9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

Alergi debu merupakan reaksi tubuh yang terjadi ketika seseorang menghirup atau terpapar partikel-partikel debu yang ada di lingkungan di dalam rumah. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.

Penyebab alergi bisa bermacam-macam. Tak hanya makanan, lingkungan di dalam rumah pun dapat menjadi pemicu seseorang mengalami alergi. Salah satu pemicu alergi yang berasal dari lingkungan rumah adalah debu. Karena biasanya, partikel-partikel debu paling banyak ditemukan di dalam rumah.

Saat sedang membersihkan atau mengibas-ngibaskan perabot rumah, seperti seprai, bantal, atau kain, akan muncul debu ketika tersorot sinar matahari. Debu inilah yang bisa menjadi alergen atau pemicu alergi di dalam ruangan sehingga menimbulkan reaksi alergi.

Karena itu, ketika seseorang memiliki alergi dan hipersensitif terhadap debu, lalu menghirup atau terpapar udara yang bercampur dengan partikel-partikel debu, pertahanan tubuhnya akan bereaksi. Sistem imun tubuhnya bereaksi pada zat protein yang ada di dalam partikel debu tersebut dan menganggapnya sebagai zat-zat berbahaya yang harus dilawan. Akhirnya, timbullah reaksi berupa gejala-gejala.

 

Partikel Kecil Debu Sebabkan Alergi Debu

                 Pemicu alergi yang dimaksud di sini bukan hanya debu saja ya. Tetapi, ada zat-zat lain yang terdapat dalam partikel-partikel debu tersebut. Zat-zat lain itu terbentuk dari sel-sel kulit mati manusia, makhluk hidup kecil yang tak dapat dilihat mata, juga dari serangga. Berikut ini beberapa zat-zat yang ada di dalam partikel debu.

penyebab alergi debu

Gambaran tungau, salah satu pencetus alergi debu

  • Tungau Debu. Menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology, tungau debu adalah pemicu alergi/alergen di dalam ruangan yang paling umum. Sebabnya, tungau debu banyak ditemukan di dalam rumah. Antara lain ada di bantal, kasur, seprai, karpet, dan lapisan kain yang menutupi furnitur di rumah. Makhluk mikroskopis ini bisa hidup dan tumbuh subur di tempat yang lembap, hangat, dan jarang terkena sinar matahari. Kira-kira di ruangan dengan temperatur antara 20—25 derajat celcius dan kelembapan antara 70%–80%.
     
    Dalam partikel-partikel debu terdapat kotoran dan tubuh tungau debu yang membusuk. Partikel tungau debu yang sangat kecil ini akan beterbangan di udara ketika Anda mengeringkan dan membersihkan tempat tidur dengan vakum, berjalan di atas karpet atau menyedot debu pada karpet. Zat protein yang ada dalam serpihan-serpihan tungau debu inilah yang menjadi penyebab alergi debu apabila terhirup atau tersentuh kulit.
  • Spora. Partikel debu lainnya adalah partikel jamur kecil dan spora yang hidup di tempat lembap, seperti di kamar mandi dan dapur. Partikel-partikel jamur dan spora itu bisa melayang-layang di udara sehingga jika terhirup atau tersentuh pada orang yang sensitif pada debu akan menimbulkan gejala.
  • Kecoa. Ada lagi partikel debu lainnya yang menyebabkan alergi, antara lain serangga seperti kecoa. Beberapa orang akan langsung muncul gejala-gejala alergi ketika berada di dekat kecoa. Partikel-partikel kecil dari kecoa adalah komponen umum dalam debu yang ada di rumah, yang bisa menjadi penyebab.
  • Serbuk sari. Serbuk sari yang berasal dari pepohonan, bunga, rumput, dan gulma juga dapat menjadi pemicu. Namun, setiap orang memiliki reaksi alergi terhadap berbagai jenis serbuk sari yang berbeda.
  • Rambut dan bulu-bulu halus hewan peliharaan. Hewan peliharaan di rumah, seperti kucing dan anjing, bisa menimbulkan masalah alergi pada seseorang. Serpihan kulit mati, air liur, dan urine dari hewan peliharaan di rumah dapat memicu reaksi alergi, apalagi ketika bercampur dengan partikel debu di udara yang ada di rumah.

