Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim?

Penyakit eksim menyebabkan peradangan kulit hingga kulit menjadi merah, kering, bahkan kasar dan pecah – pecah. Eksim adalah penyakit dengan gejala pada kulit gatal, ruam, berair, terjadi penebalan pada kulit, hingga terjadi perubahan warna pada beberapa bagian kulit. Jika mengalami kondisi – kondisi tersebut, harap berhati – hati, bisa saja si Kecil mengalami gejala eksim atau bisa disebut juga dermatitis atopik atau eksim basah.

 

penyakit kulit eksim

Pada satu tahun pertama kehidupannya, kulit si Kecil akan mengalami perubahan dan berbagai permasalahan kulit.

 

Setiap individu memiliki jenis kulit yang berbeda-beda. Begitu pula dengan kulit bayi yang baru lahir sangat berbeda dengan anak-anak dan orang dewasa. Moms mungkin sering mengira, kulit bayi yang baru lahir akan terlihat halus dan lembut. Faktanya, di awal kelahirannya, si Kecil memiliki warna kulit yang merah, biru, atau abu-abu, dan tampak mengeriput. Kulit si Kecil yang baru lahir juga tipis, sangat sensitif, dan belum dapat mengontrol suhu.

 

Dalam beberapa bulan hingga satu tahun pertama kehidupannya, Si Kecil akan mengalami perubahan dan berbagai permasalahan kulit. Apalagi berbagai kondisi, seperti alergi, iritan, genetik, dan sistem kekebalan tubuh yang tidak normal, dapat memicu timbulnya gejala-gejala pada si Kecil. Misalnya gejala kulit ruam, memerah, membengkak, memanas seperti terbakar, dan membuat gatal-gatal.

 

Gejala-gejala yang disebabkan peradangan ini banyak macamnya, Moms, salah satunya adalah eksim. Ini menjadi salah satu gangguan kulit yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak, Moms. Eksim dapat terbentuk karena kulit si Kecil yang kering. Penyakit ini menyebabkan gatal-gatal yang hebat. Apabila si Kecil menggaruk bagian kulit yang gatal tersebut akan menciptakan ruam-ruam kemerahan.

 

 

Tipe-Tipe Penyakit Eksim

Ada berbagai macam tipe eksim. Umumnya, ada tujuh tipe. Namun, tidak semua tipe tersebut sering terjadi pada bayi atau anak-anak. Meski hampir semua gejala akan menimbulkan rasa gatal, kering, dan kemerahan, tetapi setiap tipe memiliki ciri khasnya masing-masing. Kenali tipe-tipe eksim berikut ini yuk, Moms.

 

penyakit eksim

Bayi yang baru lahir, balita, dan anak-anak rentan terkena eksim. Kenali berbagai macam eksim yang dapat terjadi pada anak-anak, Moms.

 

Dermatitis Atopik atau Eksim Atopik

Dermatitis atopik merupakan yang paling sering dialami mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, penyakit ini lebih sering terjadi pada bayi sebelum menginjak usia satu tahun. Eksim atopik yang dialami oleh si Kecil biasanya di dalam riwayat medis keluarganya juga pernah memiliki eksim atopik, asma, dan hay fever. Wajah, tangan, kaki, siku tangan, dan di belakang area lutut, adalah area di mana dermatitis atopik sering muncul. Kulit si Kecil juga akan tampak kemerahan, kekeringan, dan bersisik.

 

Moms perlu memperhatikan, apabila kulit yang terkena dermatitis atopik mengalami infeksi, kulit akan terasa tebal dan muncul kerak berwarna kuning. Hal ini membuat si Kecil sering menggaruk dan menggosok-gosoknya sehingga dapat menciptakan luka dan infeksi. Eksim atopik akan makin buruk jika dipicu berbagai hal seperti sabun, pakaian berbahan kasar, bahan-bahan kimia rumah tangga, makanan, tungau debu, dan alergi lainnya. Jadi, Moms perlu berhati-hati menjaga lingkungan sekitar si Kecil.

 

Dermatitis Kontak

Eksim tipe dermatitis kontak ini dapat muncul apabila kulit si Kecil bersentuhan dengan zat-zat yang ada di sekitar lingkungan dan memicu alergi. Sentuhan tersebut akan menimbulkan reaksi menjadi gatal dan kemerahan.

 

Ada dua jenis yang termasuk ke dalam dermatitis kontak, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi. Dermatitis kontak iritan adalah yang paling umum terjadi dan dapat berkembang setelah kulit Si Kecil menyentuh iritan, seperti alkohol, pemutih dan deterjen, sampo, air liur, sabun, ruam popok. Sementara dermatitis kontak alergi dapat terjadi karena adanya reaksi alergi setelah bersentuhan dengan zat-zat asing, seperti bahan kosmetik, bahan logam, bahan karet, tanaman.

