Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa gatal, dan rasa terbakar. Namun ada ciri-ciri lain yang membedakan dermatitis yang satu ini dengan dermatitis jenis lainnya. Dermatitis numularis memiliki ciri yang khas dan berbeda dari dermatitis lainnya, Moms.

 

dermatitis numularis

Lindungi kulit si Kecil agar tidak tergores atau terluka agar tidak memicu timbulnya dermatitis numularis

 

Bercak seperti Koin Jadi Ciri Khas

Bercak-bercak kemerahan yang muncul pada dermatitis numularis memang berukuran kecil, Moms. Tetapi, bercak-bercak yang warnanya bervariasi mulai dari pink, merah, atau cokelat ini akan muncul banyak dan mengelompok, yang lama-kelamaan akan membesar dan membentuk oval seperti koin. Bentuk bercak yang seperti koin inilah, Moms, yang menjadi ciri khas dari dermatitis numularis. Bercak koin yang timbul pun berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang hanya memiliki satu bercak koin dermatitis numularis, ada pula yang memiliki beberapa bercak koin di bagian tubuhnya.

 

Apabila kulit yang mengalami dermatitis makin memburuk karena masuknya bakteri, seperti Staphylococcus aureus, kulit akan terasa sangat gatal dan terbakar seperti melepuh hingga menjadi pecah serta mengeluarkan banyak cairan atau bahkan bernanah. Ketika mengering, di sekeliling kulit yang terkena dermatitis akan muncul kerak yang menguning, mengeras, dan bersisik. Di sekitar area dermatitis juga makin memerah, membengkak, dan terasa perih. Tubuh pun akan mengalami panas dingin.

 

Biasanya, Moms, dermatitis numularis ini muncul di bagian tubuh, seperti tangan, lengan, kaki, dan bagian badan. Namun, bagian tubuh seperti wajah atau kulit kepala tidak terkena efeknya. Dermatitis numularis juga dapat terjadi pada semua orang di segala usia. Namun, dermatitis berbentuk koin ini paling banyak terjadi pada pria usia 55 dan 65 tahun. Sementara dermatitis numularis pada wanita dapat muncul ketika mereka berusia remaja. Bagaimana dengan si Kecil yang masih bayi atau balita? Si Kecil bisa saja terkena dermatitis numularis, Moms, tetapi hal tersebut jarang terjadi. Meski begitu, Moms juga tetap perlu menjaga lingkungan sekitar si Kecil.

 

Kulit Kering dan Sensitif Bisa Menjadi Pemicu

Seperti penyakit dermatitis atau eksim lainnya, dermatitis numularis juga belum diketahui pasti penyebabnya.  Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara kemunculan dermatitis numularis pada seseorang dengan sensitivitas terhadap beberapa senyawa kimia seperti bahan-bahan di dalam sabun, logam atau obat-obatan.  Selain itu beberapa factor seperti kulit kering dan sensitif  dapat meningkatkan risiko seseorang terkena dermatitis numularis.

 

penyebab dermatitis numularis

Penggunaan sabun saat mandi bisa memicu kulit si Kecil yang kering dan sensitif jadi iritasi sehingga menimbulkan dermatitis numularis.

 

Selain kulit yang kering dan sensitif, ada beberapa hal lain yang juga bisa jadi pemicu si Kecil terkena dermatitis numularis, Moms. Antara lain adalah perubahan suhu di sekitar (misalnya mandi terlalu lama atau mandi dengan air yang panas), stres, pakaian berbahan wol, sabun, deterjen, terkena paparan iritan seperti pembersih atau zat kimia. Dermatitis numularis sering timbul akibat cedera yang dialami kulit, seperti luka bakar, tergores, atau terkena gigitan serangga. Kondisi inilah yang akan membuat bintik-bintik di dalam lesi berbentuk koin. Si Kecil yang memiliki alergi, asma, atau dermatitis atopik dalam riwayat keluarganya, juga bisa jadi penyebabnya, Moms.

 

Penanganan penyakit dermatitis numularis yang terjadi pada si Kecil bisa menyulitkan. Apalagi, dermatitis numularis kerap kali dikira sebagai penyakit infeksi jamur, seperti kurap. Karena itu, Moms, penting sekali dermatitis numularis pada si Kecil ini ditangani langsung oleh dokter ahli atau dermatologis khusus untuk anak yang memang spesialisasi dalam menangani dermatitis tipe ini. Dengan begitu, si Kecil mendapat penanganan dan perawatan yang tepat.

