8 Cara Mengatasi Kulit Kering Secara Alami

8 Cara Mengatasi Kulit Kering Secara Alami

Kulit kering bersisik dan gatal merupakan permasalahan pada kulit yang sensitif. Pahami bagaimana cara mengatasi kulit kering secara alami yang aman untuk kulit si kecil dan Moms. Memilih produk perawatan kulit kering yang aman adalah cara yang tepat untuk menghindari kulit kering.

Kulit kering atau xerosis adalah kondisi yang terjadi pada kulit yang dikarenakan oleh suatu penyebab. Kondisi dari kulit yang kering ini juga bisa jadi gejala munculnya penyakit kulit lain. Faktor – faktor terjadinya kulit kering bisa disebabkan oleh cuaca, suhu dari ruangan yang terlalu dingin, penggunaan bahan kimia / sabun yang tidak cocok pada kulit si Kecil, atau iklim yang terlalu kering.

 

cara mengatasi kulit kering

8 Cara Mengatasi Kulit Kering Secara Alami

 

Cara mengatasi kulit kering gatal pada si Kecil dan dibarengi kondisi kulit yang sensitif sebenarnya tidak terlalu sulit. Hanya kebanyakan orang – orang berpikiran terlalu rumit dalam merawat kulit bayi. Mengatasi kulit kering bisa Moms lalukan dengan memilih produk perawatan kulit yang tepat, kemudian memperhatikan kondisi lingkungan juga penting. Berikut ini merupakan cara alami dan solusi terbaik dalam merawat kulit kering, gatal, dan sensitif pada bayi.

 

Gejala Kulit Kering Pada si Kecil

Kulit si Kecil kering dan sensitif? Kemudian juga diiringi dengan beberapa gejala kulit tidak normal. Tanda kulit kering yang sering ditemui ialah kulit terasa kasar ketika diraba. Terdapat beberapa penyebabkulit kering yang bisa dialami si Kecil, yaitu sebagai berikut.

 

  1. Cuaca yang dingin dan kering. Kondisi cuaca yang terlalu dingin atau lingkungan sekitar dengan kelembabapan rendah dapat menjadi faktor utama si Kecil mengalami kulit kering dan iritasi. Untuk keadaan udara di Indonesia yang memiliki iklim tropis hal ini termasuk sangat jarang terjadi. Akan tetapi jika si Kecil sedang berada di puncak, berada di daerah dengan iklim dingin, atau berada dalam ruangan ber-AC Moms perlu berhati – hati karena kulit si Kecil lebih mudah kering.

 

  1. Iritasi. Munculnya iritasi pada kulit bayi sangat banyak penyebabnya. Kulit iritasi dan muncul bintik merah pada bayi biasanya terjadi karena salah menggunakan sabun, produk perawatan bayi yang tidak cocok, hingga deterjen pada baju.

 

  1. Terlalu Lama Mandi. Jika berada terlalu lama di dalam air juga tidak baik untuk kesehatan kulit bayi. Apalagi jika terlalu lama, lapisan epidermis kulit dapat berpengaruh. Kulit akan menyerap banyak air saat mandi dan kehilangan lebih banyak air setelahnya. Oleh sebab itu, waktu mandi yang baik cukup maksimal 10 menit. Jangan lebih dari itu.

 

  1. Sabun atau obat – obatan kimia yang tidak baik bagi kulit. Penggunaan sabun atau obat – obatan yang tidak cocok pada kulit si Kecil dapat menyebabkan kulit si Kecil menjadi kencang. Tanda kulit mengencang adalah ketika lapisan minyak alami dalam kulit menghilang dan terjadilah kulit kering. Moms harus lebih berhati – hati calam memilih sabun untuk kulit si Kecil karena dapat menyebabkan kulit kering.

 

  1. Hati – hati dalam Menggosok Tubuh Saat Mandi. Dalam menggosok kulit si Kecil ketika mandi harus berhati – hati. Jangan menggunakan bahan kasar seperti spons atau lainnya saat mandi karena dapat membuat kulit si Kecil menjadi rusak. Terkadang hal tersebut baik untuk menghilangkan kerak pada kulit tetapi justru membahayakan kulit si Kecil karena Anda ikut merusak sel – sel halus dan lapisan minyak pada kulit.

 

  1. Konsumsi Obat – obatan yang membuat kulit kering. Gejala dari kulit kering pada bayi yang tidak Moms sadari ialah penggunaan obat – obatan tertentu yang menyebabkan kulit kering. Penggunaan obat – obatan tertentu bisa berpengaruh pada kondisi kulit si Kecil.