 

Kedua jenis dermatitis kontak ini juga sering terjadi pada bayi, Moms. Mulai dari awal kelahiran si Kecil hingga ia berusia 2—3 tahun. Hal ini disebabkan kulit si Kecil yang masih tipis, perbedaan yang besar antara luasnya permukaan kulit dan berat badan, dan kulitnya yang mudah menyerap.

 

Dermatitis Seboroik

Tipe eksim ini biasanya muncul di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar penghasil minyak, seperti di area kulit kepala, hidung, dan punggung. Penampakan dermatitis seboroik pada bayi dan anak-anak bisa berupa kerak berwarna kuning, kulit memerah dengan serpihan-serpihan kulit berwarna putih atau kuning, bercak-bercak, kulit yang terkena eksim akan membengkak.  

 

Dermatitis seboroik pada bayi biasanya muncul di kulit kepala yang biasa disebut kerak kepala (cradle cap). Terkadang muncul juga di area wajah, terutama sekitar mata dan hidung, dan di sekitar area popok. Sementara pada anak-anak yang usianya lebih besar, dermatitis seboroik yang ada di area kepala disebut ketombe.

 

Memang belum diketahui penyebab eksim tipe ini, Moms. Namun para ahli percaya, dermatitis seboroik yang terjadi pada bayi sebagian dipicu dari hormon sang ibu. Meski begitu, eksim ini akan menghilang ketika si Kecil berusia 6—12 bulan.  

 

Dermatitis Dishidrotik

Dermatitis dishidrotik merupakan eksim yang akan membuat kulit mengeluarkan lepuhan-lepuhan kecil yang sangat gatal di sekitar jari tangan, jari kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. Lepuhan-lepuhan kecil ini akan bertahan hingga 3 minggu, kemudian akan mengering. Ketika mengering, kulit akan berkerak dan terasa tebal dan kenyal. Terkadang, lepuhan tersebut akan membesar dan menyakitkan.

 

Anak-anak memang bisa terkena eksim jenis ini, Moms. Namun, dermatitis dishidrotik lebih banyak muncul pada orang dewasa usia 20 hingga 40 tahun. Meski begitu, Moms juga perlu memperhatikan apakah si Kecil memiliki riwayat pernah mengalami eksim jenis dermatitis kontak, dermatitis atopik, atau hay fever. Karena hal-hal tersebut dapat menjadi pemicu berkembangnya dermatitis dishidrotik.

 

Dermatitis Numular

Seperti namanya “nummular” yang diambil dari bahasa Latin dan memiliki makna “koin”, eksim tipe ini juga memiliki penampakan berbentuk koin, Moms. Area tersebut bisa menimbulkan rasa gatal yang sangat hebat atau tidak sama sekali. Selain itu, kulit juga akan terasa sangat kering dan bersisik atau dapat mengeluarkan cairan dan menjadi basah. Terkadang pula eksim muncul setelah ada kerusakan pada kulit, seperti luka bakar, luka lecet, atau gigitan serangga.

 

Penyakit ini dapat mengenai anak-anak. Namun, Moms, jangan khawatir karena individu yang paling sering terkena eksim jenis ini adalah laki-laki, terutama ketika mereka berusia 55—65 tahun. Sementara pada perempuan, biasanya dermatitis numular mulai berkembang di antara usia 13—25 tahun.

 

Neurodermatitis

Awal mula eksim tipe ini adalah rasa gatal yang berkembang di permukaan kulit. Bercak-bercak di kulit yang membuat gatal-gatal ini akan menyebabkan kulit jadi tebal dan kasar. Area yang paling sering terjadi adalah leher, pergelangan tangan, lengan bawah, dan kaki. Kondisi stres dan rasa cemas yang tinggi dapat memicu rasa gatal di kulit.

 

Eksim ini sangat jarang terjadi pada anak-anak. Moms, tetap perlu berhati-hati karena anak-anak yang memiliki eksim atopik bisa berkembang menjadi neurodermatitis. Jika ada, eksim jenis ini cenderung mulai berkembang di awal masa bayi sebelum usia 6 bulan hingga tumbuh dewasa pada usia 16 tahun. Namun, individu yang paling banyak terkena neurodermatitis adalah orang dewasa usia 30—50 tahun.

 

Dermatitis Statis

Eksim jenis ini terjadi karena ada permasalahan dengan sirkulasi peredaran darah, terutama di bagian kaki bawah. Pembuluh darah yang bermasalah menyebabkan tekanan membesar ketika akan mengalirkannya ke tubuh dan jantung. Tekanan ini malah membuat cairan keluar dari pembuluh darah dan masuk ke dalam kulit.

