga dapat menciptakan luka dan infeksi. Eksim atopik akan makin buruk jika dipicu berbagai hal seperti sabun, pakaian berbahan kasar, bahan-bahan kimia rumah tangga, makanan, tungau debu, dan alergi lainnya. Jadi, Moms perlu berhati-hati menjaga lingkungan sekitar si Kecil.

 

Dermatitis Kontak

Eksim tipe dermatitis kontak ini dapat muncul apabila kulit si Kecil bersentuhan dengan zat-zat yang ada di sekitar lingkungan dan memicu alergi. Sentuhan tersebut akan menimbulkan reaksi menjadi gatal dan kemerahan.

 

Ada dua jenis yang termasuk ke dalam dermatitis kontak, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi. Dermatitis kontak iritan adalah yang paling umum terjadi dan dapat berkembang setelah kulit Si Kecil menyentuh iritan, seperti alkohol, pemutih dan deterjen, sampo, air liur, sabun, ruam popok. Sementara dermatitis kontak alergi dapat terjadi karena adanya reaksi alergi setelah bersentuhan dengan zat-zat asing, seperti bahan kosmetik, bahan logam, bahan karet, tanaman.

 

Kedua jenis dermatitis kontak ini juga sering terjadi pada bayi, Moms. Mulai dari awal kelahiran si Kecil hingga ia berusia 2—3 tahun. Hal ini disebabkan kulit si Kecil yang masih tipis, perbedaan yang besar antara luasnya permukaan kulit dan berat badan, dan kulitnya yang mudah menyerap.

 

Dermatitis Seboroik

Biasanya muncul di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar penghasil minyak, seperti di area kulit kepala, hidung, dan punggung. Penampakan dermatitis seboroik pada bayi dan anak-anak bisa berupa kerak berwarna kuning, kulit memerah dengan serpihan-serpihan kulit berwarna putih atau kuning, bercak-bercak, kulit yang terkena eksim akan membengkak.

 

Dermatitis seboroik pada bayi biasanya muncul di kulit kepala yang biasa disebut kerak kepala (cradle cap). Terkadang muncul juga di area wajah, terutama sekitar mata dan hidung, dan di sekitar area popok. Sementara pada anak-anak yang usianya lebih besar, dermatitis seboroik yang ada di area kepala disebut ketombe.

 

Memang belum diketahui penyebab eksim tipe ini, Moms. Namun para ahli percaya, dermatitis seboroik yang terjadi pada bayi sebagian dipicu dari hormon sang ibu. Meski begitu, eksim ini akan menghilang ketika si Kecil berusia 6—12 bulan.

 

Dermatitis Dishidrotik

Dermatitis dishidrotik merupakan eksim yang akan membuat kulit mengeluarkan lepuhan-lepuhan kecil yang sangat gatal di sekitar jari tangan, jari kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. Lepuhan-lepuhan kecil ini akan bertahan hingga 3 minggu, kemudian akan mengering. Ketika mengering, kulit akan berkerak dan terasa tebal dan kenyal. Terkadang, lepuhan tersebut akan membesar dan menyakitkan.

 

Anak-anak memang bisa terkena eksim jenis ini, Moms. Namun, dermatitis dishidrotik lebih banyak muncul pada orang dewasa usia 20 hingga 40 tahun. Meski begitu, Moms juga perlu memperhatikan apakah si Kecil memiliki riwayat pernah mengalami eksim jenis dermatitis kontak, dermatitis atopik, atau hay fever. Karena hal-hal tersebut dapat menjadi pemicu berkembangnya dermatitis dishidrotik.

 

Dermatitis Numular

Seperti namanya “nummular” yang diambil dari bahasa Latin dan memiliki makna “koin”, eksim tipe ini juga memiliki penampakan berbentuk koin, Moms. Area tersebut bisa menimbulkan rasa gatal yang sangat hebat atau tidak sama sekali. Selain itu, kulit juga akan terasa sangat kering dan bersisik atau dapat mengeluarkan cairan dan menjadi basah. Terkadang pula eksim muncul setelah ada kerusakan pada kulit, seperti luka bakar, luka lecet, atau gigitan serangga.