 

Perawatan Alami Dalam Mengatasi Kulit Kering dan Sensitif

Cara menghindari kulit kering secara alami dan menjadikan kulit lebih lembab dan sehat cukup mudah. Jika Moms telah mengetahui apa saja penyebab kulit si Kecil menjadi kering, sekarang waktunya Moms untuk mengetahui dan menjaga kulit bayi agar tidak kering dan tetap sehat secara alami.

  1. Mandi Air Hangat
    Air hangat untuk mandi dapat membatu dalam merawat kulit kering dan sensitif. Tetapi, jangan mengunakan air yang terlalu panas, usahakan dengan suhu yang suam – suam kuku. Jika Moms menggunakan air yang panas dapat berbahaya untuk mengikis minyak alami dalam tubuh. Mandikan si Kecil dengan air hangat selama maksimal 10 menit sangat baik untuk cara mengatasi kulit kering.

 

  1. Konsumsi Air Putih Secukupnya.
    Jangan biarkan si Kecil kekurangan cairan atau dehidrasi karena dapat berdampak pada kondisi kulit yang kering. Untuk bayi berusia 7 – 11 bulan berikan air sebanyak 800 ml sehari. Balita berusia 1 – 3 tahun sebanyak 1200 ml. Balita 4 – 6 tahun sebanyak 1500 ml. Anak 7 – 9 tahun sebanyak 1800 ml sehari. Anak 10 – 12 tahun sebanyak 1900 ml air putih. Anak 13 – 15 tahun sebanyak 2000 ml air putih sehari. 16 – 18 tahun sebanyak 2200 ml sehari. Semakin tinggi usia seseorang semakin banyak konsumsi air yang dibutuhkan.

 

  1. Menggunakan Shea Butter Untuk Melembabkan Kulit
    Orang-orang Afrika menyebut pohon Shea sebagai hadiah dari Tuhan karena umurnya yang dapat mencapai 300 tahun dan menghasilkan buah mirip kacang yang kaya akan gizi. Shea butter kini menjadi bahan alami yang banyak digunakan untuk perawatan kulit, kosmetik, dan perawatan rambut.Temukan ragam varian shea butter pada produk bayi Cussons Baby SensiCare intensive soothing cream sangat cocok untuk kulit sensitif bayi baru lahir serta Moms. Dampingi si Kecil dengan produk SensiCare yang aman untuk kulit kering serta rentan terhadap eksim. Kandungan Natural Organic Oat, Olive Oil, Shea Butter, dan Ceramide di dalamnya mampu melembabkan, melapisi kulit, dan melindungi kelembaban kulit dari kekeringan

     

 

  1. Minyak Kelapa
    Bahan alami selanjutnya yang dapat mengatasi kulit kering adalah minyak kelapa. Selain mudah ditemukan, minyak kelapa juga ekonomis dan ampuh dalam cara mengatasi kulit kering. Oleskan minyak kelapa pada kulit kering yang Moms punya. Selain mengatasi kulit kering, minyak kelapa juga baik untuk mengatasi kondisi bibir kering dan pecah – pecah.

 

  1. Jaga Kondisi Kulit Agar Tetap Kering
    Jaga kondisi kulit si Kecil untuk tetap kering setelah mandi. Keringkan permukaan kulitnya dengan benar. Kondisi kulit yang basah atau agak lembab dapat menyebabkan kulit bertambah kering. Bersihkan kulit si Kecil dengan handuk yang lembut dan tidak kasar. Karena gesekan pada handuk ke kulit dapat berbahaya untuk merusak lapisan epidermis pada kulit. 

 

  1. Mengkonsumsi Makan – Makanan Yang Mengandung Antioksidan
    Cara mengatasi kulit kering yang alami dan dapat Moms terapkan di mana saja ialah dengan mengkonsumsi makan – makanan sehat dan mengandung antioksidan tinggi. Konsumsi makan – makanan sehat seperti tomat, wortel, kacang – kacangan, dan blueberry. Makan – makanan tersebut sangat dianjurkan untuk mengatasi kulit kering.Selain dari pada makan – makanan tersebut, terdapat juga beberapa makanan yang dapat Anda konsumsi dan mengandung omega 3 sehingga membuat kulit terlihat bersih, seperti, ikan tuna, salmon, sarden, telur bebek, telur ayam, daging sapi, kangkung, susu kambing, seafood, dan lainnya.

     

 

  1. Berendam Dengan Air Susu
    Susu sangat baik untuk kulit kering. Berendamlah dengan susu jika Moms mengalami kulit kering, atau secara sederhana kompres bagian kulit kering dengan air susu putih dingin. Setelah di kompres, diamkan kulit Moms selama 10 menit lalu pijat bagian tersebut secara lembut. Fungsi dari susu tersebut sebagai pembersih wajah yang dapat mengangkat lemak jahat pada kulit dan membuat kulit lebih lembab. 