 

Tandanya dapat dilihat dengan pergelangan kaki yang akan membengkak, perubahan warna kulit, dan pembuluh darah membesar. Kulit juga akan mengering, memerah, terasa gatal, tampak berkerak, dan iritasi. Moms tak perlu khawatir karena eksim ini hanya sering terjadi pada orang dewasa yang usianya di atas 50 tahun.

 

Cara Mencegah Penyakit Kulit Eksim

Kulit akan jadi sangat kering, tebal, kasar, dan gatal apabila si Kecil terkena eksim. Moms dapat mencegah kulit si Kecil tersebut dengan menggunakan Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion. Produk yang sudah teruji hypoallergenic ini memang diperuntukkan bagi bayi baru lahir yang memiliki kulit tipis dan sensitif, serta rawan terkena eksim.

 

penyakit kulit eksim

Mencegah Penyakit Eksim dengan Cussons Baby Sensicare 24hr Daily Moisturizing Lotion

 

Pelembap kulit ini khusus diformulasikan dengan Derma-SoftTM Complex dan kaya akan emolien yang mudah diserap kulit si Kecil dan menjaga kulitnya tetap sehat dan terpelihara. Baby lotion yang mudah diserap kulit si Kecil ini akan membuat kulitnya terasa lembap dan lentur.

 

Kandungan organic oat, organic olive oil, shea butter, dan ceramide yang ada di dalamnya, losion ini sudah teruji secara klinis dapat melembapkan kulit selama 24 jam, memberikan pertahanan pada kulit, dan menghidrasi kulit sehingga membantu menenangkan kulit yang kering dan rawan eksim. Usapkan losion ini usai mandi agar tetap terjaga kelembapan kulitnya.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...

Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Alergi pada kulit dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari orang dewasa hingga si Kecil bisa juga terkena alergi. Penyebabnya sangatlah bermacam – macam. Apalagi daya tahan tubuh si Kecil masih rentan. Reaksi alergi yang dialami ialah dengan munculnya gatal-gatal...

Penyebab Gatal Pada Kulit dan Cara Mengatasi

Gatal pada kulit sangatlah menggangu. Kondisi gatal–gatal disebut pruritus adalah hal normal terjadi. Rasa Sakit yang amat sangat dapat membuat Moms tidak nyaman, mengganggu kehidupan, hingga berakibat cemas maupun depresi. Moms harus berhati – hati jika tidak kunjung...

EKSIM BASAH: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

EKSIM BASAH: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Apa Itu Eksim Basah?

Eksim basah (dermatitis numularis) adalah penyakit kulit yang disebabkan peradangan kulit secara kronis dan ditandai dengan adanya lesi berbentuk koin atau numular. Nama medisnya ialah ulkus kulit. Kenapa disebut penyakit eksim basah karena lesi tersebut berbentuk bintil yang padat dan berisi cairan yang dapat pecah hingga membasah.

 

eksim basah

Apa itu Eksim Basah? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

 

Eksim tidak menular, tapi dapat mengganggu aktivitas apalagi jika dialami oleh anak-anak, terutama bayi. Berbagai macam tipe eksim pun banyak, Moms, apabila dilihat dari sisi medis. Namun di kalangan masyarakat awam, dikenal eksim kering dan eksim basah. Eksim kering sudah dapat dikenali ciri-cirinya yang membuat kulit akan semakin kering, menebal, bersisik, hingga pecah-pecah di area tempat munculnya. Lalu, seperti apa eksim basah atau ulkus kulit itu?

 

Penyebab Eksim Basah

Karena Ada Cairan

Sesuai dengan namanya, bagian kulit yang terkena eksim atau mengalami peradangan akan terkesan basah karena mengeluarkan cairan, Moms. Eksim basah yang sering muncul di bagian kaki, badan, tangan, lengan, dan telapak kaki ini memiliki gejala-gejala yang hampir mirip dengan gejala beberapa eksim lain, yaitu dermatitis numularis dan dermatitis dishidrotik.

 

Gejala gangguan yang membuat kulit meradang ini akan diawali dengan bintil-bintil padat atau papul. Bintil-bintil ini pun berkembang hingga terdapat kandungan cairan di dalamnya, seperti air dan nanah. Bintil-bintil dengan kandungan cairan ini mudah melepuh dan pecah sehingga dapat membasahi area yang terkena eksim. Apabila lepuhan pecah dan cairannya mengering, cairan tersebut akan berkerak yang lama-kelamaan berubah menjadi sisik. Gatal-gatal yang hebat dan perih yang tak tertahankan pun sangat terasa di kulit, Moms. Uh, pasti rasanya ingin menggaruk-garuk luka eksim ini terus-menerus ya, Moms!

