Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Alergi pada kulit dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari orang dewasa hingga si Kecil bisa juga terkena alergi. Penyebabnya sangatlah bermacam – macam. Apalagi daya tahan tubuh si Kecil masih rentan. Reaksi alergi yang dialami ialah dengan munculnya gatal-gatal pada kulit. Supaya dapat menyembuhkan alergi kulit, kenali penyebab dan cara mengatasi Agar dapat menghindarinya.

gatal alergi

Alergi dapat menimbulkan reaksi gejala gatal-gatal di tubuh karena pelepasan histamin yang berlebihan.

 

Alergi adalah sebuah kondisi yang umum terjadi pada setiap individu, mulai dari bayi, balita, anak-anak hingga orang dewasa. Alergi dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat asing. Ketika si Kecil mengalami alergi, sistem kekebalan tubuhnya akan memproduksi antibodi bernama immunoglobulin E (IgE) yang akan mengidentifikasi zat-zat asing yang dapat membahayakan. Zat-zat asing yang memicu alergi atau yang disebut dengan alergen tersebut bisa bermacam-macam.

 

Jika tubuh si Kecil beberapa kali terpapar alergen, antibodi akan melepaskan sejumlah bahan kimia dari sistem kekebalan tubuhnya, seperti histamin, menuju pembuluh darah untuk melawan alergen yang dianggap “musuh”. Pelepasan bahan-bahan kimia inilah yang akan memicu timbulnya berbagai macam gejala, tergantung dari zat pemicunya. Alergi dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti mata, hidung, paru-paru, kulit, dan saluran pencernaan. Tingkatan gejalanya pun ada yang ringan, sedang, hingga berat.

 

Apa Penyebab Kulit Gatal-Gatal?

Gatal Karena Alergi

 

Reaksi alergi pada kulit adalah yang paling umum terjadi pada bayi dan balita. Alergi pada kulit terjadi ketika permukaan kulit si Kecil kontak dengan alergen sehingga mengganggu sistem kekebalan di dalam tubuh. Bisa juga karena si Kecil mengkonsumsi makanan yang bersifat allergen atau menghirup bahan alergen melalui udara. Alhasil, permukaan kulit pun akan mengalami gejala alergi seperti gatal, kering atau ruam kemerahan.

 

Gatal pada permukaan kulit merupakan salah satu gejala yang muncul ketika si Kecil mengalami alergi. Gejala ini timbul karena sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin yang berlebihan. Histamin inilah yang berperan menimbulkan rasa gatal. Gejala ini dapat dirasakan ketika kondisi kulit mengalami permasalahan akibat alergi, berikut beberapa di antaranya, Moms.

 

  • Eksim/dermatitis atopik. Kondisi kulit yang umum terjadi pada anak-anak, termasuk bayi, apalagi jika si Kecil memiliki asma, alergi pada makanan tertentu, dan alergi serbuk sari bunga. Gejalanya, kulit si Kecil akan mengalami ruam di bagian wajah dan kepala hingga ke area dada dan lengan dengan kondisi kulit yang kering, iritasi, dan gatal. Ketika gatal menyerang, si Kecil akan menggaruk, tetapi hal ini malah membuat kulit semakin gatal.
  • Dermatitis kontak. Kondisi kulit ini timbul setelah si Kecil terpapar zat asing yang memicu alergen secara langsung. Reaksi dari alergi dapat memunculkan gejala-gejala seperti kulit memerah, bentol, bersisik, dan terasa gatal.
  • Urtikaria. Kondisi kulit berupa ruam-ruam merah dan bentol-bentol berukuran kecil atau besar yang disertai rasa gatal dan terjadi karena adanya reaksi alergi. Kondisi ini dikenal juga dengan biduran.
  • Pembengkakan (angioederma). Kondisi yang menampakkan kulit dengan bekas merah, pembengkakan atau bercak, dengan berbagai ukuran karena alergi. Kondisi kulit ini akan tiba-tiba muncul dan menghilang pada bagian dalam kulit sekitar mata, mulut, tenggorokan, dan alat kelamin, tetapi tidak berbahaya. Hanya saja kondisi ini dapat menyebabkan gatal-gatal di kulit. Biasanya muncul bersamaan dengan urtikaria.

 

Penyebab Gatal dari Zat – Zat Asing atau Allergen

Reaksi alergi yang menyebabkan munculnya permasalahan pada kulit hingga timbul gejala seperti gatal-gatal ini biasanya muncul setelah beberapa kali kontak dengan alergen  dan berbeda-beda pada setiap individu, ada yang mucul dalam hitungan jam bahkan ada yang muncul setelah beberapa hari setelah kontak ulang dengan allergen.

gatal gatal

Makanan tertentu dapat menimbulkan gatal alergi pada si Kecil.

Zat-zat asing atau allergen yang menjadi penyebab timbulnya gatal adalah:

  • nikel, bahan logam yang biasa digunakan untuk lapisan perhiasan dan kancing jeans, kosmetik, losion, sabun, dan sampo;
  • makanan tertentu, seperti kacang, susu, dan sebagainya;
  • tabir surya dan obat antiserangga semprot;
  • obat-obatan yang dioleskan di permukaan kulit, seperti obat antibiotik dan krim antigatal;
  • pengharum/parfum;
  • produk pembersih, seperti sabun atau deterjen;
  • lateks, bahan yang digunakan untuk membuat sarung tangan, pakaian, dan balon;
  • tungau debu, serbuk sari;
  • bahan-bahan kimia, seperti pewarna.

 

Cara Mengatasi Gatal dan Alergi Pada Kulit

Kondisi kulit yang bermasalah karena alergi  dapat  mengganggu aktivitas si Kecil, Moms. Sebab  gejala ini akan memunculkan masalah baru, yaitu datangnya siklus gatal-garuk yang memperburuk kondisi kulit si Kecil. Meski begitu, Moms dapat mengatasi gejala alergi kulit dengan tips berikut ini.