 

  1. Gunakan Produk Perawatan Kulit Yang Tepat
    Penting bagi Moms untuk memastikan produk yang digunakan tersebut sudah dermatology tested dan aman untuk kulit bayi baru lahir.

Cara Merawat Kulit Kering dan Sensitif Si Kecil

Mengatasi kulit kering dan sensitif menjadi tantangan tersendiri bagi Moms, salah satunya kondisi kulit yang rentan kering karena lapisan kulitnya yang sangat tipis.

cara mengatasi kulit kering

Cara Merawat Kulit Kering dan Sensitif

Tapi tidak perlu panik, jika Moms sudah mengetahui cara mengatasi kulit kering diatas, kali ini adalah beberapa cara untuk melindungi dari gangguan kulit kering, seperti ruam, bintik merah pada kulit, dan gatal pada bayi. Yuk, berikan perawatan kulit dan sensitif khusus seperti berikut ini.

 

  1. Menjaga Tubuh dari Suhu Ekstrem
    Suhu udara yang terlalu panas atau dingin sama-sama rentan memicu kulit kering pada bayi. Cuaca yang panas membuat air mudah menguap dan kulit mudah kering. Sebaliknya dalam kondisi dingin dan kelembapan udara rendah, kulit juga mudah kehilangan kelembapannya. Dalam kondisi ini, selain memberikan pakaian yang nyaman dan longgar, beri bayi banyak cairan seperti susu atau ASI untuk mempertahankan hidrasi kulit bayi sensitif.Sebaliknya, suhu udara yang dingin dapat meningkatkan kekeringan pada kulit sensitif, terutama eczema prone. Kenakan pakaian tertutup, seperti jaket berlengan, celana panjang, dan topi yang dapat menutupi telinga dan kulit kepala.

 

  1. Gunakan Humidifier
    Udara kering adalah musuh terburuk kulit bayi sensitif. American Academy of Pediatrics sampai merekomendasikan penggunaan humidifier pada bayi untuk mempertahankan kestabilan kadar kelembaban udara dan mencegah kulit kehilangan air. Letakkan di kamar bayi dan nyalakan saat udara terasa kering.

 

  1. Batasi Waktu Mandi bayi
    Terlalu banyak menghabiskan waktu di bak mandi, terutama saat menggunakan air panas, dapat menghabiskan minyak alami dari kulit dan meninggalkan kulit yang kering. Untuk itu, sangat disarankan untuk membatasi mandi tidak lebih dari 10 menit dengan air hangat. Selain itu, pilih produk perawatan kulit sensitif, seperti sabun yang lembut, teruji secara klinis, memiliki pH seimbang dan bebas dari bahan kimia berbahaya.

 

  1. Gunakan Pelembab setelah Memandikannya
    Setelah mandi, hindari menggosok kulit bayi dengan kasar karena akan membuat kulit sensitifnya menjadi teriritasi, cukup ditepuk-tepuk secara lembut dengan handuk. Segera oleskan pelembab pada kulitnya sesaat setelah mandi selagi kulit masih lembab. Kandungan minyak di dalam pelembab akan membentuk lapisan tipis pada kulit bayi sensitif, yang mencegah hilangnya kelembaban lebih lanjut.

 

  1. Pemilihan Deterjen Cuci
    Selain pemilihan busana, penggunaan deterjen yang berformula keras dan tinggi bahan kimia dapat meningkatkan risiko kulit kering, ruam, dan alergi pada bay Apalagi jika sisa sabun cuci tidak terbilas dengan sempurna dan tertinggal di pakaian bayi, yang akan memperparah kondisi kulit bayi sensitif. Gunakan deterjen yang memang ditujukan untuk pakaian bayi, dengan label hypoallergenic, atau berbahan alami.

 

Bayi dengan kulit yang cenderung kering memang membutuhkan perawatan ekstra. Gunakan tips-tips ini untuk mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk cara mengatasi kulit kering dan merawat kulit agar tetap sehat.

 

TAGS:

Artikel Lainnya

7 Cara Merawat Kulit Sensitif dan Kering

Cara merawat kulit sensitif dan kering berbeda dengan merawat kulit pada umumnya. Bayi baru lahir memiliki kulit yang  lebih tipis, lebih mudah kering dan sensitif sehingga  butuh perhatian ekstra dalam merawatnya. Kulit dengan jenis tersebut bersifat reaktif sehingga...