 

Penyakit ini dapat mengenai anak-anak. Namun, Moms, jangan khawatir karena individu yang paling sering terkena eksim jenis ini adalah laki-laki, terutama ketika mereka berusia 55—65 tahun. Sementara pada perempuan, biasanya dermatitis numular mulai berkembang di antara usia 13—25 tahun.

 

Neurodermatitis

Awal mula eksim tipe ini adalah rasa gatal yang berkembang di permukaan kulit. Bercak-bercak di kulit yang membuat gatal-gatal ini akan menyebabkan kulit jadi tebal dan kasar. Area yang paling sering terjadi adalah leher, pergelangan tangan, lengan bawah, dan kaki. Kondisi stres dan rasa cemas yang tinggi dapat memicu rasa gatal di kulit.

 

Eksim ini sangat jarang terjadi pada anak-anak. Moms, tetap perlu berhati-hati karena anak-anak yang memiliki eksim atopik bisa berkembang menjadi neurodermatitis. Jika ada, eksim jenis ini cenderung mulai berkembang di awal masa bayi sebelum usia 6 bulan hingga tumbuh dewasa pada usia 16 tahun. Namun, individu yang paling banyak terkena neurodermatitis adalah orang dewasa usia 30—50 tahun.

 

Dermatitis Statis

Eksim jenis ini terjadi karena ada permasalahan dengan sirkulasi peredaran darah, terutama di bagian kaki bawah. Pembuluh darah yang bermasalah menyebabkan tekanan membesar ketika akan mengalirkannya ke tubuh dan jantung. Tekanan ini malah membuat cairan keluar dari pembuluh darah dan masuk ke dalam kulit.

 

Tandanya dapat dilihat dengan pergelangan kaki yang akan membengkak, perubahan warna kulit, dan pembuluh darah membesar. Kulit juga akan mengering, memerah, terasa gatal, tampak berkerak, dan iritasi. Moms tak perlu khawatir karena eksim ini hanya sering terjadi pada orang dewasa yang usianya di atas 50 tahun.

 

Cara Mencegah Penyakit Kulit Eksim

Kulit akan jadi sangat kering, tebal, kasar, dan gatal apabila si Kecil terkena eksim. Moms dapat mencegah kulit si Kecil tersebut dengan menggunakan Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion. Produk yang sudah teruji hypoallergenic ini memang diperuntukkan bagi bayi baru lahir yang memiliki kulit tipis dan sensitif, serta rawan terkena eksim.

 

penyakit kulit eksim

Mencegah Penyakit Eksim dengan Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion

 

Pelembap kulit ini khusus diformulasikan dengan Derma-SoftTM Complex dan kaya akan emolien yang mudah diserap kulit si Kecil dan menjaga kulitnya tetap sehat dan terpelihara. Baby lotion yang mudah diserap kulit si Kecil ini akan membuat kulitnya terasa lembap dan lentur.

 

Kandungan organic oat, organic olive oil, shea butter, dan ceramide yang ada di dalamnya, losion ini sudah teruji secara klinis dapat melembapkan kulit selama 24 jam, memberikan pertahanan pada kulit, dan menghidrasi kulit sehingga membantu menenangkan kulit yang kering dan rawan eksim. Usapkan losion ini usai mandi agar tetap terjaga kelembapan kulitnya.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Penggunaan Pelembab Bayi yang Tepat dan Aman untuk Si Kecil

Salah satu cara untuk memelihara kesehatan kulit bayi sekaligus menjaga kelembapannya adalah mengoleskan pelembab bayi secara rutin. Namun, Moms perlu lebih selektif dalam memilih produk pelembab untuk Si Kecil karena tidak semua pelembab cocok digunakan pada kulit...

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Kenali Ceramide dan Manfaatnya bagi Kesehatan Kulit

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan kulit, pilihlah produk perawatan kulit yang mengandung ceramide. Pasalnya, bahan ini memiliki sejumlah manfaat, mulai dari mencegah kulit kering hingga meringankan gejala eksim, seperti kulit kering dan gatal-gatal. Apa Itu...

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Memilih Pelembap untuk Kulit Sensitif pada Bayi

Untuk mencegah Si Kecil mengalami masalah kulit, pelembap untuk kulit sensitif diperlukan untuk merawat kulit bayi yang masih tipis dan rentan. Salah satu cara Moms merawatnya adalah dengan memberikan Si kecil pelembap khusus untuk bayi. Bayi rentan mengalami iritasi...

SensiCare