  • Ketahui pemicu gatal dan hindari. Carilah penyebab yang memicu alergi si Kecil, Moms. Misalnya, sabun, deterjen, atau losion beraroma, yang biasanya membuat kulit si Kecil iritasi. Jika sudah diketahui pemicunya, hindari alergen tersebut.
  • Tes Alergi. Untuk mengetahui penyebabnya, Moms dapat melakukan tes melalui bantuan dokter ahli. Dokter ahli akan melakukan tes dengan mengenalkan sejumlah alergen ke dalam kulit si Kecil. Jika timbul suatu reaksi, kemungkinan si Kecil memiliki alergi terhadap zat tersebut.
  • Kurangi menggaruk. Aksi menggaruk memang tidak bisa dihindari ketika gatal menyerang. Namun ketika si Kecil makin menggaruk, kulit akan semakin gatal. Hal ini akan memperparah kondisi kulitnya, seperti iritasi dan infeksi. Untuk meredakannya, Moms dapat mengompres dengan air dingin pada area yang gatal. Sementara untuk menghindari semakin parah, Moms dapat menutup area tubuh si Kecil yang gatal itu, memoalergitong kuku si Kecil, menggunakan sarung tangan lembut untuk si Kecil. Hindari pakaian yang berbahan kasar yang bisa membuat kulitnya bertambah gatal.
  • Gunakan produk pembersih pakaian khusus untuk bayi/kulit sensitive . Agar terhindar dari alergen, Moms dapat menggunakan produk pembersih berlab hypoallergenic.
  •  

  • Mandi. Saat mandi, gunakan air hangat dan gunakan pembersih yang memiliki pH seimbang. atau  Moms bisa juga menggunakan produk mandi yang mengandung oatmeal, seperti produk Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash. Sabun mandi yang diformulasikan secara khusus dan teruji secara klinis dapat digunakan untuk bayi baru lahir, kulit sensitive dan kulit rentan eksim serta dapat digunakan untuk  area tubuh, rambut dan wajah si kecil.

    Kandungan bahan-bahan organiknya, seperti oat organik, minyak zaitun organik, minyak argan, dan ceramide akan membantu melindungi kulit dan tetap menjaga keseimbangan kelembapan kulit si Kecil. Rambut si Kecil pun tetap terawat dan terjaga kelembabannya. Pembersih yang khusus diciptakan untuk kulit si Kecil yang rentan eksim ini juga sudah teruji secara dermatologi dan hypoallergenic .
  •  

  • Lembapkan kulit usai mandi. Penggunaan pelembap usai mandi dapat menghindari kulit si Kecil dari kulit kering yang bisa menimbulkan gatal. Gunakan pelembap berlabel hypollaergenic, seperti Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion.

    Pelembap yang mudah diserap ini akan menjaga kulit si Kecil yang tipis dan rentan eksim tetap terpelihara dengan baik.Sebab, produk ini teruji secara klinis mampu memberikan kelembaban pada kulit hingga 24 jam. Dengan kandungan bahan-bahan organik di dalamnya, seperti oat organik, minyak zaitun organik, shea butter, dan ceramide, losion ini membantu membuat kulit si Kecil tetap sehat dan nyaman sepanjang hari.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

Gatal Pada Kulit Merupakan Gejala Penyakit Serius?

Gatal Pada Kulit Merupakan Gejala Penyakit Serius?

Gatal pada kulit sangatlah menggangu. Kondisi gatal disebut pruritus adalah hal normal terjadi. Rasa Sakit yang amat sangat dapat membuat Moms tidak nyaman, mengganggu kehidupan, hingga berakibat cemas maupun depresi. Moms harus berhati – hati jika tidak kunjung usai, karena bisa saja merupakan gejala munculnya penyakit serius.

 

kulit gatal

Untuk melindungi tubuh, kulit akan merespon dengan berbagai cara, salah satunya dengan timbulnya gatal gatal.

 

Sebagai organ tubuh terluar dan terluas, kulit memiliki banyak fungsinya, Moms. Di antaranya, kulit memiliki peranan penting sebagai pertahanan dan perlindungan bagi tubuh. Untuk melindungi tubuh, kulit akan merespon dengan berbagai cara, salah satunya dengan timbulnya rasa gatal.

Penyebab Rasa Gatal Pada Kulit 

Gatal merupakan suatu sensasi atau persepsi yang dirasakan akibat terangsangnya serabut saraf mekanoreseptor yang ada di kulit. Biasanya impuls berawal dari rangsangan ringan dipermukaan kulit, seperti bahan iritan, gigitan serangga, rambatan kutu dan sebagainya. Rasa tersebut sangatlah umum terjadi pada setiap orang, Moms. Semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, pastinya merasakan di permukaan kulit.

Gatal diyakini sebagai salah satu pengalaman sensorik dengan jalur yang sama dengan timbulnya rasa sakit atau nyeri Moms. Biasanya diikuti dengan refleks menggaruk yang bertujuan untuk memberi sensasi nyeri yang cukup sehinggga sinyal gatal dapat ditekan.

Penyebab gatal sangat beragam, antara lain:

  • Reaksi alergi,
  • Inflamasi,
  • Stres,
  • Paparan fisik seperti rambatan kutu,
  • Autoimun,
  • Kontak dengan bahan kimia yang bersifat iritan,
  • Dan sebagainya.

 

Masing-masing penyebab tersebut mempunyai jalur yang berbeda dalam menimbulkan rasa tidak nyaman, namun pada akhirnya semua mekanisme tersebut akan berhubungan dengan pengeluaran histamin sebagai mediator inflamasi yang menyebabkan pruritis. Ketika histamin diproduksi, ia akan merangsang ujung saraf kemudian sinyalnya diteruskan oleh serabut-serabut saraf hingga ke batang otak sehingga diinterpretasikan sebagai sensasi gatal.

 

Kulit Sering Gatal di Malam Hari?

Gatal tidak hanya dapat dirasakan pada pagi hari saja, tetapi juga pada malam hari atau bahkan sepanjang hari. Namun mengapa hal ini lebih terasa pada malam hari? Bahkan di malam hari bisa lebih parah hingga mengganggu tidur dan istirahat si Kecil.

 

penyebab kulit gatal

Kulit yang gatal di malam hari bisa lebih parah hingga mengganggu tidur dan istirahat si Kecil.

 

Ada banyak faktor yang menyebabkan gatal di malam hari semakin intens dan meningkat. Di antaranya karena ada perubahan dalam siklus harian pada malam hari yang dapat memengaruhi fungsi kulit, seperti pengaturan suhu, keseimbangan cairan, dan perlindungan penghalang. Lalu, hormon sitokin lebih banyak dilepas pada malam hari sehingga meningkatkan peradangan.