 

Umumnya, penyebab eksim memang belum diketahui secara pasti hingga kini. Namun beberapa ahli memperkirakan eksim nummular dapat terjadi karena adanya risiko terpapar jamur dan kuman, seperti bakteri Staphylococcus dan Micrococcus, apabila kulit tidak terjaga kebersihannya. Diduga pula, terjadi karena ada pengaruh melalui mekanisme hipersensitivitas, yang berkaitan dengan sistem imunitas dan alergi.

 

Eksim Basah Jarang Terjadi pada Si Kecil

Moms pastinya juga akan khawatir jikalau ulkus kulit ini dapat terjadi pada si Kecil. Apalagi gangguan kulit ini dapat terjadi pada individu yang pernah mengalami jenis eksim yang lain, terutama tipe dermatitis atopik yang memang sering terjadi pada anak-anak.

 

Moms perlu tahu bahwa eksim basah ini memang dapat terjadi di segala usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun Moms bisa mengurangi rasa kekhawatiran sedikit, karena eksim basah ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa. Sementara pada anak-anak di usia di bawah 10 tahun, sangat jarang terjadi.

 

Cara Mengobati Eksim Basah

Konsultasi ke Dokter

Apa obat eksim basah yang bagus untuk si Kecil? Meskipun memang jarang terjadi, tetapi bagaimana jika si Kecil mengalami eksim basah? Untuk mengetahuinya dengan pasti, penting sekali bagi Moms untuk mengonsultasikannya kepada dokter ahli.

 

eksim basah

Pemeriksaan secara lengkap oleh dokter ahli dapat membantu mengetahui jenis eksim yang dialami pada si Kecil

 

Melalui pemeriksaan lengkap yang dilakukan oleh dokter ahli, Moms akan mendapatkan diagnosis yang tepat. Moms dapat mengetahui apakah eksim yang sedang dialami si Kecil merupakan eksim basah atau jenis eksim yang lain. Dengan mengetahui tipe eksim yang dialami, pengobatannya pun dapat dilakukan dengan benar sesuai prosedur medis.  

 

Baca Juga: EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

 

Perawatan di Rumah

Moms juga bisa merawat kulit yang terkena eksim basah karena akan membuat kulit si Kecil menjadi bersisik akibat cairan yang mengering dari lepuhan yang pecah, dapat diatasi dengan menggunakan pelembap atau emolien.

 

obat eksim

Cusson Baby Sensicare Intensive Soothing Cream memberikan kelembaban selama 24 jam

 

Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream bisa menjadi salah satu pilihan terbaik, Moms. Sebabnya, krim pelembap ini dapat digunakan untuk si Kecil yang baru lahir dan memiliki kulit yang sensitif maupun rentan terkena eksim. Kandungan bahan-bahan organik di dalamnya, seperti oat organik, minyak zaitun organik, shea butter, dan ceramide, memiliki manfaat untuk melembapkan kulit dan melindungi kulit dari kekeringan secara selama 24 jam. Selain itu, pelembap ini membantu merawat dan memberikan rasa nyaman pada kulit yang kering.

 

Cussons Baby Sensicare Intensive Soothing Cream yang secara khusus diformulasikan dengan Derma-SoftTM Complex dan kaya akan emolien ini juga mudah diserap pada kulit si Kecil. Kulit si Kecil pun akan terasa nyaman, lembap, dan lentur. Pelembap ini dapat digunakan di bagian wajah dan tubuh. Dengan wangi khas bayi yang lembut, krim ini membantu memelihara dan menjaga kesehatan kulit si Kecil. Produk ini pun sudah teruji secara dermatologi, hypoallergenic, dan disetujui oleh dokter kulit dan dokter anak.

 

Pencegahan

Cara Mencegah Eksim Basah Pada Kulit? 

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam pencegahan ulkus kulit, seperti: 

  • Menjaga kebersihan tubuh Anda dan juga lingkungan sekitar, 
  • Hindari terjadinya kulit kering dengan cara jangan menggunakan pakaian – pakaian yang ketat dan menghambat jalannya udara dalam tubuh, 
  • Moms harus menjaga kelembapan kulit, dengan cara selalu mandi dengan air hangat, 
  • Gunakan pakaian pada tubuh yang nyaman dan lembut, 
  • serta usahakan jangan stres. 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...

Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Alergi pada kulit dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari orang dewasa hingga si Kecil bisa juga terkena alergi. Penyebabnya sangatlah bermacam – macam. Apalagi daya tahan tubuh si Kecil masih rentan. Reaksi alergi yang dialami ialah dengan munculnya gatal-gatal...

