EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim Kering?

 

Eksim kering (neurodermatitis) adalah jenis eksim yang paling umum terjadi. Eksim atau eczema merupakan peradangan kulit yang sering kali terjadi pada si Kecil di masa kehidupan tahun pertamanya. Penyebab penyakit kulit ini juga berbagai macam. Moms juga perlu tahu, kalau penyakit ini dikenal dengan dermatitis atopik. Eksim kering dapat diatasi dengan terapi sinar, menggunakan krim atau disembuhkan dengan obat oral. 

 

Tak ada orangtua yang menginginkan anaknya sakit ya, Moms. Apalagi jika penyakit tersebut bisa mengganggu si Kecil. Rasanya sebagai orangtua ingin mengganti posisi supaya kita saja yang merasakan sakitnya. Ini pula yang terjadi apabila si Kecil mengalami penyakit kulit. Penyakit yang menyerang kulit bukan hanya mengganggu secara penampilan fisik bagi si Kecil, tetapi juga bisa mengganggu psikologisnya apabila ia sudah beranjak remaja.

 

eksim kering

Eksim kering sering kali terjadi pada si Kecil di masa kehidupan tahun pertamanya.

 

Ada berbagai macam penyakit kulit yang banyak diderita oleh anak-anak. Salah satunya adalah eksim. Gangguan kulit ini biasanya ditandai dengan kulit kering, kemerahan dan gatal-gatal di sejumlah area tubuh. Moms, di Indonesia dikenal istilah eksim kering dan eksim basah, yang dibedakan berdasarkan kondisinya. Namun dalam dunia medis saat ini, kedua istilah tersebut sudah tidak digunakan lagi.

 

Kenali Ciri-Ciri dan Gejala Eksim Kering

 

Pada umumnya, eksim merupakan kondisi kulit yang mengalami peradangan dengan ciri-ciri kulit kering terdapat ruam merah, gatal, kering, tebal, keras dan kasar. Bahkan, apabila kondisi makin memburuk, kulit akan mengalami perubahan warna kulit di beberapa area tubuh.

 

eksim kering

Tanda-tanda eksim kering yang perlu dicermati pada si Kecil adalah munculnya ruam berwarna merah, bersisik, dan pecah-pecah di sekitar pipi dan dagu

 

Eksim kering sering terjadi pada bayi, sekitar usia 6—12 minggu, Moms dapat mengenalinya dengan kemunculan bercak-bercak dan ruam yang berkembang menjadi warna merah, bersisik, dan pecah-pecah di sekitar pipi dan dagu. Kulitnya yang super sensitif juga rawan iritasi dan  terinfeksi. Ketika si Kecil sudah mulai aktif, seperti merangkak, area tubuh yang terbuka seperti lutut dan siku, kemungkinan dapat terkena juga.

Sementara itu pada anak-anak yang usianya sudah lebih besar, akan muncul ruam-ruam di sekitar lipatan siku, lutut, leher, pergelangan tangan, pergelangan kaki, tangan, dan wajah. Bercak bersisik di sekitar kulit yang beruam. Muncul bintik-bintik yang terang dan gelap di kulit. Kulit akan menebal, terasa kasar, makin kering dan bersisik. Jika sudah kronis, tampilan kulit akan menebal dan makin bersisik. Ruam yang makin meradang akan muncul gelembung-gelembung yang bisa mengeluarkan cairan, akan tetapi biasanya hanya bertahan di satu tempat dan tidak menyebar.

Di area tubuh mana pun muncul, penyakit ini akan terasa sangat gatal. Bayi yang terkena eksim akan menggosok-gosokkan kulitnya di tempat tidur, karpet, atau benda lainnya untuk mengurangi rasa gatal. Si Kecil pun pastinya akan merasa gelisah dan terganggu karena rasa gatal tersebut membuatnya tidak nyaman.Kulit pun bisa terinfeksi karena kulit terluka akibat digosok atau digaruk terus-menerus.

Namun jangan khawatir Moms, dermatitis atopik yang terjadi pada kebanyakan bayi ini akan mulai membaik di usia 18 bulan. Sebagian anak mengalami gejala tersebut hingga berlanjut sampai dewasa. Namun gejala-gejala tersebut akan berkurang seiring usia mereka bertambah. Meski berkurang, kulit akan berbeda dari kulit normal. Kulit akan tetap sangat kering, eksim di tangan, dan mudah iritasi.

 

Dipengaruhi Tiga Kondisi

Moms mungkin sempat bingung, bagaimana si Kecil yang masih bayi ini sudah terkena eksim kering? Perlu diketahui Moms bahwa penyakit kulit ini tidak menular. Namun, ada tiga kondisi yang saling berkaitan dan dapat memengaruhi si Kecil. Tiga kondisi yang saling terkait dan cenderung terjadi pada individu yang sama adalah alergi musiman seperti hay fever, asma, dan genetik atau ada keturunan keluarga yang juga pernah mengalami eksim, asma, dan hay fever.