 

Gejala Alergi Debu

Bagaimana reaksi tubuh ketika alergi terjadi? Ketika seseorang mengalami reaksi, gejala pada umumnya akan berkaitan dengan saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Antara lain adalah bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung meler, mata memerah, berair, dan gatal, batuk, sesak napas, tenggorokan gatal, sesak di bagian dada. Alergi debu, terutama karena tungau debu, dapat menyebabkan gejala seperti infeksi sinus dan serangan asma.

Reaksi juga dapat terjadi pada permukaan kulit. Apabila kulit tersentuh atau terpapar partikel-partikel debu tersebut, akan muncul gejala kulit memerah, ruam-ruam, dan gatal-gatal.

Baca Juga: Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Gejala tersebut akan muncul ketika Anda membersihkan debu pada perabotan, menyedot debu, atau menyapu di dalam rumah.

 

Siapa yang Berisiko?

Setiap orang dapat berisiko mengalami alergi debu. Mulai dari rentang usia bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Namun, bayi dan anak-anak adalah yang paling rentan mengalami alergi ini. Sebabnya, sistem imun bayi dan anak-anak belum terbentuk dengan sempurna. Apalagi bayi dan anak-anak aktivitasnya lebih banyak di sekitar tempat tidur, jadi Moms harus waspada.

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan alergi debu atau jenis alergi lainnya, juga dapat berisiko. Risiko tinggi terkena bisa dialami ketika seseorang juga memiliki riwayat kesehatan seperti asma.

 

Cara Mengatasi Alergi Debu

Langkah utama agar terhindari dari reaksi alergi debu adalah dengan menjauhkan diri dari debu.

Anda juga dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk mengurangi paparan debu di dalam rumah. Dengan begitu, Anda atau anggota keluarga yang memiliki alergi atau sensitif pada debu dapat terhindar dari gejala-gejala.

cara mengatasi alergi debu

Bersih-bersih rumah dan segala perabotannya secara berkala dapat meminimalisir partikel-partikel debu di dalam rumah

  • Bersihkan segala perabotan dan furnitur di rumah, serta ruangan di rumah secara berkala menggunakan vakum khusus dengan filter HEPA.
  • Bersihkan dan cuci secara rutin untuk kain, seprei, selimut, karpet, dan tirai gorden dengan air panas. Jangan lupa untuk menggantinya secara berkala.
  • Gunakan penyedot debu khusus tungau untuk membersihkan kasur dan bantal. Lalu, gunakan lapisan “mite-proof” untuk menutupi kasur dan bantal.
  • Gunakan alat filter HEPA untuk membersihkan dan mengeringkan udara di kamar tidur.
  • Gunakan humidifier agar dapat menciptakan kualitas udara yang baik dan menjaga kelembapan udara di dalam ruangan. Anda dapat menggunakannya di ruang tidur anak/bayi
  • Jika memiliki hewan peliharaan di rumah, sebaiknya Anda atau anggota keluarga yang memiliki alergi harus jaga jarak dulu dari hewan peliharaan. Letakkan kandangnya di luar rumah dan hindari hewan peliharaan masuk ke dalam kamar tidur.
  • Apabila serangga kecoa yang menjadi masalah alergi, sebaiknya langsung hubungi layanan pest control profesional agar bisa diatasi.
  • Kumpulkan dan simpan mainan anak-anak di tempat khusus dan letakkan di luar kamar tidur anak agar tidak berpotensi menjad tempat berkumpulnya debu.
  • Ketika sedang membersihkan rumah, sebaiknya anggota keluarga yang rentan pada alergi, untuk sementara berada di luar rumah agar partikel-partikel debu yang melayang di udara tidak terhirup atau terpapar. Apabila Anda sendiri yang rentan terhadap alergi, namun tetap harus membersihkan rumah, sebaiknya gunakan masker khusus, seperti masker N-95.