5 Cara Melembabkan Kulit Wajah Kering si Kecil

Cara melembabkan kulit kering pada wajah si Kecil dengan menggunakan bahan – bahan alami. Kulit yang kering disebabkan karena lapisan kulit epidermis telah kehilangan air dan lipid pada kulit. Temukan cara – cara alami dalam melembabkan kulit wajah kering dengan aman...

Kulit Sensitif – Perawatan dan Ciri – Ciri

Kulit merah, gatal, atau muncul bintik merah pada kulit? Hal tersebut merupakan tanda – tanda umum bahwa si Kecil memiliki kulit yang sensitif. Kenali kondisi kulit dan jenis kulit sehingga Moms dapat merawat kulit si Kecil dengan baik. Apakah bayi Moms memiliki kulit...

Kulit – Pengertian dan Cara Merawat

Kulit – Pengertian dan Cara Merawat

KULIT

Kulit merupakan salah satu bagian paling penting pada tubuh manusia. Setiap kulit pada manusia tersusun dari tiga bagian penting, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Fungsi pada setiap bagian berbeda – beda. Dalam merawat kulit kita harus mengetahui fungsi – fungsinya terlebih dahulu. Kulit yang sensitif dan kering, membutuhkan perhatian ekstra. Yuk, kenali apa saja tentang kulit dan bagaimana cara menanganinya.

Pengertian Kulit

Apa itu kulit?

Kulit adalah lapisan terluar pada tubuh manusia dan memiliki tiga lapisan, terdiri oleh epidermis, dermis atau biasa disebut kulit jangat, dan juga hipodermis yaitu lapisan lemak pada bawah kulit.

kulit

Apa Itu Kulit dan Cara Merawat

Fungsi dari kulit adalah untuk tempat keluarnya keringat karena pada lapisan kulit terdapat kelenjar keringat. Selain dari pada itu, juga berfungsi untuk pelindung pada tubuh dari hal – hal yang dapat membahayakan. Mari kita bahas satu per satu fungsi dari setiap lapisan kulit manusia!

Apakah Fungsi Kulit Bagi Tubuh?

Kulit manusia memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Melindungi tubuh dari bahaya
    Kulit menjaga tubuh kida dari bahaya yang dimaksud adalah dari zat – zat organisme yang tidak terlihat mata. Bahaya dari sinar UV matahari, atau juga bahaya dari benda – benda yang dapat melukai tubuh.
  • Berfungsi sebagai indra peraba
    Selain dari indra penglihatan, indra pencium, indra pendengar, dan perasa, indra penglihatan juga memberikan peranan penting dalam kehidupan kita.
  • Untuk alat ekresi
    Ekresi atau sebagai tempat keluarnya keringat pada tubuh. Keringat adalah sisa – sisa dari metabolisme kita setelah lelah melakukan aktivitas dan tidak terpakai lagi oleh tubuh. Sebanyak kurang lebih 1 liter keringat dalam sehari yang dikeluarkan oleh manusia melalui pori – pori kecil pada kulit.
  • Berfungsi sebagai pengatur suhu
    Kulit berfungsi untuk menjaga suhu pada tubuh supaya tidak terpengaruh oleh suhu diluar tubuh. Artinya suhu atau kondisi badan tidak akan berubah meskipun suhu di lingkungan telah berubah.
  • Tempat Menyimpan Lemak
    Lapisan paling bawah kulit atau yang dikenal dengan nama dermis berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan lemak.
  • Sebagai Tempat Pembuatan Vitamin D
    Kulit memiliki provitamin D. Dengan dukungan dan bantuan dari sinar ultraviolet yang dihasilkan oleh matahari, provitamin tersebut diubah menjadi vitamin D yang berguna bagi tubuh.

Fungsi dari setiap lapisan kulit manusia berbeda – beda. Setiap lapisan berguna untuk memproses vitamin, mengelola lemak, dan melindungi tubuh. Apa saja lapisan kulit tersebut, dan bagaimana setiap lapisan memberikan manfaat bagi tubuh?

Apa Saja Lapisan Kulit?

Kulit memiliki tiga lapisan penting didalamnya, seperti:

  • Lapisan Epidermis atau lapisan luar, yaitu lapisan yang berada pada bagian paling luar kulit. Tidak memiliki pembuluh darah dan memilik tebal lebih kurang 0,1 mm.
  • Lapisan Dermis, adalah lapisan yang memiliki pembuluh darah, lapisan rambut, kelenjar minyak, dan saraf – saraf indra perasa.
  • Lapisan Hipodermis atau bisa disebut jaringan paling bawah kulit, merupakan lapisan yang terletak pada bagian paling bawah setelah dermis. Fungsi dari lapisan hipodermis adalah untuk menyimpan lemak pada tubuh dan melindungi tubuh dari benturan benda – benda asing.