Sebaliknya hormon kortikosteroid yang berfungsi untuk membantu mengurangi peradangan, produksinya melambat. Selain itu, kelembapan kulit akan berkurang karena kulit banyak kehilangan air pada malam hari.

Faktor-faktor inilah yang menimbulkan kulit semakin gatal dan mengganggu pada malam hari. Apalagi aktivitas yang dilakukan si Kecil pada malam hari tidak seaktif pada pagi atau siang hari. Karena itu, gunakan pakaian yang berbahan lembut dan longgar pada malam hari, Moms, agar berkurang.

 

Cara Menghilangkan Gatal Gatal dengan Bahan Alami

Nah, Moms perlu memperhatikan apabila ada tanda-tanda si Kecil menggaruk-garuk area tertentu di permukaan kulit tubuhnya. Mungkin saja ia merasakan di area tertentu kulitnya. Biasanya, bayi dan anak-anak dapat mengalaminya karena kulit mereka yang masih tipis, sensitif, dan rentan terhadap iritasi sehingga muncullah penyakit kulit yang sangat mengganggu ini.

Untuk mengilangkan gatal pada kulit tak perlu repot karena dapat menggunakan bahan-bahan alami di rumah seperti berikut ini:

 

  • Oatmeal. Oatmeal dapat membantu meredakan gatal karena berbagai penyebab. Kandungan di dalam oatmeal akan membantu membentuk pertahanan dan perlindungan untuk kulit. Oatmeal juga membantu melembapkan kulit dan meredakan peradangan.
  • Aloe vera/Lidah buaya. Potongan tumbuhan lidah buaya yang berbentuk seperti gel ini ternyata berguna mengatasi iritasi dan gatal serta memberi rasa nyaman pada kulit karena memiliki aktivitas sebagai antibakteri dan antiperadangan, dan emolien. Kandungan mineral esensial, amino acid, dan antioksidan tak hanya mengembalikan dan melembapkan kulit yang kering, tetapi juga memulihkan kulit dari penyakit kulit, terbakar, ruam, dan lainnya.
    cara mengatasi gatal

    Lidah buaya berguna mengatasi iritasi dan gatal serta memberi rasa nyaman pada kulit sekaligus melembapkan kulit yang kering.

     

  • Minyak kelapa. Sebagai pelembap alami dan kaya akan kandungan lauric acid-nya, minyak kelapa membantu menenangkan kulit, meredakan gejala gangguan kulit seperti kering dan gatal, serta mengurangi risiko infeksi pada kulit. Minyak kelapa aman diaplikasikan pada kulit si Kecil.
  • Daun peppermint. Di dalam daun ini mengandung menthol yang memiliki efek dingin dan menyejukkan untuk kulit. Dengan sifat antibakteri dan anestetiknya, daun peppermint ini dapat membantu mengurangi gejala dan peradangan.

 

Pembersih dan Pelembap Berkualitas

Tak hanya mudah didapatkan, bahan-bahan alami seperti di atas tersebut memang bermanfaat untuk mengatasi permasalahan kulit yang menimbulkan gejala. Nah, agar lebih praktis lagi menjaga kulit si Kecil dari gejala gatal-gatal akibat kulitnya yang kering dan sensitif, Moms dapat menggunakan pelembap Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream. Sebelum menggunakan pelembap, Moms dapat pula menggunakan pembersih tubuh dan rambut, Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash, saat si Kecil mandi dengan air hangat.

 

Kedua produk tersebut diformulasikan khusus dengan Derma-SoftTM Complex, yakni mengandung kombinasi 100% bahan-bahan alami seperti gandum organik, minyak zaitun organik, dan ceramide. Kandungan bahan-bahan organik tersebut memiliki peranan penting untuk membantu melindungi kulit si Kecil yang kering dan sensitif dari permasalahan kulit yang menimbulkan pruritus sehingga membuat si Kecil tidak nyaman.

 

gatal pada kulit

Moms dapat menggunakan Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash saat si Kecil mandi dengan air hangat untuk melindungi kulit dari kekeringan.

 

Selain bahan alami tersebut, Cussons Baby Sensicare Gentle Hair & Body Wash juga mengandung minyak argan yang membantu menutrisi kulit kepala si Kecil  dan membantu menjaga kilau rambut yang sehat. Pembersih badan sekaligus sampo ini merupakan formula yang lembut di mata. Produk ini juga dapat membersihkan rambut dan kulit dengan lembut, melindungi kulit dari kekeringan, dan membantu menjaga  kelembapan kulit si Kecil.

 

Usai mandi, langsung aplikasikan pelembap Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream ke seluruh tubuh si Kecil, Moms. Pelembap yang mudah diserap dengan baik pada kulit ini memiliki banyak manfaatnya, yaitu melembapkan dan melindungi kulit dari kekeringan; membantu memberikan pertahanan fungsi kulit; hingga teruji secara klinis mampu memberikan kelembapan yang sangat intens selama 24 jam. Selain itu, kandungan ekstra emolien yang kaya dan shea butter di dalam Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream dapat membantu menenangkan, melembapkan, dan merawat kulit yang sangat kering secara maksimal.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

Pruritus: Penyebab Kulit Gatal Tidak Sembuh

Pruritus: Penyebab Kulit Gatal Tidak Sembuh

Pruritus adalah rasa gatal pada kulit yang terdapat pada tubuh dan terjadi secara terus menerus. Penyakit ini diikuti dengan munculnya ruam. Kondisi ini menyebabkan Moms ingin terus menggaruk kulit hingga meyebabkan iritasi pada kulit. Penyebab pruritus atau gatal ini dapat terjadi dari kondisi dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Hal tersebut yang mengakibatkan kulit menjadi memerah, kasar, munculnya benjolan atau terlihat seperti melepuh.

Gatal pada kulit bisa disebabkan juga karena dermatitis, ruam, atau bahkan psoriasis. Penyebab inilah yang sebenarnya harus Moms temukan terlebih dahulu, apakah ini wajar terjadi, atau malahan terdapat benjolan serta melepuh.

Kulit adalah organ terbesar dan terluas di tubuh manusia. Sebagai organ terluas yang berada di seluruh permukaan tubuh, kulit memiliki fungsi untuk melindungi organ, otot, dan jaringan-jaringan yang ada di bawah kulit, mengontrol suhu atau temperatur tubuh, dan meraba sehingga dapat merasakan sensasi sentuhan, suhu panas atau dingin.