 

Baca Juga: Kenali Eksim, Penyakit Kulit Yang Mengganggu

 

Tips Tangani Dermatitis Numularis

Penyakit dermatitis memang memerlukan penanganan khusus, termasuk dermatitis numularis ini, Moms. Terutama menjaga sekitar lingkungan si Kecil agar tetap terjaga suhu dan kelembapannya. Nah, Moms, berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menangani dermatitis numularis pada si Kecil.

 

 

  • Lindungi kulit si Kecil. Kulit si Kecil yang masih sensitif memang perlu dijaga, Moms. Hindari kulit si Kecil dari berbagai hal yang dapat membuat kulitnya tergores, terluka, atau terkena cedera lainnya. Apabila kulit si Kecil terluka, hal tersebut akan memperburuk dermatitis numularis yang dialaminya. Moms, juga dapat menghindari kulit si Kecil dari hal-hal yang memicu munculnya dermatitis numularis. Misalnya, hindari penggunaan pakaian dari wol, hindari kulit si Kecil dari paparan senyawa kimia, seperti pembersih, pelembut pakaian, sabun, lalu hindari juga kulitnya dari air panas.

 

  • Lembapkan kulit. Penting sekali untuk menjaga kelembapan kulit si Kecil yang kering, Moms. Nah untuk menjaganya, Moms dapat menggunakan pelembap khusus untuk merawat kulit si Kecil yang kering dan rentan terkena eksim/dermatitis atopik. Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream telah terbukti secara klinis dapat membantu meningkatkan kelembapan kulit si Kecil yang kering selama 24 jam, Moms. Pelembap yang kaya dan ekstra emolien serta mudah diserap ini mampu menghidrasi kulit si Kecil. Formula Dermoprotective-nya juga memberikan perlindungan pada kulit si Kecil.

     

    mengatasi dermatitis numularis

    Sehabis mandi, usapkan pelembap yang dapat memberikan perlindungan dan menghidrasi kulit si Kecil selama 24 jam sehingga kelembapan kulitnya selalu terjaga.

     

    Kandungan di dalam produk ini pun, seperti organic oat, organic olive oil, shea butter, dan ceramide, membantu melindungi kulit dari kekeringan dan menguatkan pertahanan pada kulit si Kecil. Kulit si Kecil pun akan terjaga kelembapannya. Moms tak perlu khawatir karena pelembap ini sudah teruji secara dermatologi.

    Usapkan pelembap Cussons Baby SensiCare Intensive Soothing Cream ini di bagian tubuh si kecil usai mandi air hangat ya, Moms. Hal ini akan membantu menghidrasi kulitnya yang kering sekaligus meringankan rasa gatal-gatalnya dan sisiknya.

 

  • Segera hubungi dokter spesialis kulit anak untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Dengan perawatan yang tepat, dermatitis numularis pada si Kecil perlahan-lahan akan pulih kembali. Dermatitis numularis memang tidak bisa disembuhkan karena sewaktu-waktu beberapa lesi akan muncul kembali.

 

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Kenali Dermatitis KontakApa Itu Dermatitis Kontak? Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit kulit eksim adalah penyakit yang disebabkan peradangan pada kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi merah, kering, bahkan hingga kasar dan pecah – pecah. Jika si Kecil mengalami kondisi – kondisi diatas, harap berhati – hati, bisa saja si...

EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

EKSIM KERING: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim Kering?

 

Eksim kering atau bisa disebut neurodermatitis adalah jenis eksim yang paling umum terjadi dan sering dijumpai pada anak-anak. Peradangan kulit ini sering kali terjadi pada si Kecil di masa kehidupan tahun pertamanya. Moms juga perlu tahu, kalau penyakit kulit yang satu ini dikenal dengan eksim atopik atau dermatitis atopik.

 

Tak ada orangtua yang menginginkan anaknya sakit ya, Moms. Apalagi jika penyakit tersebut bisa mengganggu si Kecil. Rasanya sebagai orangtua ingin mengganti posisi supaya kita saja yang merasakan sakitnya. Ini pula yang terjadi apabila si Kecil mengalami penyakit kulit. Penyakit yang menyerang kulit bukan hanya mengganggu secara penampilan fisik bagi si Kecil, tetapi juga bisa mengganggu psikologisnya apabila ia sudah beranjak remaja.

 

eksim kering

Eksim kering sering kali terjadi pada si Kecil di masa kehidupan tahun pertamanya.