 

Cara Mengobati Alergi Debu

Apabila tindakan preventif dengan mengurangi paparan debu di dalam rumah sudah dilakukan, namun masih tetap menimbulkan reaksi, sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter. Bertemu dengan dokter, Anda juga dapat memastikan apakah gejala-gejala yang muncul tersebut merupakan akibat dari alergi atau flu. Tentunya, dengan mengikuti serangkaian tes alergi yang dianjurkan oleh dokter.

Apabila reaksi tubuh Anda benar karena alergi debu, dokter biasanya akan memberi resep obat untuk mengurangi gejala-gejala yang mungkin terjadi. Dekongestan dan Antihistamin adalah obat yang paling umum untuk mengatasi gejala-gejala akibat alergi tersebut. Kedua pengobatan ini dapat mengurangi gejala yang timbul, seperti hidung tersumbat, hidung meler, bersin-bersin, gatal-gatal, bengkak, hingga sesak napas. Jenis serta dosis untuk kedua obat ini sebaiknya mengikuti saran dokter. Dokter akan memberi dosis yang sesuai dengan tingkat gejala dan kondisi tersebut.

Selain itu, pengobatan lain yang dapat mengurangi gejala alergi debu adalah kortikosteroid yang dapat meredakan peradangan di hidung, seperti hidung tersumbat, pilek, bersin, dan gatal. Apabila pengobatan belum berhasil, bisa dilakukan imunoterapi agar Anda dapat menoleransi partikel-partikel debu yang menimbulkan alergi. Imunoterapi bisa dilakukan dengan cara disuntik atau oral.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi dingin merupakan reaksi yang timbul di permukaan kulit setelah terpapar suhu udara yang dingin. Ya, suhu udara yang dingin juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi. Simak penjelasannya berikut ini yuk! Ketika udara dingin, Anda pastinya akan...

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Bayi yang baru lahir memang rentan ya, Moms. Terpapar zat/benda asing sedikit saja, dapat membuat buah hati Anda merasa tidak nyaman. Salah satu kondisi yang umum dikeluhkan oleh bayi adalah masalah ruam popok. Ruam popok merupakan reaksi kulit yang seringkali terjadi...

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

Alergi debu merupakan reaksi tubuh yang terjadi ketika seseorang menghirup atau terpapar partikel-partikel debu yang ada di lingkungan di dalam rumah. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Penyebab alergi bisa...

Gatal Pada Kulit Merupakan Gejala Penyakit Serius?

Gatal Pada Kulit Merupakan Gejala Penyakit Serius?

Gatal pada kulit sangatlah menggangu. Kondisi gatal disebut pruritus adalah hal normal terjadi. Rasa Sakit yang amat sangat dapat membuat Moms tidak nyaman, mengganggu kehidupan, hingga berakibat cemas maupun depresi. Moms harus berhati – hati jika tidak kunjung usai, karena bisa saja merupakan gejala munculnya penyakit serius.

 

kulit gatal

Untuk melindungi tubuh, kulit akan merespon dengan berbagai cara, salah satunya dengan timbulnya gatal gatal.

 

Sebagai organ tubuh terluar dan terluas, kulit memiliki banyak fungsinya, Moms. Di antaranya, kulit memiliki peranan penting sebagai pertahanan dan perlindungan bagi tubuh. Untuk melindungi tubuh, kulit akan merespon dengan berbagai cara, salah satunya dengan timbulnya rasa gatal.

Penyebab Rasa Gatal Pada Kulit 

Gatal merupakan suatu sensasi atau persepsi yang dirasakan akibat terangsangnya serabut saraf mekanoreseptor yang ada di kulit. Biasanya impuls berawal dari rangsangan ringan dipermukaan kulit, seperti bahan iritan, gigitan serangga, rambatan kutu dan sebagainya. Rasa tersebut sangatlah umum terjadi pada setiap orang, Moms. Semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, pastinya merasakan di permukaan kulit.