 

pruritus

Pruritus terjadi pada lapisan luar kulit si Kecil

 

Lapisan dermis pada kulit yang berada di antara lapisan epidermis dan hipodermis (jaringan subkutan) memiliki banyak fungsi seperti memproduksi keringat, rambut, minyak, dan mengantarkan darah ke area kulit. Lapisan dermis pula yang membuat kulit dapat merasakan berbagai sensasi di kulit.

 

Apa Itu Pruritus?

Pruritus adalah penyakit yang mengganggu dan harus kita hindari. Hal yang terjadi pada kulit tersebut tidak selalu merupakan tanda-tanda yang serius, bahkan Moms dapat mengatasinya sehingga akan menghilang dengan sendirinya.

Namun, jika ada sensasi rasa gatal yang muncul, bahkan menyebar di seluruh kulit tubuh, ada keinginan untuk menggaruk-garuknya hingga memerah, iritasi, dan dapat menimbulkan luka gores pada kulit. Bahkan, luka gores yang terus-menerus digaruk dapat membuat kulit infeksi karena bakteri dan virus dapat mudah masuk ke dalam kulit.

Pruritus juga dapat mengenai semua orang di segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Penyakit kulit ini bisa menjadi sebuah tanda atau ciri-ciri dari penyakit kulit primer. Bisa juga menjadi sebuah tanda yang tidak biasa dari beberapa penyakit sistemik.

Nah, apabila terjadi pada bayi, tak tega rasanya melihat si Kecil menggaruk kulitnya terus-menerus, ya, Moms. Ketika si Kecil terus menggaruk kulitnya hingga menebal, iritasi dan infeksi, hingga berdarah. Hal ini akan membuat si Kecil merasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi serta waktu tidurnya.

Meski begitu, level rasa gatal yang terjadi dapat berbeda-beda pada setiap individu. Mulai dari level yang ringan hingga level gatal yang lebih parah dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyakit kulit yang satu ini juga dapat terjadi sebagai kondisi akut atau kronis. Secara psikologi pun membuat malu dalam komunitas sosial.

 

Gejala dan Pemicu Pruritus 

Gejalnya ada berbagai macam, Moms. Gejala-gejala yang muncul pun berbeda-beda, tergantung dari penyebab yang memicunya. Namun umumnya, gejala yang tampak pada kulit di area tertentu atau di sekujur tubuh akan terasa gatal yang diikuti dengan gejala kulit kemerah-merahan, kering, pecah-pecah, bersisik, hingga muncullah bintik-bintik, benjolan, bahkan lepuhan. Rasa yang dialami bisa bertahan lama dan sangat intens.

Pruritus sifatnya dapat terjadi pada bagian tubuh tertentu saja (lokal) atau terjadi di seluruh tubuh atau di beberapa area tubuh yang berbeda (general/umum). Ketika hal ini hanya terjadi pada bagian tertentu saja, biasanya disebabkan adanya permasalahan pada kulit. Bagian-bagian tubuh yang dapat menimbulkan pruritus adalah kulit kepala, lipatan mata, hidung, telinga, lengan, kaki, telapak tangan dan telapak kaki, ketiak, bahkan anus.

Berikut ada beberapa hal yang menjadi pemicu gejalanya pada kulit secara umum. Sementara itu, jika terjadi pada si Kecil biasanya disebabkan karena penyakit kulit dibandingkan penyakit sistemik.

Reaksi kulit

  • Kulit Kering. Kulit yang terpapar karena kondisi cuaca yang panas atau dingin, mandi dengan air panas, dan kontak langsung dengan bahan-bahan kimia tertentu akan bereaksi menjadi kering. Kondisi yang kering juga bisa akibat dari alasan medis tertentu. Nah, kulit kering ini bisa mempengaruhi bagian-bagian tertentu pada tubuh si Kecil yang disertai dengan timbulnya sisik dan kulit menjadi pecah-pecah.
  • Alergi. Pruritus pada kulit juga dapat muncul ketika kulit bereaksi terhadap alergi Contohnya si Kecil alergi pada makanan/minuman, alergi karena kontak dengan hal-hal tertentu (logam, bahan tekstil, wewangian, karet, cat rambut, serbuk bunga, dan lainnya), bisa juga alergi karena obat-obatan, seperti antibiotik, obat antifungal, obat kanker, dan lainnya.
  • Hives. Bercak kemerahan seperti bekas luka yang muncul sendiri atau berkelompok, yang menimbulkan pruritus pada kulit. Hives dapat muncul karena alergi, stres, panas, dan paparan sinar matahari.
  • Biang keringat (heat rash). Pruritus juga dapat dipicu dengan munculnya biang keringat pada kulit. Apalagi biang keringat yang ditandai dengan ruam kemerahan disertai bintik-bintik kecil ini sering kali terjadi pada bayi dan anak-anak.

 

Kondisi Kulit

Banyak kondisi kulit yang menyebabkan pruritus.

  • Dermatitis atopik. Tipe eksim yang paling umum terjadi, apalagi pada bayi dan anak-anak, Moms. Pruritus yang disebabkan dermatitis atopik ini akan disertai dengan munculnya ruam-ruam kemerahan, kulit yang kering, bercak bersisik. Dermatitis atopik biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak yang memiliki riwayat asma dan alergi di dalam keluarganya.
  • Dermatitis kontak. Dalam kondisi ini disebabkan reaksi ketika kulit menyentuh sesuatu, seperti logam yang terkandung dalam perhiasan atau bahan-bahan kimia dalam produk pembersih.
  • Psoriasis. Produksi sel-sel kulit lebih cepat bertumbuh dan menumpuk di permukaan kulit sehingga kulit mengalami peradangan. Hal ini menimbulkan bercak kemerahan dengan sisik putih keperakan pada kulit. Bercak-bercak kemerahan inilah yang membuat kulit terasa gatal, nyeri, hingga terbakar.

 

penyebab pruritus

Gigitan Serangga dapat menjadi Penyebab Pruritus atau gatal-gatal pada Kulit.

