Jaga Kulit Bayi Sensitif Tetap Lembab, Yuk Lakukan ini di Rumah


Jaga Kulit Bayi Sensitif Tetap Lembab, Yuk Lakukan ini di Rumah


Tahukah Moms, ada beberapa bayi yang memiliki kulit sensitif dibandingkan anak-anak lainnya. Biasanya, kulit bayi sensitif punya tingkat toleransi yang lebih rendah dan cenderung bereaksi berlebihan pada hal-hal tertentu. Mulai dari kandungan produk-produk perlengkapan bayi, suhu udara yang dingin atau panas, debu, hingga sinar matahari.

Berikan perawatan kulit sensitif yang tepat dengan menjaga kulit bayi tetap lembap, berkat cara-cara mudah di rumah berikut ini.

Menjaga Suhu AC Tidak Terlalu Dingin Agar Kulit Bayi Tidak Kering

Udara yang terlalu kering, apalagi saat suhu sedang turun, membawa pengaruh bagi kulit si kecil. Selain kering, kulit sensitif pada bayi juga lebih rentan mengalami iritasi dan infeksi. Untuk mengatasi, gunakan humidifier di kamar si kecil saat tidur di malam hari. Alat ini dapat menambah kelembapan di dalam ruangan, sehingga tidak akan merampok kelembapan alami kulit.

Menghindari Paparan AC secara Langsung pada Kulit Si Kecil

Kulit sensitif pada bayi memang rentan mengalami ruam, terutama pada lipatan-lipatan kulit karena perkembangan kalenjar keringat yang belum sempurna. Suhu udara yang cukup panas mendorong Moms untuk menggunakan AC maupun kipas angin, sehingga ruangan terasa lebih sejuk. Tapi jangan mengarahkannya secara langsung pada tubuh si kecil, yang justru membuat kulit sensitifnya rentan kering, gatal, dan malah memicu infeksi.

Mencuci Pakaian dengan Deterjen Khusus

Bayi, terutama yang baru lahir, cenderung memiliki kulit sensitif. Oleh karena itu American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk mencuci pakaian dan handuk baru sebelum menggunakannya. Jika si kecil mengalami ruam kulit pada area yang tertutup pakaian, Moms bisa mencurigai pemakaian deterjennya.

Coba beralihlah ke deterjen khusus bayi, yang bebas dari alergen, pewarna, dan wewangian. Selain itu, sebaiknya pilih sabun cuci dalam bentuk cair yang pemakaiannya lebih sedikit namun cukup efektif membersihkan ketimbang produk bubuk.

Memilih Sabun dan Shampo dengan pH Seimbang

Mencegah gatal pada bayi dengan kulit sensitif dapat dilakukan dengan memilih sabun dan shampo yang tepat. Moms bisa memilih produk yang mengandung formula ringan dan mencantumkan label pH balanced. Artinya kadar pH sabun telah diseimbangkan dan disesuaikan supaya mendekati nilai pH kulit bayi. Ini penting untuk membantu menjaga kesehatan lapisan kulit bayi, sehingga terhindar dari ruam dan bintik merah pada kulit.

Menggunakan Losion agar Kelembapan Kulitnya Selalu Terjaga

Kulit bayi sensitif memang lebih rentan terhadap kering, apalagi saat suhu sedang dingin-dinginnya atau terpapar sinar matahari langsung. Saat bayi selesai mandi, keringkan dengan menepuk-nepuk handuk dengan lembut.

Agar pelembap dapat terserap optimal, segera oleskan setiap selesai mandi dengan krim atau losion yang mengandung bahan alami dan bebas wewangian. Untuk kulit sensitif pada bayi, sebaiknya pilih produk yang mengandung 80 persen minyak sehingga lebih efektif mencegah kehilangan air dari kulit.

Walau punya kulit sensitif, si kecil dapat tetap beraktivitas dengan nyaman tanpa gangguan, berkat kulit yang terjaga kelembapannya. Yuk, berikan perhatian ekstra pada perawatan kulit sensitifnya!

SOURCE :

http://www.alodokter.com/jangan-sampai-salah-memilih-sabun-untuk-kulit-sensitif-bayi
https://www.babypibu.com/7-tips-keep-babys-skin-protected-winter-long/
http://www.parenting.com/article/baby-skin-tips
https://www.webmd.com/children/features/infant-skin%231
https://www.webmd.com/parenting/treat-diaper-rash-16/baby-skin-care

Artikel Lainnya

Mungkinkah Bayi Moms mengalami Eczema?