Penyebab Gatal Pada Kulit dan Cara Mengatasi

Gatal pada kulit sangatlah menggangu. Kondisi gatal–gatal disebut pruritus adalah hal normal terjadi. Rasa Sakit yang amat sangat dapat membuat Moms tidak nyaman, mengganggu kehidupan, hingga berakibat cemas maupun depresi. Moms harus berhati – hati jika tidak kunjung...

Kenali Eksim, Penyakit Kulit Yang Mengganggu

Kenali Eksim, Penyakit Kulit Yang Mengganggu

EKSIM / ECZEMA

 

eksim

Ilustrasi seorang anak terkena eksim di bagian pipi wajahnya.

 

Moms, pernahkah Anda menyadari kulit si Kecil mengalami peradangan pada kulit dengan tanda bercak kemerah-merahan, terasa gatal, kering, bahkan kulit menjadi kasar dan pecah-pecah? Bisa jadi si Kecil mengalami penyakit kulit eksim, Moms.

 

Kelainan kulit yang dinamakan eksim ini mengambil istilah dari bahasa Yunani, yaitu “ekzein”, yang diartikan mendidih atau mengalir keluar. Karena di saat kondisi eksim makin memburuk, dapat mengakibatkan kulit yang meradang hebat tersebut mengeras bahkan melepuh hingga memecah dan mengeluarkan cairan. Moms perlu tahu, eksim terkadang juga disebut dengan dermatitis atopik karena kedua istilah ini mengacu pada peradangan kulit.

 

Penyakit kulit ini tak memandang usia sehingga dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Namun kelainan kulit ini sering kali dijumpai pada anak-anak, mulai dari bayi hingga balita. Moms mungkin sering merasa bingung antara penyakit eksim (dermatitis atopik) dan cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi. Tetapi, kedua hal tersebut ada perbedaannya lho, Moms. Kalau cradle cap berupakerak berminyak dan bersisik yang biasanya muncul di kulit kepala dan dahi yang disebabkan karena kulit bayi Anda membuat terlalu banyak minyak (sebum). Biasanya ketika bayi berusia 8-12 bulan, bayi akan bersih dari cradle cap.

 

Gejala Eksim Setiap Bayi Berbeda

Tanda-tanda atau gejala eksim yang muncul dapat berbeda-beda pada bayi, balita, hingga anak yang usianya sudah lebih besar. Area tubuh yang terkena eksim dan tingkat kegatalannya juga berbeda-beda, Moms. Biasanya gejalanya akan dimulai ketika kulit terasa gatal-gatal, dari gatal ringan hingga gatal yang lebih berat sampai menyebabkan kulit memerah meradang, bahkan berdarah. Kemudian kulit juga akan mengering, menebal, menghitam, memecah, hingga mengeluarkan sisik. Munculnya  gejala-gejala ini akan menyebabkan fungsi sawar kulit (skin barrier) atau penghalang dari berbagai ancaman yang datang dari luar menurun, sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap serangan bakteri, mikroba, iritan dan alergen.

 

Biasanya Moms, eksim pada bayi dapat langsung diketahui pada tahap usia awal si Kecil. Kemudian, sekitar 65% bayi akan mulai berkembang gejala-gejala eksimnya pada tahun pertama dan 90% bayi lain gejala eksimnya akan berkembang sebelum berusia 5 tahun. Gejala eksim yang muncul terlihat bercak-bercak merah dengan kulit yang mengering, terasa gatal dan kasar. Kadang pula kulit si Kecil jadi menebal dan bersisik, bahkan terdapat benjolan merah kecil yang mengeluarkan cairan atau menjadi terinfeksi karena tergores.

 

Tanda-tanda penyakit kulit ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja pada si Kecil, mulai dari wajah, leher, lengan, kaki, siku, dan area di belakang lutut. Terkadang eksim yang terlihat di sekitar wajah si Kecil  berupa ruam dan berbintik merah.

 

Penyakit eksim ini bisa datang dan pergi atau terjadi berulang (kambuh-kambuhan). Ada sebagian bayi yang tetap akan mengalami eksim hingga ia dewasa, bahkan sepanjang hidupnya. Terkadang pula, gejala eksim tersebut tidak muncul dalam beberapa tahun. Namun Moms tak perlu khawatir, karena eksim pada kebanyakan bayi bisa diatasi sebelum mereka mulai sekolah nanti.

 

Memang, penyakit kulit ini tidak dapat disembuhkan sama sekali, tetapi seiring waktu gejala-gejala yang timbul akan berkurang ketika dewasa. Ada pula si Kecil yang mampu mengatasi gejala-gejala eksim di saat ia dewasa. Meski begitu, si Kecil akan tetap memiliki kulit yang kering.