Setiap lapisan kulit akan berpengaruh pada kinerja lapisan kulit lainnya. Masing – masing lapisan kulit memegang peranan penting pada tubuh. Tiap lapisan kulit manusia tersebut harus dijaga dan dirawat. Cara merawatnya pun berbeda – beda.

Merawat kulit sensitif tidak sama dengan merawat kulit kering. Oleh karena itu, sebelum dapat merawat kulit, ada baiknya Bunda mengetahui tentang cara merawat kulit berdasarkan jenis – jenis kulit yang ada.

 

Kulit Sensitif

Memiliki kulit sensitif biasanya lebih rentan terkena gangguan, seperti ruam, bintik merah, dan alergi. Agar tidak berubah semakin parah dan membuat kurang nyaman, kulit wajib dirawat dengan produk berbahan khusus, salah satunya yang mengandung ceramide.

Menurut dr. Nadia Octavia dari situs klikdokter, ceramide merupakan sejenis lemak yang ada pada membran sel. Molekul – molekul lipid ini adalah komponen penting lapisan luar kulit yang membantu menjaga, baik dari polusi, bakteri, hingga membatasi hilangnya air dari dalam kulit.

Tidak hanya ada di kulit bayi saja, bahkan orang dewasa memiliki dan membutuhkannya sebagai pelindung. Jika kadar ceramide di lapisan epidermis, bagian terluar di kulit, hanya sedikit maka kulit cenderung mudah kering, sensitif, dan rentan eksim. Oleh karena itu, orang dewasa pun membutuhkan perawatan kulit sensitif yang sama dengan kulit sensitif pada bayi, yaitu dengan menggunakan produk dengan kadar pelembap tinggi dan ceramide di dalamnya.

Apa itu ceramide? Kenali beberapa manfaat ceramide bagi kulit sensitif.

Manfaat Ceramide Pada Kulit

Mencegah Hilangnya Air dari Kulit

Dalam memilih bahan yang aman untuk kulit sensitf dan kulit kering harus lebih berhati – hati. Selain dari beberapa bahan organic yang aman untuk merawat kulit, beberapa bahan organic juga digunakan demi merawat kulit yang halus dan lembut. Terlebih lagi bahan – bahan yang digunakan memang harus aman untuk kulit.

Bahan kimia yang keras dalam produk skincare dapat menghabiskan kadar air pada kulit dan membuatnya makin kering. Selain itu, penggunaan air yang terlalu panas, juga dapat memberikan efek yang sama.

Agar terhindar dari kulit kering atau rentan mengalami ruam, Bunda disarankan untuk menggunakan produk skincare khusus yang mengandung ceramide. Lemak baik ini yang akan menjaga kulit bayi maupun orang dewasa tetap kenyal dan lembap, karena ceramide membangun ‘dinding’ yang mencegah hilangnya air dari dalam kulit.

Melindungi Kulit dari Polusi

Kulit kering yang dipicu oleh kurangnya kadar ceramide pada lapisan terluar akan mengalami gangguan pada salah satu fungsinya, yaitu penghalang alami terhadap polusi. Menurut Rachel Nazarian, MD, dermatolog yang berbasis di New York City menyebutkan, kulit yang kering dan mengelupas dapat menyebabkan bahan pemicu iritasi dan alergi masuk dengan lebih mudah. Inilah pentingnya menggunakan produk berbahan ceramide yang akan membentuk penghalang waterproof di lapisan atas kulit.

Menjaga Kelembaban Kulit

Pernah melihat bintik merah, gatal, dan kasar pada kulit? Inilah yang disebut eksim dan biasanya muncul pada pipi atau bagian sikut dan lutut. Selain disebabkan oleh faktor genetik, kulit bayi maupun orang dewasa yang sensitif juga dipicu oleh kurangnya kadar ceramide pada lapisan kulit terluar.

Penggunaan produk perawatan, terutama untuk kulit bayi yang mengandung ceramide, memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi kulit agar sehat seperti semula. Mulai dari mengurangi kekeringan, kemerahan, dan meredakan iritasi.

Ceramide berguna untuk merawat kulit dan menjaga kulit agar tetap lembab serta terlindung dari polusi. Berbeda dengan bahan organik berikut ini, minyak zaitun. Bahan organik ini dapat Bunda gunakan untuk kulit yang sensitif dan rentan terkena eksim, ruam, serta bintik merah.