 

Ada berbagai macam penyakit kulit yang banyak diderita oleh anak-anak. Salah satunya adalah eksim. Gangguan kulit ini biasanya ditandai dengan kulit yang kemerahan dan gatal-gatal di sejumlah area tubuh. Moms, di Indonesia dikenal istilah eksim kering dan eksim basah, yang dibedakan berdasarkan kondisinya. Namun dalam dunia medis saat ini, kedua istilah tersebut sudah tidak digunakan lagi.

 

Kenali Ciri-Ciri dan Gejala Eksim Kering

 

Pada umumnya, eksim merupakan kondisi kulit yang mengalami peradangan dengan ciri-ciri kulit terdapat ruam merah, gatal, kering, tebal, keras dan kasar. Bahkan, apabila kondisi makin memburuk, kulit akan mengalami perubahan warna kulit di beberapa area tubuh.

 

eksim kering

Tanda-tanda eksim kering yang perlu dicermati pada si Kecil adalah munculnya ruam berwarna merah, bersisik, dan pecah-pecah di sekitar pipi dan dagu

 

Eksim kering yang sering terjadi pada bayi, sekitar usia 6—12 minggu, Moms dapat mengenalinya dengan kemunculan bercak-bercak dan ruam yang berkembang menjadi warna merah, bersisik, dan pecah-pecah di sekitar pipi dan dagu. Kulitnya yang supersensitif juga rawan iritasi dan  terinfeksi. Ketika si Kecil sudah mulai aktif, seperti merangkak, area tubuh yang terbuka seperti lutut dan siku, kemungkinan dapat terkena juga.

Sementara itu pada anak-anak yang usianya sudah lebih besar, akan muncul ruam-ruam di sekitar lipatan siku, lutut, leher, pergelangan tangan, pergelangan kaki, tangan, dan wajah. Bercak bersisik di sekitar kulit yang beruam. Muncul bintik-bintik yang terang dan gelap di kulit. Kulit akan menebal, terasa kasar, makin kering dan bersisik. Jika sudah kronis, tampilan kulit akan menebal dan makin bersisik. Ruam yang makin meradang akan muncul gelembung-gelembung yang bisa mengeluarkan cairan, akan tetapi biasanya hanya bertahan di satu tempat dan tidak menyebar.

 

Di area tubuh mana pun eksim kering muncul, penyakit ini akan terasa sangat gatal. Bayi yang terkena eksim akan menggosok-gosokkan kulitnya di tempat tidur, karpet, atau benda lainnya untuk mengurangi rasa gatal. Si Kecil pun pastinya akan merasa gelisah dan terganggu karena rasa gatal tersebut membuatnya tidak nyaman.Kulit pun bisa terinfeksi karena kulit terluka akibat digosok atau digaruk terus-menerus.

 

Namun jangan khawatir Moms, eksim atopik yang terjadi pada kebanyakan bayi ini akan mulai membaik di usia 18 bulan. Sebagian anak mengalami gejala tersebut hingga berlanjut sampai dewasa. Namun gejala-gejala tersebut akan berkurang seiring usia mereka bertambah. Meski berkurang, kulit akan berbeda dari kulit normal. Kulit akan tetap sangat kering, eksim di tangan, dan mudah iritasi.

 

Dipengaruhi Tiga Kondisi

Moms mungkin sempat bingung, bagaimana si Kecil yang masih bayi ini sudah terkena eksim kering? Perlu diketahui Moms bahwa penyakit kulit ini tidak menular. Namun, ada tiga kondisi yang saling berkaitan dan dapat memengaruhi si Kecil. Tiga kondisi yang saling terkait dan cenderung terjadi pada individu yang sama adalah alergi musiman seperti hay fever, asma, dan genetik atau ada keturunan keluarga yang juga pernah mengalami eksim, asma, dan hay fever.

 

Jika Moms memiliki eksim kering atau eksim atopik, asma, dan hay fever, si Kecil pun punya potensi mengalami salah satu kondisi tersebut. Sementara itu apabila kedua orangtuanya punya ketiga kondisi tersebut, potensi diturunkan kepada si Kecil makin besar. Penyakit genetic ini juga dapat terjadi pada si Kecil yang kulitnya terluka sehingga kuman dapat masuk.

 

Tempat tinggal Moms dan si Kecil pun bisa memengaruhi timbulnya penyakit neurodermatitis ini. Hidup di wilayah urban di negara berkembang dengan tingkat polusi yang tinggi atau iklim yang dingin, risiko si Kecil terkena peradangan kulit kronis akan meningkat.