 

  • Kulit berjamur dan infeksi. Ketika ada bagian tubuh yang terkena infeksi, tubuh akan memberi tanda berupa gejala pruritus. Ada beberapa penyakit kulit yang disebabkan infeksi jamur dapat memicu timbulnya, seperti kurap dan kutu air. Penyakit kulit seperti ini sering juga dialami oleh anak-anak sehingga perlu diwaspadai ya, Moms.
  • Parasit dan Serangga. Pruritus dapat pula disebabkan adanya parasit dan gigitan serangga di permukaan kulit tubuh. Gigitan serangga, seperti nyamuk, lebah, tawon, membuat kulit kemerah-merahan seperti ruam dan bentol-bentol. Tungau dapat menyebabkan kulit mengalami kudis (scabies) yang ditandai dengan ruam-ruam berbintik dan muncul rasa gatal yang hebat.
  • Sistem Saraf. Ketika sakit, sistem saraf bisa terganggu dan menjadi bingung sehingga tanpa sengaja mengirimkan pesan kepada saraf di area kulit untuk memunculkan rasa gatal meskipun tidak ada penyebabnya. Bahkan tidak ada ruam kemerahan. Meski begitu, kulit akan tampak iritasi jika digaruk terus-menerus. Kondisi yang dapat mempengaruhi sistem saraf seperti diabetes, herpes zoster, dan multiple sklerosis.
  • Penyakit Dalam. Pruritus yang muncul tiba-tiba, bisa jadi disebabkan penyakit di organ dalam tubuh yang mendasarinya, Moms. Contohnya penyakit gagal ginjal, liver, kanker, gangguan kelenjar tiroid, dan anemia defisiensi zat besi.

 

Perlukah ke Dokter?

Semua orang pernah merasakan gatal di bagian tubuhnya. Namun perasaan ini diindikasikan sebagai pruritus dan biasanya terjadi dalam jangka waktu pendek. Rasa gatal juga dapat bertahan lebih lama, lebih dari enam pekan. Lalu, kapankah si Kecil membutuhkan penanganan dari dokter?

Moms, bisa mendatangi dokter atau spesialis penyakit kulit apabila si Kecil memiliki gejala pruritus seperti berikut ini.

  • Apabila rasa gatal tersebut timbul secara tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
  • Rasa gatal yang dialami si Kecil sudah berlangsung lebih dari 2 pekan dan tidak juga menghilang ataupun membaik meskipun sudah melakukan tindakan perawatan untuk mengatasinya.
  • Apabila yang dirasakan si Kecil sudah parah sehingga membuat si Kecil merasa tidak nyaman, menangis terus-menerus, dan mengganggu waktu tidurnya.
  • Tidak dirasakan hanya di area tubuh tertentu saja, tetapi di seluruh tubuh.
  • Rasa gatal yang muncul diikuti dengan tanda atau gejala lain, seperti demam, kulit yang kemerah-merahan, rasa lelah yang ekstrem, penurunan berat badan, hingga perubahan kebiasaan buang air besar atau frekuensi buang air kecil.
  • Gatal yang tak kunjung reda selama tiga bulan berturut-turut meskipun sudah dilakukan perawatan.

 

Lalu, apa yang akan dilakukan oleh dokter atau spesialis penyakit kulit? Untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab pruritus tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik dan bertanya tentang riwayat medis si Kecil dan keluarga. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan dari gejala-gejala yang timbul di permukaan kulit si Kecil. Meskipun gejala-gejala yang timbul di permukaan kulit tersebut, seperti bintik-bintik kecil, tidak selalu ada.

 

Cara Mengobati dan Mengatasi Pruritus

Jika Moms ingin mengatasi serta mengobati, segeralah pergi ke dokter untuk konsultasi. Dokter akan memberikan resep obat atau perawatan khusus untuk membantu mengatasi gatal tersebut.

Tips Meringankan dan Mencegah Gejala 

Selain mengobati, Moms juga bisa melakukan beberapa hal di rumah untuk meringankan dan mencegah. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Moms ikuti.

Cara Meringankan Pruritus

  • Hindari menggaruk kulit secara intens. Moms bisa menutupi area kulit si Kecil yang gatal dengan penutup luka, menggunting kuku si Kecil secara berkala, atau si Kecil bisa menggunakan sarung tangan pada malam hari.
  • Saat mandi, sebaiknya gunakan air dingin atau air hangat suam-suam kuku. Moms, juga bisa menambahkan oatmeal di dalam air mandi si Kecil sebagai pereda rasa gatal di kulit. Usai mandi, saat mengeringkan tubuh si Kecil gunakan handuk lembut, lalu tepuk-tepuk dengan pelan dan jangan menggosoknya.
  • Gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit si Kecil, Moms. Kelembapan kulit si Kecil sangatlah penting karena kulit yang kering dapat menjadi pemicu. Oleskan pelembap setelah si Kecil mandi. Namun, pilihlah produk pelembap khusus untuk kulit sensitif.
  • Untuk mencegah gigitan serangga, Moms bisa menggunakan kelambu untuk menutupi tempat tidur agar si Kecil terhindar dari gigitan serangga saat tidur.
  • Letakkan kain basah yang sudah direndam air dingin atau kantung es untuk mengompres area kulit yang gatal.

Gunakan pakaian yang berbahan katun, ringan, dan longgar yang membantu menjaga kulit tetap sejuk dan mengurangi sensasi gatal di kulit.

 

meyembuhkan pruritus

Pilih Pakaian yang longgar untuk bayi supaya mencegah penyakit Pruritus

 

Cara Mencegah Penyakit Pruritus

  • Hindari kontak langsung dengan bahan-bahan atau situasi yang menjadi pemicu. Misalnya, bahan tekstil yang berat dan kasar, temperatur ruangan yang terlalu panas, mandi dengan air panas, atau kontak langsung dengan produk pembersih. Apalagi jika si Kecil memiliki riwayat dermatitis atopik, alergi, atau kulit yang sensitif. Untuk itu, Moms perlu memperhatikan setiap hal yang menjadi penyebab pruritus.
  • Hindari temperatur udara ruangan yang terlalu panas hingga membuatnya berkeringat. Keringat akan menimbulkan rasa gatal.
  • Penggunaan humidifier di dalam ruangan juga dapat digunakan Moms, agar dapat menurunkan temperatur udara yang panas dan kering di ruangan tersebut.
  • Kebersihan lingkungan, seperti tempat tidur si Kecil, juga perlu dijaga ya Moms, agar tidak ada tungau atau parasit lainnya yang menyebabkan gatal.

Tenangkan si Kecil agar tidak membuatnya stres karena stres dapat memicu rasa gatal lebih parah.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

Dermatitis Kontak? Perbedaan Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan

Dermatitis Kontak? Perbedaan Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan

Apa Itu Dermatitis Kontak?

Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan iritasi atau menimbulkan reaksi alergi. Reaksi ini pun menimbulkan gejala berupa ruam kemerahan, kulit bengkak, nyeri, gatal-gatal, kulit kering hingga bersisik, pecah-pecah dan terkelupas. Bahkan kulit yang terkena dermatitis dapat melepuh dan mengeluarkan cairan.

Moms perlu mengidentifikasi jenis dermatitis apa yang diderita, apa itu Dermatitis Kontak Alergi (DKA) atau Dermatitis Kontak Iritan (DKI)? Sehingga dari situ bisa mengetahui penyebabnya hingga bagaimana cara menyembuhkannya sehingga Moms dapat menghindari dermatitis dari kulit. Bintik – bintik merah atau ruam biasanya akan hilang sendirinya selama dua atau emapat minggu.

Jika dibiarkan, gejala akan semakin memburuk apabila zat-zat tertentu tersebut masuk ke dalam kulit hingga mengakibatkan infeksi. Jika sudah terinfeksi akan ditandai dengan rasa nyeri yang hebat, keluarnya cairan nanah dari kulit, hingga tubuh akan terasa demam atau tidak sehat. Apabila gejala sudah semakin memburuk dan areanya semakin meluas, segera bawa si Kecil ke dokter ya, Moms, supaya dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan begitu, dapat cepat ditangani.

 

dermatitis kontak

Kulit bayi sangat berbeda dengan kulit orang dewasa.

 

Diagnosa Dermatitis Kontak Menurut PERDOSKI

Seperti yang kita tahu, Moms, kulit merupakan organ paling besar di tubuh manusia yang berfungsi sebagai pertahanan dari berbagai unsur yang mengancam tubuh, seperti bakteri. Namun, kulit bayi sangat berbeda dengan kulit orang dewasa. Menurut Ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI), PERDOSKI, Dr. Srie Prihianti, Sp.KK, PhD, FINSDV, FAADV, kulit si Kecil lebih tipis sekitar 40 sampai 60% dibandingkan kulit orang dewasa. Karena itu, Moms, kulit bayi lebih sensitif pada perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Moms perlu mengenali bahwa lapisan kulit si Kecil yang tipis dan belum sempurna ini membuat ikatan antar selnya masih longgar sehingga rentan terhadap gangguan. Berbagai fungsi kulit, seperti melindungi, memproduksi melanin, serta memproduksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak, juga masih terbatas dan belum efektif. Kulit si Kecil pun belum mampu mengatur suhu tubuhnya. Penguapan melalui kulitnya juga tinggi. Perbandingan yang berbeda antara area permukaan kulit dengan berat badan si Kecil. Nah, hal-hal tersebut yang akan membuat kulit si Kecil rentan terhadap iritasi, infeksi, dan alergi, Moms.

Kulit si Kecil yang rentan ini dapat memicu munculnya penyakit kulit ini. Dermatitis kontak merupakan salah satu tipe dermatitis yang sering menyerang bayi dan anak-anak, Moms. Si Kecil yang pernah mengalami dermatitis atopik juga berisiko tinggi terkena dermatitis jenis ini.

 

Baca Juga: Dermatitis Atopik

 

 

Gejala

Gejala dermatitis kontak akan muncul ketika kulit pada tubuh melakukan kontak langsung dengan zat – zat tertentu yang dapat menyebabkan alergi pada kulit. Gejalanya muncul setelah beberapa menit sampai jam sesaat kontak telah terjadi.

Perbedaan Dermatitis Kontak Alergi dan Dermatitis Kontak Iritan Berdasarkan Gejalanya

Pada umumnya gejalanya dibagi dua berdasarkan jenis kontak yang dialami yaitu:

Dermatitis Kontak Alergi (DKA) memiliki gejala:

  1. Kulit kering atau seperti bersisik
  2. Kemudian kulit kemerahan,
  3. Munculnya ruam
  4. Gatal yang amat sangat parah
  5. Terjadi pembengkakan pada muka, mata, atau selangkangan
  6. Kulit melepuh, hingga
  7. Kulit tampak lebih gelap

 

Sementara itu, Dermatitis Kontak Iritan (DKI) memiliki gejala sebagai berikut:

  1. Kulit tampak pecah – pecah
  2. Lalu diikuti dengan bengkak,
  3. Kulit juga melepuh,
  4. Sariawan pada mulut
  5. Kulit terasa kencang, hingga
  6. Luka yang berkerak

 

Penyebab 

Ada macam macam dermatitis kontak yang dilihat berdasarkan penyebabnya, Moms. Alergi dan iritan merupakan dua hal yang menjadi pemicu. Kedua jenis dermatitis ini juga memiliki gejala yang berbeda.

Penyebab Dermatitis Kontak Alergi (DKA)

Dermatitis jenis alergi ini dapat terjadi apabila kulit bersentuhan langsung dengan zat asing yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh memiliki reaksi alergi. Reaksi ini membuat tubuh melepaskan zat kimia/zat inflamasi yang akan memicu kulit meradang, gatal-gatal, dan iritasi.

Alergi merupakan penyebab pada bayi yang tidak umum. Beberapa contoh zat asing yang memicu alergi pada si Kecil adalah logam, seperti perhiasan emas, pewangi, bahan kimia pada produk kecantikan, obat-obatan, serta zat beracun pada tumbuhan, seperti poison ivy atau poison oak. Si Kecil yang memiliki alergi pada makanan juga perlu diperhatikan, ya, Moms. Nah, sebaiknya hindari si Kecil dari hal-hal ini ya, Moms.

DKA dapat menyerang hampir di seluruh bagian tubuh. Sementara itu gejala-gejala yang ditimbulkan adalah kulit mengering, memerah, melepuh, dan membengkak di sekitar mata, wajah, atau selangkangan. Kulit akan terasa gatal-gatal yang parah, tampak gelap, perih, dan sensitif terhadap cahaya matahari. Ruam-ruam pada dermatitis kontak alergi ini seringkali menyebar ke luar area yang langsung terpapar alergen.