Kulit Kering

Kulit kering adalah suatu kondisi yang sangat umum untuk terjadi pada setiap kulit, hal tersebut terjadi karena kurangnya cairan pada lapisan paling luar, yaitu lapisan epidermis.

Kulit kering biasa disebut dengan xerosis. Semua orang bisa mengalami kondisi kulit kering, tidak peduli orang dewasa, anak kecil, pria, ataupun wanita dapat mengalaminya. Terdapat beberapa faktor terjadinya kulit kering, salah satunya ialah, usia. Umumnya orang – orang tua dan sudah lanjut usia memiliki potensi lebih besar untuk memiliki kulit yang kering.

Gejala Kulit Kering

Beberapa orang berpikir, bahwa mereka akan mengalami kulit kering seumur hidup mereka. Padahal itu semua adalah salah. Kondisi kulit kering ini tidak berlangsung lama, biasanya hanya beberapa waktu saja atau bersifat sementara.

Terdapat beberapa gejala kulit kering yang sering ditemui, yaitu kulit Bunda akan terlihat dan terasa kasar jika dipegang. Lalu, sang penderita akan merasa kulitnya kaku ketika ia mandi, setelah mandi, atau setiap dalam kondisi basah. Terkadang perasaan tersebut diselingi dengan perasaan gatal.

Gejala kulit kering lainnya ialah, terdapat retakan pada kulit atau sekedar garis halus. Tanda kulit kering yang paling terlihat yaitu bersisik. Bahkan gejala yang lebih parahnya lagi ialah, retakan pada kulit tersebut akan berdarah.

Cara Merawat Kulit

Salah merawat atau memilih produk perawatan kulit sensitif dan kering, bisa-bisa terkena ruam kulit, bintik merah, maupun alergi. Oleh karenanya, pastikan produk yang dipilih mengandung bahan-bahan alami terbaik yang baik bagi kulit.

Lalu, kenapa harus memilih yang organik?  Menurut penuturan dr Adithia Kwee di laman klikdokter, tanaman organik lebih segar dan lebih sehat karena tidak mengandung bahan kimia berlebihan. Penanganan tumbuhannnya juga dilakukan secara alami, sehingga lebih baik untuk kulit ekstra sensitif.

Berikut adalah daftar bahan organik yang baik untuk kulit:

Natural Organic Oat

Oatmeal dikenal baik dikonsumsi untuk kesehatan karena kaya akan serat dan vitamin, sehingga memberikan energi sepanjang hari. Selain itu, oat juga berkhasiat bagi kulit si kecil karena sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi ruam, gatal pada bayi, dan bintik merah pada kulit bayi. Selain itu, penggunaan produk yang mengandung oatmeal juga melembapkan dan membantunya terasa lembut juga lentur.

Natural Olive Oil

Minyak zaitun bukan hanya memiliki tempat tersendiri di dapur, tapi juga di dunia kecantikan. Selain memberikan manfaat besar bagi kulit orang dewasa, minyak zaitun juga menjadi pelembap sempurna untuk kulit bayi. Kandungan lemak sehat, vitamin E, antioksidan fenolik, asam squalene, dan oleat, membuat minyak zaitun ampuh mengatasi ruam popok.

Situs momjunction menyarankan untuk mencampur dua sendok makan minyak zaitun dalam satu sendok makan air. Gosokkan pada telapak tangan dan oleskan dengan lembut pada area kulit bayi yang tertutup oleh popok.

Natural Argan Oil

Kebanyakan Bunda mengeluhkan masalah kulit bayi kering dan sulit mencari produk perawatan kulit yang tepat. Salah satu bahan alami yang dipercaya dapat menjaga kulit bayi agar tetap lembap adalah minyak argan. Telah menjadi rahasia kecantikan orang-orang Maroko kuno, minyak argan murni memiliki kadar vitamin E hampir 300 persen lebih banyak dari minyak zaitun.

Tidak heran jika minyak argan cocok digunakan untuk merawat kulit dan rambut bayi. Selain tidak berminyak dan mudah meresap, minyak argan secara efektif dapat mencegah ruam popok dan iritasi kulit. Bisa juga dimanfaatkan untuk menghilangkan kerak kulit mati pada rambut, atau dikenal dengan cradle cap.

Natural Shea Butter

Superfood bagi kulit ini berasal dari biji buah pohon shea dan kaya akan vitamin A dan E. Selain memberikan perlindungan terhadap sinar matahari, shea butter telah digunakan di negara-negara Afrika untuk merawat kulit dan rambut, berkat kandungan asam lemak esensial di dalamnya.

Selain membantu mengunci kelembapan alami, produk yang mengandung shea butter juga membantu mengurangi iritasi dan memicu produksi kolagen alami. Jika digunakan dalam jangka waktu panjang, kulit akan terlindungi dari kering dan terkelupas.