 

Makanan memang bukanlah penyebab eksim atopik ini berkembang. Namun, Moms, dalam sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa makanan dapat meningkatkan risiko eksim atopik makin memburuk pada si Kecil. Para ahli masih terus meneliti penyebab penyakit kulit yang kompleks ini. Menurut para ahli, memang ada banyak hal yang saling berkaitan sebagai penyebab munculnya eksim kering, Moms. Termasuk gen, cara kerja yang ada di dalam sistem kekebalan tubuh, dan area tempat tinggal. Karena itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut supaya dokter dapat mengetahui jenis eksim

 

Kuncinya adalah dengan Merawat Kulit

Agar si Kecil mendapatkan perawatan yang tepat, si Kecil memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh para ahlinya, seperti dokter anak, dokter ahli alergi, dan dermatologis, untuk mengetahui jenis eksim yang dideritanya. Para ahli ini akan melakukan pemeriksaan fisik dan kulit lebih dalam. Rekam medis keluarga juga akan membantu diagnosis sang dokter.

 

Untuk eksim kering atau eksim atopik, dokter biasanya akan memberikan saran perawatan berdasarkan usia, gejala, dan kondisi kesehatan si Kecil secara umum. Moms juga memiliki peran penting agar perawatan eksim kering pada si Buah Hati bisa berhasil diatasi. Salah satu kunci untuk mengatasi eksim kering ini adalah dengan melakukan perawatan kulit yang sederhana dan teratur pada si Kecil.

 

Penggunaan satu jenis produk untuk kulit, seperti sabun dan pelembap yang tepat, sangatlah penting mengingat kulit si Kecil yang sangat tipis akan menjadi kering di saat gejala eksim kering muncul. Cussons Baby SensiCare merupakan solusi perawatan ahli yang tepat dan terbaik untuk kulit yang sensitif dan rawan eksim bagi si Kecil. Seluruh rangkaian produk Cussons Baby SensiCare diformulasikan secara khusus dengan Derma-Soft TM Complex, yakni diperkaya 100% gandum organik, minyak zaitun organik, dan ceramide.

 

eksim kering

Merawat kulit si Kecil yang sensitif dengan produk yang tepat adalah kuncinya.

 

Bahan-bahan alami dan organik yang terkandung di dalam Cussons Baby SensiCare membantu memberikan kelembapan ekstra untuk melindungi kulit sensitif si Kecil dari gangguan kulit yang membuatnya tidak nyaman. Dengan pH balance-nya aman untuk digunakan pada kulit wajah dan tubuh si Kecil.

 

Melakukan perawatan kulit secara rutin sangat penting untuk mencegah gejala eksim, menghindari kerusakan kulit lebih lanjut, dan menjaga kulit tetap sehat. Cussons Baby Sensicare merupakan rangkaian produk yang dapat digunakan secara rutin untuk menjaga kulit si Kecil yang sensitif dan rentan eksim. Ada tiga produk yang dimiliki Cussons Baby SensiCare, yaitu SensiCare Gentle Hair & Body Wash, SensiCare 24hr Daily Moisturizing Lotion, dan SensiCare Intensive Soothing Cream. Produk-produk ini hypoallergenic dan teruji secara klinis oleh para dokter kulit maupun dokter anak.

 

 

TAGS: 

Artikel Lainnya

Dermatitis Kontak Alergi dan Iritan: Gejala & Pengobatan

Kenali Dermatitis KontakApa Itu Dermatitis Kontak? Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit yang terjadi ketika permukaan kulit terpapar langsung dengan zat-zat tertentu yang berasal dari luar tubuh. Kulit yang terpapar zat-zat tertentu itu akan menyebabkan...

Dermatitis Numularis Punya Ciri Berbeda

Penyakit kulit eksim atau yang disebut juga dengan dermatitis ini ada banyak tipenya, Moms. Berbagai tipe dermatitis tersebut memang memiliki gejala yang hampir mirip. Antara lain gejala bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai dengan bengkak, nyeri, rasa...

Penyakit Kulit Eksim: Penyebab – Cara Mengatasi

Apa Itu Eksim? Penyakit kulit eksim adalah penyakit yang disebabkan peradangan pada kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi merah, kering, bahkan hingga kasar dan pecah – pecah. Jika si Kecil mengalami kondisi – kondisi diatas, harap berhati – hati, bisa saja si...