 

Faktor Penyebab Eksim

Hingga saat ini, para dokter ataupun ahli medis belum menemukan secara pasti penyebab munculnya eksim, Moms. Meski begitu, para ahli meyakini bahwa kelainan kulit yang dialami si Kecil ini dapat muncul karena adanya keterkaitan antara beberapa faktor, yaitu faktor genetik, sistem kekebalan tubuh, dan lingkungan. 

 

Menurut para ahli, peran genetik sangat berpengaruh dalam perkembangan eksim pada si Kecil, Moms. Terutama ketika Moms memiliki riwayat penyakit eksim, asma, alergi makanan dan alergi musiman seperti hay fever (alergi serbuk sari), tentunya dapat menurunkan penyakit tersebut kepada si Kecil. Para ilmuwan mengidentifikasi bahwa ada beberapa tipe eksim yang memang berasal dari genetik, yaitu dermatitis atopik dan dermatitis kontak.

 

Baca Juga: EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

 

Menurut penelitian, dermatitis atopik ditandai oleh abnormalitas sawar kulit, karena adanya mutasi gen yang menghasilkan filaggrin dan lipid terutama ceramide yang kurang. Pada analogi histologi kulit sebagai model batu bata (bricks) dan semen (mortar) ,  sel-sel korneosit digambarkan sebagai batu bata dan matriks lipid sebagai semen yang menyambung sel-sel korneosit ini. Filaggrin adalah salah satu protein yang menyusun   sel korneosit (batu bata), sedangkan ceramide adalah salah satu komponen penting dalam matrix lipid (semen). Tembok yang kuat dibentuk oleh susunan batu bata dan semen yang baik, begitu juga dengan kulit. Sehingga apabila filaggrin dan ceramide ini jumlahnya kurang dikulit, maka akan menyebabkan sawar kulit terganggu.    

 

Faktor genetik juga berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, Moms. Gen akan menentukan apa yang akan bereaksi oleh sistem kekebalan tubuh dan seberapa kuatnya. Sistem kekebalan tubuh biasanya akan mengabaikan protein yang menjadi bagian dalam tubuh dan hanya menyerang protein yang mengganggu, seperti bakteri dan virus. Namun dalam kasus eksim, sistem imun dalam tubuh si Kecil akan kehilangan kemampuannya untuk membedakan kedua protein tersebut sehingga terjadilah reaksi yang berlebihan dan muncul peradangan yang di kulit.

 

Sistem kekebalan tubuh si Kecil juga akan bereaksi pada alergen dengan melepaskan antibodi yang akan menyebabkan peradangan. Alergen yang berperan menimbulkan eksim adalah tungau debu, serbuk sari, dan makanan. Karena itu, penting sekali untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh ahlinya.

 

Selain pengaruh internal, eksim juga dapat disebabkan adanya pengaruh dari luar, yaitu lingkungan di sekitar. Berbagai aktivitas si Kecil dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif sehingga menimbulkan peradangan dan eksim. Bagi sebagian bayi, ketika kulitnya bersentuhan dengan bahan pakaian yang kasar, seperti pakaian berbahan wol, akan menyebabkan kulitnya menjadi gatal-gatal. Pakaian yang terlalu ketat juga makin memperburuk eksim si Kecil. Ada pula ketika sebagian bayi yang kulitnya merasakan suhu terlalu panas atau dingin, terpapar dengan produk-produk tertentu, atau bersentuhan dengan bulu binatang dapat menyebabkan penyakit eksim.

 

eksim

Bahan kain yang kasar dapat memicu kulit si Kecil iritasi sehingga meningkatkan gejala eksim.

 

Pencetus Peningkat Risiko Eksim

Kondisi kulit si Kecil yang terkena eksim bisa semakin parah apabila kulitnya bersentuhan dengan pencetus-pencetusnya sebagai berikut.

 