 

pemicu dermatitis iritan

Sabun bisa menjadi pemicu dermatitis kontak iritan

 

Penyebab Dermatitis Kontak Iritan (DKI)

Pemicu lain yang dapat menjadi penyebab adalah iritan atau bahan yang menyebabkan peradangan ketika terjadi kontak langsung dengan bagian tubuh. Bahan-bahan ini biasanya ada di sekitar kita, Moms. Misalnya sabun, deterjen, zat pemutih, zat pewangi pakaian, sampo, losion, parfum, bahkan air liur dan urine yang ada di popok si Kecil dapat menyebabkan DKI pada si Kecil, Moms.

Ruam popok adalah bentuk umum yang terjadi pada DKI. Iritan ini akan membuat lapisan pelindung kulit si Kecil menjadi rusak. Karena itu, hati-hati dalam memilih pembersih yang aman untuk kulit si Kecil, Moms.Ketika permukaan kulit langsung terpapar karena zat iritan, gejala-gejalanya juga akan langsung muncul, Moms. Kulit yang terkena dermatitis kontak iritan akan membengkak, mengeras, melepuh, pecah-pecah, bahkan akan membuat luka yang berkerak. Biasanya ruam-ruam yang muncul terbatas pada area yang hanya terkena kontak langsung zat asing yang menyebabkan dermatitis kontak iritan.

 

Cara Mengatasi dan Mencegah

Dermatitis kontak memang akan hilang, Moms, tetapi si Kecil pastinya tidak akan merasa nyaman dengan rasa gatal di kulitnya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi sekaligus mencegahnya yaitu sebagai berikut, Moms.

 

mengatasi dermatitis kontak

Ketika melakukan kontak langsung zat-zat asing yang menjadi penyebab dermatitis kontak, langsung bersihkan kulit si Kecil dengan sabun dan air yang mengalir.

 

  • Ketika si Kecil terkena kontak langsung zat-zat asing yang menjadi pemicu, langsung bersihkan kulit si Kecil dengan sabun dan air yang mengalir. Pastikan, bersihkan seluruh area permukaan kulit tubuh, termasuk wajah, leher, tangan, dan di antara jari-jari.
  • Langsung cuci pakaian si Kecil dan semua benda yang sudah bersentuhan dengan zat dari tanaman beracun, seperti poison ivy/poison oak untuk mencegah adanya paparan ulang dari zat tersebut.
  • Gunakan handuk basah untuk mengompres area yang terkena dermatitis kontak, apalagi ketika melepuh dan pecah, untuk membantu mengurangi gejala dan peradangan.
  • Gunakan pembalut luka basah untuk area yang sudah mengeluarkan cairan. Pembalut luka ini membantu mengurangi rasa gatal dan memulihkan area tersebut.
  • Hindari si Kecil dari paparan berbagai produk yang mengandung zat-zat pemicu iritasi atau alergi.
  • Obat-obatan untuk mengatasi dermatitis kontak yang disarankan dokter, seperti krim kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan dan gejala lainnya, serta antihistamin untuk mengurangi rasa gatal.

 

Meski begitu, perawatan yang dilakukan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu oleh dokter anak atau ahli dermatologi. Sebab, perawatan untuk dermatitis yang dialami si Kecil akan disesuaikan dengan gejala, usia, seberapa parah kondisi yang dialaminya, kesehatannya secara umum, riwayat kesehatan keluarga, dan toleransi si Kecil terhadap obat-obatan.

 

Menjaga Kelembapan Kulit

Perawatan sederhana lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kelembapan kulit si Kecil yang mudah kering, Moms. Agar kelembapan kulitnya tidak hilang, usapkan pelembap atau emolien ke seluruh tubuhnya.

 

mencegah dermatitis kontak

Gunakan Cussons Baby SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion untuk melembapkan dan memberikan pertahanan pada kulit si Kecil selama 24 jam.

 

Moms bisa menggunakan Cussons Baby SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion. Pelembap yang diformulasikan secara khusus dengan Derma-SoftTM Complex yang terdiri dari Organic Oat, Organic Olive Oil dan Ceramide serta diperkaya dengan shea butter, telah teruji secara klinis mampu membantu melembapkan kulit si Kecil hingga 24 jam.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

Dermatitis Numularis – Diagnosa, Gejala, dan Penyebab

Dermatitis Numularis – Diagnosa, Gejala, dan Penyebab

Dermatitis numularis atau eksim diskoid adalah penyakit kulit yang diakibatkan kelainan kronis sehingga muncul ruam berbentuk seperti koin. Bercak ruam ini sangat gatal dan kasar, tetapi tidak menular.

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa gatal, dan rasa terbakar. Namun ada ciri-ciri lain yang membedakan dermatitis yang satu ini dengan dermatitis jenis lainnya. Penyakit kulit dengan sebutan eksim diskoid ini memiliki ciri yang khas dan berbeda dari dermatitis lainnya, Moms.

 

dermatitis numularis

Lindungi kulit si Kecil agar tidak tergores atau terluka agar tidak memicu timbulnya dermatitis numularis

 

Apa Itu Dermatitis Numularis (Eksem Numular)?

Bercak seperti Koin Jadi Ciri Khas

Bercak-bercak kemerahan yang muncul pada dermatitis numularis atau sering disebut eksem numular memang berukuran kecil, Moms. Tetapi, bercak-bercak yang warnanya bervariasi mulai dari pink, merah, atau cokelat ini akan muncul banyak dan mengelompok, yang lama-kelamaan akan membesar dan membentuk oval seperti koin. Bentuk bercak yang seperti koin inilah, Moms, yang menjadi ciri khas dari eksem numular. Bercak koin yang timbul pun berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang hanya memiliki satu bercak koin dermatitis numularis, ada pula yang memiliki beberapa bercak koin di bagian tubuhnya.

Apabila kulit yang mengalami dermatitis makin memburuk karena masuknya bakteri, seperti Staphylococcus aureus, kulit akan terasa sangat gatal dan terbakar seperti melepuh hingga menjadi pecah serta mengeluarkan banyak cairan atau bahkan bernanah. Ketika mengering, di sekeliling kulit yang terkena dermatitis akan muncul kerak yang menguning, mengeras, dan bersisik. Di sekitar area dermatitis juga makin memerah, membengkak, dan terasa perih. Tubuh pun akan mengalami panas dingin.