 

Jika Moms memiliki dermatitis atopik, asma, dan hay fever, si Kecil pun punya potensi mengalami salah satu kondisi tersebut. Sementara itu apabila kedua orangtuanya punya ketiga kondisi tersebut, potensi diturunkan kepada si Kecil makin besar. Penyakit genetic ini juga dapat terjadi pada si Kecil yang kulitnya terluka sehingga kuman dapat masuk.

 

Tempat tinggal Moms dan si Kecil pun bisa memengaruhi timbulnya penyakit dermatitis atopik ini. Hidup di wilayah urban di negara berkembang dengan tingkat polusi yang tinggi atau iklim yang dingin, risiko si Kecil terkena peradangan kulit kronis akan meningkat.

 

Makanan memang bukanlah penyebab eksim ini berkembang. Namun, Moms, dalam sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa makanan dapat meningkatkan risiko eksim atopik makin memburuk pada si Kecil. Para ahli masih terus meneliti penyebab penyakit kulit yang kompleks ini. Menurut para ahli, memang ada banyak hal yang saling berkaitan sebagai penyebab munculnya eksim atopik, Moms. Termasuk gen, cara kerja yang ada di dalam sistem kekebalan tubuh, dan area tempat tinggal. Karena itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut supaya dokter dapat mengetahui jenis dermatitis.

 

Cara Mengatasi Eksim Kering dengan Merawat Kulit

Agar si Kecil mendapatkan perawatan yang tepat, si Kecil memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh para ahlinya, seperti dokter anak, dokter ahli alergi, dan dermatologis, untuk mengetahui jenis eksim yang dideritanya. Para ahli ini akan melakukan pemeriksaan fisik dan kulit lebih dalam. Rekam medis keluarga juga akan membantu diagnosis sang dokter.

 

Untuk eksim kering, dokter biasanya akan memberikan saran pengobatan eksim berdasarkan usia, gejala, dan kondisi kesehatan si Kecil secara umum. Moms juga memiliki peran penting agar perawatan pada si Buah Hati bisa berhasil diatasi. Salah satu kunci untuk mengatasi eksim kering ini adalah dengan melakukan perawatan kulit yang sederhana dan teratur pada si Kecil.

 

Penggunaan satu jenis produk untuk kulit, seperti sabun dan pelembap yang tepat, sangatlah penting mengingat kulit si Kecil yang sangat tipis akan menjadi kering di saat gejala muncul. Cussons Baby SensiCare merupakan solusi terbaik dalam merawat kulit Sensitif dan rawan eksim. Seluruh rangkaian produk Cussons Baby SensiCare diformulasikan secara khusus dengan Derma-Soft TM Complex, yakni diperkaya 100% gandum organik, minyak zaitun organik, serta ceramide.

 

eksim kering

Merawat kulit si Kecil yang sensitif dengan produk yang tepat adalah kuncinya.

 

Bahan-bahan alami dan organik yang terkandung di dalam Cussons Baby SensiCare memberikan kelembapan pada kulit secara ekstra untuk melindungi kulit yang sensitif dan dari gangguan kulit yang membuatnya tidak nyaman. Dengan pH balance-nya aman untuk digunakan pada kulit wajah dan tubuh si Kecil.

 

Melakukan perawatan kulit secara rutin sangat penting untuk mencegah gejala eksim, menghindari kerusakan kulit lebih lanjut, dan menjaga kulit tetap sehat. Cussons Baby Sensicare merupakan rangkaian produk yang dapat digunakan secara rutin untuk menjaga kulit si Kecil yang sensitif dan rentan eksim. Ada tiga produk yang dimiliki Cussons Baby SensiCare, yaitu SensiCare Gentle Hair & Body Wash, SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion, dan SensiCare Intensive Soothing Cream. Produk-produk ini hypoallergenic dan teruji secara klinis oleh para dokter kulit maupun dokter anak.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Mengenal Eksim Susu atau Ruam Susu Pada Bayi

Eksim susu atau ruam susu adalah suatu permasalahan kulit yang menyerang bayi pada usia tahun pertama. Bayi baru lahir memiliki kulit yang tipis, rapuh, sensitif, dan kering, Moms. Dengan kondisi kulit seperti itu, Si Kecil rentan dengan berbagai permasalahan kulit....

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Kenapa Kulit Terasa Gatal? Kenali Siklus Gatal Garuk Ini!

Semakin digaruk, kulit semakin gatal. Ketika kulit semakin gatal, menggaruknya pun akan semakin sering. Begitu saja seterusnya sampai kulit terluka dan berdarah, barulah kita tersadar dan berhenti menggaruknya. Apakah si Kecil pernah mengalami hal ini Moms? Si Kecil...