Dermatopis atopik, atau biasa disebut, Eczema/Eksim adalah salah satu penyakit kulit yang biasanya dialami oleh bayi di tahun-tahun pertama mereka. Bayi yang menderita Eczema memiliki bercak-bercak kemerahan diikuti rasa gatal, terutama pada malam hari. Bercak-bercak...

123

Apa yang harus Diperhatikan untuk Merawat Bayi dengan Kulit Sensitif?

Apa yang harus Diperhatikan untuk Merawat Bayi dengan Kulit Sensitif?

Sebagian besar bayi memiliki kulit yang sangat halus, namun ada juga beberapa anak yang terlahir dengan kulit yang lebih sensitif. Walau pada dasarnya kulit bayi lebih rentan terhadap perubahan dibanding kulit orang dewasa, ada juga bayi yang lapisan kulitnya belum berkembang dengan baik. Untuk mengetahui apakah si kecil memiliki kulit yang sensitif, perhatikan beberapa tanda berikut ini.

Tekstur Kulit Cenderung Sangat Kering

Beberapa minggu setelah lahir, kulit bayi cenderung terlihat kering dan mengelupas. Hal ini disebabkan fungsi epidermisnya yang belum berkembang sepenuhnya. Tapi seiring berjalannya waktu, jika kulit bayi tetap terlihat kusam dan bahkan sangat kering, maka  si kecil bisa jadi memiliki kulit yang sangat sensitif. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu gatal pada bayi dan kulit mengelupas yang bikin si kecil mudah rewel.

Bintik-Bintik Merah atau Ruam

Bintik-bintik merah pada kulit atau ruam biasanya muncul sebagai reaksi tubuh si kecil dalam melawan zat asing dari lingkungan. Tapi jika semakin banyak bintik merah yang menghiasi kulit bayi atau bahkan memicu ruam yang semakin parah, ini bisa jadi tanda kulitnya sensitif dan mengalami reaksi alergi pada kandungan zat tertentu. Segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Cenderung Bereaksi Berlebihan Terhadap Kontak dari Luar

Kulit si kecil mudah bermasalah? Sering terkena biduran, eksim, biang keringat, hingga ruam bisa jadi merupakan salah satu tanda kulit sensitif pada bayi. Bagi kulit bayi yang normal, gangguan kesehatan ini dapat membaik dalam hitungan hari, tapi jika terjadi sebaliknya atau malah semakin parah, segera konsultasikan pada dokter.

Jaga Suhu Air Saat Memandikan Bayi

Kebanyakan orangtua akan berpikiran semakin sering memandikan bayi, akan makin terhindar dari gangguan kulit. Selain menggunakan produk perawatan kulit yang formulanya keras, memandikan bayi terlalu sering dengan air yang terlalu panas justru kurang baik buat kulit si kecil.

Menurut situs Hellosehat, selain menghilangkan kelembapan alami kulit, cara ini malah akan menghilangkan bakteri baik di tubuh yang membantu sistem imun bayi. Akibatnya, kulit bayi lebih rentan terkena berbagai infeksi dan memperlambat proses kesembuhannya. Sebaiknya, batasi frekuensi memandikan si kecil, gunakan produk pembersih khusus bayi dengan pH netral, dan gunakan air hangat.

Gunakan Produk yang Bersahabat dengan Kulit Bayi

Beralihlah ke deterjen yang bebas dari parfum dan pewarna. Memakaikan baju atau membungkus bayi dengan selimut maupun handuk yang dicuci dengan deterjen juga dapat memicu iritasi.

Merawat bayi dengan kulit yang sensitif bukan mimpi buruk, asal tahu tanda-tanda dan cara perawatan yang tepat.

SOURCE :

https://www.whattoexpect.com/first-year/baby-care/baby-skin-care/dry-skin.aspx
https://hellosehat.com/parenting/kulit-bayi/ciri-kulit-bayi-sensitif/
https://canadianfamily.ca/kids/baby/how-to-identify-if-your-baby-has-sensitive-skin/

Artikel Lainnya

Mungkinkah Bayi Moms mengalami Eczema?

Dermatopis atopik, atau biasa disebut, Eczema/Eksim adalah salah satu penyakit kulit yang biasanya dialami oleh bayi di tahun-tahun pertama mereka. Bayi yang menderita Eczema memiliki bercak-bercak kemerahan diikuti rasa gatal, terutama pada malam hari. Bercak-bercak...

123

12
SensiCare