Merawat Kulit Dengan Bahan Alami

Produk alami atau organik lebih baik untuk kesehatan kulit Anda. Terlebih lagi jika Bunda memiliki kulit yang sensiif dan kering, lebih baik dirawat dengan bahan – bahan alami. Bunda harus berhati – hati jika memiliki tipe – tipe kulit tersebut.

Menggunakan minyak zaitun dan argan bisa menjadi alternative bahan alami lainnya dalam merawat kulit. Ketahuilah beberapa manfaat dari minyak zaitun dan argan pada kulit.

Manfaat Minyak Zaitun dan Argan Untuk Kulit

Kondisi kulit yang sensitif membuat Bunda rentan terkena ruam, bintik merah, dan gatal. Hal tersebut membuat Bunda harus putar otak mencari produk perawatan kulit. Salah satu hal yang dipertimbangkan adalah kandungan bahan alami yang efektif melindungi kulit dari kering dan eksim.

merawat kulit

Manfaat minyak zaitun dan argan untuk kulit

Minyak nabati, seperti minyak zaitun dan argan akan memberikan banyak manfaat, seperti berikut ini.

Minyak Zaitun Untuk Melindungi Kulit

Siapa yang tidak mengenal minyak zaitun? Tidak hanya baik bagi kesehatan tubuh, tapi juga terbukti menjadi pelembap yang tepat bagi kulit bayi sensitif, berkat kandungan lemak sehat, vitamin E, antioksidan fenol, asam squalene, dan oleat.

Selain itu, minyak zaitun juga dapat membantu anak-anak untuk mengurangi ruam popok pada bayi. Bintik merah pada kulit dan gatal pada bayi yang dipicu iritasi penggunaan popok ini dapat segera diatasi. Cukup dengan mengoleskan campuran minyak zaitun dan air ke area kulit yang tertutup oleh popok.

Minyak Zaitun Mencegah Kerusakan rambut

Minyak zaitun terbukti efektif mengatasi cradle cap, lapisan kulit kering mirip ketombe yang ada di kepala bayi. Cukup pijatkan dengan lembut ke area yang bermasalah lalu biarkan 10-20 menit. Cuci rambut seperti biasa menggunakan sampo ringan dan air hangat. Selain itu, mengoleskan minyak zaitun ke kulit kepala juga dapat membantu menguatkan rambut bayi dan melembutkan rambutnya yang kasar.

Minyak Argan Melembapkan Kulit

Popularitas minyak Argan mulai naik daun sejak banyaknya manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh “minyak ajaib” ini. Berasal dari buah pohon Argan yang hanya tumbuh di Maroko, minyak Argan dikenal juga sebagai emas cair karena manfaatnya bagi kecantikan yang sudah dikenal selama berabad-abad.

merawat kulit dengan bahan alami

Cara merawat kulit kering dan sensitif dengan bahan alami

Minyak argan kaya akan asam lemak esensial, antioksidan, vitamin (terutama Vitamin A dan Vitamin E) dan mineral. Nutrisi ini dapat meningkatkan kesehatan kulit, melembabkan kulit sekaligus melembutkan.

Minyak Argan Membuat Rambut Lembut dan Berkilap

Selain membantu menangani cradle cap, minyak Argan juga dapat menjaga kelembutan rambut dan mengurangi rambut patah maupun bercabang. Begitu juga dengan mengaplikasikan beberapa tetes minyak Argan pada rambut bayi setiap hari akan memberinya kilau instan dan mengkilap. Minyak akan segera meresap ke dalam rambut dan memberikan nutrisi penting, termasuk melindungi rambut dari kusam akibat paparan sinar matahari.

Mencegah Kusut di Rambut Si Kecil

Rambut anak mulai terlihat kusut? Jangan gunakan sisir untuk langsung mengurainya karena membuat bayi kesakitan dan justru memicu rontok. Oleskan minyak argan dari kulit kepala hingga ujung rambut untuk membuat rambut anak jadi kuat dan bebas kusut.

Manfaatkan bahan-bahan alami seperti minyak zaitun dan minyak argan, yang terbukti ampuh merawat kulit sensitif.

Oleh karna itu, bagaimana cara memilih produk alami dan aman untuk kulit? Berikut beberapa tips yang harus Bunda perhatikan dalam memilih produk yang aman untuk kulit!

Cara Memilih Produk Yang Aman Untuk Kulit

Kulit sensitif rentan mengalami alergi, eksim, kulit kering, hingga ruam popok pada bayi. Sebagian besar gangguan pada kulit ini kemungkinan berasal dari ketidakseimbangan tingkat pH kulitnya.