  • Kulit kering. Ketika kulit si Kecil sangat kering, kulit akan lebih mudah pecah-pecah, bersisik, kasar, dan tebal sehingga risiko timbulnya eksim bisa meningkat. 
  • Iritan. Penggunaan deterjen, pengharum pakaian, sabun mandi, sampo yang bersentuhan dengan kulit akan membuat kulit menjadi kering, gatal, dan makin sensitif dengan iritan. Selain produk tersebut, ada pula iritan lain yang membuat kulit teriritasi, seperti asap rokok, pengharum, serbuk sari, dan bulu.
  • Stres. Emosi yang meningkat, seperti rasa cemas dan stres yang tinggi, ternyata juga mampu memicu timbulnya eksim. Meski belum diketahui mengapa stres bisa memicu eksim, namun hal ini terjadi pada sebagian anak. Stres yang dialami si Kecil akan menimbulkan reaksi memerah, yang diikuti rasa gatal dan kulit teriritasi sehingga meningkatkan gejala eksim.
  • Cuaca dan Keringat. Cuaca yang panas akibat terpapar sinar matahari dan membuat si Kecil berkeringat, juga bisa meningkatkan gejala eksim. Temperatur udara yang sangat kering, terlalu lembap, terlalu dingin, atau saat mandi dengan air panas pun bisa memperparah eksim.
  • Infeksi. Kulit si Kecil yang terkena eksim bisa terinfeksi dengan bakteri atau virus yang hidup di sekitar lingkungan. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang paling umum ditemukan karena bakteri ini biasa terdapat pada saluran pernapasan atas dan kulit. Sementara beberapa virus yang ditemukan seperti virus Molluscum contagiosum, herpes simplex, dan beberapa jenis jamur juga dapat menjadi pemicu eksim.
  • Makanan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa beberapa jenis makanan dapat meningkatkan gejala eksim, terutama pada bayi dan anak-anak. Beberapa jenis makanan tersebut adalah kacang tanah, susu, kedelai, gandum, ikan, dan telur. Menurut beberapa ahli, menghilangkan makanan pencetus eksim tersebut dapat mengontrol timbulnya gejala eksim pada si Kecil. Meski begitu, Moms bisa mengonsultasikannya dengan dokter anak atau ahli dermatologis mengenai hal ini agar si Kecil tidak kehilangan asupan nutrisi yang masih dibutuhkan.

 

Diagnosis Penyakit Kulit Eksim

Meskipun banyak hal yang mampu mencetuskan, bahkan memperparah kondisi kulit yang terkena eksim, penyakit kulit ini tidaklah menular, Moms. Namun ketika gejala-gejala yang timbul tersebut terjadi pada si Kecil, mungkin saja Moms merasa belum mendapat kepastian apakah gejala tersebut eksim atau penyakit kulit lainnya. Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan berkonsultasi kepada dokter, mendapatkan pemeriksaan medis yang tepat, dan merunut riwayat medis keluarga.

 

Eksim dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga akan menanyakan riwayat medis keluarga seperti asma, reaksi terhadap alergen (serbuk sari, binatang, atau makanan), zat-zat yang dapat membuat kulit iritasi (seperti sabun), sering stres, di mana dan kapan gejala eksim mulai timbul, dan perawatan kulit yang dilakukan sebelumnya. Terkadang, dokter juga sudah bisa mengetahui apakah ruam merah dan gatal-gatal pada kulit si Kecil merupakan eksim atau bukan. Apabila gejala tersebut kembali lagi dalam beberapa bulan kemudian, dokter akan mendiagnosisnya sebagai eksim.

 

Jika si Kecil mengalami eksim yang disebabkan alergi, tes alergi melalui darah atau tes tusuk kulit (skin prick test), perlu dilakukan. Hal ini untuk memastikan apakah kulit si Kecil benar-benar bereaksi terhadap alergen. Begitu pula alergi makanan yang dapat memicu eksim. Di bawah pengawasan dokter, si Kecil akan diperiksa apakah makanan yang dikonsumsi dapat memicu alergi dan bagaimana reaksi tubuhnya akibat alergi makanan tersebut. 

 

Tipe-tipe Eksim yang Berbeda

Penyakit kulit ini memiliki banyak tipe dan berbeda-beda. Moms perlu mengetahui beberapa tipe eksim yang sering menyerang si Kecil berikut ini.

  • Dermatitis atopik, yaitu jenis eksim yang paling umum dan biasanya terjadi pada orang yang memiliki kondisi dan riwayat keluarga dengan asma dan hay fever.
  • Dermatitis kontak, yaitu eksim yang disebabkan adanya sentuhan antara kulit dengan iritan atau alergen yang membuat kulit terasa panas terbakar, gatal, dan memerah.
  • Dermatitis seboroik sering terjadi pada kulit kepala yang dikenal dengan ketombe atau cradle cap pada bayi. Eksim ini juga muncul di area tubuh yang memiliki banyak kelenjar minyak, seperti area hidung, punggung, dada atas, alis, kelopak mata.
  • Eksim dishidrotik, yaitu kondisi kulit yang mengeluarkan lepuhan-lepuhan kecil yang gatal. Biasanya muncul di tepi jari tangan, jari kaki, telapak tangan, dan telapak kaki. 