Gatal diyakini sebagai salah satu pengalaman sensorik dengan jalur yang sama dengan timbulnya rasa sakit atau nyeri Moms. Biasanya diikuti dengan refleks menggaruk yang bertujuan untuk memberi sensasi nyeri yang cukup sehinggga sinyal gatal dapat ditekan.

Penyebab gatal sangat beragam, antara lain:

  • Reaksi alergi,
  • Inflamasi,
  • Stres,
  • Paparan fisik seperti rambatan kutu,
  • Autoimun,
  • Kontak dengan bahan kimia yang bersifat iritan,
  • Dan sebagainya.

 

Masing-masing penyebab tersebut mempunyai jalur yang berbeda dalam menimbulkan rasa tidak nyaman, namun pada akhirnya semua mekanisme tersebut akan berhubungan dengan pengeluaran histamin sebagai mediator inflamasi yang menyebabkan pruritis. Ketika histamin diproduksi, ia akan merangsang ujung saraf kemudian sinyalnya diteruskan oleh serabut-serabut saraf hingga ke batang otak sehingga diinterpretasikan sebagai sensasi gatal.

 

Kulit Sering Gatal di Malam Hari?

Gatal tidak hanya dapat dirasakan pada pagi hari saja, tetapi juga pada malam hari atau bahkan sepanjang hari. Namun mengapa hal ini lebih terasa pada malam hari? Bahkan di malam hari bisa lebih parah hingga mengganggu tidur dan istirahat si Kecil.

 

penyebab kulit gatal

Kulit yang gatal di malam hari bisa lebih parah hingga mengganggu tidur dan istirahat si Kecil.

 

Ada banyak faktor yang menyebabkan gatal di malam hari semakin intens dan meningkat. Di antaranya karena ada perubahan dalam siklus harian pada malam hari yang dapat memengaruhi fungsi kulit, seperti pengaturan suhu, keseimbangan cairan, dan perlindungan penghalang. Lalu, hormon sitokin lebih banyak dilepas pada malam hari sehingga meningkatkan peradangan.

Sebaliknya hormon kortikosteroid yang berfungsi untuk membantu mengurangi peradangan, produksinya melambat. Selain itu, kelembapan kulit akan berkurang karena kulit banyak kehilangan air pada malam hari.

Faktor-faktor inilah yang menimbulkan kulit semakin gatal dan mengganggu pada malam hari. Apalagi aktivitas yang dilakukan si Kecil pada malam hari tidak seaktif pada pagi atau siang hari. Karena itu, gunakan pakaian yang berbahan lembut dan longgar pada malam hari, Moms, agar berkurang.

 

Cara Menghilangkan Gatal Gatal dengan Bahan Alami

Nah, Moms perlu memperhatikan apabila ada tanda-tanda si Kecil menggaruk-garuk area tertentu di permukaan kulit tubuhnya. Mungkin saja ia merasakan di area tertentu kulitnya. Biasanya, bayi dan anak-anak dapat mengalaminya karena kulit mereka yang masih tipis, sensitif, dan rentan terhadap iritasi sehingga muncullah penyakit kulit yang sangat mengganggu ini.

Untuk mengilangkan gatal pada kulit tak perlu repot karena dapat menggunakan bahan-bahan alami di rumah seperti berikut ini:

 

  • Oatmeal. Oatmeal dapat membantu meredakan gatal karena berbagai penyebab. Kandungan di dalam oatmeal akan membantu membentuk pertahanan dan perlindungan untuk kulit. Oatmeal juga membantu melembapkan kulit dan meredakan peradangan.
  • Aloe vera/Lidah buaya. Potongan tumbuhan lidah buaya yang berbentuk seperti gel ini ternyata berguna mengatasi iritasi dan gatal serta memberi rasa nyaman pada kulit karena memiliki aktivitas sebagai antibakteri dan antiperadangan, dan emolien. Kandungan mineral esensial, amino acid, dan antioksidan tak hanya mengembalikan dan melembapkan kulit yang kering, tetapi juga memulihkan kulit dari penyakit kulit, terbakar, ruam, dan lainnya.
    cara mengatasi gatal

    Lidah buaya berguna mengatasi iritasi dan gatal serta memberi rasa nyaman pada kulit sekaligus melembapkan kulit yang kering.