Apa itu pH?

Bunda mungkin sudah sering mendengar, membaca, atau membicarakan tentang pH, tapi belum betul-betul memahaminya. Merupakan singkatan dari potensial hydrogen, skala ini diberikan menunjukkan seberapa asam atau basa suatu zat. Misalnya pH1-pH6 disebut asam, pH7 adalah netral, sedangkan pH8-pH 14 menunjukkan zat basa.

Skala pH pada Kulit

Beberapa minggu setelah kelahiran, pH kulit bayi berubah dari pH netral menjadi lebih asam. Hal ini disebabkan oleh mulai berkembangnya kalenjar keringat dan sebaceous yang membuat pH menurun.

Kulit bayi yang memiliki pH cenderung asam ini wajib dijaga agar tidak mengalami perubahan yang dapat memicu berbagai gangguan. Salah satunya dengan memilih produk yang punya pH seimbang.

Menjaga Fungsi Epidermis

Sebagai lapisan kulit terluar, epidermis menjaga tubuh dari hilangnya kadar air, dan masuknya senyawa pemicu alergi maupun iritasi. Namun, perubahan sedikit saja pada skala pH dapat merusak lapisan tersebut dan menyebabkan kulitnya semakin kering, kasar, bahkan mengelupas. Penggunaan produk dengan pH seimbang akan mempertahankan pH alami kulit bayi dan menjauhkannya dari gangguan kesehatan.

Melindungi Kulit dari Eksim

Eksim atau dermatitis atopik sering dialami oleh bayi dengan kulit sensitif. Dilansir dari buku Caring Your Baby and Young Child menyebutkan bahwa tanda-tandanya berupa kering, bersisik, kemerahan, dan muncul bintik-bintik merah. Selain faktor keturunan, penggunaan produk dengan pH yang lebih tinggi atau rendah dari pH kulit dapat mengganggu kerja enzim protease SCCE.

Enzim ini  bekerja melepaskan sel-sel kulit mati sehingga kulit yang lebih baru bisa tumbuh. Sayangnya, enzim ini sensitif terhadap pH, sehingga sedikit perubahan saja dapat membuat kulit menipis lebih banyak dan meningkatkan risiko eksim dan iritasi. Gunakan produk dengan pH seimbang, untuk membantu menjaga pH kulit bayi sensitif dan mengendalikan enzim protease SCCE.

Melindungi Kulit dari Bakteri dan Jamur

Walau Bunda sudah berusaha menjaga lingkungan sekitar bayi bersih dan higienis, tidak bisa disangkal jika jamur dan bakteri tetap ada untuk mengancam kesehatannya. Kulit sebagai pertahanan pertama tubuh tentunya wajib dijaga agar tidak sampai mengalami kering atau iritasi, yang bisa jadi pintu bakteri dan jamur masuk. Gunakan produk dengan pH seimbang, karena kulit bayi sensitif yang cenderung asam lebih siap melawan penyebaran bakteri dan jamur.

Bagi orangtua yang memiliki bayi dengan kulit sensitif, keseimbangan pH kulit yang tepat menjadi salah satu perhatian utama untuk merawat kulit dan mencegah berbagai masalah. Selain memilih produk sabun yang khusus ditujukan untuk kulit sensitifnya, oleskan juga pelembap yang menjauhkan kulit dari kering dan kasar.

 

TAGS:

Artikel Lainnya

7 Cara Merawat Kulit Sensitif dan Kering

Cara merawat kulit sensitif dan kering berbeda dengan merawat kulit pada umumnya. Bayi baru lahir memiliki kulit yang  lebih tipis, lebih mudah kering dan sensitif sehingga  butuh perhatian ekstra dalam merawatnya. Kulit dengan jenis tersebut bersifat reaktif sehingga...

5 Cara Melembabkan Kulit Wajah Kering si Kecil

Cara melembabkan kulit kering pada wajah si Kecil dengan menggunakan bahan – bahan alami. Kulit yang kering disebabkan karena lapisan kulit epidermis telah kehilangan air dan lipid pada kulit. Temukan cara – cara alami dalam melembabkan kulit wajah kering dengan aman...

Kulit Sensitif – Perawatan dan Ciri – Ciri

Kulit merah, gatal, atau muncul bintik merah pada kulit? Hal tersebut merupakan tanda – tanda umum bahwa si Kecil memiliki kulit yang sensitif. Kenali kondisi kulit dan jenis kulit sehingga Moms dapat merawat kulit si Kecil dengan baik. Apakah bayi Moms memiliki kulit...