Biasanya, Moms, eksem numular ini muncul di bagian tubuh, seperti tangan, lengan, kaki, dan bagian badan. Namun, bagian tubuh seperti wajah atau kulit kepala tidak terkena efeknya. Eksem Numular juga dapat terjadi pada semua orang di segala usia. Namun, dermatitis berbentuk koin ini paling banyak terjadi pada pria usia 55 dan 65 tahun. Sementara pada wanita dapat muncul ketika mereka berusia remaja. Bagaimana dengan si Kecil yang masih bayi atau balita? Bayi bisa saja terkena dermatitis numularis, Moms, tetapi hal tersebut jarang terjadi. Meski begitu, Moms juga tetap perlu menjaga lingkungan sekitar si Kecil.

 

Penyebab Dermatitis Numularis: Kulit Kering dan Sensitif

Seperti penyakit dermatitis atau eksim lainnya, dermatitis numularis juga belum diketahui pasti penyebabnya. Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara kemunculan eksem numularis pada seseorang dengan sensitivitas terhadap beberapa senyawa kimia seperti bahan-bahan di dalam sabun, logam atau obat-obatan. Selain itu beberapa faktor seperti kulit kering dan sensitif dapat meningkatkan risiko seseorang terkena.

 

penyebab dermatitis numularis

Penggunaan sabun saat mandi bisa memicu kulit si Kecil yang kering dan sensitif jadi iritasi sehingga menimbulkan dermatitis numularis.

 

Selain kulit yang kering dan sensitif, ada beberapa hal lain yang juga bisa jadi pemicu si Kecil terkena, Moms. Antara lain adalah perubahan suhu di sekitar (misalnya mandi terlalu lama atau mandi dengan air yang panas), stres, pakaian berbahan wol, sabun, deterjen, terkena paparan iritan seperti pembersih atau zat kimia.

Dermatitis numularis sering timbul akibat cedera yang dialami kulit, seperti luka bakar, tergores, atau terkena gigitan serangga. Kondisi inilah yang akan membuat bintik-bintik di dalam lesi berbentuk koin. Si Kecil yang memiliki alergi, asma, atau dermatitis atopik dalam riwayat keluarganya, juga bisa jadi penyebabnya, Moms.

Penanganan penyakit dermatitis numularis yang terjadi pada si Kecil bisa menyulitkan. Apalagi, penyakit kulit ini kerap kali dikira sebagai penyakit infeksi jamur, seperti kurap. Karena itu, Moms, penting sekali untuk ditangani langsung oleh dokter ahli atau dermatologis khusus untuk anak yang memang spesialisasi dalam menangani dermatitis tipe ini. Dengan begitu, si Kecil mendapat penanganan dan perawatan yang tepat.

 

Baca Juga: Kenali Eksim, Penyakit Kulit Yang Mengganggu

 

Cara Mengatasi Dermatitis Numularis

Penyakit dermatitis memang memerlukan penanganan khusus, termasuk dermatitis numularis ini, Moms. Terutama menjaga sekitar lingkungan si Kecil agar tetap terjaga suhu dan kelembapannya. Nah, Moms, berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menanganinya pada si Kecil.

 

  • Lindungi kulit si Kecil. Kulit si Kecil yang masih sensitif memang perlu dijaga, Moms. Hindari kulit si Kecil dari berbagai hal yang dapat membuat kulitnya tergores, terluka, atau terkena cedera lainnya. Apabila kulit si Kecil terluka, hal tersebut akan memperburuk dermatitis yang dialaminya. Moms, juga dapat menghindari kulit si Kecil dari hal-hal yang memicu munculnya dermatitis numularis. Misalnya, hindari penggunaan pakaian dari wol, hindari kulit si Kecil dari paparan senyawa kimia, seperti pembersih, pelembut pakaian, sabun, lalu hindari juga kulitnya dari air panas.

 

  • Lembapkan kulit. Penting sekali untuk menjaga kelembapan kulit si Kecil yang kering, Moms. Nah untuk menjaganya, Moms dapat menggunakan pelembap khusus untuk merawat kulit si Kecil yang kering dan rentan terkena eksim/dermatitis atopik. Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream telah terbukti secara klinis dapat membantu meningkatkan kelembapan kulit si Kecil yang kering selama 24 jam, Moms. Pelembap yang kaya dan ekstra emolien serta mudah diserap ini mampu menghidrasi kulit si Kecil. Formula Dermoprotective-nya juga memberikan perlindungan pada kulit si Kecil.
    mengatasi dermatitis numularis

    Sehabis mandi, usapkan pelembap yang dapat memberikan perlindungan dan menghidrasi kulit si Kecil selama 24 jam sehingga kelembapan kulitnya selalu terjaga.

     

    Kandungan di dalam produk ini pun, seperti organic oat, organic olive oil, shea butter, dan ceramide, membantu melindungi kulit dari kekeringan dan menguatkan pertahanan pada kulit si Kecil. Kulit si Kecil pun akan terjaga kelembapannya. Moms tak perlu khawatir karena pelembap ini sudah teruji secara dermatologi.

    Usapkan pelembap Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream ini di bagian tubuh si kecil usai mandi air hangat ya, Moms. Hal ini akan membantu menghidrasi kulitnya yang kering sekaligus meringankan rasa gatal-gatalnya dan sisiknya.

 

  • Segera hubungi dokter spesialis kulit anak untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan perawatan yang tepat, penyakit kulit perlahan-lahan akan pulih kembali. Dermatitis numularis memang tidak bisa disembuhkan karena sewaktu-waktu beberapa lesi akan muncul kembali.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin Tag di Kulit Bayi, Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Skin tag atau daging tumbuh adalah tonjolan kecil dan lunak di permukaan kulit yang mirip dengan kutil. Kondisi ini bisa saja dialami oleh bayi. Meski tidak berbahaya, skin tag di kulit bayi bisa menimbulkan masalah bila tergesek atau tergaruk, sehingga perlu...

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

7 Jenis Penyakit Kulit pada Bayi dan Langkah Pencegahannya

Kulit bayi yang sensitif mudah terkena berbagai jenis penyakit kulit. Si Kecil lebih rentan terkena penyakit kulit apabila Moms tidak merawatnya dengan baik. Lalu, apa saja masalah kulit yang dapat dialami bayi dan bagaimana langkah pencegahannya? Tidak seperti kulit...

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Cara Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Bayi mudah mengalami biang keringat, apalagi bila ia sering berkeringat. Cara mengatasi biang keringat pada bayi sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Moms lakukan di rumah untuk meredakan biang keringat yang dialami Si Kecil. Biang...

SensiCare