 

Tidak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Dikontrol

Eksim yang menyebabkan sebagian area tubuh gatal-gatal, pastinya sangat mengganggu aktivitas si Kecil ya, Moms. Apalagi penyakit ini belum dapat disembuhkan secara total sehingga dapat terjadi berulang kali atau kambuh-kambuhan. Namun Moms tak perlu khawatir, karena eksim si Kecil dapat dikontrol gejala-gejalanya dengan melakukan perawatan menggunakan obat, terapi, hingga perawatan di rumah, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Pelembap. Pelembap merupakan perawatan lini pertama untuk eksim. Pelembab dapat mengunci air di dalam kulit sehingga dapat mengurangi kekeringan, dan mencegah timbulnya kemerahan dan gatal-gatal.
  • Kortikosteroid. Dokter biasanya merekomendasikan obat krim atau salep steroid yang ringan dan aman bagi kulit si Kecil. Perawatan topikal dengan krim dan salep kortikosteroid dapat membantu mengatasi peradangan dan meringankan gejala utama eksim seperti gatal-gatal dan kulit yang meradang. Obat kortikosteroid yang biasa digunakan untuk mengatasi eksim ringan adalah hidrokortison. Jika perawatan masih kurang efektif, biasanya dokter memberi resep kortikosteroid sistemik berupa suntikan atau tablet.
  • Salep antiradang NSAID. Selain obat steroid, obat antiradang nonsteroid kadang juga diresepkann oleh dokter untuk membantu menanggulangi eksim ringan hingga sedang, terutama untuk si Kecil yang berusia 2 tahun ke atas. Dengan mengoleskannya dua kali sehari, salep ini membantu mengurangi peradangan dan membantu kulit kembali normal.
  • Antibiotik. Rasa gatal akan mengganggu si Kecil. Apalagi jika ia terus menggaruknya, yang akan merusak kulit sehingga bakteri dapat masuk dan memperburuk kondisi eksim. Untuk mengurangi peradangan akibat infeksi bakteri ini, dokter memberikan resep antibiotik yang tepat untuk si Kecil.
  • Antihistamin. Sementara antihistamin berguna untuk meringankan rasa gatal di malam hari sehingga membantu si Kecil dapat tidur dengan nyenyak.
  • Terapi cahaya (Fototerapi). Terapi jenis ini membantu mengobati eksim si Kecil dari tingkat sedang hingga berat. Cahaya UV membantu menjaga sistem kekebalan tubuh si Kecil dari reaksi yang berlebihan. Namun di sisi lain, terapi cahaya yang berlebihan akan menyebabkan kulit si Kecil mengalami penuaan dan berisiko kanker kulit.
  • Perawatan di rumah. Jagalah kulit si Kecil agar tetap sehat. Moms dapat mencoba beberapa kiat perawatan di rumah, seperti menggunakan air hangat saat mandi, menggunakan pelembap setiap hari, mengurangi kontak kulit si Kecil dengan iritan, memiilih pakaian berbahan yang lembut dan nyaman, menghindari kondisi yang terlalu panas, mengetahui pencetus-pencetus eksim, dan mengelola stres. 

 

menghindari eksim

Gunakan air hangat saat memandikan si Kecil untuk menjaga kulitnya tetap sehat sehingga gejala eksim dapat dikontrol.

 

Kapan Harus Periksa Dokter?

Apakah Moms merasa bingung dengan gejala-gejala eksim yang muncul pada si Kecil? Jika khawatir dengan kondisi si Kecil, Moms bisa langsung menemui dokter apabila terlihat tanda-tanda eksim pada si Kecil seperti berikut ini.

  • Apabila ruam merah yang gatal pada kulit terus berkembang, kemudian di dalam keluarga juga terdapat riwayat eksim atau asma. 
  • Peradangan tidak berkurang atau tidak bisa ditangani meskipun sudah diberi pengobatan dengan selama lebih dari satu pekan.
  • Di atas kulit yang terkena eksim terlihat berwarna kekuningan hingga cokelat muda dengan lepuhan berisi nanah. Hal ini mengindikasikan adanya infeksi bakteri sehingga harus diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.
  • Apabila orang-orang terdekat berada di sekitar si Kecil dan memiliki virus herpes simplex, si Kecil berisiko terpapar virus tersebut.
  • Si Kecil merasakan nyeri dan sakit akibat lepuhan-lepuhan yang berisi cairan di sekitar area kulit yang terkena eksim. 

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...

Penyebab Gatal Alergi dan Cara Menangani Pada Kulit

Alergi pada kulit dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari orang dewasa hingga si Kecil bisa juga terkena alergi. Penyebabnya sangatlah bermacam – macam. Apalagi daya tahan tubuh si Kecil masih rentan. Reaksi alergi yang dialami ialah dengan munculnya gatal-gatal...

Penyebab Gatal Pada Kulit dan Cara Mengatasi

Gatal pada kulit sangatlah menggangu. Kondisi gatal–gatal disebut pruritus adalah hal normal terjadi. Rasa Sakit yang amat sangat dapat membuat Moms tidak nyaman, mengganggu kehidupan, hingga berakibat cemas maupun depresi. Moms harus berhati – hati jika tidak kunjung...