     

  • Minyak kelapa. Sebagai pelembap alami dan kaya akan kandungan lauric acid-nya, minyak kelapa membantu menenangkan kulit, meredakan gejala gangguan kulit seperti kering dan gatal, serta mengurangi risiko infeksi pada kulit. Minyak kelapa aman diaplikasikan pada kulit si Kecil.
  • Daun peppermint. Di dalam daun ini mengandung menthol yang memiliki efek dingin dan menyejukkan untuk kulit. Dengan sifat antibakteri dan anestetiknya, daun peppermint ini dapat membantu mengurangi gejala dan peradangan.

 

Pembersih dan Pelembap Berkualitas

Tak hanya mudah didapatkan, bahan-bahan alami seperti di atas tersebut memang bermanfaat untuk mengatasi permasalahan kulit yang menimbulkan gejala. Nah, agar lebih praktis lagi menjaga kulit si Kecil dari gejala gatal-gatal akibat kulitnya yang kering dan sensitif, Moms dapat menggunakan pelembap Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream. Sebelum menggunakan pelembap, Moms dapat pula menggunakan pembersih tubuh dan rambut, Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash, saat si Kecil mandi dengan air hangat.

 

Kedua produk tersebut diformulasikan khusus dengan Derma-SoftTM Complex, yakni mengandung kombinasi 100% bahan-bahan alami seperti gandum organik, minyak zaitun organik, dan ceramide. Kandungan bahan-bahan organik tersebut memiliki peranan penting untuk membantu melindungi kulit si Kecil yang kering dan sensitif dari permasalahan kulit yang menimbulkan pruritus sehingga membuat si Kecil tidak nyaman.

 

gatal pada kulit

Moms dapat menggunakan Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash saat si Kecil mandi dengan air hangat untuk melindungi kulit dari kekeringan.

 

Selain bahan alami tersebut, Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash juga mengandung minyak argan yang membantu menutrisi kulit kepala si Kecil  dan membantu menjaga kilau rambut yang sehat. Pembersih badan sekaligus sampo ini merupakan formula yang lembut di mata. Produk ini juga dapat membersihkan rambut dan kulit dengan lembut, melindungi kulit dari kekeringan, dan membantu menjaga  kelembapan kulit si Kecil.

 

Usai mandi, langsung aplikasikan pelembap Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream ke seluruh tubuh si Kecil, Moms. Pelembap yang mudah diserap dengan baik pada kulit ini memiliki banyak manfaatnya, yaitu melembapkan dan melindungi kulit dari kekeringan; membantu memberikan pertahanan fungsi kulit; hingga teruji secara klinis mampu memberikan kelembapan yang sangat intens selama 24 jam. Selain itu, kandungan ekstra emolien yang kaya dan shea butter di dalam Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream dapat membantu menenangkan, melembapkan, dan merawat kulit yang sangat kering secara maksimal.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi Dingin: Ciri – Ciri, Penyebab, dan Cara Mengobati

Alergi dingin merupakan reaksi yang timbul di permukaan kulit setelah terpapar suhu udara yang dingin. Ya, suhu udara yang dingin juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi. Simak penjelasannya berikut ini yuk! Ketika udara dingin, Anda pastinya akan...

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Pelajari Ciri – Ciri dan Mengatasi Ruam Popok

Bayi yang baru lahir memang rentan ya, Moms. Terpapar zat/benda asing sedikit saja, dapat membuat buah hati Anda merasa tidak nyaman. Salah satu kondisi yang umum dikeluhkan oleh bayi adalah masalah ruam popok. Ruam popok merupakan reaksi kulit yang seringkali terjadi...

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

9+ Cara Mengatasi Alergi Debu Pada Kulit

Alergi debu merupakan reaksi tubuh yang terjadi ketika seseorang menghirup atau terpapar partikel-partikel debu yang ada di lingkungan di dalam rumah. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Penyebab alergi bisa...

SensiCare